NovelToon NovelToon
Mr. Adipramana Memilihmu

Mr. Adipramana Memilihmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:679.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Pasha

Siapa yang menyangka akan berjodoh dengan seseorang dari masa kecil.

Rendra Adipramana seorang Presiden Direktur dari Perusahaan Adipramana Group. Perusahaan yang dikenal besar dan ternama mampu membuat orang iri dengan yang berhasil bekerja disana.

Berusaha memperbaiki masa depan dan memiliki pendamping hidup yang tepat itulah yang menjadi tujuan hidupnya. Melewati rintangan hidup tidak membuatnya menyerah walaupun di satu waktu Rendra berhenti berjalan karena sahabat yang selalu bersamanya meninggal dengan cara tragis.

Sampai Rendra akhirnya bertemu dengan seorang wanita dari masa kecilnya. Amelia Hanindayana yang ternyata adalah seorang bawahannya sendiri.

Bagaimanakah perjalanan kisah cinta Rendra dan Amelia?

Ikutin aku di Instagram ya, follow @amandyapasha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Pasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan

Dua hari setelah Rendra meminta asistennya untuk mencari tahu tentang Cantika lebih dalam lagi yang bahkan tidak diketahui oleh Rendra sekalipun.

Di kantor pusat Adipramana grup lebih tepatnya di ruangan presiden direktur perusahaan tersebut. Rendra sedang duduk di kursi kekuasaannya sambil memeriksa berkas-berkas dan juga menandatangani beberapa berkas.

Rio sebagai asistennya masuk kedalam ruangan tersebut untuk memberikan laporan yang dimintanya tentang kekasihnya itu. Rendra pun mengambil laporan tersebut dari tangan Rio dan membacanya.

Braak!

Rio yang melihat Rendra memukul meja kerjanya kaget dan mulai mencoba menenangkan Rendra yang mulai terbawa emosi oleh hasil laporan Cantika tersebut.

Aku tidak pernah menyangka kamu membohongiku selama ini, Cantika! Rendra.

"Rendra, Lo harus tenang inget lo lagi di kantor harus jaga sikap lo sebagai atasan." Rio yang mencoba menenangkan Rendra walaupun terlihat tidak berhasil.

"Menurut lo hasil laporan ini sudah semuanya terbongkar atau masih ada lagi ? Atau bahkan ada yang lo sembunyikan dari gue ?" Rendra berdiri dari duduknya sambil meremas kertas yang berisi laporan itu di hadapan Rio.

Waduh! Kok dia bisa tahu si. Padahal gue tidak kasih tahu dia supaya dia tidak berubah menjadi singa jantan gila. Gumam Rio dalam hati.

"Hemm..., ada lagi. Tapi gue tidak mau lo terbawa sama amarah lo. Karena cuma menguras tenaga lo doang. Gue kasih satu berkas lagi dan ini isinya lebih lengkap. Gue harap lo bisa ambil kesimpulan dari hal ini." Rio yang merasa tidak tega dengan kondisi Rendra saat ini merasa sangat kesal dengan apa yang sudah didapatkan tentang Cantika. Karena selama ini Rendra sudah memberikan segalanya termasuk hatinya untuk wanita itu namun di belakang itu sifatnya sangat tidak terduga.

"Sini!" Rendra dengan kesal mengambil paksa berkas satu lagi yang lebih lengkap dari tangan Rio.

Rendra membaca berkas yang sudah ada di tangannya dan Rendra pun terduduk lagi di kursinya dengan lemas tidak ingin berkata-kata lagi namun saat ia melihat Rio yang masih berada di hadapannya membuat ia ingin untuk mengatakan sesuatu.

"Rio, terima kasih." Rendra berterima kasih sambil memandang Rio yang ada di hadapannya dengan dirinya yang masih terduduk lemas.

"Sama-sama ren. Gue akan lakuin semua hal yang gue bisa untuk menjaga sahabat gue sendiri. Sekarang gue keluar dan lo tenangkan pikiran lo." Rio yang hendak pergi meninggalkan Rendra didalam ruangan.

