Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 11 Kemarahan Ryan
Zea yang sedang di bicarakan oleh Ryan dan Freya saat ini sudah hampir sampai di ibukota Jakarta, kota dimana dia akan memulai hidup barunya, Zea tak memikirkan surat cerai yang belum ada padanya, tapi Ia tak memperdulikan hal itu.
“Zea…..” panggil Tari yang sudah menunggu kedatangan Zea, mendengar namanya di panggil Zea langsung tertawa lebar melihat sahabat baiknya sedang melambaikan tangan ke arahnya.
Zea bergegas menghampiri Tari sambil tersenyum,” Tari apa kabar?” sapa Zea dan mereka pun saling berpelukan.
“Aku baik..” sahut Tari sambil mengurai pelukannya, lalu mengajak Zea menjauh dari pintu kedatangan dimana masih banyak orang berdiri disana, menunggu saudara mereka.
“Akhirnya aku sampai juga di sini, leganya…” ucap Zea
“Kurang ajar emang tuh si Ryan pengen di garuk wajahnya kali ya” umpat Tari dengan wajah terlihat sangat kesal.
“He he he iya kek dasar brengsek tuh manusia yang satu itu” Zea membenarkan umpatan Tari yang mengatakan kalau Ryan suaminya yang sebentar lagi akan menjadi mantan suami Zea.
“Ayo kita ke apartemenku..” ajak Tari
“Kamu pindah kapan?”
“Kemarin aku cerita sama mas Anton dan kak Sarah mengenai kedatanganmu di kota ini, dan mereka menyuruh aku pindah ke apartemen mas Anton yang dulu mereka tempati berdua sebelum membeli rumah yang sekarang” ungkap Tari
“Baik sekali sih kak Sarah sama suaminya, aku jadi nggak enak tau Tari” sahut Zea
“Nggak apa apa Zea, jangan sungkan! mengenai pekerjaan untukmu, lusa sudah bisa langsung kerja disana, nanti kak Sarah yang antar kamu kesana” jelas Tari, mendengar dirinya langsung bisa bekerja membuat Zea sumringah dan sangat senang.
“Terima kasih cantik, sudah bantuin aku” ucap Zea lalu memeluk Tari dengan erat.
“Nggak cukup kata terima kasih saja ya, traktir aku makan enak sekalian nonton film” seloroh Tari sambil mengedipkan matanya menggoda Zea.
“Ha ha ha siap cantik…” Zea pun tertawa melihat tingkah laku sahabatnya itu, yang tidak berubah hobinya yang suka nonton film.
“Sudah nggak suka Drakor dan drama cina lagi nih?” goda Zea
“kalau hal itu jangan di tanya lagi, itu sudah menjadi asupan sebelum tidur malam ha ha ha…”
sahut Tari, mereka berdua menuju mobil taksi online yang sudah dipesan, bergegas Zea dan Tari masuk ke dalam mobil menuju apartemen dimana nanti Zea akan tinggal di kota ini.
***
Malam hari di kediaman Ryan…
“Kenapa rumah masih gelap seperti ini ya, apa Zea lupa menghidupkan lampu! tapi tidak mungkin, Zea sangat teliti orangnya, hal seperti ini tidak mungkin luput dari pengawasannya”
Ryan yang baru keluar dari mobilnya, segera melangkahkan kakinya menuju pintu depan,” di kunci pintunya, Zea kemana ya…” ucap Ryan ketika mencoba membuka pintu rumahnya.
Ryan mengambil kunci cadangan yang ada padanya, segera membuka pintu dan menghidupkan lampu rumah, hatinya mulai gelisah perasaannya tidak tenang karena melihat kondisi rumah saat ini.
“Zea, kamu dimana?” Ryan bergegas menuju ke kamar utama, Ia yakin Zea pasti ada di kamar mungkin sedang tidur, sehingga lupa kalau hari sudah malam.
“Zea….!” panggil Ryan lagi ketika membuka pintu kamarnya yang masih terlihat gelap, Ia segera menghidupkan lampu kamar dan memandang sekeliling kamar yang masih terlihat rapi.
