NovelToon NovelToon
Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Single Mom / Nikahmuda / Poligami / Spiritual / Ibu Pengganti / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: rahma khusnul

Seorang ibu yang mengandung, melahirkan, menyusui, mendidik dan membesarkan anak-anaknya adalah wanita yang hebat.

tapi tahukah kalian bahwa ada wanita yang jauh lebih hebat, yaitu wanita yang terus berjuang untuk menjadi seorang ibu, dia yng melakukan segala hal demi memperjuangkan garis dua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahma khusnul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasil Pemeriksaan Dokter...

HAPPY READING...⚘⚘⚘

Pukul 9 pagi, sepeninggal suaminya Afifa berpamitan kepada mertuanya.

"Ma...Pa...Fifa pamit pulang dulu ya"

"Lo...kok pulang?" tanya Mama.

"Fifa mau periksa kandungan dulu Ma, terus besok Fifa juga harus kembali ngajar, sudah dua hari Fifa gak masuk".

"Belum ambil cuti Fa? kandunganmu kan sudah mulai membesar, nanti kamu capek lagi", Mama mengusap lembut perut Afifa.

Afifa tersenyum, "Ga papa Ma, Fifa masih kuat kok, lagi pula Fifa mau ambil cutinya nanti kalau sudah mau melahirkan, biar bisa lebih lama bersenang-senang mengurus bayi kami".

"Ya sudah kalau itu maumu, tapi kamu juga harus jaga kandunganmu, jangan sampai terjadi apa-apa sama cucu Mama", ucap mama kamudian.

"Iya Ma", Jawab Afifa sambil tertunduk, jujur saja, sebenarnya ada rasa khawatir dibenak Afifa karena peristiwa jatuhnya kemarin.

tak lama Mang Ujang datang untuk menjemput Afifa, karena memang sudah sejak pagi Afifa mengirim pesan kepada Mang Ujang untuk menjemput dirinya.

Afifa menyempatkan diri untuk melihat Nadia yang masih saja diam dan mengurung diri dikamarnya, dia hanya mengangguk saat Afifa berpamitan untuk pulang.

Afifa pun berangkat menuju rumahnya, untuk mengambil buku KIA terlebih dahulu sebelum periksa ke dokter kandungan langganannya, tiba diruangan dokter Afifa melakukan USG untuk mengetahui kondisi janinnya.

"Bagaimana dengan kandungan saya dok?" tanya Afifa.

Dokter menarik nafas panjang, "Sejak kapan ibu terjatuh?" menatap selidik ke arah Afifa.

"Dua hari yang lalu dok, Apa tetjadi sesuatu dengan janin saya?" Tanya Afifa tak sabar menunggu jawaban.

"Janinnya memang baik, tapi plasentanya agak remuk karena benturan keras dibagian bawah, saya khawatir akan terjadi kelahiran prematur", jelas dokter.

Afifa tersentak kaget mendengar ucapan dokter, tangannya terus mengelus-elus perutnya, masih terasa gerakan dari janinnya, "Tapi bayi saya tetap bisa selamat kan dok?"

"Usia kandungan ibu sekarang sudah menginjak sekitar 30 minggu, tepatnya 6 bulan lebih 5 hari, kemungkinan lahir normal itu ada, tapi jika kelahirnya dalam waktu dekat, maka kita harus siap tabung incubator untuk melindungi tubuh baby yang belum siap dari udara luar, dan beratnya pun masih sangat kurang untuk dilahirkan".

"Lalu apa yang harus saya lakukan dok?" tanya Afifa yang mulai berkaca-kaca menahan kesedihannya.

"Ibu jaga kandungan ibu, agar tidak lahir secepat itu, minimal sampai usia kandungan ibu genap 33 minggu atau tepat 7 bulan, kita berdo'a saja semoga ibu dan janin ibu kuat sampai saatnya tepat untuk dilahirkan".

Afifa meneteskan air mata sambil tertunduk menatap perutnya, segera ia menyekanya, lalu kembali menatap dokter, "Baik dok, saya akan berusaha menjaga kandungan saya".

Afifa keluar dari ruangan dokter, dia melangkahkan kaki dengan hati-hati sambil memeluk buku KIA didadanya, fikirannya menerawang menyesali keteledorannya sendiri kemarin pagi.