"Tunggu." Rio menghentikan langkahnya setelah Rendra memanggilnya.

"Ada yang mau gue kasih tahu ke lo." Rendra pun mengarahkan tangannya ke arah kursi di hadapannya untuk Rio duduk disana.

"Kasih tahu apa?" Rio dengan wajah penasarannya.

"Sebelumnya, lo sudah tahu belum kalau Ayah gue tidak suka dengan Cantika ?"

"Sudah."

"Di malam gue minta lo buat cari tahu tentang hal ini juga bertepatan dengan dia bilang, kalau dia mau gue menikah."

"Kalau begitu cari calonnya." Rio yang memberikan solusi namun tidak diterima dengan baik oleh Rendra yang malah kesal dengan solusi tersebut.

"Siapa!" Jawab dengan kesal karena Rio bisa berbicara dengan mudah sedangkan ia baru saja dikecewakan oleh kekasihnya sendiri dengan kebohongannya selama ini.

"Cantika lah, siapa lagi?"

"Lo sudah capek hidup ya!" Dengan marahnya sambil berdiri dengan gagahnya menunjukkan wajah kesalnya kepada Rio.

"Hehe..., bercanda bos." Jawab Rio sambil  tertawa kecil melihat Rendra yang sudah mulai terlihat kesal lagi olehnya.

"Gue dikasih waktu satu bulan untuk cari pasangan yang gue mau."

"Satu bulan!" Rio yang kaget karena merasa mengingat sesuatu yang penting.

"Iya, kenapa?"

"Satu bulan? Waktunya dimulai kapan?"

"Kemarin." Menjawab tetap dengan santai sedangkan Rio sudah tidak bisa lagi tenang.

"Hah! Kemarin."

"Iya, kenapa?" Masih mencoba bertanya karena Rio sudah mulai tegang.

"Mi...mi...minggu depan lo ada perjalanan bisnis ke sydney dan itu..." Rio ragu untuk melanjutkan karena takut akan membuat Rendra semakin emosi.

Aduh! Gue kasih tahu dia gak ya? Rio.

"Itu apa?" Tanya Rendra yang semakin penasaran.

"I..., itu selama..." Rio sangat ragu untuk mengatakannya tetapi malah sudah membuat Rendra semakin kesal oleh dirinya.

"Besok lo gue daftarin sekolah berbicara ya. Supaya disaat lo kerja tidak menyusahkan seperti ini." Rendra yang mulai kesal namun tetap sabar menunggu karena Rio yang mengatakannya dengan terbata-bata.

"Bu..., Bukan begitu." Jawab Rio yang masih terbata-bata.

Rendra yang mendengar jawaban Rio seperti itu ia langsung mengambil dompetnya dan mengeluarkan kartu dan memberikannya kepada Rio.

"Untuk apa?" Tanya Rio yang bingung dengan kartu yang diberikan untuknya.

"Besok tidak perlu datang lagi. Cukup jadi sahabat gue saja. Pakai kartu itu bebas untuk satu minggu saja."

"Maksud lo gue dipecat?"

"Iya." jawab singkat dan jelas.

"Hah! kenapa? Apa salah gue?"

"Tidak bisa berbicara dengan lancar."

"Apa! Ini buktinya gue bisa."

"kalau begitu, jelaskan lagi yang tadi."

"yang mana?"

"Perjalanan bisnis gue selama... " Rendra yang ingin mengingatkan Rio tentang perkataannya yang terpotong tadi.

"Sebentar gue mau ke toilet." Rio pun berjalan ke arah toilet yang sebenarnya ia sama sekali tidak merasa apa-apa.

"Kalau begitu, lo gue pecat tanpa bayaran apapun."

"Iya.. Iya, jangan dong bos."

"Kalau begitu selama apa?"

Sudahlah gue kasih tahu saja daripada gue dipecat mau jadi apa nanti? Rio.

"Perjalanan bisnis ke sydney dilakukan selama dua bulan. Jadi lo gak bisa cari calon istri." ucap Rio dengan mudah karena sudah malas meladeni Rendra yang semena-mena ingin memecatnya.

