NovelToon NovelToon
My Upside Down World

My Upside Down World

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:24.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Irish_kookie

Keira Ophelia terjebak ke dalam sebuah games yang dibuat oleh pria yang dicintainya, Reujin Sakurai. Dalam games itu, Kei menjadi sosok yang lemah, yang sering ditindas oleh karakter wanita yang dibuat oleh Ryu, yang bernama Iria. Pertolongan selalu datang untuk Kei dari karakter game pria, Zen.
Mampukah Kei melewati hari-harinya dalam dunia game itu? Dan bagaimana kisah cinta Kei, Ryu, Iria dan Zen? Bisakah Kei keluar dari game tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Watch Out!

"I...itu peliharaan baruku, namanya Ryusan karena dia lucu seperti Ryu." Jawabku saat Zen menunjukkan Ryu bertopeng kepadaku.

"Ryusan? Kenapa tidak kamu berikan namaku? Zending misalkan?" Tanya Zen masih memperhatikan Ryu bertopeng itu yang sekarang meronta-ronta di apit jari Zen.

"Soal itu, itu karena aku tidak mau menjadikanmu sebuah mainan." Sahutku gugup. Tapi sepertinya Zen tidak mencurigai kegugupanku. Syukurlah.

Zen akhirnya berpamitan pulang. Fiuh, akhirnya aku bisa bernafas dengan lega. Aku segera mengambil Ryu, mengangkatnya dan meletakkandi atas telapak tanganku.

"Kamu baik-baik saja Ryu?" Tanyaku.

Ryu mengangguk, "Kei ini waktunya kamu mencari koin. Jangan menabrak mobil, terbentur sesuatu atau berbicara dengan siapa pun itu. Ayo! Kita akan masuk ke dalam mode Bertualang." Seru Ryu kecil.

Aku mengangguk dan bergegas pergi. Pakaianku pun sudah berganti dengan kaos berwarna merah, celana pendek biru, sepatu keds dan topi kuning.

"Kalau kamu mendapatkan koin kamu bisa mengganti pakaianmu, Kei. Apa kamu tidak pernah sadar kamu tidak pernah mengganti bajumu?" Tanya Ryu.

"Keinginanku untuk segera keluar dari permainan ini lebih besar daripada kesadaran berpakaianku." Sahutku ketus.

"Ah, koin besar! Ambillah, agak melompat sedikit dan sundul dengan kepalamu. Anggap saja kamu sedang jogging, kan?" Kata Ryu.

Aku menuruti instruksi Ryu kecil, dan

Ting!

Aku sudah memgumpulkan tiga ratus koin. Aku melanjutkan perjalananku, "Apa kita perlu mengunjungi Ryu?" Tanyaku kepada Ryu sungguhan. Karena aku melihat Ryu di dalam permainan ini sedang berada di luar rumah, hal yang sulit sekali ia lakukan.

Ryu bertopeng menggeleng, "Tidak perlu! Fokus saja kan tadi sudah kukatakan. Entah kita akan dibawa kemana." Kata Ryu.

"Ketika aku melihatmu bersama Zen aku tidak yakin kalau kamu diserang kepanikan karena kamu menikmati sekali sepertinya Kei." Sahut Ryu bertopeng lagi.

Aku merasakan wajahku memerah,

"Merunduk Kei!" Perintah Ryu.

"Apa!" Tukasku.

"Merunduk! Cepat ikuti saja kataku!" Tukas Ryu gusar.

Aku mengikuti instruksinya sekali lagi,

Syut!

Ting!

Aku menoleh ke belakang, makhluk apa itu tadi? Ah, aku dapat dua koin besar.

"Zen itu pengecualian Ryu. Kan kamu yang menciptakan Zen dan Iria. Dan kuakui Zen sempurna sekali, andai saja dia bisa kubawa pulang." Sahutku melanjutkan pembicaraan kami yang sempat terputus tadi.

"Check point! Itu tidak bisa! Kalau kamu membawa Zen, lalu bagaimana denganku?" Tanya Ryu.

Aku berhenti di tengah untuk mengecek pointku kemudian melanjutkan perjalanan.

"Apa maksud bagaimana denganmu itu Ryu?" Tanyaku. Jantungku berdegup kencang, apakah mungkin Ryu...?

"Siapa yang mengurusku Kei? Siapa yang membawakanku makanan setiap hari?" Geram Ryu.

Aku menyentil Ryu kecil yang mengesalkan itu,

Pluk!

