NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / Ruang Ajaib
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Jia Li adalah seorang dokter genius dari modern. Meski begitu, keluarganya sendiri tidak pernah menghargainya dan lebih menyayangi kakak laki-laki nya yang menjadi pengangguran.

Tepat setelah Jia Li selesai melakukan operasi. Sebuah tamparan menantinya di pintu keluar. Awal dari segalanya.

Jiwa Jia Li terseret ke zaman kuno, lebih tepat nya memasuki raga Lin Jia. Lin Jia adalah putri dari Kaisar Lin Dong dan selir kedua. Diam - diam di belakang Kaisar. Lin Jia di remehkan karena tidak memiliki Elemen apapun dalam tubuhnya.

Namun semua berubah saat jiwa Jia Li menempati raga Lin Jia. Berkat bantuan sistem dan ruang ajaib. Jia Li akan mengubah takdir Lin Jia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Keempat

Mei Mei berjalan dengan langkah gontai di belakang Lin Jia. Tatapan matanya kosong, sementara benaknya masih dipenuhi oleh badai kebingungan dan rasa terkejut yang luar biasa setelah menyaksikan apa yang baru saja terjadi. Setelah keheningan panjang yang menyiksa itu berlalu, dia akhirnya mengumpulkan seluruh keberanian dalam dirinya untuk bertanya.

"Maaf, Nona... ka--kalau saya lancang... ta--tapi bagaimana bisa Nona memiliki kekuatan Elemen? Maksudku, kenapa Nona merahasiakan nya?" tanya Mei Mei dengan suara yang bergetar hebat, menahan rasa penasaran yang membuncah di dadanya.

Mendengar pertanyaan itu, langkah kaki Lin Jia terhenti seketika. Desir angin memainkan ujung hanfu nya saat dia menoleh ke belakang. Alih-alih marah, sebuah senyuman tipis dan misterius terukir di bibirnya ketika melirik ke arah Mei Mei yang tampak sangat syok dan pucat.

"Bisa kamu merahasiakan hal ini dari siapa pun?" bukannya memberikan jawaban, Lin Jia justru melemparkan pertanyaan balik dengan nada suara yang tenang namun penuh penekanan.

Mei Mei tertegun sejenak. Meskipun rasa penasaran di dalam hatinya semakin meronta-ronta untuk digali lebih dalam, dia langsung mengangguk mantap tanpa keraguan sedikit pun.

"Tenang saja, Nona. Aku tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun." kata Mei Mei dengan nada bersungguh-sungguh.

Lin Jia mengangguk pelan, kilatan kepuasan tampak di matanya yang indah. "Aku tahu kamu adalah orang yang setia, Mei Mei," kata Lin Jia pendek sebelum akhirnya membalikkan badan dan kembali melangkah membelah semak belukar.

Mei Mei hanya bisa menghela napas panjang, mencoba meredakan detak jantungnya yang berpacu cepat. Kesetiaannya kepada Lin Jia memang tidak perlu dipertanyakan lagi.

Tentu saja dia setia, karena ibunya adalah sahabat karib dari Selir Kedua. Sejak kecil, Mei Mei sudah bersumpah pada dirinya sendiri bahwa dia akan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk melindungi Lin Jia.

Tekad itu mengalir kuat di dalam darahnya, sama seperti sang ayah yang terkenal dengan kesetiaan matinya pada Kekaisaran Naga Langit.

"Sekarang," Lin Jia kembali membuka suara, memecah lamunan pelayan setianya. "Saatnya kita fokus untuk mencari hewan roh yang tepat agar bisa memenangkan kompetisi ini."

Mereka berdua melanjutkan perjalanan dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Mata mereka bergerak lincah, menelisik setiap sudut dan celah-celah pohon raksasa di Hutan Wanshou yang terkenal mematikan bagi para kultivator pemula.

"JANGAN MENDEKAT! ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU!"

Tiba-tiba, sebuah jeritan histeris memecah keheningan hutan. Langkah kaki Lin Jia terhenti seketika saat gelombang suara yang sangat tidak asing tertangkap oleh indra pendengarannya. Lin Jia segera melangkah lebar-lebar menuju sumber suara.

Matanya menyipit tajam saat melihat pemandangan di depan sana: Rong Hui dan Zhang Hana tampak tergeletak tak berdaya di atas tanah yang berlumpur dengan tubuh gemetar, sementara tepat di depan mereka, seekor Serigala Roh Emas berukuran raksasa sedang mengaum murka hingga menumpahkan aura menekan yang luar biasa kuat.

Mei Mei ikut menyipitkan matanya, mengamati hewan roh tersebut dengan raut wajah yang berubah drastis menjadi ketakutan.

"Nona, itu adalah Serigala Roh tingkat tinggi yang memiliki Elemen Cahaya murni! Sepertinya mereka benar-benar dalam masalah besar. Mereka hanya memiliki kemampuan elemen tingkat sedang, tapi sangat bodoh dan berani mengganggu ketenangan roh hewan tingkat tinggi seperti itu!" bisik Mei Mei dengan panik.

Ting!

