Mutiara tidak menyangka jika selama ini dia telah dikhianati oleh kekasih dan adik kandungnya karena gendut. Bahkan Ayah dan Ibunya sendiri juga seakan menganggapnya sebagai orang yang tidak berguna karena tubuhnya yang super big itu. Karena rasa sakitnya yang amat besar di perlakukan seperti itu oleh orang-orang yang dia sayangi, akhirnya Mutiara memutuskan untuk pergi ke luar Negeri dan melakukan perubahan diri berupa diet dan olahraga yang ketat agar tubuhnya langsing kembali.
Mutiara kembali ke Indonesia dan membuat semua orang terpana, mantan kekasihnya yang saat itu akan menikahi sang adik berlutut dihadapannya dan menangis mengungkapkan penyesalan.
Akankah Mutiara luluh dan memaafkan Dion yang menginginkannya kembali, ataukah dia berhasil membalaskan dendam dan membuktikan pada semua orang jika dia bukan wanita biasa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Happy Reading.
Dion tidak pernah menyangka jika dia akhirnya bisa bertemu dengan Mutiara, yang sekarang sudah berubah total menjadi cantik jelita. Tubuhnya langsing bak model internasional, entah kemana lemak yang selama ini di bawa oleh Mutiara, sekarang sudah tidak ada sama sekali. Mutiara seperti terlahir kembali dengan tubuh yang berbeda.
Padahal dulu Mutiara juga lumayan imut dengan tubuh gendut dan pipi yang chubby, sejujurnya Dion sama sekali tidak pernah mempersoalkan masalah tubuh Mutiara waktu dulu itu. Dion bukan orang yang suka menghina fisiknya karena dia murni hanya memanfaatkan Mutiara saja.
Meskipun begitu, Dion sama sekali tidak masalah dengan perubahan Mutiara, yang penting dia bisa bertemu dengan mantan kekasihnya itu dan minta maaf.
Dengan rasa bahagia yang membuncah, cowok itu langsung memeluk Mutiara erat, rasanya seperti segala beban yang ada dihatinya perlahan terangkat. Pelukan itu syarat akan rasa kerinduan yang membuncah di hati pria tersebut.
Sungguh Dion begitu menyesali semua perbuatannya pada Mutiara. Selama ini dia tahu jika Mutiara ada di Korea Selatan, tapi tidak tahu lebih tepatnya dimana alamatnya. Tetapi sekarang, Dion begitu bersyukur bisa dipertemukan kembali dengan Mutiara, wanita yang selalu dia rindukan sepanjang waktu.
Mutiara Begitu geram, Dion benar-benar lancang menyentuhnya seperti ini. Sumpah Mutiara ingin menampar Dion dengan kuat saat ini, tapi tentu saja dia tahan, tetapi kenapa pelukan iti semakin erat hingga menyebabkan dirinya susah bernafas.
BRUKKK!!
Dion terkejut ketika Mutiara langsung mendorong nya begitu kuat sampai tubuh pria itu menabrak meja. Terlihat api kemarahan yang ada di dalam matanya. Dion bahkan langsung terpaku melihat kilatan kebencian itu.
"Wow! Lo nggak apa-apa Yon!" Steve langsung membantu sahabatnya berdiri.
Semua orang terkejut dengan perlakuan Mutiara yang tenaganya sekuat itu. Sungguh tidak pernah dibayangkan jika wanita yang tadinya terlihat anggun, seketika berubah menjadi kuat sampai bisa mendorong tubuh Dion yang besar dan kekar.
"Jangan menyentuh tubuhku dengan tangan kotor mu itu!! Menjijikkan!" Ujar Mutiara tajam penuh penekanan. Dia masih ingat bagaimana dulu Dion memeluk dan mencium Berlian dihadapannya tanpa rasa bersalah.
Matanya berkilat benci dan amarah diwajahnya pun keluar. Rasanya Mutiara ingin mencabik-cabik wajah Dion agar pria itu tahu diri jika wajahnya yang tampan tidak akan pernah bisa membuat Mutiara luluh begitu saja hanya karena permintaan maaf Dion dan rasa penyesalannya.
"So-sory Mut, gue meluk lo karena saking kangennya gue! Tolong jangan berpikir macam-macam ya, gue sama sekali nggak bermaksud melecehkannya lo, Mut!" Jawab Dion menahan punggungnya yang masih terasa sakit.
BRAK!
Mutiara menendang kursi hingga membuat kursinya terlempar agak jauh. Biarlah dia harus membayar kerugian, asalkan tidak akan ada yang berani melakukan pelecehan lagi terhadapnya.
Dion sendiri menganga, dulu wanita itu lemah lembut, ramah, ceria dan sangat mencintainya. Tapi sekarang kenapa Mutiara berubah menjadi begitu kejam padanya.
Heh, seharusnya Dion tahu diri bagaimana perasaan Mutiara. Wanita yang tersakiti karena pengkhianat dan perselingkuhan bisa menjadi kejam jika diperlakukan seperti itu.
