NovelToon NovelToon
Penyihir Sampah Naik Level Jadi Archmage

Penyihir Sampah Naik Level Jadi Archmage

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Akademi Sihir
Popularitas:305
Nilai: 5
Nama Author: Benhard Ayub Simanjuntak

Aku dilahirkan tanpa mana. Dijuluki "Sampah Magic" dan dikeluarkan dari Akademi Sihir Kerajaan.

Saat hampir mati di hutan iblis, aku mendapatkan [Sistem Archmage].

Setiap mengalahkan monster = dapat skill sihir baru.
Api, Petir, Ruang, Waktu... semua sihir bisa kupelajari!

Sekarang, aku akan kembali ke akademi itu.
Dan membuat mereka semua berlutut di hadapanku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benhard Ayub Simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Perjalanan ke Kota Es & Pertemuan Jenderal

Angin kutub menusuk seperti ribuan jarum es.

Hari ke-1 perjalanan dari Guild Luminar.

"Jarak ke Kota Es Valtor: 7 hari jalan kaki." Kata Serah sambil menunjuk peta kulit yang sudah setengah beku. "Kalau kita dipaksa bertarung, bisa 10 hari."

Kael menarik napas. Uap putih keluar dari mulutnya.

Tubuhnya masih lemas setelah menggunakan Jantung Archmage 3 hari lalu. Umurnya berkurang 10 tahun. Secara fisik dia 10 tahun, tapi energinya seperti orang 20 tahun.

"Guru." Panggil Kael. "Kenapa Dewan 12 mau pecahan itu?"

Serah menutup peta. "Karena kalau 9 pecahan bersatu, bisa membangkitkan Menara Hitam. Dan kalau Menara Hitam bangkit... dunia kiamat."

Luna menggenggam tangan Kael. Tangannya dingin. "Makanya kita harus lebih cepat dari mereka."

Grom di belakang membawa 2 karung perbekalan. "Grom kuat. Grom jalan terus."

Salju mulai turun. Lembut di awal. Tapi 1 jam kemudian jadi badai.

*Hari ke-2: Hutan Tulang Es*

Mereka masuk ke hutan. Pohon-pohonnya mati. Cabangnya seperti tulang.

Di sini suhu -30 derajat.

Kael menggigil. Api kecil di telapak tangannya mati tertiup angin.

"Percuma." Bisik Kael frustasi. "Apiku tidak bisa hidup di sini."

Serah berhenti. "Justru karena itu kau harus belajar. Archmage sejati bukan mengandalkan elemen. Tapi mengandalkan kehendak."

Dia menunjuk ke pohon. "Bakar itu. Tanpa sihir. Pakai amarahmu."

Kael mengepal. Mengingat desa yang terbakar. Mengingat Luna hampir mati.

_FUSHHHH_

Api hitam meledak dari dadanya. Membakar 3 pohon sekaligus.

Salju di radius 5 meter langsung mencair.

Kael terengah. "Aku... aku bisa..."

[Notifikasi Sistem]

[Level: 13 -> 14]

[Skill: Kontrol Api Dasar Lv.2 -> Lv.3]

[Resistensi Dingin: +30%]

Malamnya mereka tidur di gua.

Kael jaga pertama. Dia menatap api unggun.

"Grom." Bisiknya. "Kenapa kalian tidak ninggalin aku? Aku beban."

Grom menggaruk kepala. "Tuan bilang dulu. 'Selama ada 1 orang percaya, maka kami tidak kalah'."

Kael diam. Air matanya hampir jatuh.

*Hari ke-4: Kawanan Serigala Es*

_AUUUU_

20 suara melolong dari kabut.

Serigala Es. Tinggi 2 meter. Bulu putih. Mata biru. Taring seperti kristal. Rank D.

"Ujian." Kata Serah tenang. "20 ekor. Kalian bertiga. Aku tidak ikut."

Luna langsung membuat perisai es. "Kael di tengah!"

Grom mengaum dan menebas 2 serigala sekaligus.

Kael panik. Dia baru level 14.

Seekor serigala melompat ke arahnya.

Insting. Kael meninju.

_BOOM_

Dinding api berbentuk lingkaran keluar dari tubuhnya.

5 serigala terpental dan terbakar.

"Bagus!" Teriak Luna. "Jaga jarak!"

Pertarungan 10 menit.

Kael membunuh 7. Luna 6. Grom 7.

