Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Tinggal Suami
Andrew David Johanes sudah tumbuh menjadi bayi yang sehat. Pertumbuhannya bagus. Setiap bulan mereka ke dokter spesialis anak untuk imunisasi dan melihat perkembangan pertumbuhan Andrew. Dan sekarang sudah tiga bulan usia Andrew. Hari senin nanti maminya sudah kembali bekerja.
Oma Mei akan ke Ambon melihat opanya Andrew yang ditinggal tiga bulan. Begitu juga dengan oma Reny akan ke Surabaya, karena informasi yang Daniel peroleh, bahwa opanya Andrew akan mendapat tugas di Merauke. Otomatis Opa dan Oma dari David dan Andrew akan pindah ke Merauke.
Namun mba Cindy sudah mencari satu babysitter yang akan membantu Anna di Sorong. Babysitternya Andrew satu yayasan dengan babysitternya David. Dan saat ini Kopral Bima dan Letda Gio sedang berada di bandara sorong menjemput Imas susternya Andrew. Tidak susah bagi Gio dan Bima mendapat Imas karena dia menggunakan seragam babysitter yayasannya.
Satu minggu sebelum Imas di tinggali Anna bekerja, Anna mengajari Imas dulu, apa saja yang harus dia lakukan. Dan puji Tuhan Andrew bisa menerima kehadiran Imas. Dan dia mulai terbiasa. Sore ini, Anna memberanikan diri menyetir mobil membawa Imah dan Andrew anaknya ke minimarket. Karena ada keperluan bulanan yang harus dia belanjai.
Ketika Daniel pulang kerja tidak menjumpai Anna, Andrew dan susternya. Juga mobil mereka.
"Jangan - jangan ibu keluar membawa mobil sendiri."
Dari kejauhan tampak mobil yang di cari mendekat. Anna sudah turun, dia melihat muka suaminya, dia sadar Daniel akan marah. Anna langsung mengendong Andrew dan masuk ke kamar Andrew. Anna membiarkan Imah mengangkat belanjaan dibantu oleh Gio dan Bima.
"Keluar kemana saja sama ibu Imah."
"Hanya ke mini market pak."
"Oooo Bima, Gio bantu Imas, selesai mobilnya di parkir di bagasi. Kalian boleh minum kopi dulu baru balik ke mes."
"Siap komandan." Imas, Gio dan Bima dalam sikap siap.
"Mas Gio, bapak marah ya."
"Kamu sih Imas kemana aja sama ibu."
"Demi Tuhan, hanya ke mini market mas."
Daniel sudah menganti baju seragamnya, dan sudah mandi. Dia tahu bahwa Anna sedang ketakutan. Karena memang Daniel sedang melarangnya mengendarai mobil. Karena kondisi tubuhnya yang baru tiga bulan selesai operasi.
Anna pura - pura tidur. Sedangkan Andrew sedang main ciluk ba, waktu melihat papinya. Kemudian kembali minum susu dari sumbernya.
"Ngak usah pura - pura bobo, mas tahu adek ngak bobo."
Daniel mencium istrinya. Dia tidur di belakang Anna. Dan bermain dengan anaknya, mengodanya dengan menarik sumber makanannya. Terdengar suara kecil yang marah. Anna tertersenyum mendengar suara Andrew dan mengintip mukanya waktu dia marah. Daniel sengaja menyentuh organ sensitif istrinya megecek apakah istrinya masih menggunakan pembalut atau tidak, ternyata sudah tidak. Dan itu berarti Daniel akan membatalkan puasanya.
"Jangan kasih habis ya jagoan, malam papi juga mau menikmatinya." Anna masih pura - pura tidur.
"Kamu akan mas hukum sayang, karena tidak dengar - dengaran. Malam ini mas akan menembak kamu dengan rudal mas."
Anna buka mata, dia menampilkan mata kucingnya memohon. Merayu suaminya dengan berbagai macam alasan. Namun rayuan Anna tidak mempan.
"Ngak ada ampun untuk istri yang melawan suami."
Andrew sudah tidur. Imas sudah menemaninya. Daniel sudah mengubah kamarnya dengan mode kedap suara.
"kesini cintaku....." Anna tertawa. Namun dia tetap mendekat ke arah suaminya. Dia tahu bahwa malam ini, Daniel suaminya akan menerima pelayanannya. Tiga bulan waktu nifas yang cukup untuk Anna beristirahat.
Daniel menatap istrinya, sekarang mereka sudah ada dalam mode penyatuan. Dan mereka menikmati moment ini. Daniel dan Anna sudah sepakat bahwa Andrew umur tiga tahun dulu, baru memberikan ade buatnya. Itu pun jika Tuhan berkehendak. Karena Anna belum memasang alat kontrasepsi yang bagus, jadi Daniel bermain aman bersama istrinya. Dia menumpahkan serum terbaiknya di badan Anna istrinya ketika mereka sama - sama ada di puncak kenikmatan.
Anna sudah kembali bekerja. Kapten Andi Haris sudah dikeluarkan dari penjara. Daniel yang sendiri mengeluarkannya. Dengan harapan istrinya tidak mengulangi perbuatannya.
"Jika istri bapak masih kecewa tentang apa yang di alami saudara sepupunya. Marah saya saja. Hina saya saja. Tetapi jangan istri saya. Saya memohon pak Andi."
"Maafkan saya komandan. Kejadian ini tidak akan terjadi lagi."
Stock ASI buat Andrew selalu aman di kulkas, dimana pun Anna berada jika waktu untuk pumping maka dia akan lakukan. Meskipun saat dia sedang menggunakan baju seragam oraganisasinya. Dia selalu mengutamakan anaknya.
Saat ini, situasi di kepulauan terluar Indonesia sedang tidak aman. Oknum - oknum tertentu sedang berusaha memecah belahkan persatuan bangsa. Kapal perang sudah siap. Hari ini Anna harus menerima kenyataan di usia Andrew David Johanes baru enam bulan papinya harus satgas selama setahun menjaga aset bangsa.
Daniel bersama anggotanya di tempatkan di pulau terluar yang ada di Sangihe tepatnya pulau Marore, yang dekat dengan Filiphina. Saat ini semua kami sedang berada di pelabuhan sorong. Gio ikut dalam satgas ini bersama Daniel komandannya. Sedangkan Bima tetap ditugaskan untuk menjaga kami di rumah.
Daniel sudah mencium istri dan anaknya. Ini kali pertama, Daniel menerima kenyataan bahwa dia harus berpisah dengan istri dan anaknya. Daniel sedikit tenang karena mama mertuanya besok sudah tiba dari Ambon untuk menemani istri dan anaknya. Pintu rumah dinas sudah tertempel stiker bertulis satgas. Menandakan bahwa suaminya sedang bertugas di luar daerah.
Semalam Anna bersama Andrew, Imas dan Bima menginap di hotel. Sambil menunggu kapal penumpang dari Ambon yang rencana tiba pagi jam enam pagi di pelabuhan sorong.
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang