Memilik seorang anak adalah impian setiap pasangan. Memiliki istri yang cantik adalah idaman setiap laki-laki. Namun, apa jadinya jika istrimu melakukan program child free hanya demi menjaga penampilannya?
Hal itulah dialami oleh laki-laki bernama Jack Samuel (35 tahun). 10 tahun pernikahannya, Ambar menolak memiliki buah hati, jarang memasakan makanan untuknya bahkan tidak pernah memuaskannya di atas ranjang, hanya demi menjaga kecantikan dan penampilannya.
Jack yang ingin sekali memiliki buah hati nekad berselingkuh dengan wanita lain yang mampu memberikan apa yang tidak dia dapatkan dari istrinya. Seorang putri yang lucu, makanan enak yang di masakan oleh wanita itu, bahkan dia mendapatkan kepuasan di atas ranjang.
Bagaimana nasib pernikahan Jack Samuel dengan Ambar? Bagaimana reaksi istrinya itu ketika dia tahu bahwa dirinya telah mengkhianati pernikahan yang telah terjalin selama 10 tahun ini?
Di baca perbab, jangan lupa like ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
"Kamu yakin mau mencari orang tua kandung kamu, sayang?" tanya Jack seraya menatap sayu wajah Rosiana, "Apa telah terjadi sesuatu?"
"Mertua kamu datang ke sini, Mas."
"Apa? Mertua saya datang ke mari?" tanya Jack seketika membulatkan bola matanya, "Untuk apa mereka datang ke sini? Kamu nggak di apa-apain sama mereka, kan? Kamu baik-baik saja, kan?"
Jack memeriksa keadaan Rosiana. Dia bahkan membolak-balikan tubuh wanita itu memeriksa apakah tubuhnya ada yang terluka.
"Aku baik-baik saja, Mas. Mereka tidak melukai aku sedikit pun," jawab Rosiana seketika menunduk sedih, "Hanya saja--"
"Hanya saja apa? Mereka bilang apa saja sama kamu, sayang?" Jack kembali bertanya dengan perasaan khawatir.
"Andai saja aku tahu siapa orang tuaku, andai saja mereka tahu keadaanku. Andai saja mereka tahu aku di hina oleh orang lain, mungkin aku bisa berlindung di balik punggung mereka," lirih Rosiana tiba-tiba saja merindukan sosok orang tuanya yang keberadaanya saja tidak dia ketahui.
"Astaga, sayang," imbuh Jack seketika memeluk tubuh istrinya mencoba untuk menenangkan, "Kan ada Mas, sayang. Mas akan melindungi kamu, kamu bisa bersembunyi di belakang punggung, Mas," lirihnya seraya mengusap belakang kepala Rosiana lembut dan penuh kasih sayang, "Mas akan selalu berada di sisi kamu, sayang. Maaf, karena kamu harus menghadapai mereka sendirian. Kamu tak salah, Mas yang salah. Mas yang mengejar-ngejar kamu, padahal Mas sudah memiliki seorang istri, Mas benar-benar minta maaf karena telah menyeret kamu ke dalam masalah ini."
Rosiana menggelengkan kepalanya seraya mengurai pelukan, "Tidak, Mas. Kamu tidak sepenuhnya salah, aku juga salah. Aku tahu Mas sudah beristri, tapi aku masih saja menerima cintamu dan nekat menikah secara siri dengan mu," sahut Rosiana menatap sayu wajah suaminya, "Sebutan pelakor pun pantas di sematkan kepadaku. Aku memang pelakor, aku sudah merebut kamu dari Mas Ambar."
Jack kembali memeluk tubuh istrinya erat, "Jangan merasa bersalah seperti ini, sayang. Semua ini takdir, Mas pernah berpikir bahwa Mas akan menghabiskan sisa hidup Mas bersama Ambar, tapi nyatanya Tuhan mengirimkan wanita lain untuk saya, yaitu kamu."
Rosiana hanya tersenyum menanggapi ucapan Jack Samuel seraya melingkarkan ke dua pergelangan tangannya di punggung Jack juga menyandarkan kepalanya di bahu lebar laki-laki itu. Rasanya nyaman dan damai, berada di dalam dekapan hangat laki-laki berusia 35 tahun itu benar-benar membuat Rosiana merasa terbuai hingga tidak ingin lepas darinya meskipun cinta mereka adalah sebuah kesalahan.
