Hasna Gadis berusia 18 tahun itu Didesak oleh Ayahnya untuk menikah dengan seorang Ustadz yang sangat dikagumi oleh sang Ayah.Tentusaja Hasna menolaknya mentah mentah.Apalagi Dia baru saja lulus sekolah.Dan Ustadz yang dijodohkan dengan dirinya itu merupakan guru ngajinya yang sudah mempunyai Istri.Dan Jika Ustadz itu menikahinya,tentu saja Dia akan menjadi Istri kedua.Padahal Dia sangat membenci Poligami.Dan juga Dia tak ingin dicap sebagai pelakor.
Apakah Hasna mau menerima Pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayu Coe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Mengedarkan sekelilingnya dia sampai menengadah menatap rumah megah sang ustad, yang berbanding terbalik dengan rumahnya yang tampak sederhana. Dia sampai terperangah melihat betapa luas halaman yang dipenuhi dengan pepohonan dan juga tanaman hias.
" ini beneran rumahnya ustadz?" tanya Hasna tak percaya.
" tentu saja Ini rumahnya aku ini rumah kita kamu boleh untuk tinggal di sini kalau kamu mau!" ucapnya sambil menggenggam tangannya.
" rumahnya gede banget, jangan-jangan ini rumah majikan ustadz!" faqih langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan istrinya itu.
" ish kamu ini sembarangan sekali kalau ngomong, ini tentu saja rumahku!" ucapnya lagi sambil kini merangkulnya. Terus berjalan kemudian disambut oleh beberapa orang pelayan.
"Assalamualaikum,selamat datang Nyonya Hasna!" beberapa pelayan yang menyambutnya. Hasna hanya tersenyum kaku.
" ya ampun banyak banget pelayannya!" gumamnya namun terdengar oleh Faqih.
" kamu mau makan atau mau minum dulu atau langsung kita ke kamarnya Laila!" tanya Faqih.
" langsung saja kita ke kamarnya Mas, lagi pula kita kan tadi baru makan masa iya makan lagi!"
" ya barangkali aja kamu udah laper banget nggak kuat!"
" enggak aku biasa aja kok tenang aja!"
" ya Udah ayo kalau gitu kita langsung aja ke kamarnya Laila!"
Kemudian mereka berdua pun tiba di kamar Laila. Hasna tampak ragu melanjutkan langkahnya, dia hanya diam terpaku di depan pintu kamar yang begitu megah itu sementara Faqih sudah masuk ke dalam kamar itu. Laila tampak terbaring lemah di atas ranjangnya, wanita itu sedang tidur terlelap namun begitu dia mendengar langkah kaki dia langsung mengerjapkan matanya. Dia sangat tahu bila ada seseorang yang datang ke kamarnya.
" mas kamu sudah kembali!"
"Iya,Sayang. Aku datang ke sini membawa seseorang yang sangat ingin kamu temui dan kamu lihat!"
" hah Siapa dia Mas!" ucapnya yang masih terbaring terlentang. Dia mengenakan pakaian tidur yang panjang menutupi tubuhnya yang ringkih. Rambutnya dipotong pendek membuatnya terlihat lebih segar.
"Ayo Hasna kemarilah!" faqih Melambaikan tangannya meminta Hasna untuk mendekat ke arahnya. Dengan ragu-ragu Hasna pun menghampiri mereka.
Wajah Laila tampak terbelalak senyum merekah tersungging di wajahnya, dia tampak mengulurkan tangannya kepada Hasna. Hasna pun menyambutnya.
" halo Mbak salam kenal, aku Hasna. Maaf baru sempat bertemu sekarang!"
" wah ternyata ini yang namanya Hasna, cantik sekali." hasna tersipu dipuji seperti itu capnya sambil menggenggam tangan Hasna dengan kedua tangannya.
" terima kasih ya Hasna sudah mau menyempatkan waktumu untuk berkunjung melihatku." ucap Laila dengan begitu ramahnya. Hasna memperhatikan wajahnya dengan seksama, di balik tubuhnya yang ringkih dan kurus itu, terlihat garis-garis kecantikan seorang wanita yang begitu baik dan Sholihah. Dia bahkan menyambut Hasna dengan begitu tulus. Hasna benar-benar merasa tersenyum melihatnya!"
" terima kasih Mbak Laila sudah saya seperti ini, saya harap kita bisa berteman!"
Tentu saja kita akan berteman, aku pun akan dengan senang hati menganggapmu sebagai adikku sendiri. Sering-seringlah main ke sini kalau bisa kamu tinggal saja di rumah ini, pasti akan sangat menyenangkan sekali bila kamu mau tinggal di sini. Aku jadi ada teman mengobrol dan berbagi. Apalagi kadang pak ustad kita ini sangat sibuk mengisi dakwah ke sana kemari, tentulah itu yang membuat aku kesepian. Dan sepertinya kamu akan menjadi teman yang menyenangkan." ucap Laila sambil menatap lekat ke arahnya.
" sebenarnya bukan aku tidak mau untuk tinggal di sini, tapi aku ya tinggal berdua dengan ayah. Ayah sudah tua dan sakit-sakitan, tidak ada yang mengurus dan memperhatikannya. Mungkin aku akan tinggal bersama ayahku, tapi aku janji akan sering-sering main ke sini!" ujar Hasna. Tampak wajah Laila terlihat kecewa. Namun wanita itu bisa mengerti keadaan Hasna.
" baiklah kalau seperti itu keadaannya, Hasna aku tidak bisa memaksamu untuk tinggal di rumah ini.
**********
semoga saja dia gak menggunakan kehamilannya untuk menyingkirkan laila karna hukum dr tuhan lbih keji hasna
pengen gua geprekkk dh hasna ini