"Keira! Tidak sopan! Tunggu saja kalau aku sudah kembali ke ukuran normalku akan kulakukan hal yang sama seperti kamu memperlakukanku tadi! Bantu aku!" Seru Ryu sambil mengomel.

Aku membenarkan kembali posisi Ryu yang tadi tergantung di rambutku, "Kamu tidak peka Ryu!" Sahutku.

Kami kembali berjalan sambil berbincang-bincang karena setting tempat ini sama seperti tempat tinggal kami. Ingin sekali rasanya bermain dulu di taman bermain itu tapi Ryu melarangku.

Aku bertemu salah seorang teman kantorku namun Ryu memintaku untuk tetap fokus.

"Kapan aku bisa berhenti?" Tanyaku.

"Kalau kamu mati kita akan mengulang di tempat check point itu. Kita dibatasi oleh waktu Kei. Sekarang berlarilah kita sedang berada di dunia permainan jadi kurasa kita tidak akan merasakan lelah. Kamu hanya mempunyai 60 detik lagi sampai kamu menemukan sebuah bendera berwarna merah." Kata Ryu menjelaskan.

"Baiklah aku akan berlari. Berpegangan yang kuat Ryu!" Sahutku.

Drap... Drap

Drap... Drap

Drap... Drap

"Aaahh Kei jangan terlalu kencang, tolong aku!" Aku melihat ke arah Ryu, wajahnya tertutupi oleh sehelai daun yang terbang.

"Karena aku memakai turbo jadi semua menjadi sangat cepat dan menimbulkan angin kencang, aneh sekali." Sahutku dan membantu menyingkirkan daun itu dari wajah Ryu.

Ting!

Aku dapat tambahan lima puluh koin lagi.

Tit...tit...tit...tit..

"Kei waktumu!" Tukas Ryu.

Aku kembali berlari kencang sembari mencari tempat yang mempunyai bendera merah.

Tak berapa lama aku melihatnya di sebuah pusat perbelanjaan yang mengibarkan bendera merah

Dan begitu aku sampai disana sebuah musik kemenangan segera bergaung..

Aku mendapatkan 550 koin lagi hari ini. Andai ini di dunia nyata aku bisa sekalian olahraga dan menurunkan berat badanku. Asik sekali!

Total koinku sudah mencapai 1899 koin. Apa yang bisa kubelikan? Aku dan Ryu bertopeng masuk ke dalam pusat perbelanjaan yang biasa kukunjungi di duniaku.

"Pertama, mampir ke cafe itu. Penuhi energimu." Kata Ryu. Aku mengangguk dan masuk ke dalam cafe tersebut. Bau harum segera menyeruak masuk ke dalam indra penciumanku.

Aku segera memesan satu buah kroisant keju dengan segelas cokelat dingin. Aku membagi seperempat bagian roti dan cokelatku untuk Ryu.

"Apa yang bisa kuberikan kepada Ryu?" Tanyaku kepada Ryu bertopeng.

"Koinmu belum cukup untuk membeli sesuatu yang mahal. Perbaiki penampilanmu." Jawab Ryu.

Setelah menghabiskan makanan, kami berkeliling ke pusat perbelanjaan itu dan melihat pakaian.

Sekitar dua jam aku berkutat dengan toko pakaian dan akhirnya aku menemukan sebuah dress cantik sederhana dengan aksen pita di belakang. Sudah pasti harganya sesuai dengan koinku. Menyedihkan sekali.

"Bagaimana dengan ini Ryu?" Tanyaku kepada Ryu sambil berputar-putar.

"I...itu cocok sekali padamu dan kamu terlihat cantik." Jawab Ryu kecil.

Aku melihat kepulan asap kecil keluar dari atas kepalanya, menggemaskan sekali.

Aku memakainya dan membeli sebuah roti kesukaan Ryu.

Kami kembali berjalan kaki menyusuri sepanjang jalan ini dengan santai dan sambil tertawa bersama. Ini menyenangkan.

Setelah sampi di kawasan apartemen Ryu aku mengetuk pintu apartemennya,

Tok...tok

"Ryu!" Panggilku.

Tak lama Ryu membukakan pintu untuk kami, untukku lebih tepatnya.

"Kei, masuklah." Kata Ryu mempersilahkan kami untuk masuk.

"Terimakasih. Dan ini untukmu." Ujarku memberikan roti kepada Ryu.

