NovelToon NovelToon
Suami Dadakan

Suami Dadakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:9.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: IPAK MUNTHE

Lanjutan dari Dokter Cantik Milik Ceo

Namanya Sahara Putri Baskara, ia adalah seorang dokter muda, memiliki paras cantik dan pesona yang begitu luar biasa. Namun sayang ia terpaksa harus menikah dengan mantan suami wanita yang sangat ia benci, demi membebaskan dirinya dari jerat hukum yang akan ia jalani.

"Kalau kau masih mau hidup bebas dan memakai jas putih mu itu maka kau harus menikah dengan ku!" ucap Brian dengan tegas pada wanita yang sudah menabrak dirinya.

"Tapi kita tidak saling mengenal tuan," kata Sasa berusaha bernegosiasi.

"Kalau begitu mari kita berkenalan," jawab Brian dengan santai.

Lalu bagaimanakah nasip pernikahan keduanya, Sasa setuju menikah dengan Brian karena takut di penjara. Sementara Brian menikahi Sasa hanya untuk menyelamatkan pernikahan mantan istrinya, karena Sasa menyukai suami dari mantan istrinya itu.

Hanya demi menebus kesalahannya, Brian mengambil resiko menikahi Sasa, wanita licik dan angkuh bahkan keduanya tak pernah saling mengenal.


---
21+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Satu minggu kemudian.

Selama satu minggu ini, Brian dan Sasa masih saja sama. Keduanya masih tak pernah bisa akur, bahkan Sasa pulang dan pergi bersama Daniel karena ada pekerjaan dan hanya Daniel yang setia mengantar dan menjemputnya. Sasa terkadang pergi dengan mengendarai mobilnya, namun karena kini ia sering kali pulang tengah malam Daniel merasa kasihan. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjemput Sasa dan meninggalkan mobil Sasa di rumah sakit, lalu pagi harinya ia kembali menjemput Sasa lagi dan begitu seterusnya.

"Dari mana?" tanya Brian yang menunggu Sasa di teras depan rumah.

Sasa menatap Brian, wajahnya terlihat lelah ia sangat tak ingin bertengkar.

"Kerja Mas, aku masuk dulu ya Mas....capek banget," pamit Sasa sambil melangkah masuk, namun Brian menahan langkah Sasa hingga ia tak bisa masuk.

"Kerja sampai pukul dua tengah malam begini?" Brian melihat jam yang melingkar di tangannya, lalu kembali menatap Sasa dengan tajam.

"Mas, aku mohon kali ini saja dengarkan aku. Aku lelah, sangat lelah. Besok aku akan cerita," kata Sasa berharap Brian mau mengerti dengan keadaannya.

"Lelah karena habis menjadi wanita pencari kepuasan?" tanya Brian menatap Sasa dengan intens.

"Maksudnya?" tanya Sasa bingung.

"Kamu pulang dan pergi bersama laki-laki, bahkan pulang di larut malam begini. Kemana kalian? Ke rumah itu?" tandas Brian.

Sasa bingung dan berusaha mencerna ucapan Brian, sebab ia memang tak mengerti tentang apa yang di katakan Brian.

"Tidak usah sok bingung!" Brian mengeluarkan lembaran fhoto di mana Sasa tengah memeluk Daniel, dan juga beberapa fhoto keduanya terlihat tertawa bahagia.

"Mas dapat semua ini dari mana?" Sasa melihat satu persatu fhoto itu, ia juga bingung kenapa bisa fhoto seperti itu sampai di tangan Brian.

"Tidak penting saya dapat dari mana, yang jelas kau hanya wanita rendahan!" papar Brian.

Sasa tak menjawab sedikit pun perkataan Brian, seminggu ini Brian sudah sangat sering berkata jika ia hanya wanita yang rendah dan juga tak berharga diri. Rasanya sangat sakit sekali, bukankan suami selalu melindungi serta menjaga istrinya. Tapi kenapa Brian tidak, justru orang lain lah yang selalu ada untuknya saat ini.

"Hiks....hiks....hiks...." Sasa tak kuasa lagi menahan tangisnya, ia berbalik dan mengurungkan niatnya untuk masuk ke rumah orang tua Brian. Ia keluar dari gerbang sambil menangis, berjalan tanpa arah tujuan dengan tangisan yang masih setia menemaninya.

Sasa terus berjalan di sisi jalanan, ia pun tak tau harus pergi ke mana. Hingga akhirnya ia melihat ada kursi di taman kompleks dan ia duduk di sana, Sasa menangis sambil mengelus sebelah lengannya karena malam mulai larut dingin sungguh sangat terasa.

"Hiks....hiks....hiks," Sasa tak henti-hentinya menangis, ia bukan hanya lelah bekerja seharian tapi ia juga sangat lelah hati menghadapi Brian yang terus mengatainya dengan kasar. Dan yang paling membuatnya terlihat lemah adalah orang tuanya yang juga kini tak menerima dirinya.

"Sasa," terdengar suara seorang pria yang kini berdiri di belakang Sasa, dengan reflek Sasa berbalik dan di sana ada mantan kekasihnya Febri.

"Febri," ucap Sasa sedikit terkejut.

"Kamu ngapain di sini, tengah malam begini lagi," tanya Febri.

