"Apakah kegelapan selalu melahirkan kejahatan?"
Di dunia tempat para dewa menulis takdir dan setiap kehidupan telah ditentukan sejak lahir, seorang raja bangkit dari jurang yang paling gelap.
Mereka menyebutnya Raja Iblis. Musuh menyebutnya bencana. Namun, di balik semua itu, ia hanya menginginkan satu hal—kebebasan.
Saat kebenaran yang selama ini disembunyikan mulai terungkap, perang bukan lagi sekadar pertarungan antara cahaya dan kegelapan, melainkan benturan antara mereka yang tunduk pada takdir... dan mereka yang berani mematahkannya.
Ketika seluruh dunia memusuhinya, apakah ia benar-benar iblis... atau justru satu-satunya yang berani menentang kebohongan?
Penyesuaian tanda baca :
Tanda "teks" itu dialog antar karakter
Tanda [teks] karakter sedang berbicara sendiri/dalam hati yaitu Monolog
Catatan : Pada Novel ini tidak ada statistik untuk darah, mana, exp, dll
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nvrisensei_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bentrokan Kekuatan Senjata
Nafestu yang menangkis serangan Natalia, membuat kawan disekitar mereka
Percikan kekuatan dari bentrokan senjata yang mereka gunakan benar - benar dahsyat
Lanjut Natalia mundur sebentar dan lanjut menyerang
Sekarang Nafestu juga bisa melakukan serangan
Tebasan demi tebasan mereka keluarkan, ada serangan yang berhasil masing-masing mereka tangkis dan ada juga yang tepat mengenai mereka
"haha.... Jalang..."
"eh maksudku, wanita garang!!"
"serangan mu tidak cukup untuk melumpuhkan ku..."
Tertawa dengan sombong nya ke Natalia
Semakin kesal, Natalia mengacungkan pedang nya sejajar dengan kepala Nafestu
"siapa juga yang ingin melumpuhkan mu!!"
"kalau aku bisa membunuh mu...!!!"
Segera melompat melesat cepat ke arah Nafestu
Membuat Nafestu sedikit terpojok karna tekanan yang besar
[oi oi, wanita ini....]
[apakah dia gila??]
Sedikit tertekan dan mundur sebentar
Belum sempat menarik nafas lega, Natalia langsung menyerang dari kanan Nafestu
"haha....itu tidak berguna...!"
Menangkis serangan itu, langsung membalas dengan belati nya yang lain
Melihat serangan datang, Natalia sontak menendang Nafestu
Menjauhi nya
Nafestu yang memainkan belatinya dengan wajah yang mengejek Natalia
Sudah saatnya giliran Nafestu yang maju menyerang
Dirinya langsung menyerang Natalia, tepat dari atas Natalia
Tapi gerakan itu dengan mudahnya dibaca Natalia, dirinya bisa menangkis serangan Nafestu dengan satu tangan dan elegan
Lanjut jual beli serangan mereka terus menerus
Hingga melukai wajah, kaki, tangan, tubuh mereka berdua
Bentrokan senjata mereka dengan senyuman mereka yang merasa itu begitu menyenangkan
Hingga mereka saling menjauhi dan berhadapan
Masing - masing dari mereka memakai gerakan mereka sendiri
Natalia yang menggenggam pedang dengan kedua tangan nya, tepat di depan matanya
"Sihir Ekstrim....."
Sedangkan Nafestu dengan satu belati diatas dan satu dibawah
"Sihir Ekstrim....."
Mereka merapal sihir yang akan dikeluarkan
"Ardha Ahazeb....."
Mengayunkan pedangnya, ayunan pedang dibalut dengan sihir cahaya yang berbentuk singa melesat cepat ke arah Nafestu
"Infigar Higra...."
Mengayunkan silang belatinya, sihir yang keluar begitu pekat membentuk sebuah bilah tombak berwarna ungu
Terus melaju, kedua sihir mereka begitu dahsyat
Hingga mereka bertemu, bentrokan sihir itu sangat besar efek nya
Senyuman dari mereka berdua yang menakutkan
Pertemuan dua kekuatan itu terus beradu, tidak ada tanda-tanda akan adanya salah satu yang kalah
Pasir di sekitar nya langsung hangus terbakar, suhu panas begitu ekstrim
Hingga sihir mereka menyatu membuat sebuah bola putih, menyusut .....
Segera membesar dan meledak seketika
Dengan ledakan seperti itu, wilayah yang jauh dari mereka juga akan terkena dampak nya
Arzhem yang dari tadi hanya melihat bersilang tangan, mulai mengangkat satu jarinya
Yang membuat pelindung di depan mereka berdua
Ledakan yang begitu besar, merusak semua yang ada
Untungnya mereka dilindungi oleh penghalang yang diciptakan oleh Arzhem
Begitu lama efek ledakan itu menghilang, tak ada yang bisa di lihat di depan mereka berdua
Bahkan mereka berdua tak bergerak sedikit pun
Sampai ledakan itu kembali mengecil dan menghilang
Asap tebal masih menyelimuti area itu, sedikit demi sedikit menghilang membuat mereka bisa melihat keadaan kembali
Sepenuhnya asap menghilang, mereka terkejut dan tak bisa bergerak sedikit pun
Melihat area disekitar mereka yang telah hancur, jurang yang begitu dalam, begitu besak
Tak ada daratan yang tersisa, hanya ada kekosongan dengan lahar panas menanti dibawah
Saat ini hanya pijakan merekalah yang tersisa karna terlindungi oleh penghalang
Tak lebih dari 1 meter luas yang tersisa di dekat mereka
Sejauh mata memandang tak ada daratan
Radius ledakan mereka sampai dua kilometer jauh nya, itu sangat lah luas
Untungnya tidak ada satupun kehidupan
Melihat kedalaman jurang yang mereka ciptakan
Tak satupun kata - kata mereka ucapkan
Tepuk tangan, Arzhem menyanjung mereka
"itu lumayan, tapi itu tidak berarti apa - apa....!"
"akan aku tunjukkan kekuatan dari ledakan yang sesungguhnya...!"
Menjentik, memperbaiki semua kekacauan itu
Kembali seperti semula, tak ada bekas ledakan lagi
Terbang ke atas, melihat mereka berdua
"ini yang namanya kekuatan...!"
Mengangkat jari telunjuknya nya, sebuah proyektil sihir mulai membentuk kristal kecil
Langsung menembakan proyektil sihir itu, melaju pesat melebihi kecepatan cahaya
Sangat jauh, meninggalkan mereka
Tak bisa lagi dilihat oleh mata mereka lagi