Sheryl anandia, seorang gadis berusia 23 tahun yang berparas cantik dan cukup pintar.
di tengan banyak kelebihan yang ia miliki, ia memendam kesedihan tersendiri dalam hidupnya. sampai di satu titik ia begitu lelah dan ingin menyusul ibunya yang lebih dulu di panggil yang kuasa
tapi nyatanya Tuhan berkehendak lain, Tuhan membawanya bertemu dengan seorang pria bernama Mario Kennedy, pria yang belum pernah ia temui ataupun ia tahu, dan tiba-tiba ia di hadap akan sebagai istri orang itu, istri orang asing untuknya
perhatian dan kasih sayang yang di berikan orang itu membuat sheryl begitu nyaman dan bahagia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nerissa ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam pertama
Mario langsung menyambar benda kenyal di hadapannya “maafkan aku" lirih Mario
permintaan maaf yang terkesan tidak tulus itu terlontar dari bibir Mario
bagaiman bisa di bilang tulus kalau saat meminta maaf tak hentinya ia menyunggingkan senyumnya, senyum merasa puas dengan kesalahan yang sudah ia perbuat
“plak” Mario mendapat hadiah pukulan bertubi-tubi dari Sheryl yang merasa bahwa Mario tidak tulus meminta maaf padanya
Mario hanya diam tak menanggapi pukulan sheryl, yang ada dia hanya diam sambil memejamkan mata seakan pukulan sheryl sebuah pijitan yang begitu nyaman untuknya
Sheryl merasa lelah saat memukul mario tapi tak di tanggapi oleh orang yang mendapat pukulannya, akhirnya sheryl menarik nafas dalam “kau mulai ikut campur urusan harta peninggalan kakekku ya?” Tanya sheryl dengan tatapan kesal pada Mario
“hehehe, ketahuan” Mario menggaruk tengkuknya yang tak gatal
“plak” sheryl memukul lengan Mario dengan keras
“sakit loh” rengek Mario mengusap lengannya yang baru mendapat pukulan dari sheryl
“mas gak harus sejauh ini, Sheryl bisa mengurus sendiri semua tanpa bantuan mas” ucap sheryl
“tapi mas ingin, kamu mau gimana?” balas Mario menampakkan deretan gigi putihnya pada sheryl
sebenarnya Mario tidak ingin ikut campur terlalu jauh tapi saat mendengar ayah kandung sheryl mulai bergerak mengamankan harta peninggalan kakeknya agar tak bisa di ambil sheryl, mario merasa perlu turun tangan untuk mencegah ayah sheryl melakukan lebih
sebenarnya Mario tak habis pikir kenapa ada orang tua yang mengambil uang anaknya, biasanya kan orang tua yang mencari uang untuk anaknya
mario memeluk sheryl dari belakang "mas tahu kamu mampu, tapi mas juga merasa perlu membantu kamu, karena mas sayang kamu, mas gak ingin kamu harus terlalu bekerja keras mengamankan apa yang jadi hak kamu padahal mas bisa membantumu dengan mudah" mario meletakkan dagunya di pundak sheryl "tanpa harta itupun mas lebih dari mampu memberikan apapun yang kamu inginkan, tapi mas coba mengamankan itu semua hanya karena mas gak ingin kamu sedih kehilangan peninggalan kakekmu" mario mengecup dalam bahu polos sheryl
"untuk perombakan dalam perusahaan itu mas janji gak akan ikut campur, mas hanya mengamankan saja agar ayah kamu gak mengambil lebih dari apa yang sudah dia ambil selama ini dari kamu" ungkap mario
"maaf mas" sheryl merasa bersalah pada mario padahal niat mario baik dengan mengamankan harta kakeknya sehingga dirinya tidak akan kesusahan saat turun langsung melawan ayahnya "sheryl hanya gak suka berutang budi dengan siapapun" cicit sheryl
"ini bukan hutang budi, tapi karena suamimu ini cukup sombong akan kemampuannya"kekeh mario
"lagi pula aku senang bisa memberikan sesuatu untuk istriku tercinta" ucap mario
“terserah mas saja” balas sheryl hendak berdiri tapi ditahan
Mario “mau kemana?” Tanya Mario
“pakai baju lah” balas sheryl
Mario memandangi lekat sheryl sang istri yang akan pergi meninggalkannya “kan belum selesai mandi” jawab
Mario sambil memberikan tatapan nakalnya
“sheryl sudah mandi tadi mas” balas sheryl
Mario ikut berdiri berhadapan dengan sheryl dan menangkup dagu sheryl dengan satu tangannya “tapi mas belum selesai mandi” balas Mario menabrakan wajahnya ke wajah sheryl sehingga benda kenyal itu saling bertemu
