NovelToon NovelToon
Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Patahhati / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:423.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: Penulis; Imran Stiawan.

Penulis :Imran Stiawan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penulis; Imran Stiawan., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perihal kartu Episode - 12.

Kalau ukuran kalian hanya masalah uang. Tuh

lebih dari uang.!!! Seru Vino kesal

"Periksa dengan alat pembaca kartu."

"Apakah kartu itu ada uangnya, atau tidak!?"

Ucapnya lagi ketus

Manejer Vika yang melihat Vino melemparkan

benda berwarna kuning itu ke atas meja, membuatnya menjadi terkejut. Walau dia belum pernah

melihat bentuk kartu itu, tapi dia pernah mendengar apa bila ada orang yang memiliki kartu itu, maka pemiliknya adalah orang yang sangat pantang untuk di singgung.

Kalau benar kartu itu ada uang nya, Dan pemilik

nya adalah Vino, habis lah mereka. Sedari tadi

mereka terus menghujad, meremehkan Dan menghina Vino, Tanpa mau mendengar penjelasan Vino sedikitpun.

Sepatah kata Vino melemparkan sebuah kartu

yang berwarna kuning itu ke depan mata resepsionis, barulah mereka terdiam, termasuk Manejer Vika.

Tubuhnya menjadi gemetar, membayangkan apa yang akan di katakan oleh bosnya, apa bila tahu

kejadian yang tadi terjadi di loby hotel tersebut.

Ternyata apa yang di takutkan oleh Manejer Vika,

menjadi kenyataan. Bos hotel yang menjabat sebagai General Manager datang dengan mata berkerut penuh dengan tanda tanya.

Kebetulan saat itu, dia meninggal kan hotel tersebut untuk pulang. Tapi begitu tiba di loby

hotel, dia melihat ada keributan kecil di sana.

Serta merta dia menghampiri mereka, Dan bertanya.

"Ada apa Vika.?" Kenapa membuat keributan di sini!?"

Tanya General Manager itu dengan suara datar.

"Tuan Farel, Ini tidak seperti Tuan pikirkan, ini hanya kesalahpahaman kecil saja kok."

Jawab Vika ketakutan.

Pria paruh baya yang di panggil dengan sebutan

tuan Farel, menoleh ke arah Vino, Dan juga para resepsionis itu, dia sangat terkejut, Dan buru-buru

untuk mendekati nya serta mengambilnya.

Sebentar dia mengamati kartu itu, Sesaat kemudian, tubuh nya seketika gemetar pertanda dia mengenali kartu itu.

"Si, Siapa pemilik kartu ini,?" Ucapnya gugup.

"Eh, Tidak. Orang ini tuan." Jawab para

resepsionis itu gugup. Dia mau menyebut Vino itu adalah pengemis, Tapi tidak jadi.

Tuan Farel sekilas melihat Vino dengan raut wajah mengernyit, tanda tidak faham akan situasi Vino yang berpenampilan lusuh seperti itu. Tidak mungkin pemilik kartu Diamond tersebut. Tapi hati kecilnya berkata untuk mempercayai nya.

"Apakah benar kartu ini engkau yang punya?"

Tanya Farel penasaran.

"Anda buktikan sendiri kebenaran nya." Setelah

itu, kau baru boleh menghakimi ku. Jawab Vino datar.

Mendengar jawaban yang sekenanya itu, kening Farel berkerut, dia memandang Vika penasaran.

"Benar Tuan. Kartu itu di berikan olehnya tadi, untuk melakukan pembayaran kamar yang mau di pesannya."

"Memang nya kamar seperti apa yang ingin di pesannya." Tanya Farel penasaran.

Presiden Suite yang berada di lantai paling atas tuan

"Apa!?" Teriak Farel tidak percaya.

"Vika,! Segera periksa kartu itu! Jangan tunggu lama lagi."

"Baa, Baa, baik Tuan" Jawab Vika gugup.

Vika segera menggesekkan Kartu Diamond Card itu,

setelah memasukkan nominal harga sewa President Suite semalam kali 3 Hari. Tak lama kemudian, terdengar la bunyi "Ting..." Pertanda transaksi berhasil.

