NovelToon NovelToon
Suamiku Bujang Lapuk

Suamiku Bujang Lapuk

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:860.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: dtyas

Kaluna Zena, gadis yang menerima perjodohan dengan pria yang cukup matang dan dewasa. Berharap kisah cintanya akan berakhir romantis dengan saling mencintai tanpa harus ada drama kontrak pernikahan bagai drama novel. Namun, Luna harus gigit jari kalau pria itu rela membujang karena masih menunggu cintanya datang.

Sebuah dilema besar, ketika ada seorang pria datang mengulurkan tangan atas nama cinta. Haruskah Luna melepaskan si bujang lapuk atau tetap setia mendampingi si bujang lapuk menunggu cintanya?

====

IG : dtyas_dtyas
fb : Dtyas Auliah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 ~ Cantik Juga

Sedangkan di tempat berbeda, Luna sedang melepas rindu dengan Surya. Meskipun ada gurat kesedihan dalam hati, tapi tidak diperlihatkan pada pria tua yang sedang terkekeh mendengar ocehannya. Tidak sedikitpun gadis itu menceritakan masalah rumah tangganya, termasuk bagaimana Teja memperlakukan dirinya.

“Lain kali kalau temui Eyang, ajak suamimu.”

“Hm, tadi dia buru-buru mau ke luar kota.”

“Kamu masih bekerja?”

Luna mengangguk sambil menggigit roti bakar sarapannya.

“Eyang yakin Teja bisa menafkahimu, jadi pikirkanlah baik-baik. Sehebat-hebatnya profesi seorang perempuan, dia lebih hebat sebagai ibu rumah tangga. Jadi istri yang baik dan ibu yang luar biasa untuk anak-anaknya.”

Luna menyambut dengan senyum dan anggukan kepala, tidak mengatakan kalau Teja mungkin akan menceraikannya jika diantara mereka tidak ada perasaan atau cinta yang tumbuh.

Namun, Luna akan berusaha untuk membuat Teja jatuh cinta dengannya. Sejak tadi, gadis itu memperhatikan interaksi Om Amar dan Tante Indah. Melihat bagaimana Tante Indah melayani suaminya di meja makan, meskipun bukan hanya Amar saja yang dilayani sarapan, Surya, dirinya dan kedua anak mereka juga.

“Tante Indah nggak mual?” tanya Luna tentu saja membuat Indah bingung termasuk juga Amar dan yang lainnya.

“Mual kenapa?”

“Gombalan Om Amar, terlalu lebay,” sahut Luna dan Indah pun terkekeh sedangkan Amar berdecak.

“Iri ya karena Teja nggak bisa gombalin kamu, dia ‘kan kaku kaya kanebo kering dan dingin kayak es doger.”

“Amar,” tegur Surya.

“Lunanya diam, pasti yang aku bilang betul.”

“Sudah jangan goda Luna terus, nanti dia kapok main ke sini,” seru Indah.

“Emang udah kapok kali, aku ke sini mau ketemu Eyang bukan ketemu Om Amar,” ujar Luna sambil menjulurkan lidahnya.

“Halah, nanti kalau berantem sama Teja juga larinya ke sini. Nangis-nangis ngadu sama tantemu dan sama Eyang.”

“Nggaklah aku bukan perempuan cengeng.”

Luna mempercepat sarapannya dan pamit pada Surya dan yang lainnya, tidak ingin terjebak kemacetan ia pun segera pamit. Surya merangkul bahu Luna mengantar sampai beranda sambil menasehati gadis itu, tentu saja nasihat untuk hubungan pernikahannya dengan Teja.

Sampai di kantor, Luna memandang layar ponsel yang menunjukkan kontak suaminya. Kontak dengan nama Kangmas Suteja. Beberapa kali mengetik pesan dan dihapus kembali. Dia ingin memulai usahanya mendekati Teja dan membuat pria itu jatuh hati.

“Tapi ini bukan aku banget,” gumam Luna membaca pesan yang akan dikirim lalu menghapusnya lagi dan mengetik pesan lainnya.

[Pak Teja, aku bukan kepo tapi penasaran aja. Pak Teja ke mana sih?]

[Udah pulang belum?]

[Hati-hati ya, aku nggak mau jadi janda tapi belum diapa-apain]

Masih menunggu pesan yang dikirim dibaca oleh penerima, Luna kesal sendiri lalu meletakan ponselnya dan mulai bekerja apalagi Doddy ganteng sudah memberikan arahan untuknya terkait project bersama Teja.

“Di rumah Teja, di kantor juga kerjain punya Teja. Lama-lama aku ter teja-teja.”

“Teja siapa?” tanya Astri sudah berada di samping Luna membuat gadis itu terkejut.

