NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Davira Bellova Osta, sang Ratu Kerajaan Nether, mati di tangan suaminya sendiri.

Pengkhianatan sang Raja Liam mengakhiri hidup yang selama ini ia persembahkan untuk kerajaan.

Namun, ketika takdir memberinya kesempatan kedua, Davira kembali ke masa lalu—tiga tahun sebelum darahnya mengalir di tangan suaminya yang kejam.

Kali ini, ia tidak akan memohon, ia akan melepaskan cintanya. Dan terlebih lagi, ia tidak akan mati untuk kedua kalinya.

“Liam…”

“Dahulu aku bersedia menyerahkan seluruh hidupku untukmu.”

“Tapi setelah kau sendiri yang mengakhirinya, jangan berharap aku masih menjadi wanita yang sama.”

“Kau mengambil hidupku. Maka kali ini, aku akan mengambil kembali semuanya darimu.”

Jika dahulu Davira dikenal sebagai Ratu Jahat, maka kali ini ia akan menunjukkan kepada seluruh kerajaan mengapa seorang ratu tidak seharusnya diremehkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Davira tidak menunjukkan rasa gentar sedikit pun di bawah tatapan tajam sang penguasa utara. Manik kelamnya balas menatap Elliot dengan ketenangan yang justru semakin membuat pria itu tertekan.

"Aku tidak sedang melempar bual, My Lord," jawab Davira dengan suara rendah yang terdengar jelas di tengah lapangan yang membeku.

Ia melangkah satu langkah kecil ke depan, pandangannya beralih sekilas pada barisan prajurit yang masih mematung, lalu kembali menatap Elliot dan Sir Oric.

"Formasi barisan tombak yang kaku dengan zirah besi tebal itu mungkin sangat efektif untuk menahan serangan monster salju atau sesama ksatria yang bergerak lambat," lanjut Davira tajam. "Tapi bagi suku Avarian—yang mengandalkan kecepatan, mobilitas tinggi di atas es, serta busur dan senjata pemecah zirah—barisan rapat kalian tidak lebih dari sekadar dinding target yang diam."

Sir Oric, yang tadinya menatap dengan amarah, seketika terperanjat. Pria paruh baya itu membuka mulutnya, hendak melontarkan bantahan keras, namun Davira tidak memberinya celah.

"Kalian terlalu mengandalkan beban pelindung, melupakan fakta bahwa di medan terbuka perbatasan, kelincahan dan kekuatan fisik adalah penentu hidup dan mati," imbuh Davira tanpa ragu. "Jika kalian tidak mengubah cara mereka membaca pergerakan musuh, pasukan Orion akan dihabisi sebelum sempat mengangkat pedang mereka."

Pernyataan itu menghantam udara seperti sambaran petir.

Sir Oric tertegun di tempatnya. Napas sang komandan veteran tercekat, matanya melebar tak percaya. Setiap kata yang diucapkan Davira bukanlah omong kosong, itu adalah kelemahan taktis paling mendasar yang selama ini coba ditutupinya, sebuah celah berbahaya yang bahkan belum pernah disadari oleh para perwira tinggi Orion sendiri.

Elliot terpaku. Rahangnya mengendur perlahan, menyisakan keterkejutan yang mendalam di balik manik kelamnya. Ia menatap sang istri dengan pandangan baru—bukan lagi sebagai wanita ibu kota yang rapuh, melainkan sebagai seseorang yang memiliki pemahaman militer yang mengerikan dan akurat.

Di belakang mereka, Elizabeth dan Fiona menelan ludah kelat. Wajah mereka yang tadinya merah karena amarah kini mendadak pucat pasi, tak mampu menemukan satu kata pun untuk membantah perkataan Davira.

"Bagaimana..." Sir Oric akhirnya bersuara, suaranya parau nyaris seperti bisikan di antara tiupan angin utara. "Bagaimana Anda bisa tahu kelemahan formasi perbatasan kami, Lady Davira?"

