NovelToon NovelToon
Aku Juga Ingin Bahagia ( Pejuang garis dua)

Aku Juga Ingin Bahagia ( Pejuang garis dua)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:635.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: m anha

Zahra memutuskan menikah dengan pria yang baru saja hadir dihidupnya. Cinta pada pandangan pertama itulah yang dialaminya hingga ia memutuskan hal yang penting tanpa tau lebih dalam pria yang akan di jadikan sebagai imamnya itu. Meninggalkan semua kebahagiaan kehidupan lamanya.

Kebahagian dirasakannya diawal pernikahan hingga semua hancur karena sebuah kecelakaan yang merenggut bayi yang ada di dalam kandungannya.

Zahra mengalami keguguran, ia kehilangan bayinya dan juga mendapat masalah pada rahimnya. Kemungkinan untuk menjadi seorang ibu sangatlah kecil.

Bukan hanya kehilangan bayinya, Zahra juga kehilangan kebahagiaan dalam rumah tangganya.

Akankah Zahra kembali bisa merasakan kebahagiaan dalam rumah tangganya?

Akankah Zahra berhasil dalam perjuangannya untuk menjadi seorang ibu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pejuang Garis Dua

Dua minggu berlalu. Namun, Arham seolah tak mengurus permintaan Zahra untuk berbicara pada ibunya mengenai Program bayi tabung yang akan mereka jalankan. Ia juga seperti selalu menunda saat Zahra meminta untuk mengantarnya mengecek kandungannya dengan berbagai alasan. membuat Zahra memutuskan untuk pergi sendiri ke klinik tempat di mana ia dulu melahirkan bayinya.

Zahra izin keluar pada mertuanya. Namun, mertuanya seolah acuh padanya. Ia tak peduli Zahra ingin keluar ataupun tidak terserah padanya.

Zahra hanya menanggapi sikap mertuanya itu dengan menghela nafas, seperti tak ada lagi kasih sayang yang tersisa untuk nya. Ia kemudian pergi ke rumah sakit seorang diri, semenjak keguguran Arham jarang memberinya uang bulanan, ia tak pernah lagi memanjakannya seperti dulu. Membelikannya barang mewah apalagi membawanya berjalan-jalan. Bahkan jika ia meminta uang, Arham hanya selalu saja memberinya janji palsu.

Kekecewaan kembali didapatkannya saat dokter kembali mengatakan jika kondisinya tetap sama dan rahimnya masih dalam proses penyembuhan, sebaiknya Ia melakukan program kehamilan saat rahimnya benar-benar siap dan itupun kemungkinannya juga masih sangat kecil untuk dia bisa hamil secara normal, mungkin hanya 5%.

Mendengar penjelasan dokter, Zahra kembali terpuruk. "Bagaimana ini? Bagaimana jika aku tak bisa lagi mengandung? Apakah Mas Arham akan membuangku?" gumamnya memegang perutnya, begitu banyak harapan yang digantungkan ada rahimnya. Namun, sepertinya dia harus pasrah dengan takdir yang dituliskan untuknya.

"Zahra," Panggil seseorang membuat Zahra menoleh.

"Nindy?" jawab Zahra yang mengenal seseorang yang memanggilnya. Seorang wanita cantik dengan berpakaian seragam dokter berjalan menghampirinya dengan tersenyum.

Ya, itu adalah Nindy sahabat Zahra saat mereka masih duduk di bangku SMP dan mereka baru bertemu Setelah sekian lama.

"Aku pikir tadi aku salah mengenali orang, ternyata kamu benar Zahra. Aku sangat senang bisa bertemu lagi denganmu," ucap Nindy melepaskan rasa kangen mereka dengan berpelukan.

"Aku juga pangling lihat kamu, kamu cantik banget, aku sampai tak mengenalimu tadi, tapi setelah kamu tersenyum aku yakin jika kamu itu adalah Nindy."

