NovelToon NovelToon
Suara Hati

Suara Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.2
Nama Author: Dhewhy M

Seorang guru Bahasa Indonesia di Tokyo, Jepang bernama Akbar Putra Handika, 25 tahun, berdarah Indonesia. Lahir di Jepang dan besar di pesantren di Jogja. Memiliki 2 orang Kakak, 3 sepupu dan 2 orang adik dan 2 keponakan kembar yang menggemaskan. Sudah 6 tahun hidup di Jepang bersama dengan Papa Kandungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhewhy M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11

Luka...

Di Jepang,

Setelah dua minggu Akbar pulang ke Indonesia. Niki tersadar dari komanya. Matanya berat untuk dibuka, tubuhnya seperti kaku, tak bisa di gerakkan. Jangankan tubuhnya, jarinya saja seperti mati rasa. Niki terus saja menjerit, berteriak di dalam batinnya memanggil nama Akbar.

Ia kembali berusaha membuka matanya secara perlahan. Terang, sangat terang. Dirinya menyadari sekarang sedang berada di ruangan putih dan bersih. Melihat sekelilingnya.

"Ah rumah sakit" Kata Niki dalam hati.

Niki berusaha mengingat apa yang terjadi pada dirinya. Malam itu, di malam ulang tahunnya. Ia dan para sahabatnya merayakan ulang tahunnya di gunung. Niki kesal karena Akbar tak menemaninya sampai akhir acara. Niki merasa jika Akbar benar-benar menjauhinya karena seseorang.

Karena kesal, Niki yang sejak lama berhenti minum pun malam itu minum terlalu banyak, mengingat Akbar mulai menjauhinya. Hatinya sakit, maka dari itu, ia melampiaskan amarahnya dengan meminum alkohol dalam jumlah yang tidak sedikit.

Hingga akhirnya semuanya mabuk dan kecelakan dengan menabrak pohon di pinggir jalan. Matanya kembali melihat sekeliling, berharap Akbar berada di sampingnya. Benar, ada seseorang di sampingnya, namun bukan Akbar, melainkan Oshi sahabatnya.

"Oshi, Oshi, bangunlah" Kata Niki lemah.

"Niki? Kamu sadar?" Oshi bahagia.

"Akbar?" Tanya Niki.

"Dia, dia ada kok. Mungkin sedang sibuk. Aku lihat hari ini banyak pasien.

Hari demi hari, kesehatan Niki telah membaik, begitu pun dengan kondisi Jesicca, kini mereka bertiga bisa bersenda gurau bersama.

"Wahhh, sudah sehat semua ya, apa kabar Niki. Pemeriksaan dulu ya" Kata Yasha menyuruh suster memeriksanya.

"Akbar kemana sih? Dan ini sudah 3 minggu setelah aku ulang tahun kan? Sepertinya aku belum pernah melihat Akbar datang keruangan ini?" Tanya Niki.

Yasha, Jesicca dan Oshi hanya terdiam, mereka bingung mau bilang apa dengan Niki. Soal Akbar pulang ke Indonesia, hanya masalah sepele. Namun, dengan permintaan Akbar yang menyuruh Niki melupakan perasaannya membuat Yasha bingung mau memulai bicaranya darimana.

"Yasha, Jes, Oshi. Kalian kok diam saja sih!! Dimana Akbar?" Tanya Niki.

"Niki, sebenarnya, Akbar pulang ke Indonesia, dia mengambil cuti selama satu bulan. Dan seminggu lagi dia baru kembali disini" Kata Oshi.

Yasha tak tega jika harus bilang bahwa Akbar menguginkan Niki melupakan perasaannya kepada Akbar.

"Yasha, tolong dong telfon Akbar, aku kangen banget sama dia, aku mohon" Pinta Niki.

"Baiklah, ah ini langsung tersambung" Kata Yasha.

"Assallamualaikum, ada apa Sha?"

"Abang, ini aku Niki. Kenapa Abang gak jenguk Niki sih? Dan main cuti mendadak? Niki kan jadi sedih?" Tanya Niki.

"Oh Niki, Yasha tak bilang sesuatu kah, atau Oshi gitu?"

"Mereka hanya bilang, Abang belum pernah jenguk Niki sekalipun, malah langsung pergi!! Kenapa? Niki minta maaf udah mabuk, tapi semua itu gara-gara Abang yang tiba-tiba pergi begitu saja. Dan sekarang malah pulang ke Indonesia" Kata Niki manja.

"Maaf ya, tak ada alasan yang tepat untuk aku pulang dengan mendadak, seminggu lagi aku akan kesana lagi, aku juga masih bekerja di Rumah Sakit itu. Nanti aku jelaskan lagi ya"

"Abang bukan lagi menjauhi Niki kan?" Tanya Niki.

"Sudah aku katakan!! Aku akan menjelaskannya nanti saat aku tiba disana! Assallamualaikum!"

Akbar tiba-tiba menutup telfonnya begitu saja, Niki merasa ada hal yang di sembunyikan oleh Akbar. Niki merasa sedih, ia pun menangis di hadapan teman-temannya.

Keputusan...

Delima menyerang fikiran Akbar. Di Jepang sana, ada wanita yang ia sukai. Di Jogja, ada wanita yang benar-benar idaman para lelaki. Dan juga sudah ada restu dari kedua belah pihak jika Akbar menyetujui menerima perjodohan itu.

