Antara mencintai atau obsesi itu beda tipis nggak sih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elona.
Sore ini Jagat langsung di sambut oleh hukuman cambuk oleh Eyangnya, karena orang tua gadis yang wajahnya dia lempar bola basket membuat laporan tuntutan.
“Akkkhhhh…” ringis Jagat menahan sakit saat Bik Asih mengoleskan salep ke setiap lukanya. “Udah Bik, sakit banget.”
“Sedikit lagi ini Mas.”
“Bik, bilangin Mama suruh Arina kesini, ada tugas yang nggak bisa aku ambil sendiri ke tempat Arina.”
“Iya Mas.”
Jagat tersenyum puas saat itu juga.
Beberapa saat kemudian, Mamanya menemuinya “Gat, katanya Arina nggak bisa kesini, katanya banyak tugas dari sekolah.”
“Ya itu juga tugas Jagat juga Ma, soalnya tadi aku ketinggalan pelajaran.”
“Kok bisa?”
“Kan aku tadi di hukum muter lapangan, habis kejadian itu.”
“Duhh Gat, kamu emang suka banget bikin ulah.”
“Punggung ku juga masih sakit Ma, nggak nyaman kalau nyaperin Arina di luar,” rengeknya.
“Iya deh.”
Beberapa saat kemudian Arina datang ke rumah Jagat, dan di sambut oleh Herlina. “Duh Ar, maafin tante ya kalau ganggu belajar kamu.”
“Gapapa kok tante, emang ini kan tugas Arina.”
“Ya udah kamu ke atas aja.”
“Tan boleh nggak belajar di ruang keluarga?”
“Ada apa Ar?” Herlina mengernyitkan dahinya. “Duh gimana ya, selain temen arisan tante mau datang, kondisi Jagat juga nggak memungkinkan saat ini.”
“Jagat kenapa tant?”
“Biasa, dapat hukuman dari Eyang kalau dia buat salah.”
“Oh iya udah, gapapa tant, aku ke atas aja.”
“Iya lagian di atas suasananya tenang Ar, bisa bikin fokus kalian belajar.”
Arina tersenyum getir, “iya tant.”
Jagat tersenyum penuh kemenangan, saat pintu kamarnya di ketuk. Dia bergegas membuka pintu kamarnya.
Wajah cemberut Arina terlihat jelas saat ini, “udah siap belajarnya?” tanyanya dengan malas.
“Udah.”
Jagat langsung merengkuh tubuh Arina, sesuai dengan dugaan Arina, Jagat nggak pernah niat untuk belajar yang lain kecuali adegan 18+.
“Aku kangen banget sama kamu Ar.” ungkapnya sambil terus mencumbui Arina.
“Sakit itu cuma alibi ya?” tanya Arina dengan wajah ilfilnya.
“Beneran.” jawab Jagat yang kini melepaskan kaos tipisnya, bekas cambuk yang masih baru.
“Kenapa tubuhmu selalu punya bekas seperti itu?”
“Akhir akhir ini karena kamu.”
Arina mengernyitkan alisnya.
“Kenapa aku?” “Akkhhhhhh…”
“Kenapa terus sempit sih, nggak tahan pengen cepet ulang tahun, tunggu aku 5 bulan lagi,” ucapnya dengan mata yang sayu.
Entahlah kata itu sangat menjijikkan buat Arina, dia seperti jalang pribadi milik Jagat.
“Jangan hindari aku lagi.”
Arina hanya menatap Jagat dengan tatapan sayunya, tanpa mengucapkan apapun lagi.
Suara pintu kamar Jagat tiba-tiba terbuka dan membuat mereka berdua kaget, Arina dengan cepat merapikan bajunya, jantungnya berdebar hebat saat kakeknya Jagat menatapnya dengan tajam. Begitu juga dengan Jagat yang nyalinya langsung menciut dia duduk terdiam sambil nunduk.
“Jadi ini yang kalian lakukan dengan dalih belajar bersama?” “Bocah nggak tau di untung, nggak tau adab.” Maki Urip dengan wajah geramnya. “Jagat, kamu tau nggak aturan di keluarga kita secara turun menurun?”
“Tau Eyang.”
“Terus apa yang kamu lakukan barusan?”
“Aku masih perjaka Eyang, Sumpah.”
“Kamu masih ingatkan kamu boleh begitu, hanya sama calon istrimu, jadi kamu jangan rusak gadis lain, ingat karma Jagat.”
“Iya Ingat Eyang.”
“Ya udah kalau kamu udah nggak kuat kita percepat saja perjodohan mu sama Elona, jadi kamu nggak bikin dosa terus.”
Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Arina tertegun dan membeku saat mendengar nama Elona di sebut. “Jadi kamu udah di jodohin?” tanya Arina dengan suara bergetar.
Jagat langsung mengengam tangan Arina sambil mengeleng, memberikan kode untuk tenang.
“La kamu berharap apa? Di nikahi sama cucuku, Enggak ya Ar, Jodoh Jagat sudah di tentukan sejak kecil, makanya jadi gadis itu yang pinter jaga diri, jangan mudah ke bujuk rayuan setan.”
Bibir Arina bergetar hebat, air matanya menetes begitu saja, tangan Jagat mengengam erat tangannya. Arina langsung menepis tangan Jagat dan berdiri.
“Permisi Eyang, Arina pulang dulu.” Pamitnya.
“Arr…” kejar Jagat.
“Udah batalin aja kontrak kerja kalian, ganti sama yang lakik itu aja.” Kesal Urip.
“Eyang jangan gitu dong kasian Arina.”
“Justru dia lebih kasian kalau sama kamu terus, BODO.” Makinya dengan wajah yang sangat muak.
...----------------...
...“Hai, semoga suka ya, bantu Like, koment dan Vote.”...