NovelToon NovelToon
Time Travel: Upaya Penebusan Dosa

Time Travel: Upaya Penebusan Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Penyesalan Keluarga / Mengubah Takdir
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Keisya bangun kembali ke masa lalu–tepat sebelum kecelakaan yang mengubah segalanya. Dulu, rasa iri dan provokasi membuatnya menyiksa Keyla yang merupakan anak kandung keluarga Jordan yang tlah lama hilang, hingga akhirnya ia mati dibunuh oleh keluarga yang membesarkannya itu..

Kini, ia kembali ke usia 15 tahun dengan ingatan penuh penyesalan, dan setiap ia mengingat masa dimana ia menyiksa Keyla, kepalanya akan terasa sangat sakit, oleh sebab itu, sekarang ia hanya punya satu tekad yaitu melindungi Keyla dari bahaya, menebus kesalahan, dan membiarkan gadis itu mendapatkan tempatnya yang sesungguhnya di keluarga Jordan sebelum dirinya pergi dari keluarga itu agar bisa menjalani hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Keisya mulai terbiasa dengan kenyataan itu bahwa dirinya menjadi sosok yang nyaris tak terlihat di rumah keluarga Jordan.

Para anggota keluarga berlalu-lalang seolah ia tidak ada, para pelayan hanya menjalankan tugas seperlunya, bahkan sebagian besar pengawal kini memperlakukannya seperti orang asing yang kebetulan tinggal di rumah itu.

Meski begitu, ada satu pengecualian yaitu Keyla.

Entah karena malam saat mereka memasak dan menyantap mi instan bersama beberapa hari lalu, gadis itu mendadak bersikap jauh lebih akrab kepadanya. Sejak saat itu, ke mana pun Keisya pergi, Keyla hampir selalu muncul.

Ia menyapanya setiap pagi, mengajaknya berbincang, bahkan tanpa sadar mulai mengikuti langkahnya ketika Alex dan saudara-saudaranya sedang sibuk dengan urusan masing-masing.

Sudah tiga hari berlalu sejak malam itu, dan selama tiga hari itu pula, hidup Keisya berubah menjadi jauh lebih merepotkan.

Awalnya ia berpikir mendekati Keyla adalah cara terbaik untuk mengubah takdir buruk yang menantinya di masa depan. Namun sekarang, justru ia mulai menyesali keputusannya sendiri.

Semakin sering bersama Keyla, semakin sering pula potongan-potongan ingatan dari kehidupan sebelumnya menerobos masuk tanpa peringatan. Setiap kilasan itu selalu datang bersamaan dengan sakit kepala yang menyiksa, lalu diakhiri dengan mimisan yang tak kunjung bisa ia kendalikan.

Belum lagi keberadaan Geo.

Beberapa kali Keisya menangkap tatapan dingin dari kakak angkatnya itu. Ia tidak tahu apakah hanya perasaannya saja, tetapi aura permusuhan yang terpancar dari Geo terasa semakin jelas setiap kali melihat Keyla lebih memilih berada di dekat Keisya daripada dirinya.

Hal itu membuat Keisya semakin waspada. Ia tidak ingin masalah baru muncul hanya karena kedekatannya dengan Keyla.

Karena itulah, selama beberapa hari terakhir, Keisya bahkan rela bersembunyi di berbagai sudut rumah demi menghindari gadis itu. Ironis memang. Dulu ia sendiri yang membuka jalan agar mereka menjadi lebih dekat, sekarang justru mati-matian mencari cara untuk menghindar.

Namun pagi ini terasa berbeda.

Saat membuka mata, Keisya tidak mendapati Jena yang biasanya datang memeriksa keadaannya lebih dulu. Tidak ada ketukan pelan di pintu kamar. Tidak ada sapaan hangat dari kepala pelayan itu.

Yang lebih anehnya lagi, Keyla juga tidak berdiri di depan kamarnya.

Keheningan yang tidak biasa itu membuat Keisya mengerutkan dahi.

Perutnya yang kosong akhirnya memaksanya turun menuju ruang makan. Sejak semalam ia memang belum mengisi perut sama sekali. Mimisan yang tak kunjung berhenti membuat tubuhnya lemas hingga akhirnya tertidur tanpa sempat makan malam.

Sesampainya di lantai bawah, langkahnya perlahan melambat, ketika mendapati meja makan yang kosong dan dapur yang tampak lengang.

Tidak ada seorang pelayan pun yang sibuk menyiapkan sarapan seperti biasanya.

Keisya semakin bingung. Ia pun berbelok menuju ruang tengah hingga akhirnya menemukan seorang pengawal yang sedang berjaga di dekat pintu utama.

"Permisi, Paman.."

Pria itu tetap berdiri tegak menatap lurus ke depan.

"Yang lain ke mana, ya?"

Tidak ada jawaban darinya, oleh sebab itu Keisya mengulang pertanyaannya sekali lagi, namun ia masih tetap tidak menjawab.

Baru pada panggilan ketiga, pengawal itu mengembuskan napas pelan seolah terganggu sebelum akhirnya menjawab tanpa sedikit pun menoleh.

"Tuan besar dan para tuan muda sedang berlibur ke vila keluarga Jordan dekat pantai."

Keisya terdiam sesaat.

"Kalau Kak Jena?"

"Ikut bersama Tuan Besar, dia diminta menjaga Nona Keyla."

Jawaban itu membuat Keisya membeku.

Vila keluarga Jordan memiliki banyak kenangan baginya dari kehidupan sebelumnya, dan kini kilatan tersebut menyerbu pikirannya tanpa ampun.

