Ifdha Apriliani wanita berumur 26 tahun yang di anggap mandul oleh Ibu mertuanya karena sudah lebih dari tiga tahun menikah dia tak kunjung juga hamil.
Sampai akhirnya saat suaminya meninggal Riyan Askara lalu memutuskan menikah dengan Rival Anggara karena sebuah wasiat dari mendiang suami. tiba-tiba dirinya dinyatakan hamil 18 minggu.
SEASON DUA. bercerita tentang Ezra dan Ajma. anak dari Ifdha dan temanya Ella, tidak kalah seru loh.
Bisa di lanjut baca AZRANA, cek di profil author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aovvie viie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PULANG .
.
.
.
Tak terasa sudah satu minggu ini Riyan berpisah dengan istrinya.
Dirinya sudah sangat merindukan. tak sabar lagi ingin segera bertemu dan memeluk istri mungilnya itu.
Hari ini dia akan pulang dan pesawat yang dia tumpangi sebentar lagi akan sampai.
.
.
Di dalam rumah yang minimalis itu terdapat seorang Wanita dengan begitu sibuknya dia menyiapkan makanan kesukaan suaminya. Hari ini suaminya akan pulang setelah menyelesaikan tugasnya di luar kota.
Begitu senang dan antusiasnya fia menyiapkan berbagai macam masakan. tak lupa dia juga menyiapkan makanan manis.
Dia memang begitu bahagianya.
Sampai-sampai dia memutuskan untuk tidak pergi ke Toko kue miliknya.
Hanya karena ingin menyambut suaminya pulang. sudah tidak sabar rasanya ingin bertemu dan menumpahakan rindu dengan suaminya.
Padahal hanya satu minggu mereka berpisah, tapi rasanya seperti berbulan-bulan lamanya.
Selesai menyiapkan semuanya. Ifdha memutuskan mandi terlebih dahulu.
Setelah mandi dia memakai pakaian yang cukup rapi tak lupa momeles tipis makeup di wajahnya. dia pun memakai parfum kesukaan suaminya. setelah selesai dia tinggal menunggu ke datangan suaminya.
Perjalanan udara yang hanya memakan waktu 2 jam saja. kini Riyan sudah sampai di bandara.
Setelah semuanya selesai. dia dengan cepat keluar bandara dan menaiki taksi pulang menuju ke rumah nya.
Dia sengaja tak mengabari istrinya. kalau dirinya sudah sampai bahkan sedang dalam perjalanan ke rumah.
Jalanan pun terasa sedikit longgar.
Sesampainya di rumah dia langssung memencet bell.
Tersenyum bahagia saat seorang Wanita cantik membukakan pintu untuknya.
Dirinya langsung memeluk Wanitanya dengan erat dan menciumi wajahnya dengan gemas.
"Mas, ko ga ngabarin kalo udah sampe?"
"Kan sengaja sayang, bikin kejutan buat kamu!"
Mereka berdua masuk dengan saling menautkan tangan.
"Ya udah. sana Mas bersih-bersih dulu habis itu baru kita makan. aku udah masakin masakan kesukaan Mas."
"Kamu memang yang paling mengerti sayang!" lalu mengecup lembut kepala istrinya.
Riyan berjalan ke kamar dan mulai masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
15 Menit sudah Riyan selesai bersih-bersih. Kini dia berjalan menyusul istrinya di meja makan.
"Wahhh .. sayang, ini enak sekali rasanya. sudah lama aku ga makan masakan kamu, rasanya aneh di sana makan makanan hotel."
"Ya udah,makan yang banyak Mas, biar kenyang." dengan tlaten dia mengambilkan lauk pauk dan memenuhi piring suaminya .
"Haaahh .. , rasanya sangat kenyang.
Terimakasih sayang buat masakanya. masakan kamu memang paling enak dan lezat." mengacungkan jempol tangan ke istrinya sambil tersenyum.
Ifdha hanya membalas pujian suaminya dengan senyum manis dan mulai membereskan bekas makan mereka berdua.
Selang beberapa menit, mereka duduk berdua di depan TV dan mulai mengobrol.
"Mas, di sana sibuk banget yah? sampe-sampe jarang telfon aku?"
"Iya sayang, maaf yah kan sekarang Mas udah pulang."
"Oh iya Mas, waktu itu Ibu telfon bilang katanya kamu susah di hubungi!"
"Waktu itu Ibu memang menghubungi Mas, dan Mas gak sempet angkat telfonya. karena benar-benar sibuk, kalaupun pekerjaanya sudah selesai Mas lansung pulang ke hotel buat istirahat sayang, cape banget."
