NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pengubah Takdir

Sistem Sang Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / TimeTravel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mae Linge

Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepala Pelayan

"Nona muda yang host maksud itu merupakan nona muda kelima dari kediaman perdana menteri kiri Hu yang bernama Sasa Hu dia merupakan anak seorang selir, sedangkan tuan muda yang nona maksud itu adalah pangeran ketiga yang bernama Bara Si, dialah yang nantinya dia akan dijodohnya dengan adik tiri host" ucap Coco sembari menjelaskan siapakah orang-orang yang baru saja dikatakan oleh hostnya itu, mendengar itu Elisa Su pun tersenyum puas "Coco untung saja aku sudah putus hubungan dengan kediaman jenderal Su, kalau tidak bukankah aku akan menjadi wanita tersial nantinya karena harus memiliki suami yang sangat berengsek seperti itu, selain itu jika diperhatikan lebih detail lagi bukankah wajahnya itu sama sekali tak memiliki kemiripan sedikit pun dengan wajah kaisar, ck, kalau begitu siapa yang berani menjamin apakah dia itu benar-benar anak kandung kaisar atau bukan, memikirkan pernikahan meraka nantinya saja sudah membuat aku merasa sangat senang karena dengan begitu bukankah adik tiriku yang gila kekuasaan itu akan sangat hancur saat mengetahui kebenaran tentang identitas asli suaminya itu" ucap Elisa Su sembari tersenyum tipis lalu dia pun segera menatap ke arah kaisar dan pangeran ketiga secara bergantian sembari mendecakkan lidahnya "Ck ck ck pantas saja kekaisaran ini tidak bertahan lama, selain itu bisa-bisanya kaisar kecolongan hingga tidak tau jika ada orang yang tidak memiliki garis keturunan dengannya telah tinggal bersamanya juga menikmati begitu banyak hartanya" ucap kembali Elisa Su di dalam hatinya, mendengar itu Coco pun segera mengecek apa yang telah hostnya katakan "Host, apa yang host katakan benar pangeran ketiga itu memang bukanlah anak kandung kaisar, bagaimana host bisa langsung mengetahuinya hanya dengan sekali lihat saja, host benar-benar luar biasa" ucap Coco sembari menatap ke arah hostnya dengan mata yang berbinar.

"Ck itu hanyalah persoalan mudah, ayo kita bahas hal yang penting dulu, jadi apa misinya" ucap Elisa Su, mendengar itu Coco pun dengan segera menulis sesuatu setelah selesai dia pun menyerahkannya kepada Elisa Su untuk dibaca "Benar-benar licik sekali pangeran ketiga itu, bisa-bisanya dia memerintahkan dua orang pelayan pribadinya untuk menjebak pangeran mahkota, bahkan kedua pelayan itu pun sekarang telah bersiap untuk menanti kedatangan pangeran mahkota yang sebentar lagi akan diberikan minuman berisi obat perangsang oleh kepala pelayannya sendiri yang ternyata juga merupakan salah satu orang kepercayaan dari pangeran ketiga itu" ucap Elisa Su yang berhasil membuat pangeran mahkota yang kini tengah memegang cangkir yang berisi minuman dari kepala pelayannya pun terkejut hingga tanpa sadar tangannya pun mencengkram cangkir tersebut dengan sangat erat "Apakah ada sesuatu yang salah putra mahkota" ucap kepala pelayan tersebut dengan sopan, mendengar itu pangeran mahkota pun segera tersenyum kecil "Tidak ada aku hanya baru teringat saja jika ada hal penting yang tadi sempat aku lupakan" ucap pangeran mahkota tersebut sembari meminum air itu sedikit dan menumpahkan sisanya ke dalam lengan bajunya hingga habis tak tersisa setelah itu dia pun segera memberikan kembali cangkir tersebut kepada kepala pelayannya. Setelah memastikan sendiri jika pangeran mahkota telah meminum air yang berisi obat itu kepala pelayan tersebut pun menundukkan kepalanya lalu segera pergi dari tempat itu, namun sebelum itu dia pun terlihat sempat memberikan kode kepada pangeran ketiga "Benar-benar kurang ajar" ucap pangeran mahkota yang sempat menyaksikan interaksi diantara keduanya.

