NovelToon NovelToon
GEJOLAK CINTA PERAWAN TUA

GEJOLAK CINTA PERAWAN TUA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:560k
Nilai: 3.8
Nama Author: Lesta Lestari

Pernikahan adalah hal yang sangat dinantikan apalagi oleh orang yang sudah gadis berumur. Namun ketika pernikahan itu datang karena taruhan, akankah membawa seorang perawan tua menuju bahagia. Setelah penantian panjang menunggu jodoh impian, tapi yang datang bahkan jauh dari kata impian, tak sesuai dengan harapan.

Sosok laki-laki muda dengan rentang jarak usia 10 tahun hadir dalam hidupnya ternyata adalah sosok yang banyak membawa luka dibungkus rapi dengan kelembutan dan kepeduliannya.

Akankah ia terus bertahan dengan sosok laki-laki yang bahkan tak pernah terbayang. Berfikir seburuk itukah akhlaknya hingga memperoleh suami yang sangat jauh dari harapannya.

Inilah kisah Cahya Kiara perawan tua yang dipersunting CEO muda. Sosok gadis yang berjuang menjadi wanita sekaligus istri yang sholehah



#masih amatir

Insya allah berlapang dada buat terima kritik. Kuy di follow untuk setiap updatenya.
Lesta Lestari dan baca juga ARINDA pertama yang sudah Tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Perjalanan waktu menuntunku, tenggelam dalam sesak. Pesta itu telah di mulai, bahkan seminggu ini media-media tak bosan-bosannya memberitakan pernikahannya. Pernikahan suamiku dengan kekasih artisnya. Kemesraan dan keromantisan yang ditunjukkan semakin menjadi-jadi. Ingin kututup telinga, tutup mata bahkan hatiku. Namun sayang, mata, telinga dan hatiku masih saja terbuka.

Pernikahan itu seolah meresmikan aku sebagai wanita simpanan. Aku yang dinikahi duluan, namun wanita itu yang memiliki pengakuan, sangat menyakitkan bukan. Alex beberapa kali menelponku, namun tak kuhiraukan.

"Teh, ada telpon dari Aden Alex"

Teh Neng menyodorkan telponnya kepadaku, aku hanya menggeleng dan pergi menjauhinya, tapi Teh Neng tetap mengikutiku di belakang.

"Teh, kalo teteh g jawab saya nanti yang dipecat Aden, tolong Teh, jawabnya"

Selalu saja, ancaman yang sama. Mengancam orang-orang di sekitarku untuk aku menuruti maunya. Terpaksa akupun mengambil hanphone teh neng, dan berbicara dengannya.

"Assalamualaikum warohamtullahi wabarokatuh, ada apa"

"Selalu seperti ini"

"Apa maksudmu?"

"Menghindariku"

"Aku hanya tidak ingin mengganggu waktumu dengan wanita itu"

"Kau hanya beralasan"

"Itu faktanya Alex, oh ya selamat atas pernikahannya"

"Kau tak ingin memberi hadiah padaku"

"Kau sudah memiliki segalanya untuk apa lagi hadiah dariku"

"Aku belum bisa memilikimu"

"Kau belum penuhi syaratku"

"Aku ingin anak darimu"

"Kau bisa melakukannya dengan wanita itu"

Ia menghela nafas panjang, dan aku pun terdiam.

"Aku merindukanmu"

"Aku tidak peduli"

"Aku peduli padamu"

"Sudah malam Alex, aku tak mau wanita itu salah paham denganku"

"Dia sedang tidur, dia kelelahan akibat pesta kami"

"Malem ini malam pengantinmu tak seharusnya kau menelpon wanita lain"

"Wanita lain itu istriku"

"Oh ya, senin aku harap bisa bekerja kembali"

"Kau yakin"

"Ya"

"Baiklah, akan ada sopir yang akan mengantar dan menjemputmu"

"Tidak perlu itu hanya akan membuat banyak orang curiga, kecuali kau sudah memutuskan untuk mengumumkannya"

"Tidak, belum tepat waktunya"

"Lima bulan tiga minggu sisa perjanjian kita"

"Aku ingat, bolehkah aku meminta sesuatu yang bisa menenangkan hatiku"

"Apa maumu"

"Aku ingin mendengar suaramu mengaji"

"Ini sudah larut malam Alex, kau mengganggu Teh Neng yang sedang tidur dan bahkan menggangguku"

"Aku suamimu, ku mohon mengajilah terserah surat apapun, sungguh aku sangat ingin mendengarnya"

"Alex, aku mengantuk"

"Kuyakin kau tak tidur, ayolah sayang aku benar-benar merindukanmu"

Bergetar hatiku saat ia untuk pertama kalinya mengucap kata sayang, aku tidak mengerti jalan fikirannya. Waktu sudah menunjukkan pukul dua pagi, masih sempat-sempatnya ia menggangguku.

