Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
...Setelah perjalanan panjang yang menguras energi selama hampir tujuh belas jam membelah langit antarbenu,...
...Ratri akhirnya berhasil mendaratkan pesawat yang dipilotinya dengan sangat mulus di landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta....
...Deru mesin jet perlahan meredam seiring pesawat yang bergerak menuju apron dan berhenti sempurna....
...Di ruang istirahat pilot yang riuh oleh obrolan para kru setelah penerbangan panjang, Ratri tampak terburu-buru merapikan barang-barangnya ke dalam tas....
...Senyum tipis tak pernah lepas dari bibirnya. Hari ini adalah hari yang sangat spesial—hari jadi pernikahannya dengan Indra yang kesekian tahun....
...Di dalam tasnya, tersimpan sebuah kado spesial berupa tiket liburan mewah hasil dari jerih payah dan jam terbang tingginya selama ini. Ia sudah tidak sabar untuk melihat wajah bahagia suaminya saat menerima kejutan ini....
...Melihat Ratri yang tampak tergesa-gesa, Vincent yang sedang melonggarkan dasinya menoleh....
..."Ratri, kamu yakin tidak ikut makan malam bersama kita?" tanya Vincent mencoba membujuk....
...Ratri menggelengkan kepalanya dengan tegas namun tetap ramah....
..."Tidak, Cent. Aku harus segera pulang. Ada urusan penting di rumah."...
..."Sayang sekali, Rat. Aku dengar akan ada pimpinan baru kita yang ikut makan bersama malam ini, meskipun acaranya tidak formal," sahut Vincent lagi, mencoba memberi tahu betapa pentingnya momen itu untuk karier mereka....
...Ratri tersenyum maklum, lalu menyampirkan tasnya ke bahu....
..."Titip salam saja buat teman-teman dan pimpinan baru kita. Katakan maaf aku tidak bisa bergabung malam ini. Besok pagi aku berjanji akan langsung menghadap ke ruang pimpinan yang baru untuk melapor."...
...Vincent menganggukkan kepalanya, memahami prioritas sahabat sekaligus kaptennya itu....
..."Baiklah kalau begitu. Hati-hati di jalan, Rat. Titip salam juga buat Indra dan kedua anakmu ya."...
..."Terima kasih, Cent. Sampai ketemu besok!" jawab Ratri melambaikan tangan, lalu melangkah cepat keluar dari ruangan dengan hati yang dipenuhi bunga-bunga kerinduan....
...Ia bergegas menuju area parkir, membayangkan pelukan hangat dari suami dan anak-anaknya di rumah, tanpa pernah menduga bahwa langkah kaki ini sedang menuntunnya menuju gerbang kehancuran hidup yang sesungguhnya....
...Ratri melajukan mobilnya membelah jalanan malam Jakarta dengan perasaan bahagia yang membuncah....
...Sorot lampu kota yang temaram berkelebat di kaca jendela, seolah ikut menari bersama debar antusiasme di dadanya....
...Lelah setelah belasan jam mengudara menguap begitu saja, digantikan oleh rasa rindu yang teramat sangat....
...Sambil menyetir dengan sebelah tangan, ia sesekali melirik kado tiket liburan mewah yang tergeletak manis di kursi sebelah....
...Tiket penerbangan first class dan reservasi resor bintang lima di pulau privat yang ia tebus dengan peluh dan jam terbang tingginya....
...Pikirannya dipenuhi bayangan pelukan hangat Indra yang menyambutnya di ambang pintu, serta riuh manja dari Tasya dan Gabriel saat mengetahui mereka akan berlibur bersama....
...Ratri tersenyum sendiri, mengetuk-ngetukan jarinya di setir mobil mengikuti irama lagu yang mengalun dari radio....
...Ia menginjak pedal gas sedikit lebih dalam, ingin segera memangkas jarak....
...Namun, wanita tangguh itu sama sekali tidak menyadari, bahwa di balik dinding rumah yang tengah ia tuju, kebahagiaan yang ia bayangkan justru sedang diinjak-injak oleh orang-orang yang paling ia cintai....
...Ratri mematikan mesin mobilnya tepat di depan pagar rumah....
...Namun, dahinya langsung berkerut saat menatap ke depan....
...Suasana rumah tampak gelap gulita dan sepi senyap, menyisakan kekosongan yang terasa janggal....
...Biasanya, Bibi Ningsih—asisten rumah tangga mereka—selalu setia menyambutnya di depan pintu meski ia pulang larut malam sekalipun. Ratri mulai merasa curiga....
..."Kenapa sepi sekali? Apa Mas Indra tahu aku pulang lalu sengaja mematikan lampu untuk memberiku kejutan balik?" gumam Ratri pelan dengan senyum tertahan yang kembali terbit di bibirnya....
...Harapan manis itu dengan cepat menepis kecurigaannya....
...Merasa tebakan itu benar, Ratri memutuskan untuk ikut bermain dalam "game kejutan" yang ia pikir sedang disiapkan oleh keluarganya....
...Agar rencananya tidak berantakan, ia kembali menyalakan mesin, memundurkan mobilnya perlahan, dan menyembunyikannya agak jauh dari halaman rumah agar keberadaannya tidak ketahuan....
...Sambil mengeratkan pelukan pada tas dan kado liburan mewahnya, Ratri berjalan mengendap-endap membelah halaman....
...Ia mengeluarkan kunci serep yang selalu ia bawa di dalam dompet, lalu memutarnya dengan sangat hati-hati hingga pintu utama terbuka tanpa suara....
...Saat melangkah masuk, atmosfer di dalam rumah terasa sangat gelap dan hening....
...Tidak ada suara tawa anak-anak ataupun sapaan hangat dari suaminya....
