Selama sua tahun, Kiara menjalin hubungan dengan Vino, hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, bahkan sampai bertunangan. Namun tiga bulan terakhir semua perhatian Vino beralih kepada wanita bernama Shela. Wanita yang katanya adalah keponakan Vino yang baru datang. Kiara meredam cemburu, menelan kekecewaan, dan terus percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya.
Namun, pengorbanan ada batasnya. Kebohongan yang terus dikemas rapi akhirnya terkuak saat Kiara menemukan fakta bahwa kedekatan Vino dan Sheila melampaui ikatan keluarga yang selama ini digembar-gemborkan. Di titik itulah Kiaramenyadari, dia bukan sekadar dikhianati, melainkan tak pernah benar-benar dijadikan yang utama.
Tanpa amarah yang meledak-ledak, Kiara memilih meletakkan kembali seluruh perasaannya. Dia mengembalikan semua kenangan dan melangkah pergi. Saat Vino akhirnya tersadar dan mencoba mengejar, Kiara hanya menyisakan satu kenyataan dingin. Masa berlaku cintanya telah habis, dan tidak ada kesempatan kedua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kiara 35
Keesokan paginya, kediaman keluarga besar Bu Indah atau yang tak lain adalah rumah kedua orang tua Vino, tampak tenang. Suasana megah rumah itu berubah agak lengang semenjak Vino diusir dan akan di terima kalau Vino sudah menyadari semua kesalahannya. Pak Heru, ayah Vino, sudah berangkat ke kantor, sementara Bu Indah duduk melamun di ruang tamu bersama Rania yang sibuk memeriksa dokumen kuliah di laptopnya.
Tiba-tiba, bel rumah berdering beberapa kali.
Saat asisten rumah tangga membuka pintu, Shela langsung menerobos masuk dengan langkah terseok-seok. Wajahnya dipoles pucat, matanya sembap buatan, dan ia mengenakan pakaian paling lusuh yang ia miliki. Begitu melihat Bu Indah, Shela langsung menjatuhkan dirinya bersimpuh di atas karpet bulu, bertekuk lutut di dekat kaki saudiri tiri ibunya itu..
"Tante Indah... tolongin Shela, Tante..." tangis Shela pecah seketika, begitu dramatis dan dipaksakan.
Bu Indah terkejut dan mendadak kaku, sementara Rania langsung menutup laptopnya dengan keras, menatap sepupu tanpa garis darahnya itu dengan kilat mata penuh permusuhan dan amarah. Apalagi seetelah kedatangan Shela ke kota itu, terutama untuk kehidupan keluarganya membuat hubugan sang kakak dengan Kiara akhirnya harus kandas. Rania terlanjur sayang kepada Kiara dan menganggapnya seperti kakak sendiri.
"Shela? Mau apa kamu ke sini lagi?!" tegur Rania tajam, menyilangkan dada dan berdiri menghalangi jalannya menuju sang ibu.
"Rania, tunggu dulu... biarkan dia bicara," bisik Bu Indah ragu.
Meskipun kecewa berat pada Vino, naluri seorang ibu dan kerabat masih menyisakan sedikit rasa iba pada keponakannya itu. Melihat celah tersebut, Shela makin gencar melempar umpannya. Tangannya yang gemetar pura-pura berusaha meraih ujung gaun Bu Indah.
"Tante... Shela minta maaf atas semua keributan ini," teriak Shela memelas, air matanya menetes mengenai karpet.
"Tapi Tante harus tahu kebenarannya! Semua ini bukan salah Shela ataupun Mas Vino! Kami berdua cuma korban, Tante!"
Rania tertawa sinis. "Korban? Korban dari mana, Shela? Jangan mulai mengarang cerita murahan lagi ya di rumah ini!"
"Shela gak bohong, Ran!" potong Shela melengking, tatapannya dialihkan penuh kebohongan pada Bu Indah.
"Tante, sebenarnya Kiara yang jahat! Kiara yang mengancam Shela waktu Shela masih dirawat di rumah sakit!"
Bu Indah mengerutkan keningnya dalam-dalam. "Mengancam bagaimana maksudmu, Shela?"
"Waktu Mas Vino nemenin Shela yang lagi kritis malam itu, Kiara nelfon dan maki-maki Shela, Tante!" kibul Shela tanpa berkedip.
"Kiara bilang, kalau Shela gak mau jauhin Mas Vino, Kiara bakal pakai koneksi keluarganya buat hancurin bisnis Om Heru dan bikin Mas Vino diusir! Kiara yang ngerencanain semua ini buat jebak Mas Vino biar Mas Vino kelihatan salah di mata Om Heru! Bahkan Kiara juga sempat membayar orang jahat untuk mencelakai Shela, beruntung ada ornag yang membantu Shela. Kiara itu jahat tante... Tolong jangan usir Mas Vino dan cabut semua fasilitasnya. Biarkan dia kembali ke rumah ini. Dia pasti sangat etrsiksa di luar sana," kebohongan Shela semakin menjadi.
Shela menunduk, menyembunyikan senyum tipisnya di balik tangisan palsu. Ia yakin cerita ini akan menyentuh hati Bu Indah yang sangat menyayangi kedudukan Vino dan nama baik keluarga.
"Kiara bahkan nelfon Shela kemarin, Tante," lanjut Shela seraya mengusap air mata buatannya.
"Dia bilang dia puas udah bikin keluarga kita pecah. Mas Vino itu cuma kepancing emosi karena ditekan sama Kiara, Tante... Mas Vino itu sebenarnya kasihan sama Shela yang merupakan sepupunya saja. Tolong bawa Mas Vino pulang, Tante... kasihan Mas Vino..."
Suasana ruang tamu mendadak hening. Bu Indah menatap Shela lama, matanya menerawang. Sulit di artikan tatapan dari Bu Indah kali ini membuat Shela menelan ludahnya kasar.
"Tante... Shela cuma mau keluarga kita utuh lagi," bisik Shela lembut, merasa aktingnya berhasil.
Namun sebelum Bu Indah sempat bersuara, Rania melangkah maju dan melayangkan tepuk tangan pelan yang sarat akan sindiran.
Prok... prok... prok...
"Luar biasa, Shela. Akting kamu benar-benar layak dapat piala," ucap Rania dengan nada dingin menusuk.
Shela mendongak, berpura-pura bingung. "Ran... aku ngomong jujur..."
"Jujur?" Rania mengeluarkan ponselnya dari saku dan mengetuk layar beberapa kali.
"Tahu gak, Shela? Sebelum Mbak Kiara pergi naik taksi ke bandara kemarin pagi, dia sempat record semua panggilannya. Termasuk panggilan telepon dari nomor baru kamu yang maki-maki Mbak Kiara di rumah sakit!"
Wajah Shela yang tadinya pucat buatan mendadak berubah menjadi pucat pasi yang sesungguhnya. Rania memutar sebuah rekaman suara di ponselnya dengan volume maksimal:
“...Kamu sengaja kan bikin keluarga kami bertengkar?! Mas Vino itu kewajibannya bantu aku! Cuma gara-gara aku minta tolong dikit malam itu, kamu langsung mutusin Mas Vino?! Jahat banget jadi orang!...”
Suara Shela yang melengking dan kasar memenuhi seluruh ruangan, disusul suara tenang nan berwibawa Kiara yang menelanjangi kelakuan Shela hingga tak bersisa.
"Mbak Kiara udah kirim rekaman ini ke grup keluarga besar kemarin sore, Shela," ujar Rania sambil tersenyum dingin.
"Termasuk ke ponsel Papa dan Mama. Jadi semua orang di rumah ini, bahkan satu trak kelaurga kita juga tahu, udah tahu betapa membusuknya kelakuan kamu dan Mama kamu yang suka meras uang! Bahkan chat kamu kepada Mbak Kiara juga ada semua buktinya,"
Bu Indah berdiri perlahan dari kursinya. Rasa iba yang tadinya menyelinap kini berganti menjadi kekecewaan dan kemarahan mendalam.
"Tante... itu... itu fitnah, Tante..." gagap Shela, tubuhnya kini benar-benar gemetar ketakutan.
"Cukup, Shela!" bentak Bu Indah tegas, suaranya bergetar menahan malu dan amarah.
"Saya memang kecewa sama Vino karena dia bodoh! Tapi saya lebih jijik melihat kamu yang datang ke sini membawa kebohongan baru di atas penderitaan anak saya!"
"Tante, tolong dengar dulu..."
"Keluar dari rumah saya!" perintahkan Bu Indah menunjuk langsung ke arah pintu utama.
"Jangan pernah injakkan kaki kamu atau ibu kamu di rumah ini lagi! Mulai hari ini, saya tidak sudi mengakui kamu sebagai keponakan saya!"
"Pak Satpam! Seret perempuan ini keluar!" teriak Rania memanggil penjaga depan.
Dua orang satpam berbadan tegap langsung masuk dan memegang kedua lengan Shela. Shela meronta-ronta dan menjerit memelas, namun tangisannya kali ini adalah tangisan panik yang nyata karena sadar topengnya telah hancur sepenuhnya.
"Tante Indah! Rania! Lepasin! Aku ini saudara kalian!" jerit Shela saat diseret melewati pintu depan.
Brak!
Pintu kayu jati yang kokoh itu ditutup rapat di depan wajah Shela, memutus seluruh akses dan harapannya untuk mendapatkan belas kasihan maupun uang dari keluarga kaya tersebut. Shela tersungkur di atas lantai teras, meratapi nasibnya yang kini benar-benar kehilangan segalanya.
dtggu versi mini kalian yx ,, gx ush byk2 ,,
lngsung kembar 4 aj ,, 🤭🤭
karna namanya berubah terus atau dua suami ibu indah ini🤭🤭🤭🙏
di penjara kalian gx perlu mikir bayar kontrakan , gx perlu mikir beli skincare kalo abis , gx perlu mikir bayar Listrik , bayar ini itu ,, di jamin gratis pokokny ,,