NovelToon NovelToon
Kontrak Hamil Anak Bos

Kontrak Hamil Anak Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis

Sarah Lestari, seorang personal assistant, menerima tawaran kontrak untuk mengandung anak bosnya, Samudra Grayson, CEO muda pemilik berbagai perusahaan di Eropa. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan, tetapi seiring waktu benih cinta tumbuh di antara keduanya. Saat kontrak berakhir, mereka harus memilih antara menepati perjanjian atau memperjuangkan cinta yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Kehidupan Baru dan Detak Jantung Kecil

Hari-hari setelah kepulangan dari London berjalan dengan sangat tenang. Sarah mulai terbiasa dengan kehidupan di mansion Samudra. Setiap pagi, ia bangun dengan perasaan nyaman, disambut oleh cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamarnya, dan aroma kopi yang samar dari dapur.

Yola selalu menyiapkan sarapan favorit Sarah: roti gandum panggang dengan selai buah, telur rebus, dan segelas susu hangat. Kadang-kadang, Sarah juga meminta sup ayam atau bubur, yang selalu Yola siapkan dengan senang hati.

"Sarah, kamu semakin terlihat bersinar," puji Yola suatu pagi.

"Benarkah, Yola?" tanya Sarah, tersenyum.

"Iya. Wajahmu lebih cerah. Mungkin karena kamu bahagia tinggal di sini," jawab Yola.

Sarah tersenyum. "Mungkin."

Samudra juga mulai menunjukkan perhatian yang lebih. Setiap pagi, sebelum berangkat ke kantor, ia selalu menyempatkan diri untuk berbincang dengan Sarah. Kadang ia menanyakan kesehatan Sarah, kadang ia hanya duduk bersama, menikmati secangkir kopi.

"Kamu tidur nyenyak tadi malam?" tanya Samudra suatu pagi.

"Nyenyak sekali, Pak," jawab Sarah.

"Bagus. Jangan lupa minum vitaminnya," ujar Samudra.

Sarah mengangguk. "Iya, Pak."

Samudra juga sering membawakan oleh-oleh kecil untuk Sarah. Kadang berupa cokelat, kadang berupa bunga segar dari taman. Hal-hal kecil itu membuat Sarah merasa sangat diperhatikan.

Suatu sore, saat Sarah sedang duduk di taman belakang membaca buku, Samudra mendekatinya.

"Sarah, aku sudah menjadwalkan pemeriksaan kehamilanmu minggu depan. dr. Andini sudah siap," ujar Samudra.

Sarah mengangguk. "Baik, Pak. Saya sudah siap."

"Kamu tidak perlu khawatir. Aku akan menemanimu," ujar Samudra.

Sarah tersenyum. "Terima kasih, Pak."

Hari pemeriksaan pun tiba. Samudra dan Sarah pergi ke klinik ProVita bersama. dr. Andini menyambut mereka dengan ramah.

"Selamat datang, Sarah, Samudra. Bagaimana kabarnya?" tanya dr. Andini.

"Sehat, Dok. Tidak ada keluhan," jawab Sarah.

"Bagus. Mari kita periksa kandungannya," ujar dr. Andini.

Sarah berbaring di ranjang pemeriksaan. dr. Andini mengoleskan gel dingin ke perut Sarah, lalu menempelkan alat USG. Layar di sampingnya menyala.

"Lihat, ini janinnya," ujar dr. Andini, menunjuk ke layar.

Samudra yang berdiri di samping Sarah menatap layar itu. Di sana, terlihat janin yang sudah jauh lebih besar dari sebelumnya. Ada tangan kecil, kaki kecil, dan detak jantung yang berdenyut dengan kuat.

"Detak jantungnya sangat kuat," ujar dr. Andini.

"Berapa usianya sekarang, Dok?" tanya Sarah.

"Sudah masuk trimester kedua, sekitar 16 minggu," jawab dr. Andini.

Sarah menatap layar itu, dan air matanya mulai mengalir. Ia tidak bisa menahan rasa haru. Melihat janinnya yang tumbuh dengan sehat, membuat hatinya sangat bahagia.

Samudra juga menatap layar itu, dan ia merasakan ada perasaan aneh di dadanya. Rasa bangga, dan mungkin, rasa cinta.

"Pak, lihat, dia bergerak," ujar Sarah, menunjuk ke layar.

Samudra menatap layar, dan melihat janin itu menggerakkan tangannya yang kecil. Ia tersenyum.

"Dia sangat aktif," ujar Samudra.

dr. Andini tersenyum. "Semuanya sehat. Janinnya tumbuh dengan baik. Sarah, kamu harus tetap menjaga pola makan dan istirahat."

"Baik, Dok," jawab Sarah.

Setelah pemeriksaan selesai, dr. Andini memberikan beberapa foto USG pada Sarah. Sarah menatap foto-foto itu dengan penuh cinta.

"Pak, ini bayi kita," ujar Sarah.

Samudra menatap foto itu, lalu tersenyum. "Ya, ini bayi kita."

Mereka keluar dari klinik dengan perasaan sangat bahagia. Samudra membuka pintu mobil untuk Sarah.

"Sarah, aku ingin membicarakan sesuatu," ujar Samudra saat mereka berada di dalam mobil.

"Ada apa, Pak?" tanya Sarah.

"Aku ingin kamu tahu, bahwa sejak hari pertama aku melihatmu di kantor, aku tidak pernah membayangkan akan sampai pada titik ini. Tapi sekarang, aku sangat bersyukur kamu ada di hidupku," ujar Samudra.

Sarah menatap Samudra, dan air matanya kembali mengalir. "Pak, aku juga bersyukur. Aku tidak pernah membayangkan akan memiliki kehidupan seperti ini."

Samudra meraih tangan Sarah. "Kita akan menjalani ini bersama, Sarah. Aku akan selalu ada untukmu, dan untuk bayi ini."

Sarah mengangguk, dan tersenyum. "Terima kasih, Pak."

Mereka pulang ke mansion. Sepanjang perjalanan, Sarah menatap foto USG yang diberikan dr. Andini. Ia tersenyum, dan merasakan kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan.

Malam itu, Sarah menyimpan foto USG itu di atas meja riasnya. Ia menatapnya sebelum tidur, dan tersenyum.

"Halo, sayang," bisiknya. "Aku tidak sabar untuk bertemu denganmu."

Kehidupan Sarah di mansion semakin terasa seperti rumah. Samudra selalu ada untuknya, Yola merawatnya, dan Felix menjadi teman bicara yang menyenangkan. Sarah merasa bahwa ia telah menemukan keluarga baru.

Dan saat ia menatap perutnya yang mulai membesar, ia tersenyum.

"Ini adalah awal dari sebuah keluarga."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!