" Ouh gtu yahh Mas, pantas jarang hubungi aku.bkangen banget sama Mas rasanya kaya udah lama banget ga ketemu, padahal cuman satu minggu aja Mas keluar kotanya."
"Aku juga kangen banget sama kamu istriku." dengan gemasnya Riyan menggendong tubuh istrinya di bawanya ke kamar.
Di dalam kamar dia meletakan istrinya dengan pelan di atas kasur menatapnya dengan rasa cinta.
"Sayang boleh ya??.
Wanita itu hanya bisa mengangguk pasrah. saat suaminya mulai mencium bibirnya dengan begitu pelan.
Semakin lama ciuman itu lebih menuntut dan membuat gairah mereka sama-sama membara.
menyudahi ciuman itu mereka menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Riyan mulai menciumi leher istrinya meninggalkan jejak-jejak ke pemilikanya di sana. dengan tangan mulai membuka pakaian yang melekat di tubuh istrinya.
Riyan mulai turun ke bawah tanganya dengan mahir memainkan ke dua benda milik istrinya membuat Wanitanya meremas rambutnya dengan pelan.
Aahhh ..
ifdha melenguh pelan karena terlalu menikmati sentuhan suaminya. dia tidak menyadari keduanya benar-benar sudah polos.
Riyan mulai memposisikan dirinya dengan pelan dan pasti dia menyatukan tubuh keduanya.
Aahhh ..
Aahhh ..
Suara ******* yang menggema di kamar.
Mereka sama-sama menikmati percintaan yang terasa sudah lama tak mereka lakukan.
Peluh keringat bercucuran di tubuh mereka, Karena percintaan yang telah mereka lakukan.
Selesai ritual mereka selesai.
Riyan berbaring di samping istrinya. memeluk dan mencium kepala istrinya dan tak lupa mengucapkan terima kasih.
Merasa sama-sama lelah, akhirnya memtutuskan tidur bersama.
...........
Ifdha menggeliat pelan mulai membuka matanya. di lihatnya Riyan masih tertidur dengan memeluknya erat.
Dia melihat jam dinding pukul 16:25. ternyata suda sore mereka tidur terlalu lama.
Pelan-pelan dirinya memindahkan tangan Riyan yang sedang memeluknya.
Dengan gerakan sepelan mungkin Ifdha bangun dari ranjang dan memasuki kamar mandi. tubuhnya terasa lengket setelah penyatuan mereka.
Jam menunjukan pukul 19:10.
Pasangan suami istri itu memutuskan untuk makan malam di luar.
Perjalan kurang dari 1 jam. mereka sudah sampai di tempat makan.
Riyan memang sengaja memilih Cafe yang dulu sering mereka kunjungi saat masih berpacaran.
Bernostalgia katanya.
Mereka berdua berjalan masuk ke dalam Cafe, tanpa di sengaja Riyan bertemu dengan Bosnya.
Tentu saja bersama Asisten yang selalu di sampingnya. mungkin mereka habis melakukan pertemuan dengan klien, karena biasanya Bosnya itu lebih memilih bertemu di luar dari pada di dalam kantor.
"Halloo Tuan, anda sedang disini,?" sapanya dengan sopan.
"Tuan Riyan, iya saya baru selesai pertemuan dengan klien. kau di sini juga,?? dengan melirik Wanita yang berada di sebelah Riyan.
"Iya Tuan, saya sengaja mengajak Istri saya makan di sini. oh iya Tuan, kenalkan ini Istri saya ifdha! sayang ini tuan Rivaldi Anggara pemilik kantor tempat Mas kerja!"
"Tuan, kau yang kemaren memesan kue di Toko ku kan? yang kau bilang untuk ulang tahun Ibu Tuan." dengan tersenyum hangat.
Lalu menoleh suaminya menjelaskan kalau dia sudah mengenal Bos suaminya itu.
"Ahh .. . iya Nona ini pemilik Toko kue itukan,?"
pura-pura baru mengingat, padahal sejak tadi dia begitu menatap wajah Wanita itu.
"Iya Tuan, saya Ifdha istrinya Mas Riyan." dengan sopan mengulurkan tanganya.
Tentu saja dengan semangat Rival menerima uluran tangan Wanita yang di sukai. kapan lagi pikirnya bisa bersentuhan dengan dia.
"halus sekali tanganya." bermonolog dalam hati dan tersenyum manis semanis mungkin.
Selesai acara perkenalan. mereka melanjutkan tujuan untuk makan malam.