NovelToon NovelToon
Everything About You

Everything About You

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:457.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nittagiu

"Bukan karena aku sudah bahagia, hanya saja aku sangat pandai dalam menyembunyikan luka"

Anisa Rahmawati

Tidak ada yang indah dari sebuah pernikahan tanpa cinta, begitulah yang di rasakan oleh Dimas Prasetyo hingga dia memilih menghadirakan kembali kekasihnya sebagai istri kedua di tengah - tengah pernikahannya dengan Anisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nittagiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Ka Angga cepat kembali ke apartemenku, ada orang berdarah pingsan di lift." Teriak Adik kecilnya dari balik ponsel.

Dokter Angga Wijaya, anak kedua dari seorang profesor terkenal itu kembali memuta stir mobilnya menuju apartemen yang baru saja dia singgahi untuk mengantar sang adik.

Tidak butuh waktu lama, karena memang mobil yang akan membawanya pulang belum terlalu jauh dari apartemen tempat adiknya tinggal. Dengan tergesa-gesa Angga berjalan menuju lift dimana sang adik berada.

"Anisa ?" Angga terkejut melihat sahabat dari Indra teman semasa SMAnya dulu kini sudah tergeletak di lantai dengan selimut yang penuh darah.

"Mungkin saja dia keguguran, hubungi ka Tamara." Perintah Angga pada adiknya.

"Bukan, dia ini korban pemerkosaan kak, cepat ke mobil kita harus segera membawanya ke rumah sakit." Jelas Tania.

Angga segera membawa Anisa kedalam mobilnya. Rambut panjang Anisa yang biasanya tertutup hijabnya kini sudah berhamburan kemana-kemana.

"Tadi saat kaka ini ambruk, di dalam selimut yang membungkus tubuhnya, piyamanya sudah robek ka, aku yakin dia baru saja habis di perkosa." Sambung Tania lagi sambil menarik selimut agar tidak luruh dari tubuh Anisa. Mobil yang di kendarai Angga mulai meninggalkan apartemen menuju Rumah Sakit. Angga masih diam terus mencerna yang adiknya ucapkan.

" Pemrkosaan ? itu hal yang mustahil." Batin Angga.

Gadis yang membuatnya tertarik di pesta pernikahan sahabat SMAnya ini selalu berpakaian tertutup. Akan kecil menarik perhatian dari para lelaki untuk berbuat jahat padanya. Dan lagipula Anisa sudah menikah, itu yang dia ketahui dari Indra.

"Apakah ada perampok yang masuk ke adalam apartemen ?" Tanya Angga panik, dia kini mengkhawatirkan adiknya yang juga tinggal disana..

"Itu hal yang mustahil kak, meskipun tidak ada petugas kemanan yang menjaga, CCTV ada di semua bagian bangunan itu. Lagian setiap pintu susuah untuk di masuki sembarangan orang karena punya pengamanan tinggi" Jelas adiknya panjang lebar. Jangan sampai karena ini dia tidak diperbolehkan lagi untuk tinggal di apartemen mereka.

"Ngga usah ngoceh, keluar sana."Perinta Dimas pada adiknya.

Mobilnya sudah berada di depan UGD Rumah Sakit tempatnya bekerja. Dua orang suster dengan bed pasien sudah menunggu mereka di depan pintu Unit Gawat Darurat itu.

"Ponselnya ada ?" Tanya Angga, Tania mengangguk. " Hubungi kontak yang bernama Indra." Perintah Angga.

Angga segera meninggalkan adiknya mengikuti Anisa yang kini sedang di pasang infus oleh para suster tadi.

Dengan hati-hati memeriksa tubuh Anisa yang sudah banhak memar dimana-mana. Pergelangan tangan yang membiru semakin membuat Angga prihatin.

"Bawa pasien ke ruang rawat" Perintah Dimas setelah selesai memeriksa Anisa. Dua suster itu kembali mendorong bed menuju ruangan perawatan.

"Ganti pakaiannya, dan serahkan lembali padaku pakaian yang ada di tubuhnya ini." Perintah Angga lagi pada dua orang suster yang membantunya.

"Iya dok." Jawab salah satu suster. Angga beranjak dari sana menuju tempat adiknya berada.

"Sudah kamu hubungi ?" Tanya Angga pada adiknya yang masih menatap ponsel Anisa di tangannya.

"Ponselnya terkunci, aku tidak bisa membukanya." Jawab Tania.

"Harusnya aku meminta kontak Indra saat itu." Ucap Angga gusar. "Pergilah beristirahat di ruanganku, itu sudah larut." Perintah Angga pada adiknya.

"Aku akan menunggunya kak, beberapa kali kami berpapasan di lift, mungkin saja saat dia bangun dan aku ada disana akan sedikit membantunya." Jawab Tania. Angga mengganggu mengiyakan. Kebanyakan korban kekerasan seksual akan histeris saat sadar, dan mungkin adiknya akan sedikit membantu Anisa nanti.

"Ini pakaiannya Dok." Ucap salah satu suster sambil mengulurkan kantong berisi selimut juga piyama yang sudah banyak darah disana. Setelah selesai mengganti pakaian Anisa dengan pakaian pasien. kedua suster itu berpamitan untuk kembali ke tempat mereka setelah memastikan Anisa beristirahat dengan nyaman di ranjang dalan ruangan perawatan.

Angga dan Tania berjalan menuju ruangan Anisa berada lalu duduk di sofa yang tidak jauh dari ranjang pasien.

"Apa yang terjadi dengannya kak ?" Tanya Tania sambil menatap pada Anisa yang terbaring disana.

"Dia di perkosa, darah yang ada di selimut itu akibat dari pemerkosaan. Dia mengalami pendarahan pada bagian inti tubuhnya." Ucap Angga menjelaskan. "Untuk sementara jangan tinggal di apartemen dulu, aku khawatir membiarkan kamu sendirian disana." Sambung Angga.