Seluruh orang yang berada di situpun menjadi terkejut, tidak percaya. Bahwa orang yang sedari tadi di hinanya benar-benar mampu membayar uang sewa kamar sebanyak itu. Di mesin pembaca kartu itu,tertera sebuah angka 5,97 Miliar Rupiah untuk pembayaran

3 Hari menginap di hotel itu.

Tuan Farel, Manejer Vika, Dan para gadis resepsionis juga para tamu-tamu lain terkejut setelah melihat Vino berhasil melakukan transaksi dalam pembayaran untuk kamar sewa yang paling mewah juga mahal di hotel itu. Mereka saja tidak mampu untuk menempati kamar itu. Jangan kan untuk 3 hari, sehari saja sudah mikir-mikir seribu kali.

Mereka hanya mampu menyewa di tingkat Deluxe atau yang lebih tinggi darinya. Tentu latar belakang Vino tidak sesederhana penampilannya.

"T, Tu, Tuan. Maaf kan kelalaian kami, yang tidak melayani mu dengan baik. Ucap Tuan Farel gemetar.

Dia gemetar karena dia tahu, jika seseorang memiliki Kartu Diamond juga Kartu Hitam, berarti

orang itu wajib di utamakan.

Tapi apa yang terjadi di dalam hotel di impiannya?

pemilik kartu sangat tinggi itu, malah di perlakukan dengan tidak baik, di anggap gembel ,pengemis, Dan sebagainya.

"Siapa yang melayani Tuan yang paling mulia ini tadi?"

Semua resepsionis yang ada di situ, serentak

memandang pada kawannya yang berada di paling ujung. Mendapat pandangan yang menyudutkannya, Gadis tersebut menjadi ketakutan.

"Kamu! Apakah kamu yang melayani Tuan ini dengan tidak sopan.?"

"B, Benar Tuan." Hanya itu yang bisa ia ucapkan. Selanjutnya dia diam, lalu menunduk ketakutan.

"Kemas barang-barang mu.!" Mulai detik ini kau di pecat Dan hak magang mu di cabut.!" "Pergi.!" Bentak Farel tegas.

Suara Farel sangat tegas pada saat itu, Tanpa memberi kesempatan kepada gadis itu untuk menjawab

"Dan untuk yang lain, Ini jadi pembelajaran bagi kalian, Juga kamu Vika!"

"Jabatan kamu sekarang di turunkan.! Kamu

Sekarang menjadi Staf biasa di hotel ini."

Bentak Farel penuh emosi.

Kemudian Farel menghampiri Vino dengan sikap hormat, Dan membungkukkan badannya ke arah Vino lalu berkata:

"Saya secara pribadi, Dan mewakili seluruh karyawan yang berkerja di sini. Saya sangat-sangat meminta maaf atas pelayanan yang kurang menyenangkan pada Tuan."

"Untuk menebus kesalahan itu, Saya pribadi yang akan mengantarkan Tuan ke kamar yang sudah Tuan bayar." Ujar Tuan Farel dengan merendah di hadapan Vino.

Dia berbuat begitu, karena dirinya sangat jarang dalam menyambut tamu, yang mampu membayar sewa kamar termahal di hotel nya selama 3 hari lebih. Bahkan tidak pernah ada.

Sepanjang karirnya di dunia kelas perhotelan

tersebut, Hanya Delegasi pemimpin dunia, yang

sering memakai hotelnya. Yang mampu melakukan hal yang sama. Tapi mereka paling lama cuma tiga hari, itu pun telah mendapat potongan harga.

Tapi hari ini, orang yang mereka anggap biasa, mampu membayar kamar termahal selama 3 hari apa tidak luar biasa namanya.

Menyadari akan hal itu, Tuan Farel mencoba untuk mendekati Vino dengan beralasan ingin meminta maaf. Padahal dia mempunyai tujuan tersembunyi untuk kepentingan nya pribadi.

Dia ingin tahu siapa sebenarnya Vino itu.

Dari mana orang biasa seperti nya memiliki Kartu Diamond tersebut. Seandainya ia tahu akan siapa diri Vino yang sebenarnya, tentu dia tidak akan berani bersikap seperti itu pada Vino. Di mana-mana penuh dengan orang serakah. Sudah kaya, ingin menjadi kaya lagi, dan ingin berkuasa.

Hal itu, berlaku pada Tuan Farel. Padahal selama ini, dia begitu leluasa dalam memimpin Hotel yang jelas jelas bukanlah milik nya. Dia hanya di percaya untuk memimpin sementara.

Setelah pemiliknya datang, dia harus mundur Dan jadi asistennya, itu yang harus terjadi. Hari ini atau hari lain. Dia harus menelan pil pahit. Karena pemilik hotel yang sebenarnya adalah Vino sendiri, Yang telah datang.

