NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
​Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
​Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Warisan Sang Ratu Es dan Utusan dari Utara

​Keesokan paginya, matahari bersinar cerah di langit Kota Jiangbei, seolah ingin menghapus memori gelap tentang badai mengerikan di Danau Bintang semalam.

​Di dalam Presidential Suite Hotel Ritz-Carlton, Su Yuhan sedang duduk di depan meja makan sambil menatap tumpukan dokumen tebal dengan ekspresi kosong. Kopi di cangkirnya sudah mendingin, namun ia belum menyentuhnya sama sekali.

​Dokumen-dokumen itu diantarkan subuh tadi oleh lima orang pengacara papan atas dari Firma Hukum Nasional, yang dikawal langsung oleh Su Zheng yang berwajah pucat pasi dan gemetar layaknya pecandu demam.

​Isi dokumen itu benar-benar tidak masuk akal bagi nalar bisnis Yuhan: Pengalihan 100% saham seluruh aset, pabrik, jaringan hotel, dan real estat milik Keluarga Utama Su di Provinsi Jiangbei, diserahkan sepenuhnya atas nama Su Yuhan tanpa syarat finansial apa pun!

​"Ini... ini tidak mungkin," gumam Yuhan, membalik halaman dokumen ke-50. "Total aset ini bernilai lebih dari tiga ratus miliar yuan. Keluarga Utama menyerahkannya secara sukarela padaku? Bahkan Su Zheng sendiri yang membawanya sambil bersujud menangis minta ampun?"

​Ye Chen, yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk mengalungi lehernya, berjalan santai menghampiri meja. Ia menuangkan secangkir kopi untuk dirinya sendiri.

​"Mungkin pamanmu akhirnya mendapat hidayah semalam setelah merenungi dosa-dosanya," Ye Chen mengedipkan mata, nadanya bercanda.

​Yuhan menatap tajam ke arah suaminya. "Ye Chen, berhentilah membual! Hidayah tidak membuat orang menyerahkan kekayaan ratusan miliar. Apa yang sebenarnya kau lakukan semalam di Danau Bintang? Aku melihat berita pagi ini... ada tsunami kecil di danau itu dan paviliun Keluarga Su hancur lebur terkena 'petir' aneh!"

​Ye Chen tertawa renyah, mengambil tempat duduk di seberang Yuhan. "Hanya kebetulan ada badai lokal, Yuhan. Yang penting, sekarang masalah kita dengan Keluarga Utama sudah selesai. Dengan penggabungan aset ini, Grup Kosmetik Su-mu bukan lagi perusahaan lokal. Kau kini adalah Ratu Bisnis di seluruh Provinsi Jiangbei."

​Mendengar gelar "Ratu Bisnis", pipi Yuhan sedikit merona. Tiga tahun lalu, ia memimpin perusahaan kecil yang nyaris bangkrut, dihina oleh paman dan sepupunya. Kini, dalam waktu kurang dari sebulan sejak Ye Chen berubah, ia memegang kekuasaan yang bisa membuat pejabat provinsi tunduk!

​"Ye Chen," nada suara Yuhan mendadak serius. Ia meletakkan dokumen itu dan menatap lurus ke dalam mata suaminya. "Aku tahu kau menyembunyikan kekuatan besar di belakangmu. Mungkin itu dari teman Konsorsiummu di Jenewa, atau mungkin kekuatan dari identitas aslimu sebagai pewaris Keluarga Ye. Tapi, aku ingin kau berjanji satu hal."

​"Apa itu?"

​"Jangan pernah membahayakan nyawamu demi kekuasaan atau uang. Jika suatu hari nanti musuhmu terlalu kuat, jangan lawan mereka sendirian. Kita bisa melepaskan semua ini dan hidup tenang di tempat lain," Yuhan mengucapkan kalimat itu dengan tulus, matanya memancarkan kekhawatiran yang nyata.

​Hati Ye Chen terasa hangat. Ia mengulurkan tangannya melintasi meja, menggenggam tangan Yuhan yang lembut. "Aku berjanji, Istriku. Aku tidak akan pernah membiarkan diriku terluka, karena aku harus hidup lama untuk terus memasak makan malam untukmu."

​Yuhan tersenyum lega, menggenggam balik tangan suaminya. "Gombal."

​Tepat saat suasana romantis itu terbangun, ponsel Yuhan berdering nyaring, menghancurkan momen tersebut.

​Yuhan melepaskan tangannya dengan wajah sedikit merona, melirik layar ponselnya, dan mengernyitkan dahi. "Ini... dari Kepala Keamanan Perusahaan."

​Ia mengangkat telepon itu. "Halo? Ya, ini Yuhan. Apa?!"

​Wajah Yuhan seketika memucat. Ia berdiri dari kursinya. "Baik, aku akan segera kembali ke Jiangcheng sekarang juga. Tahan mereka, jangan sampai ada kekerasan!"

​Yuhan menutup telepon dengan tangan bergetar.

​"Ada apa?" tanya Ye Chen, senyum santainya lenyap.

​"Gedung perusahaan kita di Jiangcheng... didatangi sekelompok orang berbaju hitam," Yuhan menjelaskan dengan napas memburu. "Mereka bukan preman lokal atau polisi. Kepala Keamanan bilang, mereka datang menggunakan helikopter pribadi berlogo naga perak dan meminta... atau lebih tepatnya, memaksa untuk bertemu denganmu."

​Logo naga perak.

​Mendengar itu, mata hitam legam Ye Chen seketika memancarkan kilatan es yang menakutkan. Suhu di dalam ruangan hotel yang hangat itu terasa anjlok hingga ke titik beku.

​"Naga perak..." gumam Ye Chen pelan, suaranya mengandung niat membunuh yang tertahan. "Jadi anjing-anjing dari Utara itu akhirnya mencium jejak darahku."

​Itu adalah lambang dari Keluarga Utama Ye di Jingcheng (Ibu Kota Negara). Tempat di mana masa lalu berdarah Ye Chen terkubur. Tempat di mana ibu tirinya, wanita gila yang meracuninya dan membuangnya tiga tahun lalu, berkuasa!

​Ye Chen berdiri, meraih jaketnya. "Yuhan, berkemaslah. Kita pulang ke Jiangcheng sekarang."

​Tiga jam kemudian. Di lobi utama Grup Kosmetik Su, Kota Jiangcheng.

​Suasana di lobi itu sangat mencekam. Puluhan karyawan perusahaan berdiri meringkuk di sudut ruangan dengan wajah ketakutan. Belasan satpam perusahaan yang biasanya bertubuh kekar, kini terkapar di lantai sambil mengerang kesakitan.

​Di tengah lobi, berdiri delapan pria berjas hitam dengan postur sangat tegap. Mereka tidak menggunakan senjata api, melainkan hanya aura (Qi) yang begitu menekan hingga membuat orang biasa kesulitan bernapas. Mereka semua adalah ahli bela diri tingkat Master Qi Dalam!

​Di depan formasi delapan pria itu, duduk seorang pria muda mengenakan setelan jas abu-abu mahal di sofa tamu lobi, santai menyesap teh sambil menyilangkan kaki. Pria itu tampak seumuran dengan Ye Chen, namun wajahnya memancarkan keangkuhan absolut yang menganggap semua orang di sekitarnya adalah serangga kotor.

​Ia adalah Ye Tian, adik tiri Ye Chen. Putra dari ibu tiri yang selalu menginginkan posisi pewaris utama Keluarga Ye!

​"Tuan Muda Tian," salah satu pengawal berjas hitam membungkuk hormat. "Helikopter sudah disiapkan di atap. Jika si sampah Ye Chen itu tidak muncul dalam sepuluh menit, apakah kami harus mulai membakar gedung ini untuk memancingnya keluar?"