"Ngga mungkin orang luar yang melakukan ini, orang yang tidak tahu passcode tidak akan bisa masuk kak, aku yakin yang melakukan hal keji ini adalah orang terdekat dengannya." Bantah Tania. Karena dia sangat tahu keamanan di apartemen itu.

"Dan jika suaminya yang melakukan hal ini, lebih tidak masuk akal lagi Tania." Sergah Angga. Tania terdiam, yah sangat tidak masuk akal jika seorang suami tega melakuakn hal seperti ini pada istrinya.

Kaka beradik itu tidak bisa menutup mata mereka hingga pagi menyapa. Dan gadis yang kini terbaring di ranjang pasienpun belum sadarkan diri.

Waktu terus berjalan, waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi, Angga dan Tania masih berada di dalam ruangan dengan keadaan yang sama seperti semalam.

Ponsel milik Anisa yang ada di atas nakas samping ranjang pasien bergetar.

"Indra." Ucap Tania saat melihat siapa yang sedang menghubungi ponsel Anisa.

Angga segera berjalan kearah adiknya lalu segera menjawab panggilan itu.

" Assalamualaikum Nis." Sapa laki-laki dari sebrang sana.

"Waalaikumsalam Indra." Jawab Angga.

"Dimas ?" Suara Indra kemblai terdengar.

"Bukan Ndra, aku Angga, kamu ingat ?" Tanya Angga.

"Kenapa ponsel Anisa ada padamu." Tanya Indra cepat. Dia tidak perduli mengenal Angga atau tidak.

"Adikku menemukan Anisa pingsan di lift, sekarang Anisa berada di Rumah Sakit tempatku bekerja." Jawab Angga tenang dengan menyebutkan nama Rumah Sakit.

"Sayang kita harus ke rumah sakit, Anisa pingsan dan dia ada di rumah sakit sekarang." Ucap suara yang terburu-buru di ujung sana. Laki-laki itu bahkan tidak sempat mengakhiri panggilannya.

Angga memilih untuk mengakhiri panggilan itu, ketika mendengar deru mesin mobil dari balik ponsel yang ada di telinganya. Indra tidak sempat mematikan sambungan panggilan dan sudah menyimpan benda pipih miliknya begitu saja.

Tidak lama berselang, ponsel Anisa yang masih ada di dalam genggaman Angga kembali bergetar, dan nama yang masih sama tertera di layar itu.

"Ruangannya dimana ?" Tanya Indara. Dan Angga kembali menyebutkan ruangan perawatan dimana Anisa berada.

Pintu ruanagan terdorong dari luar, Tania dan Angga segera menoleh pada sepasang suami iatri yang baru saja tiba. Mata Nina yang sudah sembab, menandakan wanita itu baru saja menangis.

"Apa yang sudah terjadi padamu Nis ?" Lirih Nina sambil menggenggam tangan Anisa.

"Dia mengalami pelecehan seksual, dan adikku menemukannya pingsan di lift apartemen." Jelas Angga singkat.

Nina kembali terisak sambil mendekap tubuh Anisa yang masih terbaring tidak sadarkan diri.

"Kenapa bisa ini terjadi padamu Nis ?" Lirih Nina lagi.

"Sayang jangan seperti ini, kasiahn bayi kita jika kamu seperti ini." Bujuk Indra pada istrinya.

"Ga apa disini tidak menyediakan hijab atau sejenisnya ?" Tanya Indra ketika melihat beberapa jejak keunguan jelas terlihat di leher Anisa yang biasanya tertutup.

"Kami tidak menyediakan itu, tapi tunggu sebentar aku akan menanyakan pada suster yang memakai hijab untuk meminjam benda itu sementara waktu." Ucap Angga kemudian berlalu dari sana.

"Oh iya Ndra, hubungi keluarganya karena ada hal penting yang harus aku jelaskan." Sambung Angga kemudian berlalu dari sana.

1
falea sezi
g jelas ne novel pantes sepi like
falea sezi
tau agama tp kumpul. satu rmh ma mantan suami. yg buat novel gmna /Pooh-pooh/
falea sezi
males klo ujungnya balikan/Drowsy/ bekas rania aja. lu doyan nis begooo
falea sezi
goblok aja g bs. move on dr laki bekas jalang di kasih spek. baik kayak angga g mau oon
Annie Soe..
Cerita yg bagus thor, cuma tlg revisi typo nya ya..
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Yunior
typo lagi
Yunior
nama orang banyak yang typo
Saini Jamudin
anak sya sja suda 5 thn masi mnyusu
Jumadin Adin
jgn ada pelakor ya thooor kasian anisa
Jumadin Adin
akhirnya cinta yg menang....horee cinta
Jumadin Adin
perasaan mengalahkan luka
Jumadin Adin
Ya Allah ANISA kamu bkn muhrim,kenapa mau di gandeng
Jumadin Adin
cinta mmg tdk masuk akal,sesakit apapun pada seseorang tp di hadapkan dg hati yg masih bersamanya...perih itu tak terasa
Jumadin Adin
sakitnya hati ini thoorr..melihat nereka berdua sama² tersakiti
Jumadin Adin
lho dimas dan ANISA kan hidupnya di apartemen.kenapa melihatnya trenyuh di rumah Dimas
Jumadin Adin
pergumulan yg menyakitkan
Jumadin Adin
sesuatu baru terasa setelah kehilangan.Pada saat msh bersama sering terabaikan
Jumadin Adin
dimas betul² jomblo ngenes.Anisa menggugat ceria,Rania di cerai krn memilih hidup dg suami orang
Jumadin Adin
thooorrr banyak typo²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!