"Oh, kalau begitu boleh keluar."

"Hah! Lo tidak kaget sama sekali?" Rio yang merasa aneh dengan sahabatnya ini.

"Tidak."

"Dasar Gaje."

Resiko punya bos gaje rasanya bikin kepala mau pecah. Tapi dia kan harus nikah. Wah, kayaknya kesempatan gue untuk mak comblangin si Rendra. Haha..., Tunggu gue Rendra gue bakalan kasih lo jodoh yang bakalan bikin lo stress seumur hidup lo. Tawa licik Rio di dalam ruangannya.

Flashback

Pada malam hari dimana Papanya Rendra ingin berbicara serius dengan Rendra.

Di dalam kamar Rendra duduk di tepi ranjang sambil merenungkan setiap perkataan Papanya yang diucapkan kepadanya. Sampai pada akhirnya ia ingin mengetahui sesuatu yang terasa mengganjal di benaknya.

Rendra mengambil hpnya yang ada di atas nakas. Lalu, mencoba membuat panggilan kepada seseorang. Tidak lama panggilan itu langsung tersambung.

“Halo, Ren. Ada apa?” Tanya orang di seberang sana.

“Rio, gue mau lo cari tahu tentang cewek itu.” Perintah Rendra kepada orang itu yang tak lain adalah Rio.

“Kenapa tidak lo tanya dia langsung saja? Kenapa harus gue?” Tanya Rio heran.

“Lakukan saja apa yang gue minta. Lusa gue mau laporan itu sudah ada.” Ucap Rendra dengan tegas dan tanpa menunggu jawaban lagi ia langsung mematikan telepon itu secara sepihak.

Flashback Off

Bersambung.

1
Liesdiana Malindu
kok di beri uang sih?
Liesdiana Malindu
kok Rendra gak bisa tegas ya? mau2 aja di porotin, biasanya laki2 yg sudah di tipu akan mengusir kekasih nya dan mengambil semua fasilitas yang sudah di berikan. ini kok malah mau memberi uang lagi??
Liesdiana Malindu
bagaimana dgn janji pertemuan dgn Cantika? jadi gak? Krn hari itu dia minta Rio untuk buat janji temu dgn Cantika besok sekarang kok sudah mau ke Inggris sja?
Liesdiana Malindu
pegal jari2 Krn keseringan digesek, spasi antar kalimat kok sampai berbaris-baris, emang cara penulisan seperti ini ada di tata naskah ya? belajar bahasa Indonesia dan tata cara penulisan di mana sih? kok bisa lulus ya? 🤔🤔🤔😎
Liesdiana Malindu
sudah Tdk ingin dengan Cantika, tapi kok masih minta di restui, ngomong opo too??🙄🙄🙄🙄😎
Liesdiana Malindu
kok ada ya asisten yg kaya Rio ini,,yg membiarkan saja bosx di peralat wanita. biasanya asisten itu mati2an melindungi bosx dari wanita seperti ini. terus ini wanitanya kok terang2an gitu Bilang hanx membutuhkan uang. 🤔🙄🙄
Siti Mas Ulah Ulah
si rio?????
Etik Etik
nyimak sek
Berdo'a saja
ku baca akhirnya kini
Berdo'a saja
ku baca akhirnya
Berdo'a saja
ku baca
ria onits
bertele2
💟노르 아스마💟
koq Amelia gk tau lok Rendra itu kkx Kiran ...kn mereka sahabatan?
ah ...sudahlah nikmati aja baca ceritax ...hihihi
💟노르 아스마💟
itu koq Rendra baik bener ya ckckck
Gheannysa Alishanaya
hadir
Gheannysa Alishanaya
jekardah hadir
Amanda Pasha: Wkwk... ngakak
total 1 replies
Janah Husna Ugy
waw 300M???
Janah Husna Ugy
belum tau dia, klo yg beli sultan
Janah Husna Ugy
cuma suami halu yg ada sempurna itu,,
Janah Husna Ugy
bagaimana nasib caroll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!