Sebuah suara notifikasi mekanis yang dingin tiba-tiba berbunyi nyaring, menggema secara eksklusif hanya di dalam kepala Lin Jia.

[ Misi Keempat Diaktifkan: Kalahkan Serigala Roh Hewan tingkat tinggi yang berada di depan Anda! ] kata Sistem dengan suara monoton tanpa emosi.

[ Hadiah Misi: Peningkatan kecepatan bertarung dan Elemen Cahaya aktif. ] lanjut Sistem memberikan detail keuntungan yang menggiurkan.

Lin Jia memejamkan matanya erat-erat selama beberapa detik, mengatur ritme napasnya yang sempat memburu.

Dia tahu persis bahwa tindakan ini sangat berisiko tinggi dan bisa bertaruh nyawa, mengingat saat ini dia baru menguasai dan menyatukan tiga elemen di dalam tubuhnya.

Namun, bayangan kekuatan baru dan tantangan maut di depannya tidak membuat nyalinya ciut sedikit pun. Alih-alih mundur untuk menyelamatkan diri, seulas senyum menantang justru terbit di wajah cantiknya saat dia membuka mata yang kini berkilat penuh tekad bertarung.

Lin Jia melangkah maju dengan mantap.

Gerakan tiba-tiba itu membuat Mei Mei tersadar dari keterkejutan. Matanya membelalak lebar.

"Nona, Anda mau kemana?!" pekik Mei Mei panik.

Ia segera berlari kecil dan berusaha menghentikan langkah Lin Jia, menarik nonanya dengan cemas karena ia tahu persis betapa mematikannya roh hewan yang ada di depan mereka sekarang. Namun, Lin Jia tidak bergeming. Tekadnya terlalu keras untuk digoyahkan.

Sementara itu, di jarak beberapa meter di depan mereka, Rong Hui dan Zhang Hana tengah berjuang keras untuk bangkit. Napas mereka terengah-engah dan pakaian mereka robek, menampakkan tubuh yang dipenuhi luka goresan—akibat pertarungan brutal mereka melawan Serigala Roh Hewan Tingkat Tinggi.

Fokus mereka berdua seketika tersentak saat mendengar suara derap langkah kaki mendekat. Ketika melihat sosok yang berjalan ke arah mereka, mata Rong Hui dan Zhang Hana membelalak sempurna. Terkejut.

"K--Kau.. apa yang kau lakukan di sini?" Zhang Hana terkejut melihat kemunculan sang putri yang biasanya dianggap sampah.

"Suara kalian terlalu berisik," kata Lin Jia dengan nada dingin dan tenang. Langkah kakinya terus mengayun mantap mendekati area pertempuran.

"Jika kalian masih mau hidup, pergilah dari sini," perintah Lin Jia, membuat mereka menatapnya dengan tatapan tajam tak terima.

"Apa maksudmu menyuruh kami pergi?! Hewan itu adalah buruan kami!" kata Zhang Hana dengan nada tinggi.

Meski yang berdiri di hadapannya adalah seorang Putri Kekaisaran, Zhang Hana tidak peduli dan merasa tidak perlu menunduk. Selama ini, mereka sangat dekat dan memanfaatkan pertemanan dengan Putri Mahkota Lin Ju. Apalagi, ia tahu persis bahwa sang Putri Mahkota pun sangat membenci saudara tirinya ini.

"Benar! Lagipula apa yang bisa kau lakukan di sini?" Rong Hui menyindir dengan seringai mengejek. "Kau hanyalah seorang yang lemah tanpa elemen."

Namun, ucapan mereka terhenti saat sebuah auman menggelegar memecah keheningan.

GGRRRRRRR!

Suara Serigala Roh itu menggeram dahsyat. Aura pembunuhnya terpancar jelas, menunjukkan amarah yang memuncak karena ketenangannya diganggu. Hawa dingin yang mematikan seketika menyelimuti udara, membuat Rong Hui dan Zhang Hana yang awalnya penuh percaya diri tiba-tiba bergidik ngeri. Keringat dingin mengucur deras di pelipis mereka, tubuh mereka mulai gemetar hebat menghadapi tekanan spiritual hewan roh tersebut.

Di tengah situasi yang memanas itu, Lin Jia tetap berdiri tegak dengan tatapan mata yang tenang dan tak tergoyahkan. Tanpa menoleh sedikit pun ke arah dua orang di belakangnya, Lin Jia kembali bersuara, memecah ketegangan yang menyelimuti mereka.

"Kalian yakin masih mau berada di sini, memperebutkan sesuatu yang bahkan tidak sanggup kalian taklukkan?" tanya Lin Jia datar, tanpa menoleh.

1
Cty Badria
up lg ni hadiah /Rose/
Mydar Diamond
lanjuutt upnya mungkin calon suami masa depan telah di temukan🤔
Dewiendahsetiowati
apakah ini calon imam Lin Jia
Hendri Wirawan
bagus....lanjutkan
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Anonim
ceritanya bagus, masih awal tapi menarik buat dibaca. lanjut semangat yaaa/Determined//Rose/
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. semangat✍️👈😍☺
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Dania
semangat tor di tunggu upnya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak bgus crita'y😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!