Arizona Debu beterbangan,membawa aroma mesiu dan darah yang belum sempat mengering.Di tengah reruntuhan berdiri dua sosok yang kelak akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang mengenal mereka.
Mereka melangkah keluar dari laboratorium tanpa sekali pun menoleh ke belakang.
Beberapa detik kemudian BOOM
Ledakan dahsyat mengguncang langit, Kobaran api raksasa melahap seluruh laboratorium hingga tak menyisakan apa pun selain puing-puing dan abu Cahaya fajar perlahan muncul di ufuk timur, seolah menghapus semua jejak masa lalu mereka.
"Mereka tidak akan berhenti memburu kita" ucap Nayla sambil memandang jalanan yang membentang.
Angga menggenggam kemudi erat. Tatapannya sedingin es, namun dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan.
"Biarkan mereka datang, kita lihat siapa predator yang sesungguhnya"ucap angga dingin.
mulai hari itu dunia tidak benar-benar aman bagi mereka, namun mereka tidak akan lari lagi, angga dan nayla akan membunuh siapapun yang akan datang menyerang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KSTARIA MALAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GIOVANNI BREDWOO
Kegelapan bukanlah sesuatu yang menakutkan bagi mereka yang terbiasa berjalan sendirian, Sebab ketika tak ada seorang pun di sisi mereka, kesunyian telah menjadi teman tetap dalam setiap langkahnya🚶♂️
ditengah hutan lebat di kawasan Amerika Selatan berdiri markas mewah didalamnya markas kelompok mafia the blood snake berdiri sangat kokoh di lengkapi CCTV dan senjata otomatis yang akan menyerang para penyusup hilang tidak tersisa, saat ini didalam markas the snake giovani king dari kelompok mafia itu menghajar satu persatu mafiosonya.
bakk
bukk
bakk
Bukk
jeritan kesakitan terdengar begitu menyayat hati
"kalian mengurus bocah SMP saja tidak becus" giovani membentak mafiosonya dengan suasana dingin mencekam!
"maafkan king, kami di hajar oleh bocah perempuan yang tiba-tiba datang" satu orang mafioso membalas ketakutan
"Kalian di hajar oleh bocah SMP bukannya orang dewasa bodoh kalian semua bodoh" membuat giovani memarahi para mafioso
lalu seorang prempuan melangkah keluar dari kamar Gio dan dia tempati semalam dia memeluk Gio dari belakang
"apa yang membuatmu marah sayang?" perempuan itu berkata manja
giovani menarik keras tangan perempuan itu dari pinggangnya.
"aku lagi tidak mood pergi kau kembali ke kamarmu" bentak giovani
membuat perempuan itu berlari masuk kamarnya karena di begitu takut kalau Gio akan membunuhnya.
setalah prempuan itu pergi gio berjalan menuju ruang tamu markas disana nathan tangan kanan dio telah menunggu
"king ini rekamanan CCTV saat kejadian terjadi" nathan menunjukan rekaman video
begitu fokus giovani melihat video disaat kejadian terjadi, betapa terkejutnya dia setelah melihat CCTV.
"siapa gadis kecil ini bagaimana bisa cara bertarung nya setingkat elit mafia kita" giovani bergumam pelan
"nathan kau periksa identitas gadis kecil yang berada di rekaman ini" giovani berkata dingin kepada nathan
"baik king"jawab nathan
lalu nathan berlalu pergi keluar untuk mencari identitas gadis SMP yang mengalahkan elit mafianya.
Vito dan Naura berlari kencang menuju ruang UKS SMP yas high scholl kerena mereka begitu mengkhawatirkan anaknya dibelakang mereka angga dan nayla mengikuti.
setibanya di ruangan UKS mereka melihat Vela dan veli duduk di kursi tunggu
"Papa mama!" Vela bersaudara menyapa papa dan mamanya
Naura dan vito memeriksa tubuh veli begitu lama.