"Kangen! Kamu kangen sama aku? Cih, kangen karena tidak bisa mendapatkan nilai bagus lagi karena tidak ada yang mengerjakan pekerjaan sekolahmu! Hah, makanya punya otak itu diasah, bukan cuma untuk memanfaatkan orang." Bahkan saking bodohnya kamu memilih batu kali yang sudah lumutan! Batin Mutiara.
"Oh, dan juga nanti Berlian akan sakit hati kalau tahu kamu memelukku seperti ini! Kamu tahu aku tidak mau adikku sedih, karena aku sudah merelakan kamu bersama Berlian! Aku tidak mau kamu mengkhianati Berlian seperti dulu kamu mengkhianati ku hanya karena aku gendut dan jelek!!" Ujar Mutiara dengan mulut tajam.
Skakmat!
Dion terdiam karena ucapan Mutiara yang dirasa benar. Dion hanya menunduk merasa seperti seorang pengecut. Sungguh melihat Mutiara yang sekarang dia jadi semakin tertarik, tapi Dion sadar jika sebentar lagi dia juga akan menikah dengan Berlian.
"Sebentar Mut, jadi dulu sebenarnya Dion jadiin lo pacar karena cuma memanfaatkan kepintaran lo aja?" Kali ini Steve bertanya pada Mutiara.
Mutiara menoleh ke arah Steve dan tatapan matanya berubah menjadi lembut, "ya,, seperti itulah, dia memacari ku karena aku pintar, setiap hari aku yang mengerjakan tugas dari guru, sedangkan dia berpacaran dan bersenang-senang dengan adikku sendiri dibelakang ku. Aku sih tidak masalah, asalkan adikku bahagia dengan pria yang saat itu menjadi kekasih ku, akan ku berikan, tapi ternyata Dion tidak pernah mencintaiku, dia hanya memanfaatkan ku saja! Lalu apakah aku salah jika saat ini aku sangat membenci Dion?"
Semua orang yang ada disana jadi semakin menganga karena mengetahui fakta satu itu. Setahu mereka Dion memang selingkuh dengan Berlian karena Mutiara gendut, sedangkan Berlian cantik. Tapi ternyata dibalik itu semua Dion sudah menang banyak.
"Owh, jadi waktu itu Dion mau pacaran sama Mutiara karena cuma memanfaatkan to?"
"Mutiara kan emang pintar, tapi Dion lebih cerdik karena memanfaatkan kecerdasan Mutiara tapi juga macarin adiknya yang aduhai itu!"
"Kalau menurut gue sih, Berlian tidak ada apa-apanya sekarang dibandingkan dengan Mutiara!"
"Udah Yon, lo nggak perlu minta maaf sama Mutiara, mentang-mentang sekarang Mutiara jadi cantik, dan Berlian tidak ada apa-apanya, nyesel dua kali lipat deh lo!"
Dion langsung menatap tajam Rian yang mengatakan kata-kata terakhir itu, sungguh didalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia hanya ingin minta maaf sama Mutiara. Tidak peduli Mutiara gendut atau langsing, Dion sudah menyesali semua perbuatannya.
Dion menyesal karena telah menyakiti Mutiara dimasa lalu, dia merasa tidak tenang setiap harinya selama belum minta maaf dan dimaafkan oleh Mutiara.
"Gue nggak masalah sama bentuk tubuh Mutiara, meskipun seandainya saat ini dia masih gendut, gue bakal meluk dia karena gue mau minta maaf sama dia, gue nggak kaya kalian ya, yang nilai orang cuma dari luarnya!" Geram Dion marah.
"Alah, gak usah membela diri lo, buktinya lo nggak beneran cinta sama Mutiara!" Balas Steve.
Dion tidak mempermasalahkan ocehan Steve yang menurut asla jeplak itu. Apa arti kerinduan selama ini pada Mutiara, padahal seharusnya dia bahagia karena Mutiara telah pergi jauh dan tidak akan ada yang menggangunya bersama Berlian, tapi buktinya rindu itu membuncah tiap harinya terhadap Mutiara.
"Mut, tolong maafin gue. Oke gue akui kalau gue salah, gue udah nyakitin lo! Tapi apa kita nggak bisa seperti dulu lagi, Mut! Gue ... Gue!"
"Ingat Dion, sebentar lagi lo bakal jadi adik gue dan gue adalah kakak ipar lo!" Ujar Mutiara tersenyum. Senyum remeh yang hanya bisa Dion rasakan.
kalung hage 150juta ... cuma 150rbu??
yg jual dlm lelang, bukan brg brg loaak!!
ape2 pon sebelum dijual akn diteliti dulu..
jual dlm pasar GELAP pon penuh dgn KETELITIAN, apatah lgi ni dlm LELANG..yg katanya org2 BESAR/ BERDUIT semua dtg..
speechless 😵💫😩😩😏😂
songong amat kamu berlian 🤣🤣
siapa sebenarnya org tua kandung mutiara...