Ketika serigala terakhir mati, Kael jatuh berlutut. Napasnya tersengal.

[Notifikasi Sistem]

[Level: 14 -> 16]

[Prestasi: Pembasmi Kawanan]

[Skill Baru: Langkah Api - Kecepatan +50% selama 10 detik]

Serah melemparkan botol air. "Cukup bagus. Untuk Rank D."

*Hari ke-6: Gerbang Kota Es Valtor*

Tembok es biru setinggi 20 meter. Mengkilap seperti kaca.

Di atasnya ada 100 pemanah. Dan bendera Dewan 12 berkibar.

"Kota ini dulunya damai." Bisik Luna. Matanya berkaca. "Aku pernah ke sini waktu kecil."

Sekarang jalanan dipenuhi budak. Dipaksa memecah gunung es dengan tangan kosong.

Yang jatuh \= dibekukan.

Yang teriak \= lidahnya dipotong.

Di alun-alun tengah ada 50 patung es. Di dalamnya manusia masih hidup. Mata mereka bergerak.

"Seni Jenderal Zeph." Kata Serah dingin. "Dia suka membekukan orang hidup-hidup lalu memajangnya."

Kael mengepal. Simbol di dadanya panas.

"Kita masuk malam ini."

*Penyusupan Gagal*

Jam 12 malam. Mereka memanjat tembok.

Belum sampai atas...

_TRING TRING TRING_

Lonceng peringatan.

"PENYUSUP! PENYUSUP!"

50 prajurit es dengan tombak muncul dari salju.

"Kena jebakan." Kata Serah. "Rencana berubah. Bertahan."

Pertarungan dimulai.

Luna membuat badai es. Grom menghancurkan 10 prajurit sekali tebas.

Serah menghilang. Muncul lagi dengan 5 kepala di tangannya.

Kael? Dia lari ke kerumunan budak.

"BEBAS! IKUT AKU!" Teriaknya sambil memotong rantai dengan api.

"ANAK ITU!" Teriak kapten. "BEKUKAN!"

100 tombak es meluncur.

Waktu melambat.

Kael melihat anak kecil di depannya. Umur 5 tahun. Gemetar.

Tanpa pikir panjang Kael memeluk anak itu.

_BOOOOOOM_

*Kebangkitan di Tengah Salju*

Ledakan api hitam. Radius 15 meter.

Salju mencair jadi danau. Tombak es meleleh. 100 prajurit terpental.

Kael berdiri. Anak kecil di pelukannya tidak terluka. Karena [Nyala Pelindung].

"Kael!" Luna berlari. "Kau gila!"

Kael menurunkan anak itu. "Lari. Ajak semua orang lari ke selatan."

Budak-budak menatap Kael. Ada air mata.

"Tuan... penyihir api..."

[Notifikasi Sistem]

[Level: 16 -> 18]

[Rank Naik: D -> C]

[Skill Baru: Aura Pelindung - Sekutu dalam 10m tidak terkena sihirmu]

[Segel: 22% Terbuka]

*Jenderal Es Zeph Muncul*

_TEPOK TEPOK TEPOK_

Suara tepuk tangan dari langit.

Seorang pria turun perlahan. Melayang di atas es.

Usia 30an. Rambut putih panjang. Mata biru pucat.

Jubah biru tua dengan bulu rubah. Di tangannya tongkat es setinggi 2 meter.

Di lehernya, tergantung kalung. Dan di kalung itu... Pecahan ke-8 berdenyut.

"Zeph." Kata Serah. "Jenderal Es. Rank A."

"Serah." Zeph tersenyum. "Sudah 10 tahun. Kau masih cantik."

"Omong kosong." Serah maju. "Kembalikan pecahan itu."

Zeph tertawa. "Atau apa? Kau mau ambil?"

Dia mengangkat tongkat.

_GREDER_

Seluruh kota bergetar. Langit jadi gelap.

"Ice Age: Absolute Zero."

Suhu langsung turun ke -100 derajat.

Luna langsung membeku sampai dada. Grom membeku setengah badan.

Bahkan Serah kesulitan bergerak.

Hanya Kael yang berdiri. Karena Aura Pelindung.

Zeph menatap Kael. "Menarik. Kau satu-satunya yang tidak beku."

"LEPASKAN MEREKA!" Teriak Kael.

"Atau apa?" Zeph mengarahkan tongkat ke Luna. "Aku hancurkan dia dulu?"

