NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Yang Terbuang

Perjalanan Dewa Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Fantasi Isekai
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jun

Zhou Ming, seorang pekerja kantoran di Bumi yang mati karena kelelahan bekerja berlebihan, tiba-tiba terbangun di dunia yang asing—dunia tempat para kultivator bertarung demi kekuatan, umur panjang, dan kedudukan tinggi. Ia masuk ke dalam tubuh tuan muda keluarga Zhou yang terkenal sebagai orang sampah: tidak memiliki akar spiritual, tidak bisa berkultivasi, selalu dihina, disiksa, dan akhirnya dibuang ke Hutan Kematian yang penuh bahaya saat tubuhnya sudah penuh luka parah.

Di saat harapan hampir lenyap, sebuah Sistem Poin Tak Terbatas muncul di pikirannya. Poin yang didapatkan dari setiap tindakan, pencapaian, atau bahkan hal kecil bisa ditukar menjadi segala sesuatu yang diinginkan: batu spiritual, teknik dewa, tubuh sekuat dewa, senjata legendaris, akar spiritual tingkat tertinggi, bahkan langsung menaikkan tingkat kultivasi dalam sekejap.

Dengan pengalaman hidup, pengetahuan, dan barang-barang unik yang hanya ada di Bumi—mulai dari masakan lezat yang bisa meningkatkan energi,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11: Pulang ke Rumah Baru, Gadis Naga Terbangun dan Terpesona

Dengan tubuh gadis itu yang aman dalam pelukannya, Zhou Ming bergerak cepat menembus hutan lebat. Berkat pengetahuannya tentang setiap sudut kawasan ini, perjalanan pulang berjalan lancar tanpa ada gangguan binatang buas—semua makhluk yang berpapasan dengan jalurnya langsung gemetar ketakutan karena samar merasakan aura darah naga yang mengalir di tubuhnya, lalu segera menyingkir menjauh.

Setelah berjalan sekitar dua jam, sosok tebing besar yang menjadi tempat perlindungannya akhirnya terlihat di depan mata. Zhou Ming melangkah ke arah dinding batu yang polos itu, mengerahkan sedikit kekuatan pada cincin penutup auranya, dan seketika itu juga, garis batas pintu masuk yang tersembunyi perlahan terbuka.

Ia melangkah masuk, lalu formasi pelindung di belakangnya kembali tertutup rapat tanpa jejak, menyembunyikan tempat itu dari pandangan dunia luar.

Begitu masuk ke dalam, suasana yang hangat, terang, dan nyaman langsung menyambutnya. Cahaya lampu LED yang terang benderang menyinari seluruh ruangan, udara sejuk dan segar hasil pengaturan AC, aroma wangi alami yang lembut bercampur dengan aroma air spiritual yang menenangkan—semuanya berbeda jauh dengan suasana gelap, dingin, dan penuh bahaya di luar sana.

Zhou Ming berjalan perlahan menuju ruang tidur, lalu dengan sangat lembut meletakkan tubuh gadis itu di atas kasur empuk yang dilapisi kain sutra halus. Ia menata rambut panjangnya yang terurai rapi, lalu menutupi tubuhnya dengan selimut lembut, takut gadis itu akan kedinginan.

Baru saja ia hendak mundur keluar kamar, tiba-tiba jari-jari halus gadis itu bergerak perlahan. Kelopak matanya yang indah berkedip pelan, lalu perlahan terbuka.

Sepasang mata besar berwarna emas muda, jernih dan indah seperti kristal cair, menatap lurus ke arah langit-langit gua yang terang benderang. Gadis itu mengerjap beberapa kali, lalu perlahan menoleh ke samping, dan pandangannya bertemu langsung dengan mata Zhou Ming.

Ia duduk perlahan, rambut hitam panjangnya jatuh menyelimuti bahu putihnya yang halus. Wajahnya yang cantik alami itu masih terlihat sedikit bingung dan mengantuk, suara lembutnya terdengar pelan namun jernih bagaikan aliran air pegunungan.

“Di mana ini…? Kamu… siapa?”

Zhou Ming tersenyum lembut, nada bicaranya menjadi halus dan sopan, berbeda jauh dengan nada tegasnya saat bertarung atau menghadapi musuh.

“Namaku Zhou Ming. Kamu aman di sini. Ayahmu… sudah menitipkanmu kepadaku. Ini adalah tempat tinggalku, tempat yang aman dan tidak ada bahaya sedikit pun.”