"Sudah Neng?" tanya Mang Ujang yang tiba-tiba saja datang membuyarkan lamunan Afifa.

"Eh...iya Mang, ayo kita langsung pulang", Ajak Afifa.

"Mangga Neng", mengangguk dan membukakan pintu depan mobil pickup nya.

Afifa segera naik dan berterima kasih kepada Mang Ujang.

Mang ujang melajukan mobilnya membelah jalanan, dia merasa heran dengan sikap istri bos nya yang hanya terdiam sepanjang perjalanan.

"Neng Afifa baik-baik saja kan? bagaimana hasil pemeriksaannya?", tanya Mang Ujang membelah kesunyian.

Afifa menarik nafas panjang, lalu menoleh ke arah Mang Ujang. "Saya merasa khawatir dengan kekuatan kandungan saya Mang, apa boleh Bi Yati menemani saya dirumah, sementara Kak Aji berada di Jakarta?"

"Tentu saja boleh Neng, Pak Fauzi juga tadi menelphon saya untuk titip Neng Fifa".

"Terimakasih ya Mang".

"Iya, sama-sama".

Sesampainya dirumah Afifa merebahkan dirinya ditempat tidur sambil terus mengusap-usap perutnya, fikirannya terus menerawang memikirkan kejadian buruk yang mungkin akan terjadi.

Adzan Dzuhur berkumandang, dia segera bangkit dan mengambil air wudlu serta menunaikan kewajibannya. Setelah membereskan kembali alat sholatnya, Afifa mengambil ponsel hendak memberitahu kondisi kandungannya kepada suaminya. mungkin Kak Aji sudah sampai dirumah Kak Dewi fikirnya.

Satu panggilan dilakukan Afifa, tapi suaminya tidak mengangkatnya, apa kamu sedang sibuk Kak? Tapi bagaimanapun Kak Aji harus tau, aku coba telphon lagi.

Akhirnya setelah panggilan ke tiga Fauzi mengangkatnya.

Assalamualaikum sayang.

"Waaaikum salam, Kak Aji lagi dimana sekarang?"

Di kantor polisi, maaf tadi telphonmu tidak sempat aku angkat, suasana disini benar-benar kacau, Mulyana tidak mengakui perbuatannya. Suara suaminya terdengar terburu-buru diselingi tarikan nafas cepat, seolah sedang mengatur kembali pernafasannya setelah bicara dengan seseorang.

"Oh, lagi sibuk ya?"

Pak Fauzi ditunggu diruang pimpinan. Terdengar suara seseorang memanggil suaminya disebrang sana.

Maaf ya sayang, aku dipanggil, nanti aku telphon lagi.

"Trup!" Fauzi menutup telphonnya.

Afifa terdiam setelah panggilannya terputus. Ah kenapa disaat seperti ini aku merasa begitu sendirian? semua orang sedang dirundung duka, aku tidak mungkin memberitahu Mama dan keluarga Kak Aji, apa aku menelphon Umi saja ya? tapi... kasian Umi, nanti malah jadi beban fikirannya. Fikiran Afifa berkecamuk, tak terasa air matanya mulai merembes diujung matanya.

Tak lama terdengar suara ketukan dipintu depan, dengan langkah perlahan Afifa menyembulkan kepalanya keluar kamar, "Masuk saja Bi...! tidak dikunci", Teriaknya saat melihat Bi Yati yang datang.

"Iya Neng..." Bi Yati membuka pintu dan segera menghampiri Afifa. "Neng Fifa bagaimana kandungannya? Mang Ujang bilang ada masalah? Apa Neng Fifa terjatuh? apa perutnya sakit? dibagian mana? biar bi Yati lihat", ucapnya, langsung memberondoli Afifa dengan beberapa pertanyaan.

Afifa tersenyum melihat ekspresi Bi Yati yang terus bertanya karena khawatir dengan dirinya, "Ayo duduk dulu Bi!" Ajak Afifa sambil berjalan menuju sofa.

"Iya Neng", Mengikuti Afifa duduk disampingnya.

"Jadi kemarin Fifa jatuh disini Bi", Tangan Afifa menunjuk ke lantai tempat ia terjatuh kemarin.

"Kok bisa jatuh disini?"

"Kemarin Fifa yang salah, tidak lihat-lihat ada genangan air disini, jadi kepeleset".