"Kenapa kau terdiam, jangan bilang kau pura-pura tertidur. Sayang, ayolah"

"Aku mengambil wudhu dulu"

"Baiklah, jangan matikan telponnya aku menunggumu"

Lima menit berlalu untuk berwudhu, aku bersiap memakai mukena dan mengambil Al-qur'an, serta tak lupa membesarkan volume hanphone agar suaraku bisa terdengar di sana. Namun suara-suara di sana bukan lagi suara Alex yang mendominasi, suara wanita itu yang tengah marah pada Alex. Hingga terdengar

"Hallo, kau wanita murahan di sana, dengarkan aku baik-baik jangan pernah ganggu rumah tanggaku atau kau akan menyesal. Dasar wanita tak tau malu, kau tahu malem ini malam pengantin kami, dengan mudahnya kau menggoda suamiku. Dasar wanita kurang ajar..."

Suara itu menghilang dimatikan paksa, aku tak tau apa yang terjadi di sana, yang jelas hatiku kian sakit. Apa yang tidak ingin ku bayangkan selama ini, menjadi kenyataan. Sebutan wanita murahan, penggoda suami orang jelas-jelas membuatku makin sakit. Inilah yang kutakutkan, namun aku harus tetap bertahan, sanggupkah?.

Sang mentari tenggelam dalam derasnya hujan. Rintik-rintiknya menenggelamkan suasana, dinginnya aliran air yang mengalir dari atap rumah di area taman ini tak menyurutkanku untuk beranjak pergi. Menengadahkan tangan ke arah aliran air seolah ingin memutus, namun tangan mungilku tak mampu. Ungkapan wanita itu semalam benar-benar membuat sisi hatiku merintih, geram dan amarah yang tertahan.

Dingin menyerbu saat tubuhku terkena rintikan air hujan yang makin deras. Yah kini aku kehujanan bukan tapi menghujani diri dengan air dari Sang Mahakuasa. Berharap air ini mampu mendinginkan fikiran dan hatiku yang memanas, menjernihkan otakku yang makin tak karuan, menyembuhkan mataku yang  bengkak, berharap air mata tak lagi mengalir hanya karena pria itu.

Aku ingin menjadi kuat yang tak mengemis cinta dari pria yang katanya mencintaiku, ingin merdeka dengan finansial yang tak bergantung pada pria itu, keluargaku yang menutup mata keburukan menantunya karena uang, berharap kelak terbuka pria itu bukan segalanya. Menengadahkan kepala ke atas membiarkan tetesan-tetesan air mengenai wajahku, mengenggam erat telapak tangan,

"Ahhkkkkk"

Aku berteriak sekencang-kencangnya melampiaskan segala kemarahan yang ada dalam diri. Seketika akupun menjatuhkan diri ke rerumputan taman, membaringkan tubuh yang sudah kedinginan.

"Teh, teh bangun"

Teh Neng menepuk-nepuk wajahku,

Sedangkan asisten yang lainnya membawakan payung dan handuk untukku.

"Teh, ayuk teh bangun. Teteh udah kedinginan banget ini. Udah pucet banget tuh. Teh, teh"

Ia menguncang-guncangkan tubuhku, membuka mata dan terbangun. Tanpa kata aku meninggalkan mereka menuju kamar tak peduli baju basah dan kotor, ke kamar mandi menguyur tubuh dengan air hangat dengan tetap menggunakan pakaian yang sama. Lama cukup lama berada di sana, entah setan apa yang merasukiku hingga terlalu lama di kamar mandi.

Ketukan pintu kamar mandi  menyadarkan diri, membuka dan melihat siapa yang berdiri si sana.

"Teteh g pa-pa?"

