NovelToon NovelToon
Alea & Adrian

Alea & Adrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Pernikahan rahasia
Popularitas:366
Nilai: 5
Nama Author: Althea Shalmaira

"Alea & Adrian" mengisahkan dua pewaris tunggal imperium bisnis terbesar di Kota Valerika, Alea Corisand dan Adrian Hutama. Terikat wasiat mutlak sang kakek, mereka dipaksa menikah demi penyatuan korporasi. Padahal, keduanya telah memiliki kekasih masing-masing dari kalangan elit.

Enggan mengorbankan cinta, Alea mengusulkan ide nekat: pernikahan kontrak di atas kertas selama enam bulan. Setelah meyakinkan pasangan masing-masing, mereka pindah ke sebuah penthouse mewah dan hidup dalam batasan kamar terpisah yang ketat.

Namun, sandiwara profesional ini perlahan retak. Intensitas kebersamaan memicu getaran aneh yang tak terduga di antara keduanya. Di saat garis batas hati mulai kabur, sebuah ancaman misterius dari masa lalu mengintai, memaksa mereka saling bersandar demi bertahan hidup. Siapakah yang akan bertahan hingga akhir kontrak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althea Shalmaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Pertemuan Keluarga

Makan malam bersama antara keluarga Corisand dan keluarga Hutama malam itu tidak seseram yang dibayangkan Alea maupun Adrian.

Tidak ada meja yang digebrak, tidak ada urat leher yang tegang, bahkan suasananya cenderung... terlalu hangat untuk ukuran dua keluarga yang mendadak dipaksa bersatu oleh wasiat kuno.

Di ruang makan privat kediaman utama keluarga Hutama yang bernuansa klasik modern, kedua orang tua mereka justru terlihat sangat tenang.

Ayah Adrian, Raymond Hutama, tampak menyesap cerutunya dengan santai, sementara Ibu Alea, Eleanor Corisand, sibuk menuangkan teh chamomile ke cangkir porselennya.

"Jadi, kalian sudah memutuskan untuk menerima wasiat ini?" tanya Raymond sambil menatap Alea dan Adrian bergantian. Wajah pria paruh baya itu berakting sedikit prihatin, meski binar matanya tidak bisa berbohong.

"Kami akan menikah, Ayah," jawab Adrian tenang, melirik Alea yang duduk di sebelahnya.

"Tapi kami butuh waktu untuk mempersiapkan transisi korporasi. Kami harap pernikahan ini digelar secara privat dan tidak terlalu gempar."

Eleanor menghela napas, menyentuh dadanya dengan dramatis.

"Ah, kakek kalian memang selalu punya cara yang mengejutkan. Kami benar-benar tidak menyangka beliau akan mengunci saham dengan cara seperti ini. Tapi, ya mau bagaimana lagi? Ini demi kebaikan kalian berdua."

Alea yang sejak tadi mengamati gerak-gerik ibunya, menyipitkan mata.

Ada yang aneh. Ibunya adalah wanita yang paling perfeksionis di Valerika, tapi hari ini dia menerima berita perjodohan mendadak ini dengan terlalu mudah.

Setelah makan malam selesai dan kedua pewaris itu pamit lebih dulu untuk mengurus "persiapan", Raymond Hutama dan Eleanor Corisand saling pandang di ruang tengah.

Senyuman tipis serempak terukir di wajah kedua orang tua tersebut.

"Mereka benar-benar percaya kita terkejut dengan wasiat itu," kekeh Raymond sambil menuangkan kembali minumannya.

"Tentu saja," balas Eleanor dengan senyum kemenangan.

"Jika kita yang menjodohkan mereka secara langsung, Alea dan Adrian yang keras kepala itu pasti akan menolak mentah-mentah. Tapi kalau alasannya adalah wasiat mutlak mendiang kakek mereka yang mengancam posisi saham... mereka tidak punya pilihan selain patuh. Skenario kita berhasil, Raymond."

Kedua keluarga itu sebenarnya sudah lama mendambakan penyatuan ini.

Mereka tahu Alea dan Adrian adalah pasangan yang luar biasa serasi di dunia bisnis maupun personal.

Wasiat itu memang nyata, namun "keterkejutan" kedua orang tua mereka hanyalah akting matang demi memuluskan rencana perjodohan tanpa memicu pemberontakan dari anak-anak mereka.

Di belahan kota Valerika yang lain, malam yang sesungguhnya baru dimulai bagi Alea dan Adrian.

Mereka harus menghadapi babak paling sulit dari rencana ini: menjelaskan situasi kepada kekasih masing-masing.

Alea memilih sebuah kafe semi-terbuka yang sepi di dekat galeri seni untuk bertemu dengan Julian.

Pria itu datang dengan senyuman hangat khasnya, mengenakan kemeja linen longgar dan langsung menggenggam tangan Alea begitu duduk.

"Kamu kelihatan lelah, Al. Ada masalah di kantor?" tanya Julian lembut.

Alea menarik napas panjang, menatap sepasang mata Julian yang selalu meneduhkan.

"Julian, ada sesuatu yang harus aku bicarakan. Ini soal kelangsungan Corisand Group."

Dengan hati-hati, Alea menjelaskan tentang klausul wasiat kakeknya, ancaman kehilangan hak suara mayoritas saham, dan satu-satunya solusi yang dia temukan bersama Adrian.

"Ini hanya pernikahan kontrak di atas kertas, Julian. Enam bulan. Setelah posisi sahamku aman, aku akan menggugat cerai Adrian. Aku bersumpah tidak akan ada apa pun di antara kami. Kita hanya perlu bersabar sebentar."

Julian terdiam cukup lama.

Matanya menatap cangkir kopi yang mulai dingin, sebelum akhirnya dia mengembuskan napas dan tersenyum tipis, meski ada guratan kecewa di matanya.

"Aku tahu seberapa besar arti Corisand Group buat kamu, Alea. Dan aku tahu kamu wanita yang logis. Enam bulan, kan? Aku akan menunggumu. Tapi tolong, pastikan pria bernama Adrian Hutama itu tahu batasannya."

Alea merasa sebutir batu besar lolos dari dadanya. Dia menggenggam balik tangan Julian dengan rasa bersyukur yang amat sangat.

Sementara itu, di sebuah restoran fine dining mewah di puncak gedung pencakar langit, Adrian sedang menghadapi situasi yang sedikit lebih emosional dengan Bianca.

Desainer muda itu langsung meletakkan garpunya dengan denting keras begitu mendengar cerita Adrian.

"Menikah dengan Alea Corisand?! Adrian, kamu bercanda, kan?!" suara Bianca meninggi, untungnya alunan musik piano di restoran itu cukup keras untuk menyamarkan suaranya.

"Dengarkan aku dulu, Bianca," Adrian memegang jemari Bianca yang dihiasi cincin berlian pemberiannya.

"Ini murni transaksi bisnis. Jika aku menolak, posisiku di Hutama Industries akan digeser oleh dewan komisaris. Aku akan kehilangan segalanya, termasuk kemampuanku untuk menyokong brand fashion-mu di masa depan."

Bianca cemberut, matanya mulai berkaca-cara.

"Tapi seluruh Valerika akan mengira kalian pasangan sungguhan! Aku harus melihat kalian di altar?"

"Hanya enam bulan, sayang. Kami bahkan akan tidur di kamar terpisah. Kami sudah membeli sebuah penthouse baru bernama The Obsidian yang punya akses privasi ketat. Tidak akan ada satu orang pun yang bisa masuk ke sana, termasuk media. Di luar kita berakting, tapi di dalam, aku tetap milikmu," bujuk Adrian dengan suara rendah yang menenangkan.

Bianca menatap Adrian, menimbang-nimbang.

Dia mencintai Adrian, dan dia juga tidak bisa kehilangan pengaruh Hutama Industries yang selama ini menjadi penyokong utama karier modenya.

Akhirnya, wanita itu menghapus air mata di sudut matanya dengan anggun.

"Enam bulan, Adrian. Tidak boleh lebih dari itu. Dan kalau dia berani menyentuhmu, aku sendiri yang akan menghancurkan gaun pengantinnya."

Adrian terkekeh, mencium punggung tangan Bianca dengan lega. "Janji. Hanya enam bulan."

Dua hari kemudian, sebuah truk pindahan besar tampak berhenti di depan lobi The Obsidian, sebuah gedung apartemen ultra-mewah yang berdiri kokoh di sudut paling eksklusif kota Valerika.

Alea datang lebih dulu, membawa beberapa koper pakaiannya.

Tak lama kemudian, Adrian menyusul. Mereka berdiri di ruang tamu penthouse lantai teratas yang luas, menatap interior modern minimalis bernuansa marmer hitam dan kaca yang langsung menghadap ke langit kota.

Di sinilah kehidupan baru mereka akan dimulai.

Enam bulan, satu atap, dua kekasih yang menunggu di luar, dan sebuah rahasia yang mengikat mereka.

Mereka berdua meyakini bahwa rencana ini sudah sangat sempurna dan tanpa celah.

Namun, saat Alea melangkah menuju koridor kamarnya, dia tidak sengaja menginjak sesuatu di atas lantai marmer yang bersih.

Sebuah amplop hitam kecil tanpa nama pengirim, terselip di bawah pintu utama mereka.

Di dalamnya hanya ada secarik kertas dengan tulisan mesin tik yang rapi:

"Selamat atas pernikahannya. Mari kita lihat seberapa lama kalian bisa menyembunyikan kebohongan ini."

Langkah Alea terhenti seketika. Bulu kuduknya meremang saat menatap tulisan tersebut.

Misteri pertama di rumah baru mereka baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!