Beberapa saat kemudian, Vino sudah sampai

di kamar mewah yang telah di pesannya. Tuan Farel sendiri yang membuka kan pintu untuk nya, serta melayani Vino. Sikap nya begitu patuh Dan sangat nurut kepada Vino, entah apa maksudnya.

Setelah barang-barang Vino yang tidak seberapa itu, lalu di tempat kan di sebuah lemari mewah, Tuan Farel membuka lemari pendingin, dia mengambil air kemasan yang harganya sangat mahal, lalu di sajikan untuk tamu terhormat nya itu. Vino yang mendapat perlakuan istimewa itu tentu menjadi risih. Sambil mengerutkan keningnya, memandang seorang General Manager Hotel pun sampai, Sembari merendahkan diri untuk melayaninya.

"Tuan maaf sebelumnya, Dan kalau tidak sopan. Apakah saya boleh tau latar belakang Tuan?" Tanya Tuan Farel ragu-ragu.

"Tentang Kartu Diamond itukan,? Kok bisa seorang gembel seperti aku bisa memiliki kartu

seperti itu.? begitu kan?" Tanya Vino menunjuk langsung pada intinya.

Tuan Farel yang mendapat pertanyaan To The Poin Dan tepat itu tergagap, tidak menyangka

Vino bisa menebak apa yang ada di dalam pikirannya.

"Bee...be.. benar tuan..." Jawab nya malah gugup.

"Belum saatnya anda tahu tentang ku. Dan aku

sangat berterima kasih karena anda telah mengantarkan ku ke kamar saya."

Vino memotong pembicaraan agar selesai. Karena dia sudah lelah dari pergi tadi, terus di permasalahkan karena penampilannya yang sangat lusuh itu. Dia ingin segera beristirahat, Dan memulihkan seluruh tenaganya, Juga menyegarkan pikirannya yang kacau seharian ini.

"Baiklah kalau begitu taun.. Saya permisi."

Farel sadar diri, dan tak mau berlama-lama mengganggu tamu penting nya itu.

Masih ada hari lain. Batin Tuan Farel memberontak, Kemudian buru-buru keluar dari ruangan tempat Vino menginap. Dia saja selama berkerja di hotel itu, belum pernah sekalipun tidur di ruangan yang istimewa tersebut, karena pantangan bagi karyawan hotel, untuk masuk ke dalamnya, kecuali Room Servis untuk Mak Up kamar.

"Wah, ini saatnya menikmati kamar yang bagus Dan yang nyaman juga ini."

1
Ahmad Refaldy
terlalu bertelele langsung saja bilang vino itu sipa jangan pakai drama mulu
Kar Sim
Cukup bagus, ada kesalahan sedikit tentan nama tokoh yg sama, yg punya tanah dan Komandan Gengster
Kar Sim
Lanjut
tetap smangat 👍
Diah Susanti
lha kok kenapa masih ingat teman kuliah kalo seperti ini
Mohd Ariffin Jaal
Lumayan
Khairul Ackhiels
nama nama orang nya bolak balik tak sesuai ..buat bingung jadi nya Thor
Gio Vanny
kayaknya copy paste ni novel ini, mirip dgn novel sebelah yg nama pemeran laki-lakinya Dion
azizan zizan
hhmmmmm....🤔🤔🤔
azizan zizan
lagi anehnya kok mcnya goblok atau gimana sih...sering sebut tak punya wang kok black car dan gold cara tuh apa bukankah didalamnya ada wang...ini goblok gimana...???
azizan zizan
mau komentar ngak ya... sebab di awal2 cerita udah nampak kegoblokkanya.. nieu lagi🤦🤦
Omang
Luar biasa
Bambang Subali
ceritax kurang masuk di akal thor.di sebuah bank,se gembel"x orang,tetap di layani klau itu bank.karna sebuah bank,tidak memandang pakaian seseorang thor.byk pedagang sayur,ikan n byk lg yg pakaianx gembel n bau,tetap di layani
Hendra Yana
ok lah
Hendra Yana
lanjut
Rohman Millennial
tolong Thor, lebih diperhatikan lagi ceritanya, soalnya bikin bingung yang bacanya thor
Acep Zaenal
mantap
Yitno Tok
cerita yg bagus,,lantkan
Dewi Setiawati
hampir mirip cerita Charlie white,,,
Elaris Sylvanor
ges tolong ramaikan novel ku ya... judulnya the god of universe
Jayadi Putra
hahahaha niru pewaris tunggal pantesan gak lanjut ceritanya 2kwkwkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!