Setiap dari kita mungkin pernah merasa benci kepada diri sendiri, penyesalan, iri dengan yang punya, terganggu dengan penilaian orang lain, hingga membuat kita memilih untuk menutup diri sampai kita sadar bahwa dunia ini indah dan masih ada cahaya yang bersinar untuk kita.
****
Cassie memilih untuk menjauh setelah pernyataan cintanya di tolak dengan cara yang kejam. Lalu menjadi bulan -bulanan teman-teman nya. Namun siapa sangka, Cassie justru bertemu dengan Aaron, yang dijadikan Cassie sebagai pelarian. Ia bahkan mengubah penampilannya demi Aaron. Sementara itu, Aaron justru bersikap ketus kepada Cassie
Di sisi lain, Aaron juga memiliki sifat yang tak terduga oleh Cassie yang melihat cowok ganteng itu kadang perhatian terhadapnya kadang pula acuh tak acuh bahkan cenderung dingin dan ketus sekali.
Namun, semua itu berubah ketika Cassie mengetahui rahasia Aaron, si cowok cantik...
Bagaimana kisah mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11.
Cassie menarik napas dalam-dalam sebelum ia menghembuskannya pelan. Di tatapnya pintu kamar Aaron yang berwarna putih dengan penuh keraguan. "Ketuk tidak, ya? " pikirnya menimbang -nimbang.
Setelah dilema yang cukup panjang akhirnya dia mengayunkan tangannya ke pintu kamar Aaron dengan pelan.
Tok!
Tak ada jawaban dari dalam. Tentu saja. Cassie baru mengetuk pintunya satu kali, jadi mana mungkin dijawab, Cassie mengetuk lagi.
Tok! Tok! Tok!
Aaron sudah membuka pintu kamar dengan raut wajahnya yang dingin di depan Cassie.
"Mama menyuruhmu untuk membawakan jus tomat kepada ku? " tanya Aaron sambil ambil gelas jus tomat dari tangan Cassie lalu ekspresi muka pemuda itu menyuruh Cassie pergi dari pintu kamarnya.
"Kak Aaron.. " panggil Cassie tetap berdiri di depan pintu.
"Kenapa?" tanya Aaron menghabiskan jus tomat nya lalu memberikan gelas kosong kepada gadis itu lagi.
"Emmm... Bisakah kita bicara dengan lebih baik daripada kemarin? " pinta Cassie memasang raut muka bersahabat kepada Aaron.
"Aku sedang sibuk dengan pekerjaan ku. " jawab Aaron sudah akan kembali ke kursi depan meja laptopnya tanpa mempedulikan Cassie.
Cassie menghela napas panjang lalu berbalik ke tangga untuk turun ke lantai bawah dan taruh gelas kosong di meja dapur dan bertemu dengan Kenny Rogers dan Oom Hermanto yang sedang menaruh belanjaan mereka di meja dapur juga.
"Lho kok cewek Chaplin ini ada di sini sih, Ma? " tanya Kenny Rogers menunjuk pada Cassie di dekat pintu dapur.
Tante Erika memukul kepalanya dengan serbet. "Jangan memanggil orang dengan seenaknya saja apalagi Cassie ini anak perempuan yang manis. " tegur Tante Erika kepada putra bungsu nya itu.
"Hai, Cassie. Apa kamu sudah makan malam atau belum? Gimana kalau kamu cobain hasil masakan O'om? " tanya O'om Hermanto yang sedang mengambil piring dari lemari piring dan membuka tudung saji lalu mengambil beberapa jenis lauk-pauk yang di taruh di atas piringnya.
"Sudah, O'om.Cassie sudah makan malam tapi ya terimakasih atas undangannya." jawab Cassie mau atau tidak mau menerima piring yang sudah penuh dengan makanan di atasnya dari O'om Hermanto.
"Eh, Tak perlu malu untuk cobain makanan yang O'om buatkan untuk makan malam kami di rumah. " kata O'om Hermanto yang sudah duduk di kursi makan di depan meja makan sambil lihat ke arah Cassie yang menyendok makanan itu lalu memakannya dengan wajah ceria.
"Wah, O'om Hermanto masakan O'om enak lho.. " puji Cassie sungguh-sungguh sambil menikmati makanan itu.
Kenny Rogers memutar bola matanya. "Ah, Si Chaplin ini sudah datang ke rumah tanpa di undang sekarang makan malam gratis juga.. " gumamnya sambil berjalan menuju ke tangga.Ia jumpa Aaron di puncak tangga lalu memberikan kode melalui cibiran ke arah lantai bawah untuk Aaron hati-hati sebelum melangkah masuk ke kamarnya.