Zahra melihat pakaian sahabatnya itu,

"Kamu bekerja di sini?" tanya Zahra melihat pakaian kebesaran dokter yang digunakan oleh Nindy.

"Iya, aku baru pindah bekerja di sini. Kamu lagi sakit ya? Sakit apa?" tanya Nindy, pikirnya setiap orang yang ke rumah sakit pasti ingin berobat.

"Aku baik-baik saja kok, aku kesini hanya ingin berkonsultasi mengenai rahimku yang kata dokter hanya memiliki kesempatan hamil normal sebesar 5%, aku jadi ragu, apakah aku bisa hamil lagi atau tidak. Apakah aku bisa menjaga rumah tanggaku yang sudah semakin hancur tanpa kehadiran seorang bayi di tengah kami. Haruskah aku meneruskan keinginanku untuk program bayi tabung?" Ucapnya melihat temannya.

"Kebetulan sekali, aku juga dokter spesialis kandungan, nanti aku akan coba memeriksa kondisi kamu. Aku punya kenalan seorang dokter kandungan yang bekerja di bagian program bayi tabung. Apa kau ini aku mengenalkannya padamu. Apa kau ingin aku mengantarmu kesana sekarang? Aku sedang ada waktu luang."

"Tentu saja," jawab Zahra begitu bahagia mendengar ucapan temannya itu, kemudian tak membuang waktu mereka langsung pergi ke klinik tempat di mana teman sesama dokter Nindy melakukan prakteknya.

Setelah melakukan beberapa pengecekan ternyata rahim Zahra memang memiliki beberapa masalah dan karena baru keguguran dokter juga tak menyarankan agar Ia melakukan program bayi tabung untuk saat ini, kandungannya juga masih sangat lemah. Jika program mereka berhasil pun akan ada resiko keguguran.

"Anda bisa menunggu beberapa bulan ke depan untuk menyiapkan rahim Anda, Bu," ucap Sang dokter.

"Dokter, Apa aku boleh tahu berapa biaya yang harus aku keluarkan jika aku ingin melakukan program ini?" tanyanya…

"Ada banyak cara untuk melakukan hal ini, ada banyak pilihan. Anda ingin program bayi tabung sejenis apa. Mungkin sekitar 50 sampai 100 juta, tergantung dari cara yang Anda pilih," jelas dokter tersebut membuat Zahra terkejut mendengar angka 100 juta, dari mana ia mendapatkan uang sebanyak itu. Sekarang saja ia tak memegang uang lagi.

Jika dulu ada harapan untuk mengumpulkan uang sebanyak itu dari hasil kerjanya, tapi sekarang hanya mengharapkan uang dari suaminya, itu pun sudah tak seperti dulu lagi. Suaminya harus melalui ibu mertuanya.

"Kamu sabar ya, aku yakin jika kamu terus berusaha suatu saat nanti kamu akan menjadi seorang ibu, walau hanyal satu persen sekalipun harapan yang diberikan oleh dokter itu tak akan menjadi masalah jika Allah sudah menghendaki kamu menjadi seorang ibu," ujar Nindy memberi semangat.

"Makasih ya, kamu memang sahabatku. Bertemu denganmu aku seperti bertemu dengan penolongku, Aku harap semua yang kau katakan itu benar," ucap Zahra yang sudah berkaca-kaca.

Nindy mengeluarkan kartu namanya, mulai sekarang aku akan menjadi doktermu secara gratis. Mari kita sama-sama berjuang untuk mendapatkan garis dua." Nindy menggenggam tangan Zahra memberi semangat sahabatnya itu. Sekali lagi itu membuat Zahra yang tadinya terlihat bersedih kini tersenyum melihat keceriaan dan keyakinan yang diberikan sahabatnya itu.

