NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Kaisar Agung

Kembalinya Sang Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Action
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Devourer

Ia hanyalah seorang "murid sampah" di Sekte Pedang Giok, pemuda tanpa masa depan yang hidup dalam kehinaan dan penindasan. Hingga suatu hari ia mendapatkan kembali ingatan masa lalunya, ketika ia masih seorang Kaisar Agung di alam atas dan pernah memimpin jutaan pasukan di atas medan perang berdarah.

Namun, karena mendapatkan pengkhianatan yang kejam dari murid kepercayaannya sendiri, Ia kini harus memulai segalanya dari awal.

Sampah? Tidak! Ia menggunakan seluruh memori masa lalunya dan mengubah dirinya menjadi sosok tak tertandingi yang dapat menyapu bersih semua semut pengganggu dari jalannya.

"Aku adalah ... Qin Xiang."

Genre: Aksi, Kultivasi, Reinkarnasi, Balas Dendam, Harem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devourer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#16: Kuda Roh Herbal-Makhluk Langka

“Aku tidak bisa diam saja! Aku akan pergi mencari Xiao Lian sekarang juga!” Raungan Qu Long memecah keheningan pilu di kamp pengungsian. Api amarah meluap-luap di matanya, membakar habis logika dan rasa takutnya, tidak lagi memedulikan tatapan peringatan dari rekan-rekan kelompoknya.

“Bodoh! Tugas utama kita adalah menjaga sisa nyawa di desa ini!” Duan Du menyergah dengan nada menghina, langkahnya menghalangi jalan Qu Long. “Kenapa kau ingin menyia-nyiakan nyawamu yang tidak berharga itu hanya untuk mati konyol di luar sana? Apa matamu buta? Ratusan Binatang Buas masih berpesta pora di balik gerbang itu!”

“Kau tidak mengerti apa-apa, br3ngs*k!” Qu Long naik pitam. Pemuda yang biasanya dikenal sebagai sosok penurut dan murah senyum itu kini tampak seperti singa yang terluka.

“Dia benar, Qu Long.” Tangan Qin Xiang mendarat di bahu Qu Long, memberikan tekanan kecil yang entah bagaimana sanggup memadamkan gejolak Qi yang liar di tubuh pemuda tambun itu. Qin Xiang menatapnya dengan wajah serius yang menenangkan. “Jangan membuang nyawamu dengan gegabah. Amarah tanpa kekuatan hanyalah jalan pintas menuju liang lahat.”

“Kakak Qin...” Qu Long menunduk, bahunya bergetar, memancarkan keputusasaan yang mendalam.

“Tetaplah di sini, jagalah desa ini bersama yang lain,” ujar Qin Xiang singkat namun penuh otoritas. “Aku yang akan membawa kembali adikmu. Hidup atau mati, aku akan menyerahkannya kembali ke tanganmu.”

Duan Du mendengus mendengarnya, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum sinis yang meremehkan. Ia tidak berniat menghentikan Qin Xiang; baginya, kepergian pemuda misterius itu justru mengurangi beban sekaligus membuang satu saingan yang mengganggu. Pergilah jika kau memang ingin mati! batin Duan Du kejam.

“Terima kasih, Kakak Qin... Tolong, bawalah dia pulang,” bisik Qu Long dengan suara serak tak berdaya.

Qin Xiang hanya memberikan anggukan kecil sebagai janji bisu. Detik berikutnya, tubuhnya seolah memudar, menyatu dengan angin dan menghilang dari pandangan, meninggalkan semua orang dalam kebisuan yang mencekam. Xiao Jing menatap arah hilangnya Qin Xiang dengan perasaan campur aduk; rasa iri, takut, dan heran bergejolak di hatinya. Sejak kapan pengecut itu memiliki keberanian sebesar ini?

...

Sing—! Sing—! Sing—!

Di luar gerbang desa, udara hutan yang dingin seketika memanas. Setiap kali pedang Qin Xiang ditarik setengah inci dari sarungnya, cahaya emas samar membelah kegelapan kabut. Binatang-binatang buas yang mencoba menghadang jalannya roboh seketika, disembelih dengan presisi yang mengerikan—seperti memotong melon matang di atas talenan kayu.

Langkahnya tidak melambat sedikit pun. Mata Qin Xiang terus memindai setiap jengkal tanah dan semak belukar. Namun, semakin jauh ia melangkah, kerutan di keningnya semakin dalam karena tidak ada tanda-tanda keberadaan anak-anak kecil itu.

“Apakah mereka tidak keluar desa?” gumamnya datar.

Ia terus menyusuri area pinggiran hutan, menebas beberapa serigala taring besi yang mencoba menyergapnya sebelum akhirnya berhenti di sebuah persimpangan. Logikanya mulai bekerja. Jika anak-anak itu dimangsa, seharusnya ada sisa pakaian atau genangan darah yang mencolok. Namun, tempat ini bersih dari jejak pembantaian manusia. Yang ada hanyalah ribuan jejak kaki binatang yang tumpang tindih.

Jejak kaki...

Qin Xiang tiba-tiba berlutut, menyentuh permukaan tanah yang lembap. Di antara jejak kaki binatang yang liar dan berantakan menuju desa, ia menemukan satu pola yang berbeda. Ada jejak kaki lonjong yang sangat ringan, mengarah menjauhi medan perang menuju ke kedalaman hutan sisi utara yang lebih sunyi.

