NovelToon NovelToon
Gejolak Asmara Setelah Perceraian

Gejolak Asmara Setelah Perceraian

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Cerai / Janda / Tamat
Popularitas:119.8k
Nilai: 5
Nama Author: alya aziz

Saling mengenal, nyaman, jatuh cinta hingga akhirnya memutuskan untuk menikah, semua itu adalah proses yang di lalui dua insan yang di pertemukan oleh semesta untuk saling melengkapi satu sama lain.


Kehidupan rumah tangga yang penuh suka duka terlewati dengan canda tawa, nyatanya tidak menjadi jaminan bahwa pondasi yang terbangun akan terus kokoh. Milda Anggraini, harus menelan pil pahit karena mendapati sang suami mempunyai wanita idaman lain.
Sakit dan sudah tidak sanggup untuk menjalani pernikahan yang telah hancur Milda meminta untuk diceraikan, tetapi di saat yang bersamaan ia dinyatakan hamil. Terjebak dalam situasi yang rumit akhirnya Milda tetap bertahan meski sulit.

Sampai pada suatu hari seorang pria bernama Dewa kembali datang di kehidupannya dan membantu ia untuk melewati masa-masa sulit. Bagaimana kisah mereka selanjutnya akankah Milda tetap bertahan menjadi istri Devan atau meminta cerai dan menerima Dewa menjadi pria pengganti Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.12

Bab.12

Milda kembali ke ruang tamu setelah selesai membuat teh hangat. Namun sepertinya dia terlambat karena Dewa sudah terlelap. "Sepertinya Kak Dewa kelelahan." Dia meletakkan cangkir teh tersebut diatas meja, kalau beranjak pergi menuju kamarnya.

***

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian. Milda Kembali keluar dan mendapati Dewa masih tertidur lelap. Dilihatnya jam dinding ruangan yang sudah menunjukkan setengah tujuh malam, namun Rania belum juga kembali.

"Sepertinya Rania banyak jadwal operasi hari ini." Milda hendak berbalik kembali ke kamar untuk menelepon Rania tetapi dia yakin sekarang sahabatnya itu pasti sedang sibuk.

Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke dapur, memasak makan malam. Ketika membuka kulkas dia merasakan karena masih ada beberapa bahan makanan yang bisa dia olah. Milda terlihat begitu cekatan memotong setiap bahan dan juga membersihkan ikan yang dia ambil dari kulkas.

Saat masih menjadi istri Devan, dia memang selalu melatih skill memasaknya. Ketika berpisah pun, rasa gemarnya dalam memasak masih teramat besar.

"Milda?"

Milda mengetikkan aktivitasnya ketika mendengar suara seseorang memanggil namanya. Langsung saja dia menoleh ke belakang. "Kak Dewa sudah bangun." Milda mengecilkan api kompor lalu melangkah menghampiri Dewa yang duduk di kursi meja makan. "Masih sakit ya?"

"Sedikit. Kamu tidak perlu khawatir, saat asam lambung kumat aku memang selalu merasa pusing dan perutku sakit." Dewa mendongakkan kepala menatap Milda yang sedang berdiri di hadapannya. "Apa Rania belum pulang?"

"Belum, sepertinya dia banyak pasien dan biasanya jika sudah seperti ini dia akan pulang larut malam," tutur Milda sambil menuangkan segelas air putih ke dalam gelas lalu diberikan kepada Dewa. "Sebelum pulang sebaiknya Kakak makan sup hangat dulu, agar perut Kakak terasa lebih nyaman."

Dewa terdiam sebentar. Entah mengapa dirinya merasa canggung karena hanya berduaan saja dengan Milda di dalam apartemen tersebut. Tetapi dia yakin jika menolak pasti Milda akan merasa tidak dihargai. "Baiklah karena kamu sudah terlanjur memasaknya."

Milda kembali ke dapur untuk mengecek sayur sop yang sempat dia buat. Sampainya di depan kompor ya langsung membuka tutup panci. "Untung saja sayur sup sudah matang, aku tidak sempat lagi memasak lauk lain."