Aku mengangguk, memberikan sedikit senyum. Terlihat kelegaan di wajahnya.

"Ya udah teh, saya siapin minuman hangat ya, dan makanan. Jangan lama-lama di kamar mandinya"

Enggan menjawab entahlah, bibir ini kelu tak ingin mengeluarkan suara. Teh Neng pun seolah mengerti dan berlalu.

Aku duduk di meja makan, minuman hangat kesukaan dan makanan telah terhidang disana. Namun tak berselera, hanya minuman saja yang tandas dari gelasnya. Segera ku beranjak menuju kamar, mengambil buku kecil dan pensil, mencorat-coret apa yang harus aku lakukan. Satu persatu kutuliskan, dan selesai.

Ku baca lagi dengan teliti, ada nama Daniel tertera di sana. Yah kurasa di mulai dari nama itu untuk menuju bebas merdeka, bukan menerima cintanya namun meminta bantuannya, meski mungkin dianggap salah, tapi dialah teman satu-satunya yang mengerti hidup seperti apa yang sedang ku jalani.

Kuraih hanphone dan menghubunginya, tak peduli ada chat masuk dari pria itu. Pria itu terus berkirim chat tanpa kubuka.

"Assalamualaikum Dan"

"Walaikumsalam mbak, senang mendengar suara mbak lagi. Bagaimana kabarnya, kenapa mbak kembali ke rumah itu dan lihatlah ******** itu sudah menikahi kekasih artisnya, mbak menangis sepanjang malam?, apa mbak butuh hiburan?, pergilah bersamaku, aku akan jadi penghiburmu"

"Aku butuh bantuanmu Dan"

"Apa yang mbak butuhkan, aku siap 24 jam buat mbak?"

"Aku ingin bekerja, di tempatmu"

"Hemm, bukankah mbak suka lukisan dan mbak bisa melukis bukan"

"Hanya sedikit dan, tak terlalu pandai"

"Aku akan menjemputmu besok pukul 8"

"Terima kasih, aku datang sendiri ke kantormu"

"Baiklah kalau begitu, akan kukirimkan alamat kantorku, senang bertemu kembali"

"Terima kasih sekali dan, sampai jumpa besok. Assalamualaikum"

"Oke, walaikumsalam"

#######

Alhamdulillah udah 11 chapter aja ❤😍😁

heheeee

**seperti biasanya kutunggu jejak-jejakmu sayang-sayangku

vote like poin and comentareed yooooo

muachhhh❤❤❤❤❤❤**

1
Hera sasuwe
👍
sitti retno
Luar biasa
Nur Syamsi
kayaknya agak ada kesamaan cerita antara Kian dan Alex waktu pertama nikah thor
Nur Syamsi
diikhlaskan Andira, apa lagi sudah sah Zakix
Nur Syamsi
mungkin dokter dan keluarga Alain sekongkol
Nur Syamsi
ini ugas Andira dong peringatan Akex
Nur Syamsi
sampeikan ke Andira sikapnya Alex spya Diranya kasih kasih tau Alex
Nur Syamsi
bagus jga wisatanya tak kala dg neg Eropa thor
Nur Syamsi
Kiara ajarin tu misuamya naik motor
Nur Syamsi
tertundah lagi hhha
Nur Syamsi
dasar ulat bulu
Nur Syamsi
panggilan Kaira kesuaminya Masa nyebut nma sih, bisa kan manggil mas, sayang ke dll
Nur Syamsi
Bagusnya Alex sya g SMA Chen jga, jdi pasutri dpt hiburan sblum anak mrk lahir....
Nur Syamsi
Alex terlalu posisif biar anak kecil Tdk maw ngalah, kasian tu Chen sedari bayi Tdk mrndpt kasih sayang sosok ibu
Nur Syamsi
baca sambil belajar Thor makasih
Nur Syamsi
lanjut thor
Nur Syamsi
inilah Alex contoh laki" yg menghargai dan menghormati perasaan wanita
Nur Syamsi
Alhamdulillah Udah ketemu pasutri yg saling merindu dg berbagai rintangan yg dihadapi
Nur Syamsi
Alhamdulillah Udah ketemu pasutri yg saling merindu dg berbagai rintangan yg dihadapi
Nur Syamsi
Alex seharusnya bijaksan thd Chan, Krn berkat Chan hidup Kiara pulih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!