Davira tidak langsung menjawab. Ia menatap Sir Oric dengan tatapan lurus, tanpa ada secercah pun keraguan di manik kelamnya.

"Perang tidak cukup dimenangkan dengan zirah tebal atau pedang yang tajam," jawab Davira tenang. Ia menatap Sir Oric dan Elliot bergantian. "Musuh seperti suku Avarian tidak bertarung dengan aturan yang adil. Mereka menyerang mental, memicu kepanikan, dan memecah belah dari dalam sebelum kalian sempat menyadarinya."

Davira tahu persis logika itu karena di kehidupan sebelumnya, dialah otak di balik kemenangan Liam. Ia terbiasa memakai trik kotor, tipu muslihat, dan menghancurkan musuh dari dalam tanpa perlu turun tangan langsung di medan perang.

Sir Oric menelan ludah, tidak bisa membantah karena setiap kata yang diucapkan Davira memang benar adanya.

Sementara itu, Elliot terdiam kaku. Ia menatap istrinya dengan sorot mata yang sulit diartikan. Baru sekarang ia benar-benar sadar—Davira bukanlah sekadar pajangan kerajaan yang rapuh, melainkan seseorang yang menyimpan ketajaman cara berpikiran, dan mungkin jauh lebih berbahaya dari yang bisa ia bayangkan.

*****

Di tengah lapangan terbuka, diskusi serius terjalin, antara Davira, Elliot, dan Sir Oric sibuk membedah taktik perbatasan, saling bertukar pandangan strategi.

Sementara itu, Elizabeth dan Fiona memilih meninggalkan tempat itu. Keduanya berjalan menuju ruang teh yang hangat, mencoba meredakan kekesalan yang membakar dada mereka.

"Kau melihatnya tadi?" bisik Fiona dengan nada lembut namun menusuk. "Wanita itu... dia bukan sekadar mencari perhatian. Jika kita membiarkannya terus mendominasi Elliot, posisi nenekmu di Orion lama-kelamaan akan tersingkir."

Elizabeth menggigit bibirnya, cangkir teh di tangannya hampir diremat kuat-kuat. Bayangan saat Davira mematahkan argumen mereka tadi masih membuat harga dirinya terluka.

"Aku tidak akan membiarkan orang asing menguasai rumahku," ucap Elizabeth dengan suara bergetar karena marah. "Tapi bagaimana caranya? Kulihat dia bukan tipe orang yang bisa dijatuhkan dengan gosip murahan atau perdebatan ringan. Dia terlalu tenang dan cerdas untuk itu."

Fiona tersenyum licik, sudut bibirnya terangkat membentuk garis penuh tipu muslihat. Ia menyesap tehnya perlahan sebelum menjawab dengan suara berbisik, "Kita tidak perlu menyerangnya dengan kata-kata. Bagaimana jika kita menggunakan peliharaanmu?"

Elizabeth mengerjap bingung, menatap sahabatnya itu dengan sebelah alis terangkat. "Peliharaanku? Maksudmu kesayanganku, Fenrir?"

"Tepat sekali," bisik Fiona penuh arti, mendekatkan tubuhnya ke arah Elizabeth. "Aku perhatikan tadi, kalau Fenrir tidak menyukai Davira. Kalau kita bisa memancing situasi di mana binatang itu mengamuk di dekat Davira—atau membuat seolah-olah wanita itu membahayakan hewan kesayanganmu di kastil ini—menurutmu bagaimana reaksi Elliot?"

Mata Elizabeth langsung membelalak lebar. Sisa-sisa keraguan di wajahnya seketika lenyap, digantikan oleh kilat kebencian dan rencana busuk yang mulai terajut sempurna di kepala mereka.

*****

Menjelang sore hari, Davira bersiap untuk masuk ke dalam kereta. Elliot masih tampak sibuk berbincang dengan Sir Oric dan Laynna di depan gerbang benteng. Tiba-tiba, sebuah suara memanggilnya dari belakang.

"My Lady, maukah Anda membantuku sebentar?"