Mata gadis itu membelalak sedikit saat mendengar kata Ayah. Ingatan samar mulai muncul di benaknya, rasa sedih yang samar menyentuh hatinya, tapi ia tidak menangis. Ia hanya menundukkan wajahnya sebentar, lalu kembali mengangkat pandangan, menatap sekeliling ruangan dengan rasa heran yang besar.

Ia turun dari tempat tidur, kakinya yang putih halus menginjak lantai keramik dingin yang nyaman. Ia berjalan perlahan mengelilingi ruangan, matanya terus bergerak ke sana kemari, penuh rasa takjub yang tak bisa disembunyikan.

“Apa ini…? Tempat ini indah sekali… dan terang sekali…” bisiknya pelan.

Ia menyentuh dinding batu yang halus dan dingin, melihat lampu terang yang menyala tanpa api, meraba lemari kayu yang halus, lalu menoleh ke arah AC yang mengeluarkan angin sejuk. Semua hal ini sama sekali tidak pernah ia lihat atau bayangkan sebelumnya. Di ingatannya, tempat tinggal hanya berupa gua batu yang gelap, lembab, dan kosong melompong, tidak ada benda indah atau nyaman seperti ini sama sekali.

Zhou Ming hanya diam melihatnya dari kejauhan, membiarkan gadis itu menjelajah dengan tenang.

Gadis itu kemudian berjalan keluar dari ruang tidur, masuk ke ruang tengah, lalu ke ruang dapur. Saat ia melewati pintu ruang kolam air spiritual, matanya tiba-tiba terpaku kaku.

Di sana, kolam batu berisi air bening yang memancarkan cahaya keemasan samar, aroma segar yang luar biasa kuat keluar dari sana, membuat seluruh tubuhnya terasa ringan dan nyaman hanya dengan menghirup udara di sekitarnya. Ia bisa merasakan energi yang sangat murni dan besar di dalam air itu, energi yang bahkan jauh lebih murni daripada energi yang pernah dirasakan ayahnya dulu.

“Ini… air apa ini…? Energinya sangat luar biasa…” gumamnya dengan mulut sedikit terbuka tak percaya.

Ia baru mau mendekat, perutnya tiba-tiba berbunyi halus, membuat wajah cantiknya memerah malu. Ia menundukkan kepalanya, rasa lapar yang sudah tertidur lama di tubuhnya tiba-tiba muncul dengan kuat.

Zhou Ming tersenyum kecil, lalu berkata lembut.

“Kamu pasti lapar. Tunggu sebentar, aku akan memasak makanan untukmu.”

Gadis itu mengangguk pelan, lalu duduk dengan sopan di kursi meja makan, matanya tetap tidak berhenti melihat sekeliling dengan rasa heran.

Zhou Ming bergerak cepat ke ruang dapur. Ia mengeluarkan semua bumbu masakan lengkap dari Bumi, bahan daging segar yang disimpan di kulkas, serta sayuran liar yang sehat. Kali ini ia tidak memasak masakan yang biasa saja, ia ingin membuat makanan yang lezat, bergizi, dan lembut, cocok untuk tubuh gadis yang baru bangun dari tidur panjang ini.

Ia menyalakan api, menuangkan sedikit minyak goreng, lalu menumis bawang, jahe, dan bumbu halus lainnya.

“Cessss…”

Suara tumisan terdengar, dan seketika itu juga, aroma wangi yang luar biasa sedap, harum, dan menggugah selera langsung menyebar ke seluruh penjuru gua. Aroma itu jauh berbeda dari apa pun yang pernah gadis itu cium seumur hidupnya—wangi, gurih, hangat, dan manis yang menyatu sempurna, membuat air liurnya langsung menetes, perutnya berbunyi semakin keras karena lapar.

Matanya menatap ke arah dapur dengan penuh rasa penasaran dan harap.

Beberapa saat kemudian, Zhou Ming membawa dua mangkuk besar makanan yang masih mengepul panas ke atas meja: Sup Daging Halus dengan Jamur Harum & Sayuran Segar, kuahnya bening keemasan, dagingnya empuk lembut, warnanya cerah dan sangat menggugah selera.

“Ini silakan dimakan. Jangan malu,” kata Zhou Ming sambil mendorong mangkuk itu ke arahnya.

Gadis itu ragu sebentar, lalu mengambil sendok kayu yang halus, menyendok sedikit kuah dan daging itu, lalu memasukkannya ke dalam mulutnya perlahan.

Saat rasa gurih, manis, dan wangi bumbu itu meleleh di lidahnya, mata besarnya tiba-tiba membelalak lebar sampai batas maksimal. Tubuhnya sedikit kaku, lalu seketika itu juga, wajahnya dipenuhi rasa takjub yang luar biasa.