"MasyaAlloh, apa ada yang sakit?" Bi Yati meraba perut Afifa.

"Kemarin sempat sakit dibagian ini", Afifa memegang perut bagian bawahnya, "tapi sakitnya hilang lagi, tapi tadi pagi sakitnya datang lagi dan sekarang sudah tidak lagi".

"Bagaimana kata dokter?" tanya Bi Yati khawatir.

"Fifa harus ekstra menjaga kandungan Fifa Bi, karena di hawatirkan akan lahir prematur, padahal usia kandungan Fifa baru 30 minggu, jadi Fifa mau minta tolong sama Bibi".

"Siap Neng, apapun yang Neng butuhkan, selama Bibi bisa, akan Bibi lakukan". Jawabnya mantaf.

"Makasih ya Bi, Fifa ingin Bibi menemani Fifa disini selama Kak Aji di Jakarta, dan membantu Fifa melakukan pekerjaan rumah".

"Kalau masalah itu tidak perlu khawatir, Bibi akan selalu siap siaga untuk Neng Fifa", Memberi hormat dengan tangan kanannya Bergaya khas tentara kepada komandannya.

Afifa tersenyum melihat tingkah wanita paruh baya dihadapannya yang terlihat lucu menurutnya, Ya memang beliau ini lah yang selama ini selalu hadir menemaninya semenjak pertama kali Afifa menikah dan tinggal dirumah ini, apalagi diawal-awal pernikahannya yang penuh dengan kebisuan dengan suaminya, wanita dihadapannya ini lah yang selalu datang mencairkan suasana dan selalu membuatnya tersenyum.

********

Bersambung...❤❤❤

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Dukungannya masih ditunggu readers...

Like, Vote, bintang lima, dan tentu saja komentarnya yang bikin tambah semangat...

LOVE YOU...❤❤❤😘⚘⚘⚘

By :@Rahma Husnul.

1
puji hastuti
jadi benci
puji hastuti
Wulan ngga dikasih sangsi apapun ?
Secara dia sudah berbuat salah ...ngasih obat perangsang
Sampai di sini kok dramanya datar2 aja ?
Zulaika Liza
bagus👍👍
Rahma Husnul: terimakasih hadirnya 🙏😊
total 1 replies
Sivia
👍🏻
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Rini Haryati
keren ceritanya
sukses
semangat
mksh
Maryana Fiqa
🥰🥰🥰🥰🥰
Maryana Fiqa
kok sesak dari tadi 😭😭😭😭😭😭 begitu banyak penderitaan mu Afifa
Budi Yulia
saya dng Afifa, semoga Wulan dng Faqih menikah
Budi Yulia
thor cerita yg 1 Afifah sdh hamil sesudah 2th ko baru hamil lagi tlg dijelaskan ya thor, makasi.
Budi Yulia
maaf thor Thalita itu kan bukan anak Wulan dan Fauzi, Wulankan keguguran yg hamil dari Fauzi krn kecelakaan, Thalita anak dari suami yg sah ya thor episode yg 1 ceritanya begitu ko sekrg Thalita jadi anak Fauzi dng Wulan tlg dijelaskan ya thor jalan cerita yg sebenarnya. makasi.
Rahma Husnul: Sebenarnya sudah d jelaskan mbak, bahwa cerita Wulan d SCA satu itu hanya karangan Wulan saja supaya Fauzi Fauzi menjauh dan terhindar dari dendam Ayahnya yang sakit mental 😊
total 1 replies
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Semoga Afifa tidak kenapa-napa 🙏🙏
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Yana... Yana... mau enaknya sendiri
Laki macam apa sich, bejek² aja kak Owner 🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
👍👍👍👍
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
lah apakah Talita memang anak Fauzi ya dan Wulan berbohong dengan Afifa kalau dulu pernah keguguran saat kecelakaan naek bus
🤔🤔🤔
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
wah jangan² Nadia nanti berjodoh dengab Farid nich 🤔🤔🤔
#ngarep
Herlina Nasution
menghibur bangat crtanya lanjut lagi dong
Herlina Nasution
lanjut
startlife
aku udah like nih, ternyata seru ceritanya. jangan lupa mampir yuk ke karya pertama ku "Si Cupu?!"
Ida Lestari
jodoh mna jodoh😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!