NovelToon NovelToon
Dua Garis Waktu

Dua Garis Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Shalima

Sebuah kecelakaan tragis menimpa Lin Xinyu, Tuan Putri Kerajaan Beiyan. Pamannya yang haus kekuasaan ingin melengserkannya dari takhta dan mengambil alih Kerajaan Beiyan. Terdesak oleh bahaya yang mengancam nyawanya, Lin Xinyu terpaksa melarikan diri. Dalam keputusasaan, ia akhirnya melompat dari tebing tinggi yang curam.

Namun, ia tidak mati. Jiwanya justru melintasi waktu, terlempar jauh ke masa depan, dan memasuki tubuh Yu Anqi, seorang gadis muda di dunia modern. Di sana, ia bertemu rekan-rekan baru dan berhasil memecahkan banyak kasus yang terjadi di zaman itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Shalima, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Kerajaan Beiyan

Kerajaan Beiyan (Beiyan State)

 Di Kerajaan Beiyan yang besar dan makmur, hiduplah seorang Putri yang kelak akan menjadi Ratu. Sejak kecil, ia dididik dengan sangat keras oleh ayahnya, Kaisar. Sebab, ia adalah satu-satunya anak yang akan mewarisi takhta itu. Ibunya, Sang Permaisuri, meninggal dunia saat ia baru berusia dua tahun, dan sejak saat itu Kaisar bersumpah tidak akan menikah lagi. Keputusan itu sering ditentang oleh para pejabat dan menteri istana, bahkan banyak di antara mereka yang diam-diam berusaha menjatuhkan Kaisar dari tahtanya.

Putri itu bernama Lin Xinyu. Ia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Wajahnya lonjong dengan garis tegas, kulitnya putih, matanya berwarna cokelat pekat, dan rambut hitam panjang. Di balik paras cantiknya, Lin Xinyu memiliki sifat yang sangat dingin, terutama kepada para pejabat dan menteri yang kerap mencela atau ingin menjatuhkan ayahnya. Namun di dalam hatinya, ia sangat menyayangi dan menghormati ayahnya lebih dari siapa pun.

Hingga suatu hari, nasib buruk menimpa istana. Kaisar yang sudah berusia lanjut tiba-tiba jatuh sakit parah akibat diracun oleh orang yang tidak dikenal. Ia hampir meninggal. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, ia memanggil seluruh pejabat istana dan para Menteri untuk membantu nya mengalihkan takhta itu kepada putri semata wayangnya.

Mendengar keputusan itu, para Menteri langsung menolaknya keras.

“Kaisar! Takhta tidak boleh diwariskan kepada seorang wanita!” seru salah satu Menteri dengan nada menentang. “Sebaiknya serahkanlah kepada Adikmu, Pangeran Lin Feiyu. Beliau adalah pewaris laki-laki yang sah dan lebih pantas memimpin kerajaan ini!”

Kaisar yang terbaring lemah hanya tersenyum getir dan menggeleng pelan. “Tidak... Putri ku Xinyu-lah penerusku yang sah. Aku percaya dia bisa menjaga Beiyan.” Keputusan mutlak itu tidak bisa dibantah lagi, ucap kaisar tegas.

Akhirnya, tibalah hari penobatan calon Ratu yang baru. Di aula istana yang megah dan penuh hiasan emas, upacara itu berlangsung. Kaisar duduk di singgasana dengan wajah pucat, menanti putrinya menerima lambang kekuasaan.

Namun, tepat saat Kaisar hendak menyerahkan lambang kekaisaran itu, pintu aula besar itu terbuka paksa. Pangeran Lin Feiyu, adik kandung Kaisar, masuk diiringi ratusan prajurit bersenjata lengkap. Wajahnya dingin tanpa ekspresi, tatapannya penuh ambisi.

“Upacara ini tidak sah!” seru Lin Feiyu dengan suara lantang yang menggema di seluruh ruangan. “Takhta Beiyan tidak akan jatuh ke tangan seorang wanita!”

“Paman... apa maksud Paman melakukan ini?” tanya Lin Xinyu sambil mencabut pedangnya, siap siaga. “Ayah baru saja akan menyerahkan tahta secara sah. Apakah Paman mau memberontak?”

“Ha! Sah?? Hukum kerajaan ini tidak membenarkan wanita menjadi ratu! Laki-laki lah yang berhak memimpin!” jawab Lin Feiyu sinis. “Serahkan saja nyawamu dan tahta itu, mungkin aku akan memberimu kematian yang cepat.”

Tanpa ampun, Lin Feiyu memberi isyarat. Pasukannya langsung menyerang semua pengawal dan sekutu setia Kaisar dengan sangat brutal. Darah segar segera membasahi lantai aula yang tadinya megah itu.

Lin Xinyu tidak tinggal diam. Dengan keahlian bela diri yang dilatihnya sejak kecil, ia mengayunkan pedangnya dengan lincah dan kuat. Satu per satu prajurit pemberontak berhasil ia kalahkan, melindungi ayahnya yang tak berdaya di singgasana.