Ryu membuka kertas coklat pembungkus roti itu, "Wow, roti kopi? Kamu masih mengingat kesukaanku. Terimakasih Kei. Akan aku makan." Kata Ryu dengan wajah berseri-seri.

Ryu memandangiku, "Kamu cantik sekali hari ini Kei." Katanya.

Blush!

Aku tertunduk untuk menyembunyikan wajah merah meronaku.

"Hei, warna wajahmu dengan dressmu sama." Bisik Ryu kecil.

"Ssshhtt!" Aku mendesis kesal kepada Ryu kecil.

Aku duduk di salah satu kursi milik Ryu, "Dimana Iria?" Tanyaku. Akhir-akhir ini aku jarang melihat mereka bersama.

"Kami sedang bertengkar. Dia marah kepadaku karena jadwal kepergianku di percepat." Jawab Ryu.

Aku mengerutkan keningku, "Apa? Di percepat? Jadi kapan kamu berangkat?" Tanyaku.

"Akhir minggu depan." Jawab Ryu, "Padahal Iria yang mengusulkanku untuk mengambil beasiswa ini tapi dia malah kesal begitu aku memberitahunya bahwa kepergianku di percepat." Sambung Ryu lagi.

Deg!

Iria yang mengusulkan ini? Jahat sekali dia! Ryu akan pergi minggu depan lalu bagaimana denganku? Bagaimana dengan hidupku? Enam tahun lama sekali, aku tidak akan bisa bertahan selama itu.

Sepersekian detik, seluruh ruangan apartemen Ryu menghilang dan aku berada di atap kantorku lagi.

Aku melihat ke kanan dan kiri, "Ryu apa yang terjadi?"

"Pemberitahuan sistem. Iria akan datang." Jawab Ryu kecil.

Benar saja Iria mendatangiku dengan langkahnya yang sempurna ia tersenyum kepadaku.

"Selamat Keira kamu berhasil menyelesaikan level ini dan termasuk sudah menyelesaikan beberapa misi. Maka level dan tantanganmu akan aku persulit." Kata Iria.

"Kenapa kamu mengusulkan Ryu untuk mengambil beasiswa itu?" Tanyaku.

"Itu namanya tantangan. Aku punya satu cara supaya kamu bisa kembali ke duniamu tanpa harus menunggu Ryu." Kata Iria.

Deg!

"Be...benarkah?" Jantungku berlomba-lomba berpacu di dalam tubuhku.

"Bagaimana caranya?" Tanyaku lagi.

Iria tersenyum, "Mudah saja. Bawa aku ke duniamu!" Jawab Iria.

...----------------...

1
Florence Karina 🌹
😍😍🌹
nana nanul
bagus
~Ķímhwä~
ini udah tamat? jadi Kei cuma tertidur dan bermimpi? Waah engak diduga😳
~Ķímhwä~: Ah gitu Ya...Tapi Kim senang Kei engak ketemu Zen, heheh entah kenapa Kim engak Ship Kei ama Zen🤭
total 2 replies
tintakering
mantap thor😊
tintakering
hayooo ryu tanggung jawab😊
tintakering
jujur amat 😁😊😊
~Ķímhwä~
Kim tiba disini...Semangat selalu buat kak Olive
💜 pecinta KATEHA 💜
gemes 😂
nezuko
bagus tapi sayangnya gantung
sienna
👍
Emily Rose
ceritanya sebenarnya bagus tapi pas di ending sama sekali ga bagus terkesan di paksakan untuk tamat,,, sangat di sayangkan
IG:Mitha_Shin🇯🇵
keren cerita'a
Keeva Dewanti
Bagus tapi rada gantung
biawakman
Malah tiba-tiba tamat
Ranucha
Itu, jangan" zen sama si manusia bertopeng.. siapa ya namanya lupa aku tuh.. pkoknya aku masih yakin Zen itu dalang dari masuknya kei ke permainan aneh itu
azzura
apakah tanda mau tamat?

biasanya si othor ini suka ngeselin kalo mau namatin novel...
MommyAtha: hai Kak..
tolong mampir diceritaku
Pilihan Hati Kiara (End)
Hei Jun (On going)
siapa tahu suka
terima kasih
total 3 replies
Wahyu
siapa itu? up lagi kak
rossie
seru dan beda dari yg lain
rossie
seru thor.... lucu juga bisa ketemu orang utan di gunung 😅
Ranucha
kenapa aku curiganya sama Zen, ya? 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!