"O iya, sayang. Ada yang ingin Mas katakan juga sama kamu," sahut Jack kembali mengurai pelukan.
"Apa yang ingin kamu katakan? Apa ini kabar baik, atau kabar buruk?" tanya Rosiana seketika merasa penasaran.
"Kamu ingin mendengar kabar yang mana dulu? Kabar baik, atau kabar buruk dulu?"
Rosiana terdiam sejenak, "Hmm! Lebih baik kabar buruk dulu, Mas."
"Oke!" sahut Jack menggenggam telapak tangan Rosiana erat, "Kamu tahu, semua fasilitas yang Mas pakai sekarang adalah milik Ambar. Rumah, mobil, bahkan pekerjaan Mas pun semuanya pemberian mertua Mas. Jadi--" Jack menahan ucapannya seraya menatap wajah Rosiana dengan tatapan mata sayu, "Mas akan mengembalikan semua itu kepada Ambar, bagi Mas kemewahan yang Mas pakai selama ini hanyalah sebuah pinjaman. Selama ini, Mas seperti menanggung beban yang sangat berat di pundak Mas. Sekarang, Mas ingin melepaskan beban itu dan memulai hidup baru. Kamu baik-baik saja 'kan kita memulainya dari 0? Tapi, kamu tak usah khawatir, Mas juga punya tabungan sendiri, uang itu akan Mas gunakan untuk membeli mobil baru, kita juga bisa pindah ke rumah yang lebih besar dari rumah ini."
"Apa maksud kamu, Mas. Tentu saja aku baik-baik saja, justru aku senang karena akhirnya kamu bisa terbebas dari beban kamu itu. Mari kita mulai dari 0, dan aku berjanji akan menjadi tiang yang kokoh untuk rumah tangga kita," jawab Rosiana balas menggenggam telapak tangan suaminya erat, "Sekarang, aku ingin mendengar kabar baiknya. Katakan, kabar baik apa yang ingin kamu sampaikan kepadaku?"
"Mas akan segera mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Keputusan Mas sudah bulat, Mas akan menceraikan Ambar dan kamu akan menjadi satu-satunya istri Mas. Mari kita mendaftarkan pernikahan kita di Kantor Urusan Agama. Mas ingin menjalani rumah tangga yang normal bersama kamu," ucap Jack seraya tersenyum lebar, wajahnya benar-benar terlihat senang.
Akan tetapi, ekspresi wajah Rosiana nampak sebaliknya. Wanita itu tidak terlihat senang sama sekali membuat Jack seketika merasa heran.
"Kamu kenapa, sayang? Apa kamu tidak senang dengan kabar ini?" tanya Jack, keningnya seketika mengernyit heran.
"Tidak, aku senang ko. Seneng banget, akhirnya aku bisa benar-benar penyandang status sebagai istri kamu satu-satunya. Aku juga senang, karena jika pernikahan di daftarkan, itu artinya Bella benar-benar memiliki keluarga yang sesungguhnya, keluarga nyata dan di akui oleh negara, nama dia juga akan tercatat di kartu keluarga kita, tapi--" Rosiana seketika menahan ucapannya juga menatap wajah Jack dengan tatapan mata sayu, "Mari kita lakukan itu setelah aku menemukan ke dua orang tuaku. Aku ingin menikah lagi denganmu dengan di hadiri oleh ibuku dan menjadikan ayah kandung aku sebagai walinya, tidak memakai wali hakim."
Jack tersenyum kecil seraya menarik napas panjang, "Baiklah, mari kita cari orang tua kamu. Saya berjanji akan mencari mereka ke mana pun bahkan sampai ke ujung dunia sekali pun."
"Terima kasih, Mas," lirih Rosiana kembali memeluk tubuh suaminya.
Tok! Tok! Tok!
Pintu seketika di ketuk mengejutkan mereka berdua. Baik Rosiana maupun Jack kembali mengurai pelukan untuk yang ketiga kalinya. Kening mereka pun nampak mengkerut heran.
"Ada tamu, Mas," ucap Rosiana menoleh ke arah pintu.
"Biar Mas saja yang buka," pinta Jack segera berdiri tegak lalu berjalan ke arah pintu.
Ceklek!
Pintu utama di buka lebar, ke dua mata Jack pun seketika terbuka lebar tatkala melihat siapa yang datang.
"Mo-mommy Anita?"
BERSAMBUNG