...Ratri menahan napasnya, mencoba menembus kegelapan ruang tamu, mengira seseorang akan melompat keluar sambil menyalakan lampu dan berteriak "Surprise!"....
...Namun, keheningan mencekam itu justru menjadi pengantar bagi badai besar yang sebentar lagi akan memporak-porandakan hidupnya....
...Tepat saat tangan Ratri hendak menyentuh sakelar lampu di dinding ruang tamu, ia mendengar suara deru mesin mobil suaminya memasuki halaman rumah....
...Panik bercampur bersemangat karena mengira rencananya hampir ketahuan, Ratri urung menyalakan lampu....
...Dengan gerakan cepat dan tanpa suara, ia segera berlari kecil naik ke lantai atas menuju kamar utamanya....
...Mengurungkan niat untuk bersembunyi di balik pintu, ia memilih masuk dan bersembunyi di dalam lemari pakaian kayu yang besar di sudut kamar....
...Di dalam lemari yang gelap gulita itu, Ratri merasakan detak jantungnya berdegup kencang karena antusias....
...Rasa lelah setelah penerbangan belasan jam lenyap, digantikan oleh debar kebahagiaan yang kekanak-kanakan....
..."Pasti Mas Indra akan sangat terkejut melihatku tiba-tiba keluar dari sini," bisiknya dalam hati, sambil memeluk erat kado tiket liburan mewah di dadanya....
...Tak berselang lama, suara langkah kaki terdengar menaiki tangga dan berjalan mendekati kamar....
...Pintu kamar terbuka dengan bunyi ceklek yang nyaring di keheningan malam....
...Ratri sudah memegang celah pintu lemari, bersiap untuk melompat keluar dan berteriak mengejutkan mereka....
...Namun, sebuah suara manja yang teramat familier seketika menghentikan seluruh gerakannya....
..."Mas... aku masih kangen," suara Imelda terdengar manja, disusul suara langkah kaki yang terseret mesra....
...Melalui celah tipis lemari, Ratri bisa melihat sahabat karibnya itu sedang memeluk tubuh Indra dengan erat dari belakang saat mereka melangkah masuk ke dalam kamar....
...Belum sempat otak Ratri mencerna pemandangan mengerikan itu, suara Tasya dan Gabriel menyusul dari ambang pintu....
..."Isshhh, Tante sama Papa selalu bucin!"...
...Kedua anak kandung Ratri justru tertawa terbahak-bahak melihat kemesraan tersebut....
...Tidak ada rasa canggung, tidak ada rasa bersalah, apalagi keterkejutan....
...Mereka tampak sudah sangat terbiasa dengan kehadiran Imelda di tempat tidur ibu mereka....
...Melalui celah lemari yang sempit, mata Ratri membelalak sempurna....
...Pupil matanya bergetar hebat. Dunianya runtuh seketika, hancur berkeping-keping tanpa sisa. Sahabat tempatnya berbagi cerita, suami yang selalu ia puja dalam doa di setiap penerbangannya, dan anak-anak yang ia besarkan dengan tetesan keringat... semuanya tengah bersatu mengkhianatinya....
...Mereka semua adalah parasit yang selama ini membodohinya....
...Indra kemudian menutup pintu kamar dan menguncinya, lalu mengajak Imelda masuk lebih dalam menuju ranjang....
...Di depan mata kepala Ratri sendiri, dalam jarak yang hanya terpisah sekat kayu tipis, keduanya mulai menanggalkan pakaian mereka tanpa rasa malu sedikit pun....
...Seketika, dada Ratri terasa dihantam oleh gada raksasa hingga ia kesulitan bernapas....
...Rasa sakit yang teramat sangat menjalar dari jantung hingga ke seluruh ujung sarafnya....
...Air mata mengalir deras bagaikan air bah yang jebol, membasahi pipinya yang mendadak pias....
...Seluruh tubuh Ratri bergetar hebat karena syok yang teramat dalam....
...Untuk mencegah jeritan histeris dan tangisannya pecah yang bisa membongkar persembunyiannya, Ratri membekap mulutnya sendiri sekencang mungkin dengan kedua telapak tangan....
...Ia menekan giginya ke daging bibirnya hingga memerah dan berdarah, mengonversi rasa sakit di hatinya menjadi rasa sakit fisik yang tak seberapa....
...Di dalam kegelapan lemari yang pengap, di atas tumpukan baju-baju mewahnya yang dibeli dari jerih payahnya sebagai pilot....
...Ratri bersumpah demi langit yang selalu ia belah: ia akan keluar dari lemari ini hidup-hidup, dan ia akan memastikan setiap parasit ini membayar setiap tetes air mata dan harga diri yang telah mereka injak-injak malam ini....
tinggal tunggu karmaa yg menghampiri kalian ,,
sama2 gx punya maluu ,, sama2 gx tau diri ,, dan sama2 haus harta yg bukan milik ny ,, 😏😏😏😏
jgn hidup ngandelin keringat orang lain ,, apa lagi istri yg sbntar lgi jd mantan ,, gx maluu tuuh ma b*lalai ,,
😒😒😒😒😒😒😒😒
tp tdk memungkinkan badai yg sebenarnya baru aj di mulai ,,
😒😒😒
semoga cepat bisa di temukan ,
gregeet bangeet
😒😒😒😒
😒😒😒😒
udh numpang hidup tp gx tau diri ,,
jgn2 si indra juga gx kerja ,, hidup Dr uang istriny Selama ni ,,
dasar tak tau malu ,,
skraaang masa aktif ATM berjalan kalian sudah habis ,,
waktuny kerja keras sendri buat gaya hidup kalian ,,, 😒😒😒😒