“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”
"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."
"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6: Riak Kecil di Halaman Belakang dan Pengawasan Sang Senior
Bab 6: Riak Kecil di Halaman Belakang dan Pengawasan Sang Senior
Satu tahun telah berlalu dalam keheningan yang disiplin sejak malam di mana Veil meruntuhkan cara pandang Itachi dan Shisui di atas atap kediaman.
Kini, di usia mereka yang menginjak tiga setengah tahun, ikatan antara si kembar Veil dan Itachi menjadi semakin tidak terpisahkan. Berkat doktrin realisme dan logika Bumi yang ditanamkan Veil, Shisui yang kini berusia enam setengah tahun pun menjadi pengunjung tetap yang paling setia di kediaman utama Uchiha, terutama di sela-sela waktu senggangnya dari Akademi Ninja.
Sore itu, langit di atas pusat desa Konoha berwarna jingga keemasan. Di halaman belakang yang luas, Veil dan Itachi sedang melakukan rutinitas harian mereka.
Karena usia mereka baru tiga tahun lebih, Veil sangat rasional. Berbekal pengetahuan medis modern dari Bumi yang terintegrasi dengan sistem, dia tahu betul bahwa struktur tulang dan otot balita masih terlalu rapuh untuk latihan ninja ekstrem. Oleh karena itu, latihan mereka sore itu hanyalah latihan-latihan kecil yang terukur namun dilakukan dengan presisi tinggi.
"Fokus pada napasmu, Itachi. Rasakan titik berat tubuhmu saat berpindah," ucap Veil datar, suaranya terdengar tenang namun penuh wibawa.
Veil sedang berdiri di atas pagar kayu yang sempit dengan satu kaki, melatih keseimbangan statis. Di sampingnya, Itachi mengikuti gerakan yang sama. Pelipis Itachi sedikit berkeringat, matanya yang hitam bulat fokus meniru sudut kemiringan tubuh Veil. Kejeniusan Itachi yang terpicu satu tahun lebih awal membuatnya mampu mengalirkan chakra tipis ke telapak kakinya untuk menempel pada permukaan kayu yang licin.
Tidak jauh dari mereka, duduk di koridor kayu halaman, Uchiha Shisui memperhatikan dengan saksama.
Bocah berusia enam setengah tahun itu menopang dagunya dengan tangan, matanya tidak berkedip melihat latihan kecil si kembar. Sebagai siswa top di Akademi yang sebentar lagi akan lulus di usia tujuh tahun karena kebutuhan militer pasca-perang, Shisui biasanya berlatih dengan melempar ratusan kunai atau memacu kecepatan Shunshin-nya hingga batas maksimal. Namun, melihat cara Veil melatih Itachi, Shisui menemukan perspektif yang sepenuhnya baru.
Latihan keseimbangan dan penyelarasan energi yang sangat lambat... tapi begitu efisien, batin Shisui kagum. Dia menyadari bahwa setiap gerakan kecil yang diajarkan Veil dirancang untuk membentuk memori otot yang sempurna tanpa memberikan tekanan berlebih pada sendi anak-anak.
"Hoo... jadi ini rahasia kenapa kontrol chakramu bisa sepadat itu, Veil-kun?" Shisui akhirnya membuka suara, memecah keheningan sore dengan senyum khasnya. "Di Akademi, para instruktur selalu menyuruh kami berlari sampai pingsan. Tapi melihat kalian berdua... rasanya latihan kalian jauh lebih cerdas."
Veil melompat turun dari pagar kayu dengan mulus tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Dia menoleh ke arah Shisui, matanya yang hitam kelam memancarkan kedalaman yang dingin.
"Memaksa fisik yang belum matang untuk latihan ekstrem adalah tindakan bodoh, Shisui. Itu hanya akan menciptakan cedera mikro tersembunyi yang akan membatasi potensi puncakmu saat dewasa nanti," jawab Veil dengan nada datar ala ilmuwan Bumi. "Konoha meluluskan anak-anak dengan cepat karena mereka butuh pion instan untuk dikorbankan di perbatasan. Tapi kita? Kita berlatih untuk menjadi predator puncak yang bertahan hidup paling lama."
Mendengar kata "pion instan", senyum di wajah Shisui sedikit menyusut, digantikan oleh ekspresi serius. Sejak percakapan mendalam mereka di bab-bab sebelumnya, doktrin Veil tentang "Keluarga di atas Desa" telah berakar kuat di kepala Shisui. Dia tidak lagi memandang dunia dengan kacamata naif "Tekad Api".
"Kau benar," Shisui menghela napas, lalu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati si kembar. "Bulan depan aku akan menjalani ujian kelulusan akhir. Suasana di Akademi mulai tegang, para tetua desa terus membicarakan tentang 'pengorbanan demi kedamaian'. Tapi setiap kali aku mendengar itu, aku selalu teringat ucapanmu, Veil."
Itachi yang juga sudah turun dari pagar kayu, menatap Shisui dengan tegas. "Kak Shisui adalah bagian dari keluarga kami sekarang. Jangan biarkan orang-orang di luar sana memanfaatkan kebaikanmu."
Melihat kesetiaan yang murni dari Itachi dan perubahan mentalitas Shisui yang semakin matang, hawa dingin di sekitar tubuh Veil sedikit mengendur. Dia mendekati Shisui, lalu memberikan tepukan kecil di pinggang seniornya itu karena tubuhnya yang masih pendek.
"Gunakan ujian itu untuk mengukur batas kemampuanmu, bukan untuk menyenangkan petinggi desa," ucap Veil, ada sedikit nada kehangatan tersembunyi dalam suaranya yang dingin. "Ingat janji kita, Shisui. Pulanglah dalam keadaan utuh. Halaman belakang ini masih membutuhkanmu untuk melihat seberapa kuat kami tahun depan."
Shisui tertegun sejenak, lalu tawa renyahnya kembali pecah. Dia mengacak rambut hitam Itachi dan Veil bersamaan—membuat Veil mendengus kesal karena tidak suka disentuh.
"Hahaha! Tenang saja, Bos Kecil! Dengan semua teori gila yang kau jejalkan ke kepalaku, aku tidak akan membiarkan diriku terluka sedikit pun di luar sana. Aku akan mengawasi kalian dari garis depan, jadi pastikan latihan kecil kalian ini membuat kalian siap saat kita berlatih tanding sungguhan nanti!" seru Shisui dengan mata berbinar penuh tekad baru.
【Ding! Tingkat kedekatan dan sinkronisasi pemikiran antara Tuan Rumah, Uchiha Itachi, dan Uchiha Shisui telah mencapai fase stabil sempurna sebelum kelulusan perang.】
【Arah masa depan klan Uchiha di pusat desa semakin bergeser dari plot asli. Anda mendapatkan 2.000 Poin Sistem!】
Di bawah langit sore Konoha yang perlahan menggelap, Veil menatap siluet Shisui dan Itachi yang mulai bercanda kecil. Di dalam hatinya, sang reinkarnator tersenyum kejam. Bidak-bidak pelindung terkuatnya kini telah siap, dan tak lama lagi, saat usianya menginjak empat tahun, panggung politik Konoha akan gempar oleh kedatangan si kembar Uchiha.