NovelToon NovelToon
Istri Misterius Sang Jenderal

Istri Misterius Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Dijodohkan Orang Tua / Fantasi Wanita / Nikah Kontrak / Kerajaan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Arina Volans dipaksa menikah dengan Jenderal Orion Wezen, pria yang seharusnya menjadi suami adik tirinya. Di mata semua orang, Arina hanyalah wanita pendiam dan berwajah dingin yang tak pernah diinginkan siapa pun.

Namun, di balik wajah tanpa ekspresinya, Arina menyimpan rahasia yang tak boleh diketahui siapa pun. Saat malam tiba, ia menjalankan rencana-rencana berbahaya yang bahkan tak mampu ditebak oleh Orion.

Ketika identitas Arina perlahan terungkap, sebuah rahasia yang telah terkubur selama puluhan tahun mulai mengguncang kerajaan dan menyeret mereka ke dalam pusaran konspirasi, pengkhianatan, dan perang.

Mampukah seorang jenderal mempercayai istri yang paling misterius di seluruh kerajaan?

*

Cerita murni karangan penulis dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Arina memperhatikan setiap gerakan Orion sambil mencoba menebak apa yang sebenarnya akan dilakukan pria itu dengan semua senjata yang dikeluarkannya.

“Bagaimana pertemuanmu dengan Baginda?” tanya Arina.

Ia tahu Orion masih kesal. Meski begitu, rasa penasarannya jauh lebih besar. Bahkan, diam-diam ia berharap Orion mendapat sedikit hukuman atas kelalaian yang terjadi.

“Yang Mulia Raja memerintahkanku untuk menyelesaikan konflik di wilayah perbatasan.” Orion melemparkan sebuah pedang ke dalam peti, lalu mengambil gulungan peta. Setelah itu, ia mengangkat sebilah pedang bersarung putih yang berkilau. “Aku akan berada di sana selama beberapa minggu.”

“Jadi, ini hukuman untukmu karena kedua tahanan itu kabur?”

Orion menghentikan gerakannya.

Perlahan, ia menurunkan pedang yang sedang dipegangnya, lalu menatap Arina dengan sorot mata tajam.

“Setidaknya kau masih bisa berpikir,” dengusnya.

“Kau masih mencurigaiku?”

“Hanya kaulah orang yang paling mencurigakan di manor ini.”

“Lalu apa alasannya?” Arina berjalan mendekati pedang yang tergeletak di dekat pintu. Ia membungkuk, mengambilnya dengan hati-hati, lalu mengamati bilahnya yang berkilau. “Kenapa aku harus membebaskan mereka? Bukankah justru aku yang membantumu menangkap mereka?”

Orion mengembuskan napas berat. Perkataan Arina memang masuk akal, tetapi entah mengapa ia tetap merasa wanita itu patut dicurigai.

Setelah mengambil beberapa senjata yang diperlukan, Orion mendorong kembali peti kayu itu ke bawah tempat tidur.

“Pedang yang bagus,” puji Arina sambil mengamati pedang di tangannya. Ujung jarinya menyentuh perlahan bilah pedang yang terasa lebih dingin daripada besi biasa. “Apa namanya?”

“Itu Pedang Naga Putih,” jawab Orion. “Hadiah dari seseorang untuk ayahku bertahun-tahun yang lalu.”

Setelah menjawab, Orion mulai melepas pakaian luarnya. Ia ingin segera mandi. Saat itu puncak musim panas, dan bahkan menjelang sore pun udara masih terasa begitu menyengat.

Awalnya Arina hanya berniat mengagumi Pedang Naga Putih. Namun, tanpa sengaja pandangannya beralih ke dada Orion yang kini terbuka.

Tubuh Orion tegap dan berotot, terbentuk dari latihan bertahun-tahun sebagai seorang jenderal.

Namun, bukan itu yang menarik perhatian Arina.

Tatapannya terpaku pada sebuah tanda berbentuk bulan sabit di bagian atas dada Orion.

Mata birunya sedikit melebar.

Tanda itu...

Bentuknya sama persis dengan tanda lahir yang dimilikinya.

Satu-satunya perbedaan hanyalah warna. Tanda milik Arina berwarna ungu, sedangkan milik Orion berwarna perak, serasi dengan warna rambutnya.

“Orion...”

“Hm?”

Orion berdeham singkat sambil melangkah menuju kamar mandi. Namun, Arina segera berdiri di hadapannya dan menghalangi jalannya.

“Kau ingin membunuhku?” tanya Orion sambil melirik Pedang Naga Putih yang masih berada di tangan Arina.

Arina segera menggeleng.

Dengan tergesa, ia menyerahkan pedang itu kembali kepada Orion. Meski begitu, tatapannya belum juga lepas dari tanda bulan sabit di dada pria tersebut.

“Apa kau sendiri yang menggambar tanda itu?” tanyanya pelan.

Orion menunduk sekilas, memperhatikan tanda di dadanya.

“Bukan.” Ia menggeleng. “Itu tanda lahir.”

“Apakah ada orang lain yang mengetahui kau memiliki tanda itu?”

“Kenapa?”

Nada suara Orion masih terdengar keras. Ia mulai kehilangan kesabaran menghadapi pertanyaan Arina yang seolah tidak ada habisnya.

“Jangan pernah memperlihatkan tanda itu kepada siapa pun.”

Arina tidak menjawab pertanyaan Orion. Sebaliknya, ia justru memberikan sebuah peringatan.

Ada sedikit kekhawatiran yang terselip dalam suaranya.

Orion terdiam.

Untuk pertama kalinya sejak Arina tinggal di manor ini, wanita itu berbicara tanpa nada datarnya yang biasa. Meski perubahan itu sangat tipis, Orion tetap dapat merasakannya.

...***...

...Like, komen dan vote ...

1
Nda
kayanya Orion mulai cemburu nggak sh🤭
Nda
novelmu selalu menarik thor😍😍
ociii
🥰🥰
ociii
cerita'y bagus...♥️♥️
Mila Sari
Thor jgn setengah 2 ceritanya,, yg bnyk updatenya
Mila Sari: ditunggu ya Thor,, semangat berkarya
total 2 replies
Mila Sari
ceritanya smkin seru,, Thor yg bnyk updetnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!