"Aku......." Sasa diam dan tak tau harus mengatakan apa, sebab ia sangat malu jika harus membuka perihal rumah tangganya pada orang lain. Apa lagi Febri adalah mantan kekasihnya.

"Kamu nangis begini, sebenarnya kamu ada apa?" Febri tak kehilangan akal untuk terus bertanya, sebab ia ingin mendengar penyebab Sasa menangis di kursi taman bahkan waktu tengah malam begini.

"Aku nggak papa, aku cuman cari angin aja," bohong Sasa yang ingin menyimpan perihal rumah tangganya.

Febri mengangguk mengerti dan tak mau lagi memaksa Sasa untuk berbicara, "Kita pernah menjalin hubungan Sa, dan aku sangat tahu tentang kamu. Kamu mungkin bisa bohongin orang lain tapi tidak dengan membohongi aku," tutur Febri yang masih menatap manik mata Sasa yang berlinang air mata.

"Aku nggak papa," ucap Sasa dengan suara yang kecil bahkan hampir tak terdengar di telinga Febri.

"Kamu sekarang mau pulang kemana? Biar aku antar?" Febri tak mungkin membiarkan Sasa tengah malam di sana, jadi ia memutuskan untuk mengantar Sasa pulang atau ke tempat di mana Sasa mau. Asal tidak di tempat sepi itu.

Sasa menatap Febri, sambil mempertimbangkan tawaran itu. Ia juga melihat sekitarnya yang gelap dengan lampu redup penerang jalanan seadanya, ia mengangguk berpikir tak ada salahnya jika ia meminta Febri mengantarnya pulang ke apartemen saja.

"Apa aku nggak ngerepotin?" Sasa kini sangat takut membuat kesalahan, karena takut akan hukuman yang terasa berat seperti yang ia jalani saat ini. Terpaksa menikah dengan Brian sungguh nembuatnya sangat tersiksa, dan ia tidak ingin mengulangi kesalahan sama lagi.

"Nggak lah....lihat tempat ini," Febri mengedarkan pandangannya, lalu kembali menatap Sasa, "Di sini bahaya Sa, kalau ada orang jahat yang pengen jahatin kamu gimana?" tutur Febri yang membuat Sasa seketika bergidik ngeri.

"Ya udah.....anterin aku ke apartemen aja ya," pinta Sasa.

"Yaudah....yuk," Febri membuka pintu mobilnya untuk Sasa.

Beberapa saat kemudiam keduanya sampai di tempat yang di minta Sasa.

"Sa aku boleh masuk nggak, aku haus banget," pinta Febri sebelum keluar dari mobil.

Sasa sejenak terdiam mempertimbangkan permintaan Febri, sebab ia tak berniat sama sekali mengajak Febri masuk ke apartemennya. Selain ia sudah menikah, Febri adalah mantan kelasihnya jadi akan banyak sekali pikiran negati bila ada yang melihatnya bersama Febri. Namun karena beberapa kali Febri mengatakan ia sangat haus, akhir Sasa memperbolehkannya lagi pula Febri sudah menolongnya pikir Sasa.

"Kamu tunggu di sini ya, aku ambilin minum buat kamu dulu," kata Sasa menunjuk sofa, bahkan ia tak menutup pintu apartemennya. Ia sengaja membiarkan setengah terbuka karena setelah Febri minum ia ingin memintannya segera pergi. Namun sayang saat Sasa akan melangkah ke dapur ia merasa tubujnya melayang, dan ia tersadar kinj sudah berada di atas pangkuan Febri.

"Febri kamu ngapain?" kata Sasa panik sambil berusaha bangun dari pangkuan Febri, namun tak bisa karena Febri terus mempererat pelukannya.

"Kita masih saling cinta kan Sa, biar sekalian setelah ini kita menikah. Aku yakin kalau ini sudah terjadi Mama mu pasti merestui kita, aku nggak bisa jauh dari kamu Sa," ucap Febri dengan nafas memburu bahkan ia hampir menjangkau bibir ranum Sasa.

"Jangan gila ya," ucap Sasa berusaha melepaskan diri.

"Ayolah Sa, emang kamu bisa lupain aku," kata Febri yang hampir ******* habis bibir Sasa.

PROK....PROK....PROK....

Terdengar suara tepukan tangan yang masuk, bahkan Brian mini sudah berdiri di ambang pintu menyaksikan dua manusia yang akan segera bercumbu.

1
cetom😘😘
profesi torr
nissa
dasar nenek2 hehe
nissa
bagus banget nama nya
nissa
woi belum mandi itu si lila nya
nissa
duh bahagia nya yang sudah belah duren
nissa
hehe, si rendi jadi ke pingin juga tu
nissa
haha, salah lho sendiri mo nyerein lila
nissa
kok ciut nyali si rendi hehe
nissa
hehe ada yang lagi merayu
nissa
la kan lila sendiri yang pingin cerai
nissa
sabar ren jangan emosi, awas naik ke ubun2 lho
nissa
haha, dasar si banci bikin si brian takut aja hehe
nissa
ya ela
nissa
rasain lho kena kerjain brian hehe
nissa
rendi sama aja dengan brian maksa hehe
nissa
bar bar bener si lila hehe
nissa
bener tuh
nissa
waduh, kok gak ada yang nolongin sasa ya
nissa
enak bener jadi istri nya boss, minta ini itu di beliin baik banget deh si brian
nissa
ehem
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!