Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian Bara
Saat nayara sudah pergi. Yasa dan gio menghampiri Bara.
"Bos, lo kok tumben perhatian dengan tu cewek bar-bar, biasanya lo cuek-cuek aja ke siapa pun" Ucap yasa yang penasaran.
"Jangan bilang lo suka lagi,sama si naya? " Sahut Gio.
"Bukan urusan kalian" Bara pergi begitu saja.
"Gila sih ini, pencapaian yang sangat sangat luar biasa, seorang Bara gautama yang selalu terlihat cuek dengan lingkungan sekitar bahkan ke cewek yang naksir dia sekalipun,bisa suka sama cewek bar-bar modelan kek nayara gitu, woohooo sungguh luar biasa sekali, baby" Yasa bertepuk tangan.
"Gila,gila, lo yang gila.. Sakit telinga gue nyet denger suara lo kek petasan, mana deket banget lagi, Lama-lama rusak juga gendang telinga gue kalau deket-deket sama lo" Kesal Gio sambil mengusap telinganya.
Yasa terkekeh.
"Ya sorry tung, gue terlalu excited dengan perubahan bos kita tau nggak"
"Tung siapa maksud lo?" Tanya Gio.
"Elo lah, lutung" Setelah mengatakannya Yasa tertawa terbahak-bahak.
"Sialan lo, ngatain gue lutung, nggak ada ya lutung semanis dan secakep gue" Gio terlihat kesal.
Kenzo yang melihat tingkah kedua temannya hanya bisa menggelengkan kepala. Mau bagaimana lagi. Mereka memang seperti itu kalau sudah bertemu, berbeda dengannya yang memiliki sikap lebih dewasa diantara mereka berempat.
"Sudah ayo masuk kelas, lo berdua lupa jam pertama yang ngajar pak Chandra. Telat masuk aja,habis kita semua kena hukum berdiri di lapangan, gue sih ogah" Kenzo mengingatkan mereka sambil berjalan meninggalkan kedua temannya.
"Untung lo ingetin, gue hampir aja mau bolos tadi, ehh kenzi tungguin gue" Gio mengejar kenzo.
"Teman lucknut kalian, main tinggalin gue gitu aja.. Woi tungguin gue juga anjirr" Yasa ikut menyusul.
Nayara sudah berada di kelas sejak tadi, tidak lama amara dan viola juga datang menghampirinya.
"Tumben muka lo ditekuk gitu,kenapa? kesambet setan lo?." ucap amara.
"Sembarangan lo kalau ngomong, gue lagi badmood tau nggak" Timpal nayara.
"Ya gue tau, makanya gue nanya njirrr, kenapa?cerita dong. " Amara menarik kursi di samping nayara .
"bener tuh kata amara, kalau ada apa-apa itu cerita ke kita, mana tau kita bisa bantu,Bener nggak ra?"
Amara mengangguk "iya la, cerita dong, naya"
Nayara masih sibuk dengan pikirannya, hingga tidak mendengarkan apa yang dibicarakan viola dan amara.
"Woii... Ditanyain malah bengong lo. Fiks sih ini kyna beneran kesambet setan sekolah ini kayak nya.viola,kita mesti panggil dukun beranak nih buat ngeluarin setannya di tubuh naya"
"Ara... Sejak kapan dukun beranak bisa bantu ngeluarin setan di tubuh manusia anjirrr, sembarang aja lo ngomong, yang ada dukun pintar atau pak ustad kali" Viola hanya bisa geleng-geleng kepala dengan ucapan temannya yang absurd.
"Oh nggak bisa ya! ya kirain gue, dukun beranak serba bisa" Amara tertawa kecil.
Nayara menatap lesu kedua temannya " Gue nggak yak~ "
Belum sempat kyna menyelesaikan kalimatnya, geng nexus masuk kedalam kelas disertai teriakan dari siswi lain yang berada diluar. Siapa lagi kalau bukan fans fanatik geng nexus.
Nayara menulikan telinganya,karena merasa sangat terganggu dengan teriakan gadis-gadis pengagum geng nexus,ia lalu membenamkan wajahnya dengan kedua tangannya yang ia letakkan diatas meja.
Bara memperhatikan nayara dari ekor matanya.
Tidak lama pak hamdi sang guru killer masuk ke dalam kelas, pelajaran pun dimulai dengan tenang dan berakhir tepat saat bell istirahat berbunyi. Semua murid saling berlomba keluar dari kelas menuju kantin, terkecuali nayara.