Dengan cepat Milda mengambil mangkok dan juga sendok lalu menuangkan sup itu. Dengan sebuah nampan berisi nasi dan juga sayur sop dia melangkah menghampiri Dewa yang masih duduk di kursi meja makan.

Dia meletakkan nampan tersebut di hadapan Dewa lalu ikut duduk di kursi meja makan. "Silakan dimakan, Kak. Aku juga punya masalah lambung dan ketika kambuh, makanan hangat dan berkuah seperti ini adalah obat yang paling mujarab. Itu aku sih tidak tahu sama dengan orang lain atau tidak."

"Dari baunya lumayan. Aku akan memakan sedikit terus pulang." Dewa menyeruput kuah tersebut secara perlahan. Ekspresi wajah Dewa tiba-tiba saja berubah. "Kamu pintar masak juga. Ini enak sekali ... eh maksudku, lumayan enak."

Milda tersenyum ketika melihat Dewa menyukai masakannya. Tiba-tiba saja dia kembali mengingat kenangan bersama Devan. Saat itu dewan selalu tersenyum dan memuji masakannya.

"Lulus kali Devan selalu memintaku untuk memasak sup ini setiap hari. Aku sempat bertanya apakah dia tidak bosan, dan dia menjawab, tidak. Ck, aku masih saja sering membahas hal-hal yang mengingatkan aku tentang dia."

Melihat Milda tertunduk, Dewa segera menghentikan aktivitas makannya. Dia meneguk air putih hingga tinggal tersisa setengah gelas lalu beralih menatap Milda. "Tidak ada yang bisa mengontrol pikiran termaksud diri kamu sendiri. Kamu baru saja berpisah dengannya selama kurang lebih tiga bulan, jadi wajar kalau kamu masih belum bisa melupakan dia. Jadilah wanita kuat, jangan menunjukkan kesedihanmu ini kepada siapapun, cukup aku yang melihatnya."

Sambil menyeka air mata, Milda menegakkan kepala menatap Dewa. "Jadi kalau aku menangis harus di hadapan Kak Dewa?"

Dewa sampai tersedak makanan ketika mendengar pertanyaan Milda. Dia meneguk air putih yang tersisa digelas hingga habis "Bukan seperti itu juga ... pokoknya kamu tidak boleh menangis lagi hanya karena pria semacam itu. Sekarang dia bahagia bersama istri barunya, kamu juga harus menunjukkan hal yang sama, mau itu dengan pasangan baru atau pun tidak."

"Ya, Kak dewa benar tapi ku sudah sering menerapkan semua hal itu tetapi, ada saat tertentu di mana tiba-tiba saja aku mengingat dia terus aku menangis. Aku pikir ini hanya tentang waktu mungkin satu tahun lagi aku akan pulih."

Tidak ingin terus larut dalam kesedihan yang tidak berujung, cara mencoba kembali untuk menormalkan dirinya. "Huuftt, kenapa malah sedih seperti ini. Kak Dewa, mumpung aku masih bicara santai diluar jam kerja, apa aku boleh bertanya sesuatu?"

"Kamu mau bertanya apa?" Dewa kembali menyeruput kuasa yang menurutnya sangat enak dan juga hangat. Perutnya yang tadi mengeluh sakit kini perlahan terasa nyaman.

Biodata lihat lagu ketika hendak menyampaikan pertanyaannya kepada dewa. "Sudah lama aku ingin menanyakan hal ini kepada seorang pria tetapi selain Rania aku tidak kenal siapa-siapa. Ehm, menurut Kakak sebagai seorang pria, apakah aku kurang menarik?"

Lagi-lagi Milda berhasil membuat Dewa tersedak makanan. "Tolong ambilkan aku air putih lagi." Dia sampai tempat batuk-batuk, saking kagetnya.

"I-iya." Melda bergegas melangkah cepat menuju dapur yang tidak jauh dari meja makan tersebut. Cara mengambil segelas air putih dia segera menghampiri Dewa yang masih terbatik-batuk. "Ini, Kak."

Dewa meraih gelas tersebut lalu menekuk air putih didalamnya hingga habis tak tersisa. Setelah merasa sudah lebih baik dia kembali menatap Milda yang sudah duduk di hadapannya. "Kenapa kamu bertanya seperti itu?"