Dalam lamunan Akbar, fase dewasa itu sangat membingungkan, banyak yang harus di pertimbangkan, banyak yang harus di fikirkan.

Entah itu hati, ekonomi, maupun masa depan. Fase kanak-kanaklah yang ia rindukan, bermain dengan teman sebaya, berlindung dari Kakaknya ketika di jahili, pergi bersama keluarga yang masih lengkap.

"Hufftt, Astaghfirullah hal'adzim. Sungguh nikmat karuniamu Ya Allah, engkau dekatkan aku dengan Niki di Jepang. Sekarang engkau kenalkan aku dengan Fatim, perempuan idamanku. Ahh pusingnya" Kata Akbar.

"Dari pada pusing mikirin cewek, lebih baik ikut aku yuk Bang, kita ngenyangin perut. Sekalian mau beliin Ceasy buku baru" Ajak Syakir.

"Wah masok Kir, wes yuk berangkat. Kamu yang di depan ya" Kata Akbar.

Malam yang sejuk itu membuat Syakir ingin mengajak jalan-jalan Akbar menikmati malam di Jogja. Kata lain Syakir ingin menguras uang Akbar, karena Akbar sangat pelit kepada Syakir.

"Hahaha Yes, aku akan menikmati uangmu Abang. Makan sepuasnya" Batin Syakir.

Akbar bercerita banyak tentang kehidupannya kepada Syakir, dari mulai menceritakan tentang Niki, sahabat-sahabatnya disana. Sampai perasaannya pada Niki.

"Emang Niki itu orangnya gimana Bang?" Tanya Syakir.

"Dia baik, ramah, supel, cantik tentunya. Cerdas juga, tapi sayang, kita beda keyakinan" Jawab Akbar.

"Kalau beda keyakinan mending gak usah lanjutin deh Bang, dia aja jemaat yang taat bukan? Jangan jadikan agama sebagai jual beli cinta" Kata Syakir sambil melahap baksonya. Yang tadinya mau beli nasi goreng nyasar sampai ke bakso.

"Tapi Fatim, dia baik juga. Malah dia kriteria orang yang sama kayak Kak Ais, idaman banget. Lemah lembutnya itu loh. Jadi bingung deh" Kata Akbar.

"Istikharah Bang, tapi menurutku ya. Abang harus mantapin Niki itu dulu, karena yang aku lihat, Abang ini bukan suka karena perasaan, tapi karena kekaguman. Soal Fatim, jangan di tanya lagi, kalau Abang gak mau, biar aku yang akan mencetak namanya di surat kartu keluargaku nanti" Kata Syakir.

"Noh mamam tuh sambel, makan yang banyak!! " Kata Akbar menaruh banyak sambal dalam bakso Syakir.

"Wey, asyem!! Abang!!" Teriak Syakir.

Syakir marah ketika Akbat menambah sambal dalam makanannya Syakir, ngambeklah dia, dengan mulut bisa sampai di kuncir.

"Maaf deh, pesan lagi sana" Kata Akbar.

"Bang satu lagi ya" Kata Syakir memesan satu porsi mangkok bakso lagi.

"Lah itu tetap di makan?" Tanya Akbar.

"Mubazir" Jawab Akbar menyantap bakso berkuah sambal itu.

"Jadi? Apa keputusan Abang? Niki sayangnya Abang? Atau Fatim masa depan Abang? Atau Fatim biar jadi adik ipar mu saja Bang" Goda Syakir.

"Kamu mau ini?" Kata Akbar mengepalkan tangannya.

"Woy, woy, santai Bang Bro. Fatim milikmu lah!!" Kata Syakir.

Syakir kembali memakan baksonya itu, tidak lupa membungkuskannya untuk orang dirumah, Ruchan, Leah dan Ceasy.

1
Taufik Hidayat
mcnya kurang tegas sama plin plan juga
Rohad™
Niki bagaimana kabarnya? 😥
Rohad™
Kasihan Niki 😰
Valeris
wow
Marya Dina
aq lupa ceasy ank nya sp
tar baca ulang lgi hehheeh
Marya Dina: hihiiii
😂😂🤦🤦🤦😀
total 2 replies
Marya Dina
hihihiiiu lucuuu si trioo
Marya Dina
dari dulu ustads farhan mmg gtu kocak bikin kangen ma ustad.
Asri Suryana
luar biasa
arlin
recommended
Haetsuki
mampir
mizuki
jangan plin plan bang jadi cowok harus tegas
Neneng Sumiati
kesel dgn tokoh akbar yg plin plan....
Neneng Sumiati
payah dwech Akbar jadi co ko plinplan gk tegas,sdh tau si niki itu beda keyakinan ...istikharah bang Akbar
Maulana ya_Rohman
mampir thor....
Yanuaries kaifer
q
Uswatun Khasanah
kabir dan syakir, judulnya apa ya.. pnasaran
Amalia Sinta
ceritanya Kabir dan Bona kayak ceritanya Des candan of the sun
Dhewhy M: wuih, bisa bisa. susah move on dari drama itu akuhhh
total 1 replies
Tri Areta
padahal pingin baca cerita tentang kabir yang jadi perwira,eh ternyata dia sudah ninggalin perwira nya🙈😂
Tri Areta: sayang nya😂😂😂
total 2 replies
Rini Apriyanti
Hedeeeeh muncul calon ulat bulu
Rini Apriyanti
Nikah ma fatim n kerja di Indonesia, nah kan aman g ketemu niki hihihiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!