NovelToon NovelToon
THE SILENT SECTOR

THE SILENT SECTOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Mantan agen rahasia dari sektor 7 kini kembali setelah masa tugasnya delapan tahun selesai.... Faas laki-laki pendiam yang selalu di anggap keluarganya adalah aib karena sifat pendiam nya membuat keluarga membuang Faas ke Amerika dengan dalih untuk meneruskan pendidikannya di sana, namun bertahun-tahun lamanya, menurut keluarnya ,Faas tetaplah laki-laki pendiam yang tidak bisa berbuat apa-apa,selain menghabiskan uang keluarganya, padahal di balik pendiam nya Faas , ada rahasia tersembunyi yang tidak ada satu keluarga nya yang tahu .



_
_
_
Bismillahirrahmanirrahim....
Assalamualaikum...
bertemu lagi dengan author yang suka-suka...
yuk ikuti kisahnya ... , ini kelanjutan cerita tentang Faas sebagai rekan sektor 7 shadow Midi.
semoga sukaaaaa
dan selamat membaca.... yang tidak suka tinggal skip, dan untuk yang mau mengikuti cerita ini, mohon dukungannya ya, 🥰🥰🥰🥰 terimakasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Suasana di dalam kamar Eliza yang tenang seketika pecah oleh pekikan kecil yang tertahan. Gadis itu menatap layar ponselnya dengan mata membelalak, membaca ulang pesan konfirmasi dan mengingat kembali suara ramah dari staf HRD Apex Core yang baru saja menutup telepon.

"Ya Allah... Alhamdulillah... Terima kasih ya Allah," bisik Eliza dengan air mata yang keluar di pelupuk matanya. Kali ini, bukan air mata kesedihan seperti di halte kampus, melainkan air mata rasa syukur yang membuncah, walaupun belum tentu di terima, setidaknya i sudah masuk seleksi data, perusahaan sebesar itu,pasti sudah mencari tahu mengenai calon tenaga kerjanya.

Bagi Eliza, panggilan wawancara dari perusahaan teknologi raksasa sekelas Apex Core adalah sebuah keajaiban. Ia tahu betapa ketatnya seleksi di sana, dan fakta bahwa ia dipanggil langsung untuk seleksi posisi Sekretaris Utama Tuan Malik adalah sebuah berkah yang tak terhingga. Ia ingin segera membuktikan bahwa ia bisa berdiri di atas kakinya sendiri, tanpa terus-menerus merepotkan keluarga Daneswara yang sudah terlalu baik padanya.

Tanpa membuang waktu, Eliza langsung mencari nomor Maudi. Di dunia ini, setelah semua badai masa lalu, Maudi adalah sosok saudara yang paling ia teladani dan ia hormati... Banyak pelajaran yang di dapat dari Maudi, dari mulai ketenangan hati sampai pertahanan diri.

Tut... tut...

"Halo, Assalamualaikum, Maudi!" ucap Eliza, suaranya bergetar hebat karena saking antusiasnya.

Di seberang telepon, suara Maudi terdengar lembut dan tenang, khas seorang saudara yang mengayomi. "Waalaikumsalam, Eliza. Suaramu kok kedengaran heboh banget? Ada kabar baik?"

"Maudi ... Aku dapat panggilan wawancara besok pagi! Di Apex Core,! Posisi Sekretaris Utama Tuan Malik!" Eliza berucap setengah berbisik namun penuh penekanan, seolah takut kabar gembira itu akan menguap jika tidak diucapkan dengan cepat. "Aku gugup banget, . Maudi , kau tahu kan perusahaan itu? Menurut mu, apa yang harus Aku persiapkan supaya bisa diterima?"

Di seberang sana, Maudi sempat tertegun sejenak. Apex Core. Tentu saja Maudi tahu. Sebagai mantan agen Sektor 7, Maudi memiliki radar yang tajam tentang perusahaan-perusahaan teknologi raksasa yang bergerak di bawah bayang-bayang. Namun, Maudi juga tahu kalau pemilik asli yang menyamar sebagai Tuan Malik itu adalah Faas, rekan setimnya yang baru saja pulang ke Jakarta. Tapi ia tidak menyangka,bahwa Faas akan memanggilnya, seingat dirinya sudah tiga tahun ini, Faas tidak melihat Eliza. Maudi tersenyum penuh arti.