"terimakasih Tuhan telah melindungi anakku" Vito sangat bersyukur
bergantian Naura memeluk veli tanpa suara hanya pelukan yang begitu mengharukan
"nak bagaimana keadaan teman yang melindungimu apakah dia terluka parah?" naura bertanya kepada veli.
"ayo ma pa kita melihatnya" veli mengajak Naura dan vito
Vela dan veli mengajak papa dan mamanya melihat keadaan teman yang melindungi veli mereka berjalan bersama lalu angga dan nayla mengikuti mereka semua keruang UKS
di perjalanan menuju dalam UKS, Vela melirik ke arah angga dan nayla
"papa mama siapa oom dan tante ini?" tanya Vela penasaran
"mereka uncle angga dan aunty nayla teman papa" Vito menjawab pertanyaan Vela.
"halo uncle.. hallo aunty" Vela dan veli menyapa angga dan nayla serentak
"halo sayang!" nayla membalas sapaan mereka.
angga dia tidak membalas dengan kata hanya dengan senyuman manis.
setibanya mereka di dalam ruang perawatan terlihat seorang gadis cantik terbaring lemah dikasur UKS
"Baby!" angga begitu terkejut
ternyata yang terbaring disana adalah putri angga dan nayla dia adalah Nara Pratama
angga dan nayla mereka langsung berlari kearah nara
"apa yang terluka baby?" nayla bertanya begitu khawatir
"hanya luka gores ma jangan khawatir" balas nara tersenyum
naura mendekati Nara lalu memeluknya erat
"terimakasih sudah menyelamatkan putri tante kalau tidak ada kamu tante akan kehilangan hiksss hiksss" tangis Naura pecah tidak mampu melanjutkan perkataannya
"Sama-sama tante Nara hanya melihat kesempatan lalu menyelamatkan veli" balas Nara kepada Naura.
angga dan vito keluar dari ruang UKS, meninggalkan para wanita itu di dalam ruangan perawatan.
"maafkan aku ga karena anakku putrimu terluka" kata vito kepada angga
"jangan terlalu sungkan vit kau tidak salah, yang salah adalah pelaku penculiknya" angga membalas
"yang terpenting saat ini anakku dan anakmu baik-baik saja tidak yang terluka parah" angga menenangkan Vito
"menurut kau ga siapa dalangnya ?" vito bertanya
"Giovanni bredwoo" angga membalas singkat.
"sialan jadi ini karenanya akan aku tuntut dia karena menculik anakku" vito marah
lalu dia berdiri tegak dari duduknya untuk menuntut Gio ke pengadilan.
angga menarik tangan vito untuk kembali duduk dengan terpaksa vito duduk kembali
"dia mafia" angga kembali berkata singkat.
"maksudnya siapa yang mafia" vito bingung mendengar perkataan angga yang hanya menjawab singkat
"giovani bredwoo adalah king mafia the blood snake yang menduduki posisi delapan paling berbahaya di dunia" jelas angga kepada vito.
mendengar perkataan angga raut wajah vito berubah cemas dia begitu tidak percaya kalau giovani adalah seorang mafia.
"kau duduk dengan tenang akan aku bereskan Gio, dan kau Vit tinggal menunggu kabar kehancurannya saja"ucap angga dingin.
Vito menganggukan kepalanya tanda dia setuju
"sekali lagi Terimakasih ga" vito berkata tulus kepada angga
namun angga tidak perduli dia hanya diam dan memikirkan akhir untuk Gio dan keluarga bredwoo.
di markas the blood snake saat ini nathan tangan kanan Gio berlari memasuki ruangan
"maaf king kami tidak mendapatkan identitas gadis kecil itu" nathan memberi laporan
"bagaimana pun caranya kau harus menemukan identitas gadis itu kalau tidak ketemu kau yang akan mati nathan" teriakan Gio menggema bergitu keras
membuat nathan gemetar begitu takut lalu dia perlahan mundur kebelakang kerena begitu takut.
"baik king akan saya cari identitas gadis kecil itu saya masih ingin hidup" nathan membalas perintah Gio.
To Be Continue..