Namun, saat Xinyu sedang sibuk melawan pasukan di depannya, Lin Feiyu diam-diam berjalan mendekati singgasana. Ia menghunus pedangnya, lalu dengan kejam menusukkannya tepat ke dada kakaknya sendiri.

“Ayah!” teriak Lin Xinyu histeris.

Kaisar mengerang kesakitan, lalu napasnya terhenti seketika. Tubuhnya yang tua itu terkulai lemas di atas singgasananya.

“Kau... kau pembunuh kejam!” mata Lin Xinyu memerah karena marah dan sedih. Air mata menetes deras di pipinya. “Aku akan membuatmu membayarnya dengan nyawa!”

Lin Xinyu langsung menerjang pamannya. Terjadilah pertarungan sengit antara keponakan dan paman itu. Dua pedang bertemu, menghasilkan suara dentingan nyaring yang terus terdengar di antara mayat-mayat yang bergelimpangan. Aula istana kini berubah menjadi lautan darah.

Meski Lin Xinyu bertarung dengan sekuat tenaga, perbedaan tenaga dan jumlah pasukan sangat tidak seimbang. Ia mulai terdesak. Luka-luka di tubuhnya mulai terasa perih dan melemahkannya.

Melihat tidak ada harapan untuk menang saat itu juga, Lin Xinyu terpaksa mundur. Ia berlari sekuat tenaga keluar dari aula, dikejar terus oleh pasukan pemberontak hingga sampai ke ujung tanah kerajaan Beiyan, yakni tebing yang sangat tinggi dan curam di pinggir laut.

Di belakangnya, suara langkah kaki dan teriakan para prajurit semakin mendekat. Di depannya, hanya ada jurang dalam yang mengerikan.

“Serahkan dirimu, Xinyu! Kau sudah terpojok!” teriak Lin Feiyu yang berdiri di depan barisan pasukannya.

Lin Xinyu menatap tajam ke arah pamannya, lalu menatap jurang di bawahnya. Ia mengertakkan gigi, berbisik lirih, “Ayah, tunggu aku... Aku tidak akan membiarkan takhta ini jatuh ke tangan iblis sepertimu dengan mudah.”

Tanpa ragu sedikit pun, Lin Xinyu melompat ke belakang, menjatuhkan dirinya dari tebing yang tinggi itu ke dalam kabut tebal di bawah sana.

Lin Feiyu berlari ke tepi tebing, melihat ke bawah namun hanya melihat ombak besar yang menghantam bebatuan. “Mustahil dia bisa selamat dari jatuh setinggi ini. Dia pasti sudah mati hancur lebur di bawah sana,” gumamnya yakin.

Setelah pencarian yang dilakukan beberapa hari tanpa hasil, akhirnya mereka menyatakan bahwa Putri Lin Xinyu telah tewas. Takhta Kerajaan Beiyan pun jatuh ke tangan Lin Feiyu, persis seperti yang diinginkannya. Para pejabat dan menteri yang dulu mendukungnya kini bersujud patuh, merasa puas karena ambisi mereka terpenuhi.

Namun mereka semua tidak sadar, bahwa orang yang mereka angkat menjadi penguasa baru itu adalah seorang raja yang tidak memiliki belas kasih sedikit pun. Mereka baru akan menyesal nanti, saat rasa sakit dan siksaan mulai dirasakan oleh mereka sendiri di bawah kekuasaan Lin Feiyu yang kejam.

Ternyata, Lin Xinyu belum mati. Tubuhnya hanyut terbawa arus. Ia berusaha mencari tepian, tapi ombak yang begitu kuat terus saja menghantamnya hingga akhirnya ia tak sadarkan diri. Saat terbangun, ia sudah terdampar di pinggir pantai yang asing. Namun untuk bisa keluar dari sana, ia harus melewati hutan lebat yang ada di depannya.

Tanpa rasa takut sedikit pun, Lin Xinyu masuk menyusuri hutan itu. Ia terus berjalan bahkan hingga tengah malam, meski tubuhnya penuh luka dan terasa sangat sakit. Tekadnya tetap kuat, yakni ia harus selamat dan membalas dendam untuk semua yang telah terjadi.

Sudah cukup lama ia berjalan di tengah kegelapan, mendengar berbagai suara aneh dan mengerikan di sekitarnya. Tiba-tiba, di kejauhan ia melihat cahaya putih yang bersinar terang, membentuk sebuah lingkaran. Ia perlahan mendekat, tapi langsung berhenti saat merasakan lingkaran itu mulai menarik dan menghisap apa saja yang ada di dekatnya.

Lin Xinyu berusaha lari menjauh sekuat tenaga, namun daya tarik cahaya itu terlalu kuat. Tubuhnya terseret kembali dan tersedot tepat ke tengah lingkaran putih itu. Sesaat kemudian, tubuhnya lenyap seketika bersama cahaya tersebut dan menghilang.

1
Putri Shalima
Mohon dukungannya ya teman-teman 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!