NovelToon NovelToon
Bosku Menjadi Suami Rahasiaku

Bosku Menjadi Suami Rahasiaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Fajar Rizky

Aku selalu berpikir bahwa pernikahan rahasia ini akan berjalan mudah asalkan kami tetap menjaga jarak di tempat kerja. Sebagai resepsionis, tugas utamaku adalah mengarahkan tamu, bukan menarik perhatian sang CEO. Namun, Bastian yang kutemui di rumah sebagai suami yang acuh tak acuh, perlahan-lahan menunjukkan intensitas yang berbeda di kantor. Dia mulai mengawasiku dari jauh dan membuat keputusan-keputusan sepihak yang memengaruhi pekerjaanku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Fajar Rizky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pak CEO, apakah Anda membutuhkan layanan khusus pagi ini?

Keesokan paginya, aku bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan pagi. Sebelum turun ke dapur, aku sempat melirik ponsel di meja nakas, membuka pesan teks yang masuk semalam, lalu langsung menekan tombol hapus.

Bastian punya satu kebiasaan yang agak unik: dia harus minum secangkir kopi hitam kental tanpa gula setelah bangun tidur. Semakin pahit rasanya, dia justru semakin suka.

Begitu sarapan selesai disiapkan, aku kembali ke kamar untuk membangunkan Bastian. Namun, ternyata dia sudah berada di dalam kamar mandi sejak beberapa saat lalu.

Mendengar gemercik air di dalam, aku mengetuk pintu kaca buram kamar mandi itu beberapa kali dengan pelan. Aku sengaja menggunakan nada suara yang dibuat-buat, "Pak CEO, apakah Anda membutuhkan layanan khusus pagi ini?"

Suasana di dalam kamar mandi mendadak hening setelah kalimatku selesai. Tepat ketika aku mengira Bastian tidak akan meladeni candaanku, pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka sedikit. Sebuah lengan kokoh menjulur keluar, mencengkeram pergelangan tanganku, dan menarik tubuhku masuk dengan paksa.

Bastian hanya mengenakan handuk mandi putih yang terlilit di pinggangnya. Rambutnya yang basah masih meneteskan sisa air. Dia mengunci tubuhku ke dinding, lalu berbisik dengan nada rendah yang terdengar sangat seksi, "Bu Manajer, rapat pagi Group Wijaya akan dimulai sebentar lagi. Jika kamu terlambat satu menit saja, potong gaji lima ratus ribu."

Ancaman itu langsung membuyarkan adegan romantis di dalam kepalaku. Aku segera mendorong dada Bastian, berbalik, dan berlari tunggang-langgang ke kamar sebelah untuk berganti pakaian kerja. Aku bahkan tidak sempat memakai riasan tipis karena terburu-buru, mengabaikan suara tawa mengejek Bastian yang terdengar dari arah kamar mandi.

Sebagai manajer baru, gaji bulanan yang kuterima tidak seberapa jika harus terus-menerus dipotong lima ratus ribu hanya karena terlambat. Bisa-bisa aku malah berhutang di warung saat akhir bulan nanti.

Sebelum kemarin, aku hanyalah seorang resepsionis lobi. Tentu saja aku tidak punya urusan ataupun hak untuk menghadiri acara formal seperti rapat pleno pagi. Namun mulai hari ini, posisiku sudah berganti menjadi bagian dari jajaran manajemen tingkat bawah.

Aku tiba di kantor menggunakan taksi karena dikejar waktu. Begitu melangkah masuk melewati pintu utama, aku langsung menangkap obrolan berbisik dari beberapa karyawan yang sedang berkumpul.

"Kalian sudah dengar? Pak Handoko dari divisi HRD ternyata dipecat secara tidak hormat."

"Lho, kenapa?"

"Kudengar, dia ketahuan menyimpan foto-foto pribadi beberapa karyawan perempuan di kantor kita."

"Masa sih? Padahal Pak Handoko keliatannya jujur dan alim begitu."

"Hari gini, kita cuma bisa lihat tampang orang, bukan hatinya. Makin kelihatan alim, biasanya kelakuannya makin aneh di belakang."

Saat kelompok itu sedang asyik mencibir, salah satu dari mereka menghela napas panjang. "Tapi jujur, aku paling kasihan sama Mbak Amara. Pria yang dia gilai selama bertahun-tahun malah menikah dengan orang lain, sementara pria yang melamarnya ternyata bajingan picik."

Mendengar namaku disebut, langkah kaki dengan sepatu hak tinggiku sempat oleng, dan aku hampir saja tersandung di lantai lobi.

Aku baru menyadari bahwa posisiku di hati rekan-rekan kerja ternyata cukup sentral. Apa pun topik yang sedang mereka perbincangkan, ujung-ujungnya namaku pasti akan ikut terseret masuk sebagai pelengkap gosip mereka.

....

Di dalam ruang rapat utama, sekelompok manajer senior dan direksi sudah duduk rapi sambil mengobrol kecil. Orang dengan posisi sepertiku hanya bisa menempati kursi kosong di sudut ruangan, bahkan keberadaanku kalah mencolok dibandingkan para asisten wakil presiden yang hadir.

Sekitar dua puluh menit kemudian, Bastian melangkah masuk ke dalam ruangan dengan tegap diikuti oleh sekretaris pribadinya. Tanpa mengucapkan salam pembuka, dia langsung mengambil map dokumen dari tangan sekretarisnya dan membantingnya ke atas meja rapat dengan keras.

"Apakah ini proposal penawaran yang kalian susun dengan alasan kerja lembur selama berhari-hari? Kalian pikir saya bodoh? Atau kalian yang menganggap perusahaan saingan kita yang bodoh?"

Kalimat Bastian terdengar tajam, dan nadanya sangat keras.

Seketika itu juga, seluruh jajaran pelaksana di dalam ruang rapat langsung menundukkan kepala dalam-dalam seperti burung unta. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani mengeluarkan suara atau bahkan sekadar bernapas terlalu keras.

Melihat ketegangan itu, aku yang duduk di pojokan justru merasa tidak terpengaruh. Aku memanfaatkan momen keheningan itu untuk memutar-mutar pena di antara jariku dengan santai. Namun, sebuah suara dingin mendadak memecah keheningan dan langsung mengubahku menjadi pusat perhatian seluruh ruangan...

"Manajer Amara, melihat betapa kacaunya proposal penawaran perusahaan kita, tampaknya suasana hatimu justru sedang sangat baik pagi ini?"

1
sunaryati jarum
Kalian benar - benar pintar menyembunyikan status pernikahan kalian.
sunaryati jarum
Wah minta imbalan Rian
sunaryati jarum
Bastian makin menunjukkan perilaku sebagai suami, Amara.
sunaryati jarum
Shela sepertinya yang suka sama Bastian
sunaryati jarum
Amara hilangkan bayangan mendiang kekasihmu cukup di kenang dan masukkan Bastian suamimu
sunaryati jarum
👋👋👋 untuk Amara
sunaryati jarum
Dilamar diketahui suami😃
sunaryati jarum
Siapa, Bastian punya adik?
sunaryati jarum
Berarti dirahasiakan,ya
sunaryati jarum
Istrinya CEOmu ya sahabatmu
Baru mampir, sepertinya ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!