NovelToon NovelToon
SIMPUL KIRANA : TAKDIR ENAM NEGERI

SIMPUL KIRANA : TAKDIR ENAM NEGERI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem / Penyelamat
Popularitas:431
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Bhaskara hanyalah pemuda biasa ... hingga sebuah kecelakaan merenggut hidupnya.
Saat membuka mata, ia telah berada di Jagaddhita—dunia yang perlahan ditelan kegelapan. Sebuah sistem misterius muncul di hadapannya.

《Misi Utama》
-Pulihkan Prisma Kirana.
-Satukan Enam Negeri.
-Selamatkan Jagaddhita.

Untuk menyelesaikan misi itu, Bhaskara harus mencari lima putri pewaris elemen—Anala, Nirmala, Sekar, Samira, dan Vajra.

Namun, menyatukan mereka tidak cukup. Ia harus membentuk Simpul Kirana, ikatan suci yang dapat membangkitkan kembali cahaya dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 : JIWA PERJAKA 98%

Perlahan, Anala menyudahi sentuhan bibirnya. Ia merenggangkan wajahnya sedikit, membiarkan kehangatan ikatan elemen yang baru saja terbentuk meresap di dalam dada.

Namun, mata Bhaskara masih terpejam erat. Wajahnya tegang dengan napas yang tertahan kaku.

"Bhaskara..." panggil Anala lembut, jemari halusnya mengelus pipi sang suami yang terasa amat hangat.

ZRRRTTT!

Seketika, mata Bhaskara terbuka lebar! Bola matanya berubah total menjadi putih bercahaya—bagaikan orang kerasukan energi gaib!

"UWOOOGH?!"

Bhaskara melonjak terkejut, tubuhnya bergetar hebat saat aliran Elemen Cahaya Kirana dan Api Agni mendadak meledak dan mengalir liar di seluruh jaringan pembuluh darahnya.

Penglihatan fisiknya mendadak gelap, digantikan oleh hamparan energi murni yang luar biasa dahsyat.

Melihat energi keemasan yang meluap dari tubuh suaminya, Anala tersenyum penuh kasih. Ia tidak membiarkan Bhaskara tenggelam dalam pusaran kekuatan itu.

Dengan penuh kelembutan, Anala merangkul leher Bhaskara, membimbing raga pria itu ke dalam pelukannya.

Sunyi mengambil alih. Suara desahan lembut Anala terderai pelan, memecah malam yang sakral.

"Ah... ahh... Bhaskara..."

Bisikan penuh kehangatan itu menjadi memori terakhir yang terpatri di benak Bhaskara sebelum kesadarannya perlahan melebur dalam kehangatan malam penyatuan mereka.

Dan di situlah... ritual penyatuan mereka suami-istri yang sesungguhnya dimulai.

Kring! Kring! Kring!

Bukan, bukan suara alarm HP. Melainkan derit gesekan daun-daun emas yang tertiup angin segar.

Bhaskara meregangkan tangannya. Rasa hangat, damai, dan begitu harum menyapa indra penciumannya.

Pemandangan pertama yang ada di pikirannya adalah hamparan taman bunga padma indah bernuansa merah keemasan di mana ia baru saja bermimpi sedang berjalan-jalan dengan tenang dan riang gembira.

"Hah... mimpiku indah sekali, harum bunga..." batin Bhaskara setengah sadar, mengusap matanya yang masih lengket.

Namun, saat ia benar-benar membuka mata—

Cahaya matahari pagi yang hangat menerobos masuk lewat celah jendela istana, membiaskan pendar emas di atas ranjang peraduan raksasa.

Waktu mendadak telah berubah menjadi pagi hari.

Bhaskara terbangun dari tidurnya. Rasa lelah di seluruh tubuhnya benar-benar sirna, berganti dengan kesegaran fisik yang tak pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Dan saat ia menoleh ke samping—Anala sedang berbaring miring tepat di sebelahnya, tertidur lelap tanpa sehelai benang pun membalut tubuhnya, hanya terselimuti kain sutra tebal hingga batas dada.