"Masya Allah, Eliza... Aku ikut senang mendengarnya," jawab Maudi tulus, tersenyum di balik teleponnya. "Apex Core itu perusahaan yang luar biasa besar dan punya reputasi yang sangat bersih serta profesional. Kalau kamu bisa masuk ke sana, masa depanmu akan sangat terjamin. Tips dari Aku cuma satu.... jadilah dirimu yang jujur dan tunjukkan integritasmu. Pemimpin di sana konon sangat menghargai kesetiaan dan kejujuran di atas segalanya. Berdoa yang banyak, ya?"

"Iya, Maudi. Pasti. Terima kasih banyak, Maudi. Aku menyayangimu," ucap Eliza penuh haru sebelum mengakhiri panggilan.

Maudi tersenyum setelah mengakhiri telpon nya,lalu mengirim pesan penuh tanda tanya pada Faas.

Dengan semangat yang menggebu-gebu, Eliza segera keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah. Di ruang keluarga, tampak Papa Doni, ayah tirinya yang berhati emas sedang duduk membaca koran ditemani oleh Saka, kakaknya yang baru saja pulang dari kantor Daneswara Group dengan setelan kerja yang rapi.

"Papa! Kak Saka!" panggil Eliza dengan langkah riang namun tetap santun.

Doni menurunkan korannya, sementara Saka menoleh sambil melonggarkan dasinya. Keduanya tersenyum melihat wajah Eliza yang tampak begitu cerah, pemandangan yang cukup jarang mereka lihat semenjak Eliza berubah menjadi gadis yang pendiam tiga tahun lalu.

"Ada apa, Eliza? Kok kelihatannya senang sekali?" tanya Papa Doni lembut.

"Pa, Kak... Eliza besok pagi ada panggilan interview kerja di Apex Core," ujar Eliza sambil menunjukkan email resmi di ponselnya kepada Saka.

Saka, sebagai pemimpin Daneswara Group, langsung menaikkan kedua alisnya karena terkejut. Ia mengambil ponsel Eliza dan membaca email tersebut dengan saksama.

"Wah... Apex Core? Ini serius, Za?" Saka menatap adiknya dengan tatapan kagum. "Papa tahu tidak? Apex Core itu raksasa teknologi yang sekarang jadi rebutan semua korporat di Jakarta untuk kerja sama. Bahkan Daneswara Group sendiri sedang mencoba menjajaki kerja sama dengan mereka. Pemiliknya, Tuan Malik Ibrahim, dikenal sangat misterius tapi jenius. Masuk ke sana itu susahnya setengah mati, Za. Bahkan lulusan terbaik dari Harvard pun banyak yang ditolak."

Eliza sempat menekukkan wajahnya mendengar ucapan saka, ia jadi merasa minder karena lulusan dalam negri walaupun tempat dirinya kuliah juga bukan universitas sembarangan. Namun Doni menepuk bahu Eliza , menyemangati putrinya itu.

ia tersenyum lebar, matanya berkaca-kaca bangga melihat perkembangan anak tirinya. "Masya Allah, anak Papa hebat sekali. Papa bangga sama kamu, Eliza."

Eliza langsung mendongak dan membalas senyuman Papanya.

"Eliza cuma mau mandiri, Pa, Kak Saka. Eliza tidak mau terus-menerus menyusahkan Papa dan Kak Saka di rumah ini," ucap Eliza dengan nada rendah, menyiratkan rasa rendah hatinya yang mendalam.

Saka langsung menepuk bahu Eliza dengan tegas namun penuh kasih sayang. "Hey, dengar ya. Kamu tidak pernah menyusahkan kami. Kamu itu adikku, anak Papa Doni. Tapi, kalau bekerja di Apex Core adalah impianmu, Kakak dukung seratus persen! Perusahaan itu sangat bagus, sistemnya adil, dan mereka tidak melihat latar belakang atau gosip luar, mereka murni melihat kemampuan. Kamu pasti bisa, Eliza. Persiapkan dirimu baik-baik malam ini."

