NovelToon NovelToon
Merajut Asa Bersamamu

Merajut Asa Bersamamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Chicklit / Tamat
Popularitas:134.6k
Nilai: 5
Nama Author: In Gusman

Tak pernah terbayangkan olehku usaha bapakku bangkrut,sehingga semua yang kami miliki habis dalam sekejap. Bapak terpukul membuat beliau terpuruk dalam keputusasaan,sementara ibu sibuk mengejar ambisinya untuk bisa menjadi seperti dulu lagi.

Aku Raya Anggraini...sebagai anak paling besar,mau tidak mau aku harus mengambil alih tanggungjawab bapak untuk mencari nafkah demi masa depan adik-adikku.
Sementara tunanganku yang kujadikan tempat bersandar justru mengkhianatiku.
Sedangkan ibuku selalu saja menyalahkanku atas putusnya pertunanganku itu,lalu mencoba mencarikan jodoh dari kalangan orang-orang kaya demi melancarkan ambisinya.
Aku merasa dijual oleh ibuku,aku merasa seperti barang dagangan yang ditawarkan kepada pria-pria yang memang sudah mapan secara finansial.

Sanggupkah aku menjalani semua ini?
Kuatkah aku menghadapi tekanan-tekanan dari ibuku?
Dan siapakah akhirnya yang akan menjadi jodohku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon In Gusman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan

Sekarang sudah seminggu lebih dari Mas Bahar menjemputku waktu itu. Selama itu pula kami tidak bertemu,dia sibuk dengan kegiatannya dan aku pun sibuk dengan kegiatanku. Di rumah,ibu yang sering bawel menanyakan kenapa Mas Bahar tidak datang sesering dulu. Alasan karna Mas Bahar sedang sibuk dengan tugas akhirnya pun tak bisa meyakinkan ibu,membuat aku merasa jengah tinggal di rumah. Untung kegiatanku bersama Mas Anto dan Mas Alwi sedikit membuat aku bisa tidak sering di rumah.

Hari ini hari liburku,karna aku kerja di mall maka liburku pun tidak pas hari minggu. Hari ini aku ingin jalan-jalan sendiri,nongkrong di coffe shop yang ada di mall lain sekedar merefresh otakku,menikmati pemandangan di mall lain. Gajiku memang tak besar,itupun sudah habis untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah. Untung aku bisa mendapatkan uang bonus dari beberapa sales yang puas dengan pengerjaan laporanku,aku juga punya gaji dari Mas Anto yang bisa buat sedikit memanjakan diriku.

Baru saja aku duduk di sudut coffe shop,aku melihat sosok yang tak asing masuk bersama seorang wanita ke coffe shop tempatku nongkrong. Mereka bercanda seru berdua...mereka adalah Mas Bahar dan Mbak Elsa temennya. Aku memang mengenal Mbak Elsa,karna Mas Bahar pernah memperkenalkannya padaku,tapi aku tak pernah tau mereka sedekat ini.

Sampai-sampai Mas Bahar harus berbohong dan bilang sibuk waktu kemaren aku mengajaknya jalan.

Kopi dan kue pesananku sudah datang,melihat ada mini band di sudut coffe shop,aku pun memberanikan diri bertanya pada pelayannya.

"Mbak,memang disini suka ada life musiknya ya?" tanyaku.

"Iya mbak,tapi hari ini penyanyinya nggak datang,nggak ngasih kabar lagi,jadi yang nyanyi nggak ada. Bikin boss uring-uringan terus dari tadi" jelasnya.

"Emang pengiringnya ready mbak?"

"Ready...memang kenapa? Mbak mau nyanyi?" tanyanya antusias.

"Kalo boleh..."

"Tentu saja tapi saya bilang pak boss dulu ya mbak..." ucapnya bersemangat,mungkin ini bisa membangkitkan mood bossnya,begitu kira-kira pikirnya.

Tak lama,seorang laki-laki ganteng menghampiriku bersama mbaknya tadi.

"Mbak serius mau nyanyi?" tanyanya padaku...Dani Setiawan begitu tag name yang menempel di kemejanya.

"Eh perkenalkan dulu,nama saya Dani..mbak...?" ucapnya menggantung..