Bahu mulusnya yang porselen terekspos terbuka di udara pagi yang dingin. Bhaskara sendiri tersadar bahwa ia berada dalam kondisi yang sama di balik selimut yang sama.

Wajah Sang Ratu terlihat begitu damai, manis, dan merona dalam sepalut sinar mentari pagi, dengan sisa-sisa pendar Sigil Api yang berkilau lembut di kulitnya.

Bhaskara terpaku. Ia menatap telapak tangannya sendiri yang kini memancarkan pendar hangat tanpa henti.

"Jadi... yang semalam itu... bukan mimpi?!"

Bhaskara menatap Anala yang tertidur lelap, lalu menatap tubuhnya sendiri di balik selimut tebal. Ingatannya tentang semalam benar-benar terputus setelah matanya memutih dan dadanya meledak oleh sensasi hangat elemen!

Sensasi segar di tubuhnya memang luar biasa, tapi kenyataan bahwa ia sama sekali tidak mengingat momen puncak malam pertamanya membuat dadanya berdesir gusar.

Bhaskara buru-buru menyibakkan selimut sedikit, berusaha tidak membangunkan Anala, lalu mengepalkan tangannya kencang-kencang.

"Sistem! Keluar kau!" batin Bhaskara menjerit penuh protes. "Gila ya?! Kenapa gilirian adegan paling krusial dalam hidupku, aku malah dibuat blank dan lupa total?! Kau sengaja mematikan kesadaranku, kan?!"

[NOTIFIKASI SISTEM LONTAR EMAS]

> 🔔 Pemberitahuan Sistem: Selamat pagi, Pengguna Bhaskara Danu Buwana.

> ⚡ Status Integrasi: Proses 'Penyatuan Jiwa & Elemen' tingkat tinggi berhasil 100%.

"Gak usah sok manis pakai ucapan selamat pagi!" Bhaskara mencak-mencak dalam hatinya, matanya melotot menatap layar transparan yang melayang di depannya.

"Kenapa ingatanku semalam cuma sampai suara desahan Anala, terus hilang?! Aku ini suami sahnya! Masa momen sakral dan seindah itu aku sama sekali gak ingat detailnya?! Ini pasti ulahmu kan, Sistem bangsat?!" celetuk Bhaskara dengan nada berbisik, agar tak membangunkan Anala.

> [NOTIFIKASI SISTEM LONTAR EMAS]

> 🛡️ Penjelasan Sistem: Proses penyatuan Elemen Api Agni dan Cahaya Kirana melibatkan lonjakan energi sebesar 10.000 Lux. Tubuh mortal Pengguna mengalami 'Overload Sensorik' untuk mencegah otak Pengguna meledak karena kelebihan muatan energi magis.

> 💡 CatatanTambahan: Sistem melakukan perlindungan memori demi keselamatan jiwa Pengguna.

"Halah! Alasan! Bhaskara mendengus kesal, napasnya memburu pelan. Bilang aja kau pelit! Bikin rugi saja! Padahal itu ciuman pertama dan malam pertama sepanjang hidupku!"

Anala di sampingnya perlahan menggeliat pelan. Selimut yang menutupi dadanya tersingkap sedikit saat ia membalikkan badan, menyandarkan kepalanya di dada bidang Bhaskara seraya melingkarkan lengannya yang mulus di pinggang sang suami.

"Mnn... Bhaskara..." gumam Anala lirih dengan suara khas orang baru bangun tidur, matanya masih terpejam erat dengan senyum manis yang mengembang di bibirnya. "Kenapa jantungmu sudah berdetak kencang sekali di pagi hari...?" gumamanya.

Refleks Bhaskara bergerak secepat kilat–sebelum selimut sutra itu makin merosot dan menyingkap penuh bukit keindahannya, kedua tangan Bhaskara langsung cekatan menarik kembali ujung selimut tebal itu hingga menutup rapi sampai ke batas leher Anala.