"Anggap saja tadi aku tidak bertanya, Kak. Saat pertama kali mengetahui deven berkhianat aku selalu bertanya-tanya apa kekuranganku selama ini. Oh iya besok kita jadi turun ke lapangan untuk meninjau proyek pembangunan?"

Milda mencoba untuk mengalihkan pembicaraan. Dia sadar tidak seharusnya menanyakan hal tersebut kepada seorang pria yang tidak akrab dengannya.

Meski Milda sudah mengalihkan pembicaraan tetapi Dewa tahu jika sebenarnya wanita di hadapannya ini menginginkan sebuah jawaban. "Aku bukanlah seorang pria yang tahu seluk-beluk tentang kesempurnaan seorang wanita. Tapi dimataku, kamu adalah wanita yang hebat. Baik itu dulu ataupun sekarang."

Sempat tertunduk karena merasa malu dengan dirinya sendiri, Milda kembali menegakkan kepala menatap Dewa. Dia terlihat kaget ketika mendengar penuturan pria itu tentang dirinya.

Tiba-tiba kenangan dimasa SMA, kembali terbayang. Saat itu mereka cukup dekat, sampai pada suatu hari mereka terpisah jarak dan waktu lalu sibuk dengan kehidupan pribadi masing-masing.

"Aku harap masih bisa menjadi diriku yang dulu, setidaknya suatu hari nanti," ucap Milda.

Bersambung 💕

1
Deswita
🙏🙏🙏
Shifa Burhan
perbedaan pelakor dan pebinor

*pelakor, dia akan menunjukkan sifat aslinya dengan rayuan menjijikan dan mengunakan tubuhnya untuk menjerat mangsa dan merusak rumah tangga orang

*pebinor ini yang bahaya, lelaki licik, dia tidak akan menunjukkan sifat asli tapi dengan liciknya dia akan datang sebagai pahlawan menjijikan dia akan menunjukkan sifat palsu sok baik, sifat buruknya dia sembunyikan, dia dengan licik mendekati istri yang sedang ada masalah rumah tangga dan sok beri saran tapi sebenarnya dia dengan licik menghasut supaya istri bercerai, sesudah bercerai baru dia melancarkan aksinya,

faktanya pebinor lebih licik dari pelakor

tapi karena author dan reader rata wanita labil jadi mereka kebaperan dengan kebaikan lelaki lain alias pebinor
Yanti Turus
Aku suka karakter Milda yg Tegas & Tegar. Kuat Milda km pasti bisa. Lbh baik pergi drpd bersama tp terluka selamanya.
Dan utk Devan ada saatnya km menyesal. Menyesali semua yg tlh trjd kemudian kecewa, kecewa berkepanjangan. Slmt menikmati kebahagiaan sesaatmu Devan yg pd akhirnya penyesalanmu tak ada gunanya lg
Dewa Dewi
banyak salah2 kata bikin bingung bacanya
Dewa Dewi
dasar laki ga tau diri 🤬🤬🤬🤬
Lusiana Serly
cerita bagus, tapi tipo banyak
Putri Minwa
jahat banget ya
Putri Minwa
mantap thor
Patrish
Najwa yang bijak... yangbaik... tidak menaikkan ego.. ❤❤❤❤
Patrish
yah.. Karin lagi🥴
Patrish
lha mbok ya sudah lah Najwa... buka hati untuk pria lain... daripada sakit sekali lebih baik sakit gigi...😀😀😀
Patrish
lhah.. Karina... ada pemain baru nih.. 😀😀😀😀...
Patrish
baru se-macam Milda... sayang kamu tidak mendengarnya.... 😩
Patrish
parah thor typo nya..., 🥴🥴🥴🥴
Patrish
banyak typo.... untung masih bisa nyambung
Patrish
ya.. sadar kan Devan... serakah... nafsu... kurang ajar...
Patrish
lha wong edan....
dwie
cara ampuh balas dendam ma suami tukang selingkuh gak tau diri adalah bangkit dan menjadi sukses
ema
novel menarik ceritanya singkat dan padat . tidak perlu beratus ratus episod untuk sebuah novel.saya sangat suka❤
Rosmawati/jnr
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!