mario menarik tubuh sheryl makin merapat ke tubuhnya sehingga tak ada jarak yang tersisa di antara mereka "jangan tinggalin mas, temani mas ya" pinta mario dengan suara lirih dan syarat memohon itu
"kenapa sheryl harus mau menemani mas mandi?" tanya sheryl
mario nampak berpikir sebentar "karena kamu sekarang istri mas, dan suami kamu ini ingin di temani mandi" balas mario dengan pongah
Sheryl merubah posisinya menduduki paha Mario dan mengalungkan tangannya di leher Mario dengan sengaja menekan sesuatu yang akan langsung on sangat terkena gesekan dari sheryl
Mario sedikit mendorong tubuh sheryl “kau mau membangunkannya ya” ucap Mario dengan nafas masih memburu
Nafas sheryl pun juga masih memburu “apa?” Tanya sheryl melihat sekeliling untuk mencari tahu maksud Mario
Mario tersenyum tak percaya dengan tingkah sheryl “disini” tunjuk Mario dengan lirikan matanya ke paha bawah milik mario yang jelas sekarang di duduki sheryl
Sheryl mulai paham dan memperlihatkan senyum mengejeknya “apa disitu” Tanya sheryl makin mendekatkan
tubuhnya ke tubuh Marioga dengan sengaja “kalau aku ingin membangunkannya bagaimana?” Tanya sheryl dengan suara sensualnya
“selagi masih bisa ditahan jangan main-main sheryl” balas Mario memperingati sheryl karena dirinya hanyalah lelaki biasa yang saat di pancing dengan hal menggoda pasti akan menyambarnya
mereka memang sering melakukan hal sedekat ini tapi sheryl selalu menghentikan kegiatan Mario saat melampaui batas dan Mario mengerti itu, Mario tak ingin memaksa sheryl berhubungan dengannya lebih jauh jika sheryl belum siap
Sheryl malah memposisikan tubuhnya diatas benda padat itu dengan sengaja “mmmmhh” sheryl menggigit bibir bagian bawahnya saat menggesek milik Mario
Mario memejamkan matanya menahan hasratnya “jangan bersuara seperti itu” ucap Mario yang sudah mulai terpancing dengan tindakan nakal sheryl
“kenapa? " sheryl seolah-olah tak paham maksud Mario " biasanya juga Sheryl bersuara
seperti itu” Sheryl makin menggesek benda tumpul milik Mario “upps sudah bangun ya” ucap sheryl makin menggesek milik Mario dengan kuat membuat benda pusakanya menegang dengan kuat dan membesar
“aaaah sher” desah Mario dengan
keringat bercucuran karena sekuat tenaga menahan gairahnya, dirinya tak ingin mulai tanpa persetujuan sheryl terlebih dahulu
Entah dapat keberanian dari mana sheryl mengecup leher Mario dan memberikan gigitan kecil di leher maskulin Mario dan
juga bermain dibawah sana dengan satu tangannya
******* demi ******* terlontar dari bibir mungil sheryl dan juga Mario yang sudah terlanjur berrkabut gairah itu
"ini kamu yang mancing ya sher" ucap Mario dengan seringai liciknya
"apa? " sheryl seolah-olah tak tahu tapi sudut bibirnya menyunggingkan senyumnya
di tatapnya wajah Mario dengan dalam "apa aku bisa mempercayakan hidupku padamu" batin sheryl
sheryl tentunya punya ketakutan sendiri dalam memilih pasangan. ayahnya yang dulu katanya mencintai sangat ibu tapi tega berselingkuh dan membawa selingkuhan itu ke hidupnya dan malah menomor satukan anak tirinya yang kata ayahnya bukan anak kandungnya dan hanya dirinya yang ayah kandung. sedangkan kekasihnya yang sudah bersamanya selama tiga tahun juga menghianatinya jadi bagaimana mungkin ia bisa percaya dengan mudah pada seorang lelaki
"kita lihat nanti ya mas, kalau kamu memang setia akan ku abdikan seluruh hidupku untuk mu tapi jika kau main main denganku akan ku hancurkan kau sampai ke dasar" batin sheryl bermonolog
tak beda dengan sheryl, Mario pun sedang memandangi sheryl dengan berjuta pikiran di dalam benaknya "aku janji akan memberikan seluruh kebahagiaan untukmu sayang, semua isi dunia akan ku berikan untukmu karena aku mencintaimu" batin mario
"kau yang memancingku ya sayang" ucap mario mulai menyerang sheryl dengan gerakan cepat