"Hampir saja! batin Bhaskara menelan ludah dengan wajah yang makin merah padam. Sistem bangsat ini memang bikin rugi karena ingatan semalam hilang, tapi jantungku bisa beneran copot kalau melihatnya langsung terang-terangan begini di pagi hari!" pikir Bhaskara, menghela nafas lega.

> [NOTIFIKASI SISTEM LONTAR EMAS]

> 🛑 Peringatan Psikologis: Sistem mendeteksi tingkat 'Keperjakaan Mental' Pengguna berada pada level 98%.

> 🧠 Analisis Sensorik: Paparan visual tanpa busana secara langsung berisiko menyebabkan pendarahan hidung ekstrem (Anemia Meluap) dan pingsan seketika.

> 🛡️ Fitur Keamanan: Penahanan selimut oleh Pengguna dinyatakan sebagai tindakan penyelamatan nyawa secara mandiri.

"Bangsat! Diriku benar-benar dihina sama Sistem!" Bhaskara mencak-mencak di dalam benaknya, menggerakkan giginya keningnya yang mendadak kedutan.

"Bilang aja mental pekerja kerasku lebih kuat, tak usah bawa-bawa tingkat keperjakaan segala!" umpatnya dalam hati.

Anala yang melihat raut wajah Bhaskara berubah-ubah—dari tegang, lega, lalu merengut kesal sendiri—hanya bisa tersenyum makin manis. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Bhaskara, menikmati aroma tubuh suaminya yang kini berbaur hangat dengan pendar energi Agni.

"Bhaskara..." bisik Anala lembut, jemari halusnya mulai mengelus pelan dada bidang Bhaskara yang terbuka. "Genggam tanganku..."

"E-eh? Mau apa lagi, Anala?" Bhaskara gugup setengah mati. Tapi melihat tatapan penuh kehangatan dari Sang Ratu, ia tak kuasa menolak. Bhaskara mengulurkan tangan kanannya, menautkan jemarinya di jemari Anala.

ZRRRTTT!

Sensasi hangat mendadak bergejolak hebat di dalam dada Bhaskara! Pendar Sigil Api di telapak tangannya meledak pelan. Rasa kaget dan letupan emosi Bhaskara yang membuncah mendadak memicu reaksi elemen yang baru saja menyatu semalam!

WUUUSH!

Bukan cuma angin, melainkan lidah api merah membara meluncur keluar dari ujung jari-jari Bhaskara! Api itu membumbung ke udara, melayang cepat dan—

PRET!

Lidah api itu menyambar tepat di ujung tirai sutra merah berkanopi di atas ranjang mereka. Dalam hitungan detik, kain mahal tersebut langsung terbakar dan mengeluarkan asap tipis!

"E-EH?! KEBAKARAN! KEBAKARAN!"

Bhaskara panik setengah mati. Sifat refleksnya sebagai mantan pekerja proyek langsung keluar tanpa terkendali. Tanpa memikirkan statusnya sebagai Maharaja maupun fakta bahwa dirinya sedang tidak mengenakan sehelai benang pun di balik selimut, Bhaskara langsung melompat berdiri di atas ranjang.

Sambil memegang erat selimut tebal yang melilit pinggangnya agar tidak melorot, Bhaskara sibuk menepuk-nepuk kain tirai yang terbakar itu menggunakan ujung selimutnya dengan heboh.

...****************...

1
Europa.
seperti biasa, novel baru, nunggu insect
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Phrolova
naiknya cepet banget
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: pacing cepatt 🤣🤣
total 1 replies
Yui
masterpiece /Angry//Angry/ aku nunggu insectnya/Drool//Drool//Drool/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: gak ada insect /Curse//Hammer/
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Waw, othor romance nulis fantasi! patut dilihat /Doge//Good/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: /Awkward/ waduhhh
total 1 replies
Ironside
Wah /Hunger/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: /Panic/
total 1 replies
Teteh Lia
nama tokoh na dari bahasa Sanskerta semua 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: Isekai tema Nusantara 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!