Setelah mengetahui apa yang akan terjadi sangat sempat meminum air itu sedikit kini pangeran mahkota pun sedikit linglung hingga terlihat seperti orang yang sedang mabuk, setelah itu tiba-tiba saja ada seorang pelayan laki-laki yang entah datang dari mana mendekat kearah pangeran mahkota "Pangeran mahkota sepertinya anda sudah mabuk kalau begitu mari saya antar anda terlebih dahulu untuk beristirahat sejenak" ucap pelayan tersebut sembari membawa pangeran mahkota ke tempat yang telah disiapkan. "Coco coba cek dimanakah pangeran bertiga berada sekarang kita harus segera bergerak" ucap Elisa Su sembari menatap ke arah dimana tadi pangeran ketiga berada namun sudah tak menemukan siapapun juga, mendengar itu Coco pun segera mencari keberadaan pangeran ketiga "ketemu host pangeran ketiga berada di paviliun kedua setelah paviliun yang telah disiapkan untuk menjebak putra mahkota" ucap Coco, mendengar itu Elisa Su pun segera meminta Coco untuk segera menuntunnya ke arah paviliun tersebut. Setelah sampai di paviliun yang dimaksud oleh Coco, Elisa Su pun segera mendengar suara-suara desahan dari dua orang yang sedang menikmati surga dunia di dalam ruangan itu, mendengarnya Elisa Su pun tersenyum miring dan langsung berjalan ke arah jendela yang ada diruangan tersebut lalu dengan sengaja dia pun melemparkan bubuk perangsang dengan efek yang lebih kuat lagi agar suasana diruangan itu lebih meriah hingga suara mereka berdua pun dapat terdengar dari jarak ratusan meter jauhnya.

"Selesai, sekarang saatnya kita menyelamatkan putra mahkota" ucap Elisa Su di dalam hatinya sembari memukul tengkuk pelayan yang membawa putra mahkota itu, setelah itu Elisa Su pun segera memapah tubuh pangeran mahkota lalu menyenderkan tubuhnya sebentar di dinding pagar paviliun itu dan segera memasukkan pil penawarnya langsung ke mulut putra mahkota, setelah selesai dia pun segera berjalan ke arah pelayan tadi dan segera membawa pelayan tersebut masuk kedalam paviliun itu, setelah memastikan semuanya selesai dia pun segera keluar dari tempat itu setelah lebih dulu melempar bubuk perangsang sebelum lebih dulu mengunci pintu paviliun itu, hingga tak berselang lama terdengarlah suara-suara desahan yang membuat Elisa Su pun tersenyum miring, lalu dengan segera dia pun pergi dari tempat tersebut sembari memapah tubuh pangeran mahkota.

Awalnya Elisa Su masih mampu membopong tubuh pangeran mahkota, namun lama kelamaan dia pun sudah merasa lelah dan tak mampu lagi membopong tubunya, "Ck benar-benar melelahkan" ucap Elisa Su sembari menghela napasnya berat lalu tiba-tiba saja dia terpikirkan untuk segera memasang kemampuan ilmu beladirinya agar dia menjadi semakin kuat dan dapat segera membawa pangeran mahkota dari tempat, setelah memikirkannya Elisa Su pun meminta Coco untuk memasangkan berbagai teknik beladiri yang berasal dari seluruh dimensi juga seluruh dunia yang ada kepadanya dan sebelum pemasangan kemampuan dimulai Elisa Su pun lebih dulu meminum pil penghilang rasa sakit agar rasa sakit yang nantinya akan dirasakannya pun dapat sedikit berkurang "Memasangkan semua keahlian beladiri dimulai dalam lima, empat, tiga, dua, satu" ucap Coco yang kemudian membuat Elisa Su pun mulai merasakan sakit ditubuhnya "Sialan padahal aku sudah meminum pil penghilang rasa sakit tapi kenapa rasa sakitnya masih juga sesakit ini" ucap Elisa Su di dalam hatinya sembari mengatupkan mulutnya rapat-rapat agar tak mengeluarkan suara apapun karena dia tak ingin membangunkan putra mahkota yang sedang tertidur setelah meminum pil penawar darinya "Sepertinya aku benar-benar sudah berhutang nyawa padanya" ucap putra mahkota di dalam hatinya sembari mengintip sedikit ke arah Elisa Su yang sedang berusaha menahan rasa sakitnya "Selamat host pemasangan kemampuan beladiri anda telah berhasil dipasangkan" ucap Coco mendengar itu Elisa Su pun segera membawa tubuh putra mahkota terbang ke atas paviliun untuk menyaksikan semua pertunjukannya.

"Yang mulia, barusan hamba mendengar suara pangeran mahkota bersama beberapa wanita di dalam paviliun Timur, mohon yang mulia untuk memeriksanya hamba takut pangeran mahkota mungkin sedang berada dalam kesulitan" ucap seorang pelayan yang baru saja tiba dengan tergesa-gesa mendengar itu Elisa Su pun tertawa kencang "Hahahaha, benar-benar alasan yang bodoh, bagaimana mungkin orang-orang ini dulu percaya begitu dengan kata-kata yang payah seperti itu" ucap Elisa Su sembari memperhatikan semuanya.

1
..
keren!
..
Hai kak, semangat, aku sidah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah!
..
Hai kak aku sudah bom like karya kamu dan jangan lupa like balik karya aku juga yah, mari saling follow dan dukung yah kak. semangat💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!