Dulu, ia merengek agar diizinkan ikut berlibur ke sana dan di sanalah semuanya dimulai.

Di vila itu ia bertemu keluarga Steven Darael Jordan, adik Alex yang selalu dipanggil "Papa" oleh anak-anak maupun keponakan-keponakannya.

Di sana pula ada Livia, orang yang perlahan menyeretnya menuju jalan kehancuran.

Meski sekarang Keisya sadar bahwa semua keputusan tetap berada di tangannya sendiri, ia tidak bisa memungkiri bahwa Livia adalah orang yang pertama kali menanamkan berbagai hasutan hingga akhirnya ia tega menyakiti Keyla.

Kilasan demi kilasan itu membuat kepalanya kembali berdenyut hebat.

"Ngh..."

Rasa sakit menusuk pelipisnya. Beberapa detik kemudian, cairan hangat kembali mengalir dari hidungnya.

Keisya memejamkan mata rapat, ia benar-benar lelah menghadapi sakit kepala yang terus datang, ia harus membersihkan darah yang selalu mengalir tanpa bisa diprediksi.

Lelah menjalani hidup dengan tubuh yang terasa semakin rapuh setiap harinya.

'Sampai kapan begini terus...?'

Suara seseorang membuyarkan lamunannya.

"Anda tidak apa-apa?"

Keisya tersentak. Baru saat itu ia sadar dirinya masih berdiri tepat di samping pengawal tadi.

Dengan punggung tangan, ia mengusap darah yang mulai menetes dari hidungnya. Ketika mendongak, ia mendapati wajah pengawal itu berubah panik.

"Nona Keisya...!"

Keisya hanya menatap pria itu cukup lama, tatapannya datar, hampir tanpa emosi.

"Kenapa peduli?" Pertanyaan itu membuat sang pengawal membisu.

"Bukannya selama ini saya bukan siapapun bagi kalian?"

Keisya tersenyum tipis.

"Di mata kalian, saya cuma anak angkat yang mulai nggak dianggap keluarga ini, kan?"

Suasana mendadak membeku. Pengawal itu menundukkan kepala tanpa mampu menjawab.

"Heh..." Keisya terkekeh pelan.

"Atau ini cuma rasa peduli sesama manusia?" Nada sarkastisnya terdengar begitu jelas.

Ia sempat berbalik hendak pergi, tetapi langkahnya kembali terhenti.

Tanpa menoleh, ia berkata pelan, "Makasih ya, Paman... udah jawab pertanyaan saya tadi."

Setelah itu Keisya benar-benar pergi.

Ia mengabaikan tatapan para pengawal lain yang sejak tadi diam-diam menyaksikan percakapan mereka. Satu per satu kepala mereka ikut tertunduk, seolah merasa bersalah setelah mendengar setiap kalimat yang baru saja keluar dari mulut Keisya.

1
Ari Peny
semoga semua lihat kejahatan livia
Ari Peny
lagi thor 💪💪💪
ita aja
istrhat dlu kei
pasti lelah kmu
Ari Peny
😭😭😭😭
Dedi Dahlia
kesya bertahan jangan menyerah dulu jangan patah berjuang,semangat thorr
Sulati Cus
lanjut Thor walaupun bikin mewek gpp lah itung2 latihan
Rossy Annabelle
next /Sob/
MomRea
banyak bawang nya 🥲🥲
dome🌬️🌀🌀🌀
kak thorrrr.... aaaakkkhhhjj.... ngereog nih akuuuuuuuuuuuu😭😭😭😭
kok dikit amat siiihhhhh

satu dua tiga scroll abisssssa nunggu bab selanjutnya 😭😭😭😭
up banyak banyak yaa thorrrrr

semangattttttttttttt 💪💪💪💪
Pawon Ana
dari awal episode baca cerita ini, bikin menguras emosi, nyesek bnget ya si Keisya....😔
dome🌬️🌀🌀🌀
sudahlah terlambat sudahhh, keysia sudah minum racun. mau marah sama pelayan juga kalian bersikap sama. pelayan hanya mengikuti perilakuan majikan nya lahh. sok perduli siapa yg berani memperlakukan kluarga Jordan dengan tidak hormat.. kau dan kalian pun sama. 😤😤😤
kesiannya keysia 😭😭
dome🌬️🌀🌀🌀
kspoookkkkk... menyesal kan, setelah apa yg sudah dialami keysia. baru pada perhatian dan mencari tahu😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
sampai sebegitu nya ingin merubah arah hidupnya agar tak berakhir tragis keysia😭😭😭😭
biar saja keluarga mu semua menyesal karena sudah mengabaikan mu keu
aku
pergi aja keysha. lanjutkan rencanamu. sukses kan diri!!! go go keysha 😭😭
Ari Peny
lbh baik lanjut jaga jarak sha
Rossy Annabelle
biar istirahat dulu dah si Keisya/Frown/
Dedi Dahlia
menyesal tidak berguna,sekarang kesya sudah siap meniggalkan keluarga yang tidak pernah di anggap,kalu siuman nanti tinggalkan saja,kalau masih bertahan akan ada masalah apa lagi kalau ujungnya sakit dan sesak.
Pawon Ana
akhirnya pada tahukan kamar Keisya sudah kosong....biarin dah si Keisya tidurnya agak Lamaan...biar istirahat dulu dia😔
Ari Peny
😭😭😭
Dedi Dahlia
😭😭 nanggis lihat kesya menderita kapankah mendapat kebahagiaan lanjut thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!