NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:505.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1

dokter Li Zie umurnya tiga puluh tahun, Ia adalah seorang dokter bedah terkemuka. Li Zie juga pemegang sabuk hitam karate, namun malam itu hidupnya sangat hancur hari pernikahan yang ia dambakan ternyata palsu. Keluarganya dan calon suaminya justru menghianatinya, yang menikah dengan calon suaminya adalah Adiknya sendiri hal itulah yang membuat hatinya hancur.

Malam itu hujan turun dengan deras, sebelum Li Zie pergi dari gedung pernikahan itu, Li Zie yang hatinya hancur tidak berpikir dua kali untuk menaruh racun di makanan keluarganya dan juga racun untuk kedua pengantin yang mengkhianatinya itu.

Setelah Li Zie melakukan itu, Li Zie pun keluar dari gedung dan masuk ke mobil, mobil itu melaju dengan kencang di tengah guyuran air hujan, namun mobilnya tergelincir akibat rem blong, hingga mobilnya terbalik.

Li Zie tersenyum miris, tubuhnya terhimpit bahkan darah mengucur dari kepalanya, saat kesadarannya menipis, Li Zie merasakan sensasi dingin yang aneh, seolah jiwanya ditarik keluar dari reruntuhan besi.

Di tempat yang jauh berbeda,

Li Zie perlahan menggerakkan jemarinya, dan mencium bau herbal tradisional. Rasa sakit itu datang bertubi-tubi seperti ribuan jarum yang menusuk saraf pusatnya. Sebagai seorang dokter bedah sekaligus praktisi Wing Chun.

Li Zie terbiasa dengan rasa sakit.Tapi tidak seperti ini. Ini adalah rasa sakit dari tubuh yang kosong, paru-parunya yang kering dan otot yang telah menyusut sampai ke tulang.

Kelopak matanya terasa seberat gerbang perunggu saat ia mencoba membukanya, dunia hanya tampak seperti gumpalan cahaya remang yang menyakitkan.

"Nona? Nona ketiga! Anda sudah bangun? " ujar seorang pelayan dengan suara Parau, penuh tangis dan memecah kesunyian.

Li Zie mencoba bicara tapi tenggorokannya Terasa seperti telah menelan pasir panas. Li Zie berusaha menggerakkan lengannya untuk menyentuh lehernya sendiri, bermaksud memeriksa denyut karotis.

Namun lengannya bergetar hebat di ranjang kayu yang keras Li Zie mengerang. Ekpresinya berubah menjadi ringisan tajam yang penuh rasa frustasi. Sebagai ahli beladiri Li Zie benci kehilangan kendali atas motorik tubuhnya sendiri.

"Sial tubuh ini tidak punya tenaga bahkan sekedar untuk mengepal, " Li Zie membatin.

Setiap tarikan nafas adalah perjuangan. Dadanya kembang kempis dengan dangkal, Li Zie bisa merasakan sirkulasi darahnya yang lambat dan jantungnya yang berdetak lemah, tak ada malnutrisi kronis dan mungkin keracunan ringan.

Dengan sisa kekuatan Li Zie membuka mata, Li Zie tidak melihat ruang operasi yang serba putih atau samsak tinju di sana. Sebaliknya Li Zie melihat langit-langit kayu yang lapuk dan tirai yang sudah koyak Li Zie tidak lagi berada di dunianya.

Li Zie memperhatikan ruangan yang hampir roboh tersebut yang menurutnya sudah tidak layak untuk dihuni, Ia juga melirik pada seorang pelayan kecil di sampingnya yang terus terisak dengan mengenakan hanfu yang sangat sederhana.

"A-aku...bi-bisa....me-minta...cer...min? " guam Li Zie terbata dengan nafas tersenggal senggal, seakan kalimat yang ia ucapkan taruhannya nyawanya sendiri.

Pelayan kecil itu mengangguk dengan air mata yang terus mengalir, Ia pun mengambil cermin dan mendekatkan pada wajah Nona mudanya.

Li Zie pun memperhatikan wajahnya yang sangat berbeda wajah yang cantik namun terlalu kurus, pucat dan bahkan Hampir mati, Li Zie pun menghela nafas panjang, Ia menyadari dirinya telah bertransmigrasi ke tubuh wanita lemah.

Bahkan hanfu yang ia kenakan bahkan sudah tidak layak pakai. Tiba-tiba kepalanya terasa sangat sakit seperti dihantam kekuatan besar, hingga terasa sangat sakit.

Perlahan bayangan terlintas jika tubuh ini adalah tubuh seorang putri menteri Li yang tidak disukai, dan sering ditindas oleh para pelayan, Ayahnya selalu mengabaikan dirinya bahkan yang menyakitkan adalah ayahnya juga tidak peduli tentang nyawanya, hidup dan matinya benar-benar tidak di pedulikan.

Bahkan anehnya nama dokter Li Zie, sama dengan Nona ke tiga kediaman Menteri Li, yaitu Li Zie.

Li Zie justru teringat dengan kehidupannya di zaman modern di mana Dirinya mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari kedua orang tuanya. Namun Semua Itu bohong, dirinya hanyalah dimanfaatkan bahkan di usianya yang sudah tiga puluh tahun, Ia baru akan menikah Tapi itu pun hanya tipuan.

"Nama yang sama bahkan takdir yang sama," batin Li Zie.

Li Zie terdiam akankah ia mati untuk yang kedua kalinya. Atau Li Zie akan mengubah takdir, karena langit memberikan kesempatan hidup kedua untuknya.

"Nona muda, Ji Su akan mengambil bubur dulu," ujar Ji Su, pelayan kecil itu berlari keluar dari ruangan yang hampir roboh itu.

Li Zie perlahan melirik sebuah cincin giok hitam di jarinya, yang ia beli di toko barang antik seminggu sebelum hidupnya menjadi kacau. Perlahan Li Zie mengusap cincin tersebut. Tiba-tiba tubuhnya terasa seperti tersedot.

1
Linda Nadi
Pengobatanya cuman akupuntur doang ya,tanpa disertai ramuan,bener"baru nemu cerita kaya gini...lain x sediakan makanan dulu sebelum mlakukan akupuntur
Linda Nadi
Baru x ini q baca cerita berbeda dari yg lain,kebanyakan cerita kultivasi tu makin kuat smakin bisa berhari"tak merasa lapar,begitu juga ilmu pengobatanya smakin lama smakin kuat smakin bisa mengendalikanya,begitu juga ruang dimensinya makin kuat orangnya smakin bertambah luas&lengkap pula isinya &takan ada habisnya juga 🤭🤣🤣🤣 ini mah ngocak perut mulu
Tri Haryanto
baguuuuuuus bangeeeet ya ampuuun
Heny Shae
zie dimana semua sikap sombong dan sok wibawamu 🤣🤣
Heny Shae
🤣🤣🤣
Sri rahayu
ternyata di dunia novel pun sama ya kalau istri kurang duit suka marah melulu 🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
Thor ceritamu Bagus dan di selingi kekonyolan pasti orang suka
Sri rahayu
Thor terimakasih ya sudah bikin sy tertawa terus .semoga amal ibadah author di terima karena sudah membuat banyak orang tertawa 😁😁🫰🫰
Fitria: Sama-sama, Kak.
total 1 replies
Sri rahayu
🤣🤣🤣🤣🤣 pasti terkenving kencing tuh
Sri rahayu
guru hentikan guru
Fitria: Kok author jadi ngakak ya, keinget nadanya🤣
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
🤣🤣🤣 bisa bisanya harga diri nmr 2
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!