NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Feyd Cross bergerak lincah, menembakkan rentetan peluru berpemandu arah dari kedua pistolnya secara bergantian, memaksa Ryden terus bergerak tanpa henti di antara reruntuhan lapak pasar yang porak-poranda. Setiap kali satu proyektil berhasil dihindari, dua lainnya sudah menyusul dari sudut berbeda, seolah menari mengikuti pergerakan targetnya dengan kecerdasan yang mengerikan.

"Kau cukup lincah untuk buronan biasa," Feyd berkomentar datar, mengokang ulang pistolnya dengan gerakan yang sudah terlatih sempurna. "Tapi staminamu jelas sudah menipis. Aku bisa melihatnya dari caramu bergerak."

Dia benar, pikir Ryden, merasakan setiap Teleportasi kini terasa lebih berat dari biasanya, seperti menyeret beban tak kasat mata setiap kali ia menggunakan kekuatannya. Sisa stamina dari pertarungan melawan Groth semalam belum sepenuhnya pulih, dan situasi ini mulai berbalik tidak menguntungkan baginya.

Ryden mengubah taktik, alih-alih terus menghindar, ia mulai mempelajari pola tembakan Feyd—jeda singkat antara setiap rentetan peluru, sudut favorit yang sering digunakan pemburu hadiah itu untuk menembak dari samping. Dengan Haki Observasi yang mulai lebih stabil ia gunakan, Ryden bisa merasakan niat menyerang Feyd sepersekian detik sebelum benar-benar terjadi—sebuah keunggulan kecil namun krusial.

Saat Feyd melepaskan rentetan berikutnya, Ryden tidak menghindar seperti biasa. Sebaliknya, ia menciptakan sebuah retakan besar tepat di depan tubuhnya sendiri—bukan untuk menyerang, melainkan sebagai perisai sementara. Peluru-peluru berpemandu itu menghantam permukaan retakan, meledak dengan suara keras namun tidak menembus, terserap ke dalam celah ruang yang tercipta.

"Apa?!" Feyd terkejut untuk pertama kalinya, menyaksikan serangan andalannya gagal total.

Inilah kesempatan yang Ryden tunggu. Ia melesat maju dari balik retakan pelindungnya, menggunakan sisa Teleportasi terakhir untuk muncul tepat di belakang Feyd sebelum pemburu hadiah itu sempat membalikkan badan. Dengan gerakan cepat, Ryden mengarahkan pukulan berselimut retakan kecil ke pergelangan tangan Feyd yang memegang pistol, membuat senjata itu terlempar jauh berdenting di atas batu alun-alun.

Feyd bereaksi cepat, mundur beberapa langkah sambil mengeluarkan sebilah pisau lipat dari balik jubahnya, namun gerakannya kini jelas kehilangan kepercayaan diri yang sebelumnya ia tunjukkan.

"Kau lebih berbahaya dari yang kuduga," gumamnya, mengatur napas.

"Aku tidak ingin bertarung lebih jauh dari ini," ucap Ryden, berdiri tegak meski napasnya memburu keras, keringat membasahi seluruh tubuhnya. "Kau sudah melihat sendiri, kemampuanmu tidak cukup untuk menangkapku. Pergilah, dan cari target lain."

Feyd menatap Ryden lama, mempertimbangkan pilihannya. Sebagai pemburu hadiah berpengalaman, ia tahu betul kapan harus mundur dari pertarungan yang tidak menguntungkan.

"Baiklah," ucapnya akhirnya, menyarungkan kembali pisaunya. "Tapi ingat ini, Sang Peretak—aku bukan satu-satunya pemburu yang akan mengejarmu. Reputasimu terus tumbuh, dan bersamanya, incaran terhadapmu juga akan semakin banyak."

Dengan itu, Feyd berbalik dan menghilang ke dalam bayangan gang sempit di sudut kota, meninggalkan Ryden yang akhirnya jatuh berlutut, kelelahan luar biasa menghantamnya sekaligus setelah adrenalin pertarungan mereda.

"Ryden!" Elira berlari mendekat, membantu memapahnya berdiri, wajahnya dipenuhi kekhawatiran. "Kau terluka?"

"Hanya lelah," jawab Ryden lemah, tersenyum tipis meyakinkan gadis itu. "Butuh istirahat panjang, sekali lagi."

Penduduk kota yang sempat bersembunyi mulai keluar perlahan, menyaksikan sisa-sisa pertarungan dengan campuran rasa takut dan kagum. Seorang notifikasi kecil muncul di sudut penglihatan Ryden—layar Sistem yang setia mengabarkan hasil pertarungannya.

[SISTEM LOGIN HARIAN]

Pencapaian Baru: Mengalahkan Pemburu Hadiah Kelas Menengah

Hadiah: Ramuan Pemulih Stamina (Kualitas Tinggi)

Bonus: Skill Tersembunyi Rift Rift no Mi — Progres Terdeteksi (31%)

Mata Ryden sedikit membelalak melihat progres skill keempatnya yang terus meningkat. Sepertinya semakin sering aku bertarung dalam kondisi terdesak, semakin cepat skill ini berkembang, pikirnya, sebuah teori baru yang mulai terbentuk di benaknya tentang cara kerja kekuatan misteriusnya.

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!