Davira menoleh dengan sedikit terkejut. "Miss Duncan?"

Fiona tersenyum ramah. Wajahnya tampak tenang seperti biasa—terlalu tenang.

"Elizabeth belum kembali dari area paviliun kecil di dekat pinggir hutan," kata Fiona dengan nada cemas yang dibuat-buat. "Hari sudah hampir gelap, aku khawatir terjadi sesuatu padanya."

Davira sempat ragu. "Tapi, hari sudah hampir malam."

"Tidak jauh," jawab Fiona cepat. "Hanya di sisi hutan barat, dekat aliran sungai kecil tempatnya biasa berjalan-jalan. Mari kita jemput dia bersama."

Karena tidak menaruh curiga, Davira akhirnya setuju dan mengikuti Fiona menyusuri jalan setapak yang mulai diselimuti kabut tipis.

Namun, semakin jauh ia melangkah, suasana terasa semakin ganjil. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Elizabeth, yang ada hanyalah deretan pohon pinus tinggi yang rapat dan sunyi.

"Fiona, kau yakin ini jalannya?" tanya Davira mulai gelisah.

Tak ada jawaban. Hanya suara ranting patah dan desir angin dingin yang menyapu daun-daun kering. Davira menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke belakang—namun Fiona sudah lenyap tanpa jejak.

"Fiona?" panggilnya lagi. Sunyi.

Sekujur tubuh Davira mendadak terasa dingin. Ia berbalik dan melangkah cepat ke arah semula, tetapi jalan setapak itu seolah berubah, tertutup kabut tebal yang membingungkan arah.

Di antara pepohonan basah dan kabut yang turun perlahan, tiba-tiba sebuah suara asing menggema di udara dingin:

"Fenrir, serang!"

Grrr...!!

Davira terdiam di tempat, sekujur tubuhnya membeku. Jantungnya berdetak keras saat sesosok bayangan besar dan buas muncul dari balik kabut pekat.

"Fe... Fenrir..." gumamnya tercekat.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
LAHHH 😭 Davira malah terinspirasi
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Elizabeth santai menyodorkan daging, sementara orang-orang di sekitarnya mundur perlahan karena takut jadi menu tambahan 😭🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Orang lain mungkin sudah pucat ketakutan, sementara dia malah bangga memperkenalkan hewan peliharaannya. 🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
kuda berbulu 😅
Karo Karo
update nya jangan lama-lama kk thor
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: iya kak 🤗 ikuti teruss yah ☺️
total 1 replies
Karo Karo
oh jelas soalnya dalam buku bgtu banyak pelajaran yg bsa membungkam mulut orang yg hanya bsa pake otot tpi tdk pake otak 😂
Karo Karo
wah wah 😂 mantap
Karo Karo
mantap
Karo Karo
tok tok tok lah Thor 😁
Karo Karo
keren kak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: makasih ☺️🤗
total 1 replies
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Fiona tralu meremehkan Davira. Nanti juga kena batunya sendiri 🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Keren banget, Davira, jangan remehkan mantan ratu. tunjukkan kalau mantan ratu punya aura wibawa 🤣👍
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Nah, saingan akhirnya muncul, pasti bakal makin panas🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
duh Davira lagi2 harus menghadapi perlakuan yg menyakitkan, Grand Duchess terlalu meremehkan Davira 😅
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Visualnya benar² membantu membayangkan Davira, Elliot, dan suasana kerajaannya 🥰
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Kasihan Davira, tapi yahh dia memang harus menghadapi konsekuensi dari kehidupan sebelumnya 😅
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Keputusan terbaik! Tinggalkan Liam dan malangnya, mulai lah hidup baru bersama Elliot👍
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Semoga di kehidupan kedua ini Davira bisa menyelamatkan Elliot & keluarganya.
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Idette siap² tersaingi. Davira sekarang tak klah mempesona
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Davira terlalu sabar di kehidupan pertamanya. Aku ikut sesak bacanya 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!