🙏🙏MOHON TIDAK MEMBERI BOOMLIKE 🙏🙏
👌Tinggalkan jejak dengan sopan
🍀 Beri dukungan dengan Like, Komen, Sub, Gift dan berikan Rate ⭐5 supaya Author tambah semangat
Spread ❤
Don't hate💔
----------------
Apakah ada obat untuk penyesalan di dunia?
Kembali ke masa lalu membuat Sienna memiliki kesempatan mengubah alur cerita masa depan.
Dengan pilihan yang berbeda, akankah hasilnya tetap berbeda.
Apakah Sienna berhasil mencegah lepuh, duka dan penyesalan kehidupan sebelumnya?
Akankah Sang Takdir berbelas kasih menyambut Sienna untuk mengubah jalanNya?
Notes:
Ruth: Kata yang berasal dari sebuah nama
Jika Kata, berarti duka, penyesalan dan belas kasihan.
Dalam Nama, berarti sahabat, pendamping dan dicintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firefly Tale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11 Eve (1)
Sienna berdiri di dekat jendela, cahaya matahari sore menyinari rambutnya yang basah dan berkilau. Dia mengenakan kaus katun longgar berwarna putih yang menggantung begitu anggun di tubuhnya, menambah kesan santai namun tetap elegan. Di bagian bawah, dia memakai celana pendek hitam yang menyempurnakan penampilan androgini yang khas.
Wajahnya tampak segar, kulitnya bercahaya dengan kelembutan yang menawan. Matanya yang berwarna cokelat gelap melihat kejauhan, seolah-olah merenungkan keindahan alam yang terbentang di luar jendela. Pipi Sienna yang lembut dan bentuk bibirnya yang menawan menambah pesona kecantikannya yang unik.
Saat dia merapikan rambutnya dengan lembut menggunakan tangan, tampilan androgini-nya semakin terpancar. Rambut pendeknya terlihat begitu modis dan berani, menyiratkan keberanian dan kepercayaan diri yang mengagumkan.
Bukan hanya wajahnya yang menawan, tetapi juga postur tubuhnya yang elegan dan proporsional. Sienna memiliki bahu yang lurus dan pinggang yang ramping, memberikan kesan anggun dan kuat secara bersamaan.
Saat dia tersenyum, dua baris gigi putihnya yang rapi menambah keceriaan pada wajahnya yang mempesona. Setiap gerakannya dipenuhi dengan kelembutan dan kegrasian, mencerminkan karakternya yang penuh kehangatan dan kebaikan.
Kecantikan Sienna begitu unik dan memukau, menarik mata setiap orang yang melihatnya. Dia adalah perpaduan harmonis antara keanggunan dan kekuatan, sebuah pesona yang tidak bisa diabaikan dan akan selalu meninggalkan kesan yang mendalam pada siapapun yang beruntung bisa berada di dekatnya.
Madam Rui tiba-tiba membuka pintu dan terkejut melihat kecantikan yang memukau dari Sienna. Tatapannya tertuju pada rambut basah Sienna yang terurai dengan lembut, memberikan kesan kesegaran dan keanggunan yang luar biasa. Pandangannya kemudian meluncur ke wajah Sienna yang memancarkan pesona yang begitu menarik dan berbeda.
Dalam sekejap, Madam Rui yang selalu tegas dan berwibawa itu, terpesona. Matanya tak bisa lepas dari Sienna yang tampak begitu anggun dalam pakaian santai rumahan. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Sienna memiliki sisi yang begitu menawan dan mengagumkan.
Tanpa sadar, bibir Madam Rui melentur membentuk senyum kecil yang langka terlihat. Dia melihat dengan seksama setiap gerakan dan ekspresi wajah Sienna yang tampak begitu alami dan menyenangkan. Tidak ada lagi ketegasan dan keseriusan di wajah Madam Rui, seakan dia terpesona oleh pesona Sienna yang begitu kuat.
"S-Sienna... Kamu tampak menakjubkan," ucap Madam Rui dengan nada yang agak gemetar karena kagum. Dia bahkan tidak menyadari kalau dia berbicara dengan nada yang jauh lebih lembut daripada biasanya.
Sienna tersenyum, menerima pujian itu dengan rendah hati. "Terima kasih, Madam Rui. Ini adalah efek waktu istirahat yang Madam berikan," jawabnya dengan sopan.
Kata-kata Sienna mengandung sedikit sarkasme tapi Madam Rui tidak mengejarnya.
Madam Rui memperhatikan detil-detil penampilan Sienna yang menarik perhatian.
Matanya kemudian bergerak ke wajah Sienna, memperhatikan setiap detail yang mencolok. Alisnya yang rapi, mata cokelatnya yang dalam, hidungnya yang manis, dan bibirnya yang terpahat dengan indah. Semuanya berpadu harmonis dan menciptakan pesona unik yang sulit diabaikan.
Pakaian santai rumahan yang dikenakan Sienna pun menarik perhatian Madam Rui. Meski sederhana, pakaian itu membungkus tubuh Sienna dengan begitu anggun, menonjolkan postur tubuhnya yang ramping dan proporsional. Madam Rui tak bisa membayangkan seorang gadis bisa tampak begitu mempesona dalam pakaian santai seperti itu.
Pandangan Madam Rui kemudian turun ke kaki Sienna yang ramping, memperhatikan cara dia berdiri dan berjalan dengan begitu anggun dan lemah lembut. Setiap gerakan kaki dan tangan Sienna tampak begitu terkoordinasi, menunjukkan keahliannya dalam tari balet yang selama ini menjadi kebanggaan Madam Rui.
Dengan seringai dan wajah bangga Madam Rui, Sienna tahu sarkasme-nya tidak berguna.
Madam Rui mengangguk puas, ini bisa dikatakan sebagai salah satu titik pos pencapaian Sienna. Penampilan Sienna yang menakjubkan adalah hasil dari pengaturannya. Ini juga kerja kerasnya.
"Ayo Sienna, kali ini kita akan menonton tragedi cinta" nada Madam Rui sangat riang. Kontradiktif dengan ajakannya menonton sesuatu yang tragis.
Sienna hanya tersenyum dan menggelengkan kepala menyaksikan perilaku absurd Madam Rui.
Sienna mengikuti Madam Rui, walaupun agak bingung dengan pilihan film yang agak kontradiktif. Namun, dia sudah belajar untuk tidak mengomentari atau menilai terlalu dini. Mungkin ada alasan khusus di balik pilihan film ini.
Sesampainya di ruang menonton, Madam Rui dan Sienna langsung menuju kursi yang nyaman dan siap untuk menonton film. Ruangan itu didesain dengan elegan dan penuh kehangatan. Lampu redup memberikan nuansa intim yang sempurna untuk menikmati film.
Madam Rui mengambil remote dan mempersiapkan film dengan penuh antusiasme. Adegan penganiayaan terhadap remote, pemutar CD dan disc saat menonton drama Kawasan Teluk tidak lagi terjadi kali ini.
Sienna hanya bisa menebak, entah Madam Rui sangat menghargai film ini atau ia terlalu membenci drama seperti Cinderella modern.
Layar besar di depan mereka menyala, membawa mereka masuk ke dalam dunia cerita yang penuh emosi dan keindahan.
Dalam cahaya senja yang merah menyala, tampilan sinematik menyorot pemandangan yang megah dari desa kecil di India. Langit senja penuh warna memberikan kesan dramatis dan misterius seolah menyambut awal kisah epik yang akan terbuka.
Di tengah pemandangan indah itu, muncul gambaran keluarga bangsawan dengan kostum tradisional yang begitu anggun dan glamor. Suasana begitu meriah dengan orkestra yang memainkan musik klasik India, menciptakan suasana istana yang mewah dan penuh keanggunan.
Dalam adegan selanjutnya, terlihat sosok seorang pria muda yang gagah, Devdas, naik kuda di tengah derasnya hujan. Detil wajahnya mencerminkan penderitaan dan kegalauan batin yang dalam. Tatapannya terasa kosong dan hatinya hampa, sebagai gambaran awal dari kisah tragis yang akan terbentang.
Kamera berputar, dan pandangan kita dipindahkan ke sosok wanita cantik dan anggun, Paro. Ia tersenyum manis namun dalam matanya terlihat kerinduan dan kecemasan. Penampilannya dalam kostum tradisional dengan warna yang cerah menambah pesona dan keanggunan sekaligus kesedihan dalam karakternya.
Suasana dramatis semakin dipertegas dengan perpaduan visual yang memukau. Setiap gerakan, ekspresi, dan detil dari setiap karakter diiringi musik yang penuh emosi. Bagaikan mengalirnya sungai emas, cerita devdas terbuka dengan indah dan megahnya seperti tari tradisional India yang anggun dan memikat.
Saat pembukaan film dimainkan, Madam Rui menghela nafas dalam.
"Sienna, kisah ini menggambarkan cinta beda kelas. Kedua protagonisnya tumbuh bersama dan saling mencintai. Tetap saja kisah mereka berakhir tragedi. Kisah ini diadaptasi dari sebuah karya novel pada 1917. Tapi menurutku ini lebih realistis daripada kisah drama-drama yang populer belakangan ini."
"Lihat kemegahannya, tsk tsk tsk. Semua yang ada di film ini adalah keindahan." tatapan Madam Rui begitu fokus pada layar.
"Untuk bisa menulis karya seperti ini pada tahun-tahun itu, aku yakin penulis novelnya benar-benar orang yang hidup di lingkaran kelas atas, bahkan sifat manusia yang digambarkan pun begitu akurat. Patriarkal, chauvinisme maskulinitas, penghinaan dan pilihan Sumitra, bahkan perilaku Chandramukhi yang kasmaran digambarkan dengan tepat sasaran."
Sienna merasa kagum dengan bagaimana Madam Rui bisa begitu terlibat dalam film ini, seolah-olah dia sendiri menjadi bagian dari cerita tersebut.
"Dev adalah penggambaran putra kaya yang dianggap tinggi oleh tetuanya dan diharapkan menjadi masa depan keluarga. Tapi dia tumbuh dalam... Err kebodohan? Ketidaktahuan? Lalai? Apa kita menyebut ignorance, Sienna?"
"Sebut saja begitu, Madam. Aku mengerti bahasa inggris." Sienna menjawab lembut.
Sepertinya tercerahkan, Madam Rui melanjutkan, "Yah sebut saja begitu. Dia tidak menyadari ada cacat pada latar belakang Paro jika dia ingin menjadikannya istri. Dia dengan bodohnya menerima begitu saja bahwa Paro akan dengan mudah menjadi istrinya."
"Jika dia menyadari lebih awal, dia bisa membuat dirinya menjadi begitu cemerlang dan kuat sehingga keluarga besarnya tidak berhak mengatur pasangan nikahnya. Senang atau tidak mereka harus menerimanya. Dibawah kekuatan absolut, semua intrik tidak berlaku. Dia memiliki kesempatan, tapi dia terlena."
"Paro juga naif dan menganggapnya terlalu tinggi. Menganggap Dev bisa membuat keputusan atas hubungan mereka. Kenaifan Paro dan kelalaian Dev menghasilkan penghinaan pada Sumitra. Malangnya nasib orang tua di dunia"
"Tapi Paro tidak terlalu bodoh, setidaknya dia patuh terhadap ibunya." Madam Rui kembali menghela nafas.
"Sienna, apakah kau tahu apa alasannya dalam setiap kisah tragedi cinta, seorang perempuan selalu menerima pengaturan keluarga untuk dijodohkan dan meninggalkan kekasihnya, memilih menikah lebih dulu?"
Kali ini Sienna benar-benar merenungkannya.