“Apaan sih kayak jelangkung aja, nggak ada yang jemput udah di sini.”

“Ck, jangan lebay deh. Bantuin aku dong.” Astri menarik tangan Luna agar ikut ke kubikelnya dan menunjukan hasil rancangan miliknya.

Luna memang cukup diandalkan, beberapa rekan yang stuck karena tidak paham dengan permintaan rekanan sering meminta dirinya untuk sumbang saran.

“Oh gitu ya,” seru Astri sambil manggut-manggut. “Thanks ya babe.”

“Eh, gimana kemarin jalan sama Doddy ganteng?” tanya Luna sambil berbisik.

“Kalau bisa aku janganlah dapat partner kerja dia.”

Tentu saja ucapan Astri membuat Luna penasaran dan menunggu kelanjutan cerita dari wanita itu.

“Nggak usah nggantung, ayo ngomong jangan bikin orang penasaran kaya lagi nonton drakor deh.”

“Gimana ya, aku merasa aura Pak Doddy itu terlalu mendominasi dan bikin nggak nyaman. Kesimpulan aku dia itu … player.”

“Emang kamu digombalin apa gimana sih?”

Astri menggelengkan kepalanya.

“Dari gestur tubuh dan gaya bicaranya aku menyimpulkan begitu. Itu menurutku dan nggak perlu kamu ikut apa kataku karena aku bukan sedang mencari pengikut komunitas anti Pak Doddy. Lo hati-hati ya,” tutur Astri. “Udah sana kerja lagi,” usir wanita itu.

“Habis manis sepah dibuang, tadi minta ajarin sekarang ngusir.” Astri hanya terkekeh mendengar Luna yang protes karena ulahnya.  

Telepon di meja Luna berdering, ternyata dari pria yang tadi mereka bicarakan dan meminta Luna ke ruangan pria itu.

“Aku mau ketemu Doddy ganteng, mau titip salam nggak?” tanya Luna menggoda Astri yang hanya misah misuh dan bergumam tidak jelas.

“Jangan begitu Bund, nanti jatuh cinta malah berabe,” ejek Luna lagi lalu meninggalkan kubikel Astri.

Ruang kerja para senior memang terpisah, mereka mendapatkan ruang kerja masing-masing untuk privacy kerja meskipun tidak terlalu luas. Luna mengetuk pintu di mana Doddy berada.

“Masuklah!”

Setelah duduk di depan meja pria itu, keduanya langsung terlibat diskusi kelanjutan rancangan milik Teja termasuk draft kontrak kerja sama.

“Ini sudah oke, kamu hubungi orangnya dan kirim draft ini. Lebih cepat lebih baik, jangan sampai project ini gagal. Ini tugas pertamuku di sini.”

“Siap Kak. Nanti saya hubungi Pak Teja, beliau juga mau ada perubahan di rancangan kita.”

Doddy menatap Luna yang sedang menjelaskan, pria itu mengulas senyum tipis yang tidak disadari oleh Luna termasuk tatapannya mengarah pada bibir dan leher jenjang di hadapannya.

“Ada lagi Kak?”

“Pak Arta sudah kasih dua project lain ke saya, kita akan sibuk. Setelah makan siang kita bicarakan konsep dua project ini,” tutur Doddy menunjuk map di atas mejanya.

“Oke,” sahut Luna lalu pamit kembali ke mejanya.

Saat Luna berjalan menuju pintu, Doddy terus menatap gadis itu dengan senyum smirk.  “Kaluna Zena, kamu cantik juga.”

 

1
Dewi Lestari
karya bgs
Nur Wakidah
Doddy mantannya Juli kah ini , , ,
Maya Mawardi
ceritanya apik
Maya Mawardi
seperti biasa aku suka ceritanya....bravo MBK author yg baik
Maya Mawardi
ya ampun jahat banget, mengerikan
Maya Mawardi
aduh selamatkan luna
Maya Mawardi
bagus
Maya Mawardi
bolehlah pak teja
Maya Mawardi
dah kan jebol....tapi apa passwordnya ya
Maya Mawardi
kocak.banget
Maya Mawardi
pesona bujang...blm lapuk
Maya Mawardi
ketemu lagi MBK author sayang....
Hearty 💕
Mantap
Hearty 💕
oh ternyata yang melecehkan Andin
Hearty 💕
Gitu dong....... eh ternyata sudah pernah baca yaaaa
Hearty 💕
Jangan patah semangat.... walaupun ngeselin sih. Perbanyak usaha bikin bucin ajaaaa
Hearty 💕
Nyebelin banget ya nih paksu
istri darmayanty
nama kama dan Kalila sama dengan cerita yg lain kan ya. maaf kalau keliru
Erna Suryani
Luar biasa
Erna Suryani
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!