Rasa yang enak ini… rasa yang hangat dan nikmat ini… sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan daging mentah atau daging panggang hambar yang biasa ia makan dulu! Ini rasanya jauh lebih enak dari segala makanan terbaik yang pernah ada di dunia ini menurut pendapatnya!

“Ini… ini enak sekali!!” serunya dengan suara kecil yang penuh kegembiraan, matanya berbinar cerah seperti bintang malam. “Sungguh… rasanya luar biasa sekali! Aku belum pernah makan makanan seenak ini seumur hidupku!”

Tanpa sadar, ia langsung menyendok makanan itu dengan cepat, memakannya dengan lahap namun tetap sopan, wajahnya penuh rasa bahagia yang tulus. Setiap kali ia menelan makanan itu, ia bisa merasakan aliran energi hangat yang lembut menyebar ke seluruh tubuhnya, rasanya nyaman dan segar, seolah tubuhnya yang lemah perlahan dipulihkan kembali.

Zhou Ming melihatnya makan dengan senyum puas di wajahnya. Ia merasa senang melihat gadis itu bahagia.

Setelah mangkuknya kosong sepenuhnya, gadis itu mengusap mulutnya dengan lembut, lalu menatap Zhou Ming dengan pandangan yang penuh rasa hormat dan kagum, bahkan sedikit kekaguman yang mendalam.

“Kakak Zhou Ming… tempat tinggalmu indah sekali, nyaman sekali… makanannya enak sekali… semua hal di sini sungguh luar biasa. Apakah semua tempat di dunia luar seperti ini?” tanyanya dengan suara polos dan penuh rasa ingin tahu.

Zhou Ming menggelengkan kepala sambil tersenyum.

“Tidak. Hanya di sini saja. Tempat lain di luar sana tidak senyaman, tidak seaman, dan tidak seindah tempat ini.”

Gadis itu mengangguk dengan serius, lalu berkata dengan suara lembut namun tegas.

“Kalau begitu… aku mau tinggal di sini selamanya. Di sini aman, nyaman, makanannya enak… dan ada Kakak Zhou Ming yang baik hati. Aku tidak mau pergi ke tempat lain lagi.”

Wajahnya yang cantik memancarkan rasa damai dan percaya penuh. Sejak saat itu, di dalam hatinya yang polos, Zhou Ming sudah menjadi orang yang paling dipercaya, paling dihargai, dan orang terpenting baginya selain ayahnya yang sudah tiada.

Zhou Ming menatapnya dengan pandangan lembut, lalu mengangguk pelan.

“Baiklah. Kalau kamu mau, kamu boleh tinggal di sini selamanya. Selama aku ada, tempat ini akan selalu menjadi tempat teraman dan ternyaman bagimu.”

Gadis itu tersenyum lebar, senyum yang cerah dan indah bagaikan bunga yang baru mekar, membuat seluruh ruangan itu seolah menjadi lebih terang karenanya.

Ia kemudian memperkenalkan dirinya dengan suara jernih.

“Namaku… Lin Yue. Ayahku dulu memanggilku Yue’er.”

“Baiklah, Yue’er,” jawab Zhou Ming lembut. “Mulai hari ini, ini adalah rumahmu juga.”

Mata Yue’er bersinar bahagia. Ia kembali menatap sekeliling gua yang indah itu dengan rasa cinta, lalu menatap Zhou Ming dengan pandangan penuh rasa terima kasih.

Di dalam hatinya yang masih polos itu, ia merasa sangat beruntung. Ayahnya tidak salah menitipkannya kepada orang ini. Di samping pria muda yang kuat, baik hati, dan misterius ini, ia feel merasa lebih aman daripada saat masih berada di samping ayahnya dulu.

Malam itu, di dalam gua yang hangat dan penuh kasih itu, suasana menjadi damai dan bahagia. Zhou Ming tidak lagi sendirian di tempat this—ia sekarang memiliki teman, tanggung jawab baru, dan alasan lain untuk menjadi semakin kuat, demi melindungi orang yang berharga di sisinya.

1
verto
10 poin lagi dari mana? kan hargnya 20
Bang Jun: Aduh maaf kak,kesalahan dan kelalaian autor.maklum baru belajar nulis🙏,sebagai ganti nya,ke depan autor akan perbaiki lebih baik lagi.juga mohon dukungan dari para sahabat ya,kita usahakan tembus 300 episode kalau ramai tidak nutup kemungkinan 500 sampai 800 episode💪.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!