​Ye Tian tertawa meremehkan, meletakkan cangkir tehnya. "Sabar, Paman Lin memberitahuku bahwa kakak tiriku yang tersayang ini punya nyali yang lumayan besar sekarang. Biarkan dia datang. Aku ingin melihat sendiri, seberapa sombong anjing jalanan yang berani menolak perintah kakek untuk kembali ke Ibu Kota."

​Tiga hari yang lalu, berita hancurnya Keluarga Wang dan jatuhnya penguasa lokal di Jiangcheng terdengar hingga ke telinga jaringan intelijen Keluarga Ye di Ibu Kota. Ibu tiri Ye Chen, menyadari bahwa putra buangannya itu tidak hanya masih hidup tetapi mulai membangun kekuatan, segera mengutus Ye Tian untuk "membereskan" ancaman tersebut secara permanen.

​Tepat saat sepuluh menit hampir berakhir, pintu putar kaca lobi didorong terbuka dengan kasar.

​Semua mata menoleh. Ye Chen melangkah masuk dengan wajah sedingin gletser, diikuti oleh Su Yuhan dan Master Tang Zhenhai di belakangnya.

​Melihat Ye Chen, Ye Tian perlahan berdiri, berpura-pura terkejut dengan senyum sinis yang dibuat-buat.

​"Oh! Kakakku yang malang!" seru Ye Tian, merentangkan tangannya. "Tiga tahun kau menghilang, ternyata kau bersembunyi di kota sekecil ini dan menjadi benalu penunggu rok wanita. Ckckck, sungguh memalukan nama Keluarga Ye!"

​Ye Tian menatap Yuhan dari atas ke bawah, lalu bersiul merendahkan. "Ah, dan ini pasti istri palsumu? Cantik juga. Pantas saja kau lebih memilih tinggal di sini daripada menjadi pengemis di jalanan Ibu Kota."

​Ye Chen tidak membalas sapaan palsu itu. Tatapannya tertuju pada satpam-satpam perusahaan yang terluka di lantai. Aura membunuh mulai merembes keluar dari pori-porinya.

​"Kau melukai orang-orang istriku," ucap Ye Chen, nadanya datar tanpa emosi. "Katakan padaku satu alasan mengapa aku tidak boleh mematahkan lehermu detik ini juga, Anak Haram."

​Mendengar sebutan 'Anak Haram', wajah Ye Tian langsung menggelap. Ia sangat membenci sebutan itu karena ibunya dulunya hanyalah gundik sebelum berhasil menyingkirkan ibu kandung Ye Chen.

​"Lancang!" bentak salah satu pengawal Master Qi Dalam. "Beraninya kau menghina Tuan Muda Tian! Berlutut!"

​Pengawal itu melesat maju, berniat mencengkeram kerah Ye Chen. Kecepatannya sangat tinggi bagi orang awam.

​Namun, sebelum tangan pengawal itu menyentuh Ye Chen...

​BAM!

​Ye Chen menendang dada pengawal itu dengan kecepatan yang tidak terlihat mata telanjang. Terdengar suara tulang dada yang hancur berkeping-keping. Pengawal berbadan tegap itu terpental ke udara, terbang sejauh lima belas meter, dan menghantam dinding pualam lobi hingga retak parah!

​Tubuh pengawal itu jatuh ke lantai tanpa suara, pingsan dengan mulut mengeluarkan busa darah.

​Satu tendangan! Seorang Master Qi Dalam dilumpuhkan dalam sekejap!

​Sisa tujuh pengawal lainnya tersentak mundur, secara refleks melindungi Ye Tian.

​Ye Tian juga mundur satu langkah, wajah arogannya berubah menjadi horor sesaat. "K-Kau... jadi benar kau sekarang bisa bela diri?! I-ini pasti dari buku rongsokan peninggalan ibumu yang sudah mati itu!"

​Kata "ibumu yang sudah mati" menjadi pemicu ledakan.

​WUSSS!