"Raya...nama saya Raya. Saya mau perfom tapi saya nggak mau disebut nama di awal,anda boleh sebut nama saya setelah saya menyanyi dan saya juga tidak mau disorot,saya akan duduk disamping pengiring,bukan di panggung. Gimana?"

"Permintaan mbak aneh tapi nggak papa lah,yang penting mbak bisa menghidupkan suasana kafe...Jangan kuatir,kalo nyanyi mbak bagus,kami pasti akan kasih uang lelah"

"Saya hanya ingin menyumbang lagu...saya nggak mikirin hal itu."

"Oke terserah mbak tapi kami akan tetap menyediakannya...mari mbak..."

Aku berjalan sedikit menunduk,agar tak terlihat oleh Mas Bahar dan Mbak Elsa yang sedang bermanja-manja dengan Mas Bahar yang terasa menyakitkan ketika aku melihat keintensan mereka.

"Jangan menangis Raya,kamu harus kuat" begitu semangat dalam hati yang kubangkitkan sendiri untukku.

Aku tengah bersiap-siap ketika Mas Dani memberikan kata-kata pembuka...dan akhirnya mempersilahkan aku perfom. Aku pun langsung menunjukkan kebolehanku yang pastinya tak naik panggung seperti perjanjian awal tadi.

Lagu 'Salahkah aku mencintaimu' dari Maia Estianti meluncur mengawali perfomku. Semua pengunjung pun menikmatinya termasuk Mas Bahar dan Mbak Elsa yang duduk tepat didepanku,tapi karna penerangan di tempatku duduk redup dan aku menyanyi sedikit membelakangi penonton jadi tidak akan terlihat jelas wajahku.

"Ih suaranya enakan ya yang..." begitu suara Mbak Elsa memanggil Mas Bahar.

Deg...jantungku serasa berhenti mendadak mendengarnya,sementara ku lirik ekspresi Mas Bahar tampak senang...tersenyum sambil manggut-manggut menikmati alunan laguku.

Lagu kedua 'Matahari' nya Agnez Mo dan ku akhiri perfom ku dengan lagu ketiga 'Hujan' milik Uthopia. Lama-lama aku tak tahan menyaksikan kemesraan mereka,apalagi melihat Mbak Elsa yang terlihat agresif menyentuh dan bermanja-manja dengan Mas Bahar yang tampak senang tapi tetap menunjukkan sikap cool nya.

Mas Dani pun kembali naik panggung,sebenarnya ada beberapa request dari pengunjung kafe tapi aku sudah janji hanya akan menyanyikan 3 buah lagu saja. Dan sesuai perjanjian juga,diakhir perfomku Mas Dani ku bolehkan menyebutkan namaku dan aku pun naik ke panggung ketika Mas Dani mempersilahkan aku naik ke mini panggung yang tersedia disana.

Aku naik panggung dengan percaya diri dan bersamaan dengan itu,Mas Bahar dan Mbak Elsa pun melepaskan rangkulan mereka lalu memandang aku yang berdiri di panggung dengan pandangan tak percaya. Dan ketika Mas Dani memberikan kesempatan aku untuk berbicara,aku pun tak menyia-nyiakan hal itu.

"Terimakasih saya telah diberi kesempatan menyalurkan hoby saya yang selama ini terpendam...dan lagu-lagu yang saya bawakan hari ini secara khusus saya persembahkan untuk kedua kakak saya yang sedang menikmati kemesraan mereka...semoga langgeng sampai maut memisahkan" ucapku sambil menggiring pandangan pengunjung agar mengarah ke tempat duduk Mas Bahar dan Mbak Elsa.

Aku turun dari panggung mendekati mereka berdua,mengulurkan tanganku pada Mbak Elsa yang mematung didepanku. Karna Mbak Elsa tak kunjung menyambut tanganku,maka tangan kiriku pun menarik tangan kanan Mbak Elsa dan mengaitkannya pada tangan kananku hingga kita berjabat tangan.

"Selamat ya...semoga langgeng dan bahagia selalu" ucapku yang masih membuat Mbak Elsa mematung tak bereaksi.