Kael melihat Luna. Bibirnya sudah biru.

Amarah. Takut. Putus asa.

Semua jadi satu.

"AKUUU!!!"

_BOOOOM_

Api putih keluar dari tubuh Kael. Mencairkan es di radius 50 meter.

Luna dan Grom jatuh. Bebas.

Zeph terkejut. "Api putih? Tidak mungkin..."

*Pertarungan Jenderal vs Murid*

Kael berlari. Kecepatan seperti kilat. [Langkah Api]

Tinju dilapisi api menghantam perut Zeph.

_DUAR_

Zeph terpental menabrak 3 menara es.

"Anak sialan!" Zeph bangkit. Wajahnya marah. "Ice Spear!"

1000 tombak es muncul di langit.

"Hujan Es!"

Kael membuat kubah api. Tapi kubahnya retak.

"Guru!" Teriak Kael.

Serah muncul dari belakang Zeph. Pedangnya menebas punggung Zeph.

Zeph berbalik dan meninju Serah sampai terpental.

"Jangan ikut campur!" Raung Zeph.

Dia menatap Kael. "Kau mirip dia. Archmage yang sialan itu."

Zeph mengambil pecahan ke-8 dari lehernya.

"Kau mau ini? Ambil!"

Dia melempar pecahan itu ke langit.

"Kalau kau tidak bisa ambil, maka pecahan itu akan hancur dan meledak. 1 kota mati!"

Pecahan itu melayang 100 meter di atas. Mulai bergetar.

*Pilihan dan Pengorbanan*

[Notifikasi Sistem DARURAT]

[Waktu: 10 detik sebelum ledakan]

[Pilihan:

Kejar Pecahan \= Kau akan mati beku

Selamatkan Warga \= Pecahan hancur

Gunakan Jantung Archmage \= Kehilangan 10 tahun umur lagi]

Kael menatap ke bawah. 10.000 warga sedang lari. Anak kecil tadi melambaikan tangan padanya.

Kael menatap Luna. Luna menggeleng. "Jangan Kael..."

Kael tersenyum. "Maaf."

Dia menusukkan tangan ke dadanya.

[Skill Terlarang: Jantung Archmage Lv.2 - Pengorbanan]

_FLASH_

Sayap api putih muncul di punggung Kael.

Dia melesat ke langit. Kecepatan cahaya.

3 detik. Dia meraih pecahan itu.

4 detik. Ledakan pecahan terhenti.

5 detik. Kael jatuh bebas.

"KAELLL!!!" Teriakan Luna menggema.

_DUAR_

Kael menghantam tanah. Membuat kawah sedalam 5 meter.

Sunyi.

*Setelah Badai*

10 menit kemudian.

Kael batuk darah. Tubuhnya penuh luka bakar.

Tapi di tangannya... 8 pecahan sudah menyatu. Berdenyut seperti jantung.

Luna memeluknya erat. "Bodoh... bodoh... kenapa..."

"Karena..." Kael tersenyum lemah. "Aku janji... tidak ada yang mati lagi..."

Grom mengangkat Kael ke punggungnya.

Serah berdiri di atas reruntuhan Zeph. Jenderal itu sudah jadi patung es dan pecah.

"Kota bebas." Kata Serah pelan. "10.213 warga selamat."

3 hari kemudian.

Kael terbangun di rumah sakit guild cabang Valtor.

Di sampingnya: Luna tidur, Grom jaga, Serah minum teh.

"Selamat pagi, Rank C." Kata Serah.

Dia melemparkan jubah baru. Warna merah dengan sulaman api.

"Lencana Rank C sudah ditempel."

Kael melihat tangannya. 8 pecahan di dadanya sekarang jadi satu simbol.

[Notifikasi Sistem]

[Quest Selesai: Bebaskan Kota Es Valtor]

[Reward: Pecahan ke-8 + 500.000 Koin + Naik Rank C]

[Quest Baru: Kumpulkan Pecahan Terakhir di Istana Pusat]

[Peringatan: 11 Jenderal Dewan 12 bergerak ke posisimu]

[Status: Buronan Kelas SS - Hadiah 1 Miliar Koin]

Kael berdiri. Melihat keluar jendela.

Salju sudah berhenti. Matahari terbit.

Tapi di kejauhan, di puncak gunung hitam, 11 bayangan sedang menatap ke arahnya.

Perang... baru dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!