"Iya, Kak. Terima kasih banyak atas dukungannya," jawab Eliza dengan senyum paling tulus yang ia miliki.

____

Malam itu, di kamar Daneswara yang megah, Eliza bersujud syukur dalam tahajudnya. Ia merasa Alloh mulai membuka jalan baru untuk hidupnya yang sempat redup.

Ia tidak pernah tahu, bahwa besok pagi, di balik meja wawancara Apex Core, sosok Tuan Malik Ibrahim yang misterius dan ditakuti oleh seluruh pebisnis Jakarta, termasuk Gavin dan Jenita yang kerap menindasnya adalah seorang laki-laki bernama Faas. Singa tenang yang diam-diam siap menjadi perisai tak terlihat dalam hidupnya.

____

Berbeda dari keluarga Daneswara yang tenang , justru ketegangan di rumah utama keluarga Abrari kembali memuncak, bahkan jauh lebih panas dari malam sebelumnya. Suasana di ruang keluarga yang megah itu terasa sangat mencekam.

Di kepala meja, Husen duduk dengan wajah yang menggelap menahan amarah. Di sampingnya, Diana menatap cemas ke arah Faas yang duduk di sisinya dengan ekspresi yang sedatar air di dalam tempayan.

Di seberang mereka, Jenita duduk sambil bersedekap dada, wajahnya merah padam karena amarah dan rasa malu yang luar biasa. Air matanya mengalir deras, namun bukan karena penyesalan, melainkan karena ego mudanya yang terluka parah.

"Papa lihat sendiri kan apa yang dilakukan kak Faas?!" pekik Jenita sambil menunjuk tepat ke arah wajah Faas. "Dia datang ke club malam tadi , lalu menyeret Jenita keluar di depan teman-teman Jenita seolah Jenita ini perempuan murahan! Jenita malu, Pa! Malu setengah mati!"

1
suti markonah
lanjut thorr🙏🙏🙏
Sri Supriatin
tks upnya Thor 💪💪💪
Sri Supriatin
semakin seruuuu belum kejutan bos Faas🤭🤭🤭
Susi C
ceritanya saya suka👍👍 semngat terus buat up ya thor💪
Xin
Tidak terbayangkan apa saja yang akan terjadi nantinya, Semngat Eliza💪👍.
Sri Supriatin
Jaa di gantung 🤭 penasaran 😄😄
Sukarti Wijaya
ayyooo semangat eliza...💪💪💪
Sri Supriatin
wah palang.merah, tiwas ikut degdrgan 🤣🤣🤣
suti markonah
sabar faas mlm pertamanya tertunda~nanti ketika sudah prg tamu tinggal gempur siang dan malam🤭🤭jangan lupa nanti ketika sudah di rumah abrari jangan jadi wanita lemah ya~
Yasmin Natasya
lanjut thor,🙏 semangat up💪😍
Sri Supriatin
Selamat menempuh hidup baru, bu Diana taulah isi hati anak laki2 nya💪💪💪kejutan demi kejutan menyusul, gimana sama ibu mertua Thor 🙏🙏🙏🙏
suti markonah
lebih terkejut lagi klo hussen tahu bahwa APEX CORE perusahaan milik faas
suti markonah
selamat faas, eliza semoga samawa
Xin
Alhamdulillah , selamat buat Faaz dan Eliza.
Sukarti Wijaya
alhamdulillah ssahhh...👍
Sri Supriatin
Tks upnya thor, wah sy jadi deg deg an kaya Husein🤭🤭
Xin
Terkejut kan pak Husen?🤭
suti markonah
piye pak hussen?.mati kutu kowe..keluarga daneswara saja nerima faas dengan tangan terbuka dan nerima apa ada nya lha kowe seorang ayah yg tidak tahu menahu anak kandungnya
Sukarti Wijaya
hampir mendekati malah digantung thor🤭😄🤣
Lovita BM
bab itu ditunggu² readers faas 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!