Bersamaan dengan reaksi diamnya Mbak Elsa,membuat aku bisa memandangnya intens...dan sebuah pemandangan yang menyesakkan dadaku,sebuah tanda merah yang terlihat ada beberapa buah di leher mulusnya. Ku tahan tangisku sekuat tenaga,aku tak ingin terlihat bodoh dihadapan mereka berdua. Aku pun kembali mengulurkan tanganku ada Mas Bahar yang sama dengan Mbah Elasa...mematung. Seperti yang kulakukan pada Mbak Elsa,kuraih tangan Mas Bahar untuk menjabat tanganku. Kemudian kulepas cincin pertunangan yang melingkar di jariku.

"Ini sudah tidak cocok lagi berada di jari Raya,karna memang bukan di sini lagi tempatnya."

Kuletakkan cicin itu ditelapak tangannya.

"Raya...maaf tapi ini tidak seperti yang kamu bayangkan dan kamu pikirkan" dalih Mas Bahar yang mencoba mencari pembenaran.

"Raya tidak pernah membayangkan dan memikirkan apapun. Apa yang terlihat sekarang nyata adanya...Maaf kalau Raya selama ini tidak pernah bisa menjadi seperti yang mas mau."

Aku segera berlalu tanpa mendengarkan lagi pembelaan yang diucapkan oleh Mas Bahar dan tanpa menoleh lagi kebelakang. Hatiku memang hancur,sakit sekali rasanya tapi aku masih bisa berbangga hati karna ketika perpisahan itu terjadi aku masih suci.

.

.

.

.

.

.

.

Lanjut...

1
Eka Widya
ceritanya cukup menarik.sekilas spt permasalahan keluarga pd umumnya tp ada konflik batin seorang ank.yg seharusnya keluarga menjadi tempat berkeluh kesah
Maina Susanti
suka banget nih
Rahma
anak kandung atw apa yaa???
Rahma
raya, suka banget nangis... dikit² nangis...
Rahma
apa yg kurang dr mas bahar, neng??
In Gusman: Mungkin karna terlalu sempurna,jadi membuat berbeda prinsip...😍😍😍

Terimakasih dah mampir...🙏🙏🙏
total 1 replies
Happys
alur ceritanya bagus Kaka
g lebay...sesuai realita di masyarakat
buat lanjutannya ya Kaka
kita tunggu lho..
In Gusman: Terimakasih sudah mampir...semoga manfaat
InsyaAlloh besok di lanjut lagi...
total 1 replies
Ari Libry
Raka..bucin wkwkwk
Ari Libry
Raka baik bgt seeh..
Wildan
lanjut yg ke dua nya thor..
In Gusman: insyaAlloh...
total 1 replies
Indah Wirdianingsih
Al FATIHAH untuk Aipda jenni Antok
semangat terus thor trus berkarya ya ❤❤❤
In Gusman: Terimakasih...😍😍😍
total 1 replies
RSDP💖
AL FATIHAH.....semangat trus thor
aku suka critanya😊
In Gusman: Terimakasih...🙏🙏🙏😍😍😍
total 1 replies
RSDP💖
lhaaaaahhh kok tamat....
lanjut dong thor😢😢
In Gusman: Maaf untuk sementara segitu dulu...semoga lain waktu bisa terinspirasi untuk melanjutkannya lagi
total 1 replies
Indah Wirdianingsih
selamat buat rska dan raya, kok udah tamat aja thor
Indah Wirdianingsih: di lnjut ya thor jngan sampai ngak ceritain kehidupan raya dan raka setelah menikah thor😍😍
total 2 replies
IG @zmling_
hai aku mampir nih

mampir juga yuk di Mr. mafia or Mr. Psychopath?

Salam semangat
In Gusman: Terimakasih yaaa...

Salam semangat juga...
total 1 replies
Indah Wirdianingsih
alhamdulilah Next thor
Suadah Al Asy'ari
lanjut
saya nyimak terus
In Gusman: makasih yaaa..,
total 1 replies
Moh Haryadi Haron
aku pdamu thooorrr
Indah Wirdianingsih
raka bucin sama raya
Moh Haryadi Haron
lanjut thorrr
Moh Haryadi Haron
visualnya dong thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!