"Aku lapar. Ayo kita ke restoran! Aku punya tempat yang sangat bagus yang menyediakan menu makanannya yang sangat enak," ucap Nindy kemudian mengajak Zahra pergi ke restoran mahal. Mereka makan sambil berbincang masalah kandungan Zahra dan apa saja yang harus dilakukan untuk kembali membuka peluang mendapatkan dua garis biru. Namun, tiba-tiba Zahra melihat sosok yang ia kenalnya. Itu adalah suaminya Arham, hatinya sangat sakit saat melihat ternyata wanita yang bersamanya adalah Nasya, wanita yang dijodohkan waktu itu.

"Apa mereka sering bertemu di belakangku," batinnya.

"Ada apa?" tanya Nindy melihat perubahan ekspresi sahabatnya itu.

"Itu mas Arham, suamiku. Apa yang dia lakukan dengan wanita itu. Itu wanita yang pernah dijodohkan dengannya."

Nindy melihat kearah yang dilihat Zahra.

Zahra ingin berdiri dan menghampiri mereka. Namun, Nindy menahannya. Ia tahu jika ia sampai membiarkan Zahra menghampirinya maka akan terjadi keributan dan itu akan mempermalukan Zahra sendiri jika suaminya malah membelah wanita itu.

"Sebaiknya kamu pastikan saja dulu, aku takut terjadi salah paham yang akan membuat rumah tanggamu semakin kacau," ucap Nindy. Dimana Zahra sudah menceritakan apa masalah yang dihadapinya saat ini, bagaimana sikap mertuanya membencinya karena ia telah gagal untuk menjadi seorang Ibu dan mertuanya memintanya untuk mengizinkan suaminya menikah lagi.

Zahra mengambil ponselnya dan menelpon Arham.

"Halo, Mas. kamu di mana?" tanya Zahra ingin menguji kejujuran suaminya.

"Aku ada di kantor. Aku sedang rapat. Ada apa? Jika tak ada yang penting aku tutup dulu," ucapnya.

Dada zahra bergemuruh mendengar kebohongan suaminya secara langsung.

'Di kantor, sedang rapat penting, apa ini? Kenapa mas Arham membohongiku. Jelas-jelas ia bersama dengan Nasya di depanku. Mereka terlihat bercanda dan begitu bahagia, sibuk dari mana.' batin Zahra.

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻
Salawati Sal
Buruk
my name
orang punya penyakit hati itu ngak akan pernah bahagia
my name
duar...tabrakan tk bisa dihindari dan akhirnya nasya kehilangan bayinya 😁
my name
tentu saja arga lebih segalanya darimu arham dan kau laki laki pengecut yg akan menyesal seumur hidup
my name
arga kan kaya raya ngak sangupkah dia sewa bodyguard buat zahra dan juga arham levelnya jauh dibawah arga kenapa jg ngak dibikin arham jatuh miskin kan gampang tuh
my name
begonya zahra kenapa ngak lari keluar malam masuk kamar
my name
tiponya banyak bgt thor jadi yg baca sering2 mikir sendiri dengan kata yg pas
my name
jangan jangan itu bukan bayi arham dan nango setelah zahra bahagia baru terbongkar kalau itu bukan anak arham
my name
good job zahra 👍
my name
semangat zahra 💪
my name
kamu orang baik dan akan dipertemukan dengàn yg baik
my name
benar apa kata p sopir, ciptakan kebahagian untuk diri sendiri zahra tetaplah semangat 💪👍
my name
hapus airmatamu zahra ngak pantas laki2 pengecut kau tangisi, airmatamu terlalu berharga buat arham
my name
Luar biasa
my name
sepandai pandainya tupai melompat pasti akan jatuh jg, sebentar lg kebohonganmu terbongkar arham
my name
semoga aja arga yg menjadi jodohnya zahra
my name
arham bodoh nesya gatel
my name
zahra yg kuat y 😥
seorang istri berjuang sendiri demi rumah tangganya utuh kembali
my name
zahra jangan jd bodoh y tinggalkan arham dia pengecut laki2 lemah tk bertanggung jawab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!