“Ngga ada Zea di kamar ini” Ryan mulai cemas dia berlari membuka pintu kamar mandi dan Zea juga nggak ada disana.
Ryan berdiri mematung di depan pintu kamar mandi, jantungnya berdetak kencang, pikirannya sudah kemana mana, Ryan berlari keluar kamar menuju dapur mencari Zea.
Setelah semua lampu dihidupkan tetap tidak terlihat ada bayangan Zea di dalam rumah ini.
“Apa Zea sedang pergi main bersama teman nya! tapi kenapa Zea tidak pamit seperti biasanya padaku, hufftt lebih baik aku hubungi Zea saja daripada aku berasumsi yang lain”
Ryan mengambil keputusan untuk menghubungi istrinya tersebut, walaupun hatinya gelisah tapi dia masih percaya diri kalau Zea tidak akan pergi dari hidupnya.
“Nggak tersambung ke nomor handphone nya Zea! coba aku ulangi lagi” Ryan mencoba berulang kali untuk menghubungi Zea, tapi tetap tidak bisa tersambung kan pada nomor istrinya itu.
“Tidak mungkin Zea pergi…mau kemana dia!” Ryan menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia berlari masuk ke kamarnya lagi, sesampai di kamar Ryan membuka lemari pakaian mereka.
“Kosong! semua pakaian Zea sudah nggak ada!” Ryan terlihat panik dia mencari barang barang Zea yang lain, dia berlari ke arah meja rias di sana juga sudah kosong, semua kosmetik Zea sudah tak ada.
Ryan memutar badannya menghadap ranjang mereka dan di sana ada satu amplop berwarna coklat dan juga selembar kertas putih yang Ryan yakini itu adalah surat untuk nya dari Zea.
“Surat apa ini? dan amplop coklat ini isi apa?” Ryan mengeluarkan isi dari amplop tersebut, ada buku tabungan dan beberapa kartu punya Zea, yang Ryan berikan untuk dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga mereka berdua.
“Ada apa dengan Zea! kenapa dia memberikan semua ini kembali padaku” Ryan mengambil surat yang Zea tinggalkan untuknya, tangan Ryan gemetar ketika membuka surat tersebut.
Untuk Ryan…
Jika kamu sedang membaca surat ini berarti aku sudah pergi dari rumah ini dan juga dari kehidupanmu, seperti yang aku katakan semalam, aku mau kita bercerai, karena kamu sudah berselingkuh.
Tidak ada yang perlu dipertahankan dalam rumah tangga kita ini, silahkan lanjutkan hidupmu dengan wanita masa lalu mu yang kamu cintai, aku mundur!
Mari kita jalani hidup kita masing masing, dan jangan saling mengganggu semoga kamu hidup dengan tenang.
Aku berharap kamu bisa diterima oleh keluarga selingkuhan kamu itu Ryan, jadi pengorbanan kamu nggak sia sia.
Aku hanya membawa apa yang menjadi hak ku selama kita menikah, semua aku kembalikan padamu.
Terima kasih untuk kebohonganmu selama kita menikah! aku tidak minta apa apa dari pernikahan kita ini Ryan.
Aku tunggu surat cerai darimu Ryan..
dari mantan istri mu…
Zea…
Ryan meremas kertas surat yang Zea tinggalkan untuknya, dia sangat marah karena Zea pergi meninggalkan dirinya dengan cara begini.
“Sial banget hidupku, aku nggak terima di tinggal dengan cara begini oleh Zea, ini sama saja Zea telah menghinaku, aku harus mencari kemana dia pergi melarikan diri, jangan jangan benar seperti dugaanku, Zea juga punya pria lain”
umpat Ryan, entah dari mana pikiran jelek Ryan ini, menyamakan kelakuannya dengan Zea, hanya karena melihat ketenangan Zea menghadapi perselingkuhan Ryan dengan mantan pacarnya dulu.
Ryan terduduk lesu di atas ranjangnya, hatinya terasa seperti di cubit, ada sisi hatinya yang tak rela melihat Zea pergi meninggalkannya.
“Kenapa hatiku sakit sekali” gumam Ryan, Ia mengusap wajahnya dengan kasar.