Aaron berdiri di lantai atas menatap lekat- lekat Cassie yang sedang asyik makan malam di dapur dengan ditemani oleh Mama dan Papanya juga Delon kucing peliharaannya yang meringkuk manja di pangkuan Cassie.
"Emm, bisa banget dia cari perhatian dari Mama dan Papa ku.. " batin Aaron.
Saat Aaron ingin membalikkan badannya untuk kembali ke kamarnya terdengar suara Papanya dari lantai bawah sambil melambaikan tangan ke arahnya."Aaron, kau turunlah dan mari duduk di sini.. "panggil Pak Hermanto yang membuat langkah Aaron terhenti di tempat dia berdiri lalu terpaksa Aaron turun ke lantai bawah menuju ke dapur.
" Hai, Kak Aaron, ayo duduk di kursi ini.. "kata Cassie memberikan kursi di sebelahnya untuk Aaron duduk. Cowok ganteng itu mengangguk pelan sambil menunggunya selesai makan lalu menuangkan air putih dari teko ke gelas untuk Cassie dalam diam tanpa bicara.
" Terimakasih Kak Aaron. "kata Cassie menerima gelas itu lalu meminum air putih sampai habis dan membawa piring dan gelas kosongnya ke wastafel untuk mencuci piring dan gelas sendiri.
" Cas, tak perlu kamu mencuci piring dan gelas itu biar nanti Tante Erika saja yang mencucinya sebab sekarang sudah malam sebaiknya kamu pulang ke rumahmu dengan diantar oleh Aaron. "kata O'om Hermanto yang cepat mencegah Cassie untuk mencuci piring dan gelas kotornya sendiri.
Aaron membelalakan matanya mendengar kata diantar yang berarti dia yang harus mengantar anak kecil itu pulang ke rumah anak kecil itu di sebelah rumahnya sama Papanya.
" Aaron.. "panggil Papanya sambil melirik ke arah Aaron yang cepat berdiri dari kursinya lalu Aaron menunggu Cassie berjalan keluar dari dapur ke arah pintu rumah.
" O'om Hermanto dan Tante Erika terimakasih untuk makan malamnya dahh.. Selamat malam Cassie pulang dulu ya? " Cassie melambaikan tangan kepada O'om Hermanto dan Tante Erika dari pintu.
"Ayo cepat keluar.. " desis Aaron dibelakangnya.
"Iya, ya, ya.. Aku pulang.. " kata Cassie berjalan keluar pintu gerbang lalu berbelok ke arah kanan yaitu rumahnya sendiri dengan diikuti oleh Aaron yang berjalan dengan malas.
"Masuk ke dalam rumah mu sana. " kata Aaron dengan nada agak tak sabaran melihat Cassie jalannya pelan banget.
"Kak Aaron, besok pagi boleh gak kalau Cassie pergi ke sekolah di antarin sama Kakak? " tanya Cassie yang sudah berada di halaman rumahnya sendiri.
"Gak.. " jawab Aaron galak lalu berjalan kembali ke rumah.
"Uhh, judes banget sih jadi cowok tapi gemesin dia itu. " kata Cassie yang melangkah masuk ke rumahnya dan menemukan Kak Reno berdiri di ruangan menuju ke tangga.
"Baru kenal kemarin sore sekarang kamu sudah berani untuk main ke rumahnya sampai jam segini baru pulang ke rumah dengan di antarin olehnya. " kata Kak Reno berdiri dengan alisnya terangkat.
"Ya, itu karena Cassie di undang makan malam bersama O'om Hermanto dan Tante Erika, Kak. " kata Cassie memberikan penjelasan mengenai dirinya pulang dari rumah Pak Hermanto jam delapan malam kepada Kakak Reno.
"Ahh, ya, sudah. Sana kau naik ke atas dan ganti bajumu lalu belajar di kamarmu. " Kata Kakak Reno menghela napas panjang mendengarkan penjelasannya itu.
"Iya, Kak Reno. Cassie masuk ke kamar ya.. " kata Cassie cepat menaiki tangga menuju ke arah kamarnya.Gadis itu membuka tirai jendela di kamarnya untuk melihat ke seberang kamar yaitu ke arah Aaron yang sedang duduk di kursi menghadapi laptop di meja belajar pemuda ini.
"Emm, semakin dilihat dia semakin menarik saja apalagi sikapnya yang misterius itu lho. " kata Cassie tertawa sendiri lalu cepat-cepat menutup tirai jendela kamarnya karena khawatir kalau Aaron akan menyadari bahwa Cassie selalu intip pemuda itu dari jendela kamarnya.
Bersambung!!