Merasa ada yang tidak lazim, ia mengikuti jejak misterius itu hingga tiba di depan mulut sebuah gua kecil yang tersembunyi di balik tirai tanaman merambat. Di depan gua itu, berdiri sesosok makhluk yang membuat pupil mata Qin Xiang mengecil. Seekor kuda putih dengan bulu sehalus sutra salju, memiliki tanduk tunggal berwarna hijau zamrud yang menyala redup di keningnya. Kuda itu berdiri tegak, berjaga dengan kewaspadaan tingkat tinggi, seolah-olah ia adalah penjaga gerbang dari sebuah perbendaharaan dewa.

“Mengaung!”

Kuda itu mendesis rendah, menatap Qin Xiang dengan mata yang cerdas namun penuh ancaman, menganggap pemuda itu sebagai pencuri yang mengincar harta di belakangnya. Ia memang tidak langsung menyerang, namun energi hijau yang berputar di tanduknya menunjukkan bahwa ia siap meledakkan kekuatan jika Qin Xiang melakukan sesuatu yang mencurigakan.

“Kuda ini...” Qin Xiang menatapnya dengan binar ketertarikan. “Kuda Roh Herbal!”

Ini adalah makhluk legendaris yang menjadi dambaan setiap Master Alkemis di seluruh dunia. Kuda ini bukan hanya memiliki kecepatan, tapi kemampuan bawaan untuk melacak keberadaan tanaman herbal langka yang biasanya sangat sulit ditemui. Juga ada rumor yang mengatakan bahwa siapa pun alkemis yang berhasil menjinakkan makhluk ini akan dianugerahi keberuntungan abadi dalam setiap pemurnian pil mereka.

“Tenanglah, aku tidak berniat mengekang kebebasanmu,” ujar Qin Xiang dengan suara lembut namun berwibawa, melepaskan sedikit tekanan Qi Emas yang murni untuk menunjukkan bahwa ia bukan musuh. “Aku hanya mencari sekelompok anak kecil yang mungkin tersesat di sini. Apa kau yang melindungi mereka?”

“Meraung!”

Kuda Roh Herbal itu seolah mampu membaca ketulusan di balik tatapan mata Qin Xiang. Setelah mengamati sejenak, ia menurunkan tanduknya dan memberi isyarat dengan kepalanya agar Qin Xiang mengikutinya.

Mereka melangkah masuk ke dalam gua yang ternyata memiliki atmosfer luar biasa. Udara di dalam sana sangat sejuk, dipenuhi dengan aroma harum yang menenangkan jiwa. Di setiap dinding gua, tumbuh berbagai jenis tanaman herbal langka. Mata Qin Xiang memindai beberapa tanaman tingkat Tinggi, bahkan ada yang memancarkan energi dari tingkat selanjutnya.

‘Tanaman herbal tingkat Misterius...’batin Qin Xiang. Namun, ia tidak tergiur untuk memetiknya. Fokusnya tetap pada janji yang ia berikan pada Qu Long.

Di ujung gua yang luas, ia akhirnya menemukan pemandangan yang menghangatkan hati. Sekelompok anak kecil dari Desa Quang meringkuk bersama di atas tumpukan lumut yang empuk. Di antara mereka, seorang gadis kecil dengan aroma tubuh khas yang berhasil menarik perhatian serius Qin Xiang seolah menyadari bahwa gadis tersebut memiliki sesuatu yang spesial pada raganya.

“Apa kau yang bernama Qu Xiao Lian?” tanya Qin Xiang sembari berjongkok agar tingginya setara dengan gadis itu.

Gadis kecil itu memiringkan kepalanya, menatap Qin Xiang dengan mata bulat yang polos. Ia tampak ragu sampai Qin Xiang mulai menceritakan tentang kakaknya yang berbadan bulat dan baik hati. Seketika, wajah Xiao Lian dan teman-temannya berubah menjadi ceria dan penuh semangat.

“Wah! Kakak Qu Long sudah pulang dari Sekte Pedang Giok?”

“Apa dia membawa banyak manisan untuk kami?”

“Kita harus mengadakan pesta besar di desa!”

Mendengar celotehan riang itu, Qin Xiang tak kuasa untuk tidak terkekeh pelan. Ia tidak menyangka bahwa Qu Long, si pemuda tambun yang sering dirundung itu, ternyata adalah pahlawan besar dan idola bagi anak-anak di kampung halamannya.

“Iya, kakakmu menunggumu di desa. Ayo, aku akan membawa kalian pulang,” ujar Qin Xiang sembari mengulurkan tangannya, sementara Kuda Roh Herbal di belakangnya mendengus pelan seolah memberikan restu bagi perjalanan mereka kembali.

Bersambung!

1
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹
budiman_tulungagung
sepuluh mawar 🌹
budiman_tulungagung: oke.. masama brother
total 2 replies
budiman_tulungagung
lima mawar 🌹
Nanik S
Awal yang bagus
Devourer Is Back: Thanks udah mampir🙏🏻
total 1 replies
T28J
saya kasih like dan hadiah 👍
Devourer Is Back: Thanks ya🙏
total 1 replies
Devourer Is Back
Janji deh, sampai tamat 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!