​Aura Master Puncak milik Ye Chen yang telah lama ditekan akhirnya meledak. Tekanan tak kasat mata dari Qi Sejati berwarna emas meluap, membuat seluruh kaca lobi perusahaan bergetar hebat hingga retak-retak! Ketujuh pengawal Master Qi Dalam itu langsung berlutut di lantai, tak mampu menahan tekanan gravitasi gaib yang menekan bahu mereka!

​Ye Chen berjalan mendekat, setiap langkahnya menginjak lantai dengan suara yang menggema.

​"Sebut nama ibuku dengan mulut kotor ibumu sekali lagi," bisik Ye Chen, suaranya berat dan menggetarkan gendang telinga, "dan aku akan memastikan kau tidak akan pernah punya mulut lagi."

​Ketakutan absolut mencengkeram hati Ye Tian. Di hadapan tekanan energi ini, ia yang sombong merasa layaknya semut yang diinjak oleh raksasa.

​"Y-Ye Chen! J-Jangan berani menyentuhku!" Ye Tian meracau panik, mundur hingga punggungnya menabrak sofa. "A-Aku datang membawa titah dari Kakek! T-Titah Kepala Keluarga Ye!"

​Ye Tian dengan gemetar merogoh saku dalam jasnya, mengeluarkan sebuah gulungan kain sutra berwarna kuning emas berhias bordiran naga.

​Melihat gulungan itu, langkah Ye Chen terhenti. Matanya memicing.

​Itu adalah Surat Perintah Kepala Keluarga. Di dalam aturan kuno Keluarga Ye, surat itu setara dengan titah kekaisaran. Menolaknya berarti mendeklarasikan perang terbuka melawan seluruh klan raksasa yang menguasai nadi ekonomi dan militer Tiongkok.

​"K-Kakek memerintahkanmu..." Ye Tian membacakan surat itu dengan napas tersengal, "...untuk kembali ke Ibu Kota Jingcheng sebelum bulan purnama berikutnya! T-Tepat di acara Perayaan Ulang Tahun Kakek yang ke-80!"

​Ye Tian menelan ludah, mencoba mengumpulkan kembali keberaniannya. "Jika kau tidak datang, maka perlindungan dari Kartu Hitam yang kau pegang akan dicabut secara permanen, dan kau akan dianggap sebagai pengkhianat darah keluarga! Seluruh klan akan diizinkan untuk membunuhmu!"

​Ye Chen mendengus dingin. Ia tidak mengambil surat itu.

​Ia tahu, kakeknya mungkin berniat melindunginya dengan memanggilnya kembali. Namun, acara ulang tahun keluarga yang dihadiri oleh seluruh faksi dalam klan itu, jelas merupakan "Pesta Kematian" yang disiapkan oleh ibu tirinya untuk mengeksekusinya di depan seluruh keluarga besar!

​"Katakan pada rubah betina tua itu," ucap Ye Chen tenang, matanya memancarkan cahaya sedingin pedang es. "Bulan purnama depan, aku akan datang ke Ibu Kota. Tapi aku tidak datang untuk merayakan ulang tahun. Aku datang untuk mengambil kembali hutang nyawa ibuku."

1
yos helmi
sdh banyak cerita seperti alur ini.. tp semua ng pernah tamat.. cerita ciplakan/saduran.. jd jgn harap tamat
Marthen
dari teknik bela diri penakluk naga apakah ada sutra naga penyerap energi agar kultivadinya naik lagi kan sayang energi musuh yg terbuang....?
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini😎
Marthen
banjir darah mewarnai pesta ulangtahun
Arinto Ario Triharyanto
tegas lugas gak pake lama... mantul 😎
Marthen
seru sekaLi.....
Marthen
keren....suka dgn jalan ceritanya.....
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Asosiasi bela diri sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua musuhnya sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai su zheng bikin dia menyaksikan sendiri pas yechen bantai semua klan su sampai ke akar akarnya bikin su zheng mengutuk putranya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!