NovelToon NovelToon
Menikahi Anak Majikan

Menikahi Anak Majikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: lara hati

Kania indira putri dipaksa menikah dengan anak Majikan yang sedang patah hati.
Padahal ia tahu sejak Awal bertemu Aran sangat membenci dirinya.

Dia kerap menjadi ajang pelampiasan kekasalan Aran.

Tapi apa hendak di kata karena hutang dan balas Budi Kania harus menerima takdir menjadi istri Seorang Aran Maheswara yang dingin dan angkuhnya tidak ketulungan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebelas pecat dia

Genap sebulan sudah Kania cuti bekerja untuk mengurus Ibu Sumi.

Untung uang yang di berikan Tuan Sanjaya lebih dari cukup,Kania jadinya tidak terlalu pusing untuk memenuhi kebutuhan harian selama tidak bekerja.

"Bu, Kania berangkat kerja ya!" Seperti biasa Kania menyalami Ibu mencium pipinya saat berpamitan.

"Iya, Sayang. Sampaikan salam ibu pada Tuan dan Nyonya Sanjaya."

" Iya, Bu. Insya Allah"

Tak butuh waktu lama, Kania pun tiba di rumah Tuan Sanjaya.

Ana dan Eli sangat gembira mendapati Kania kembali bekerja.

Rindu bersenda gurau dan tertawa bersama.

" Gimana kabar Ibu?" Tanya Ana pada Kania.

" Alhamdulillah, Ibu sudah baikan."

" syukurlah!"

Dari arah dapur seorang wanita paruh baya dengan rambut kelabu memakai stelan semi jas dan celana panjang mendekat rambutnya di sanggul rapi.

Wanita itu berhenti di hadapan mereka sembari tersenyum.

"Selamat pagi, Bi Mala...!"

sapa ketiganya ramah.

" Pagi..." Bi Mala tersenyum pada mereka.

"Saya bisa minta tolong, tidak?" Tanyanya menatap ketiganya.

" Minta tolong apa, Bi. memangnya?" Tanya Ana.

"Tolong kalian antarkan sarapan untuk Tuan Aran ke kamar..."

Ana dan Eli langsung saling melirik dan menunduk diam.

Hanya Kania yang masih melihat Bi Mala tanpa sadar ada sesuatu yang janggal dengan mereka bertiga.

" Kania saja, Bi." cetus Eli.

" Aku..!?" Kania tak menyangka Eli akan menunjuk dirinya.

"Kenapa tidak kamu saja, bukankah Kamu suka bila bertemu Tuan muda..." Balik Kania.

"A- aku memang suka, Tapi....pagi ini perutku sedikit sakit" Eli pura- pura meringis memegangi perutnya.

Lalu buru-buru pamit ingin ke toilet.

"Aku harus membersihkan kamar tuan dan nyonya Sanjaya" Sahut Ana ikut menghindar cepat Sebelum Kania berkata lebih lanjut, lalu berlari menjauh membawa gagang pel dan sapu.

Kini hanya tinggal Kania dan Bi Mala yang melihat Kania sejuta makna..

" Nia. Tolong, ya...?"pintanya.

Meski enggan Kania tak tega menolak permintaan Bi Mala. Selain itu dia tidak punya pilihan.

" Baiklah, Bi..."

"Pergilah ke dapur, Bi Mimi atau Bi Omah, pasti sudah menyiapkan sarapan bagi Tuan muda."

Dengan berat hati Kania menuju dapur untuk menjalankan perintah Bi Mala.

Bi Mala hanya menatap punggung Kania saat berlalu

Berharap Kania tidak menjadi sasaran amukan Aran, seperti para pelayan lainnya yang setiap pagi mendapat lemparan piring karena kesalahan- kesalahan kecil yang mereka lakukan. Atau karena mood Aran sedang tidak bagus. jadinya mencari pelampiasan dengan para pelayan. Sedang kami Kania sama sekali belum mengetahui situasi sedang tidak baik di rumah itu.

Aran yang gagal menikah dan patah hati, kemudian menjadi sosok pemarah, angkuh tak segan-segan berbuat dan berkata kasar pada siapa pun.

Kania sudah berdiri didepan pintu memegang sebuah nampan berisi sarapan pagi Aran.

Dia menarik dan menghela nafas berulang kali.

Sempat merasa sedikit aneh, kenapa Sarapan pagi Tuan Aran harus di antar ke kamar.

Dan kenapa porsinya hanya untuk satu orang.

Lantas Istrinya Silvia bagaimana?

Ragu Kania mengetuk pintunya.

Tok!

Tok!

Sejak awal bertemu, Kania paling malas berurusan dengan putra majikanya itu.

Tak ada sahutan.

Kania coba mengetuk kembali.

Tetap tak ada sahutan atau pun yang membuka pintu.

" Duh! bagaimana ini?"

Kania mulai gelisah.

Antara menunggu atau mengetuk kembali.

Pintu terbuka. Sosok Aran muncul di balik nya, Dia bertelanjang dada dengan

rambut acak-acakan. Seorang wanita menyusul dari belakang memeluk pinggang Aran mesra.

Kania kaget sekaligus heran, sebab wanita muda itu bukan Silvia Delisa Anjani, Wanita yang kabarkan menikah dengan Aran sebulan lalu.

" Siapa wanita muda ini,

lalu Silvia dimana?.

Kania bertanya dalam hati. Tak urung matanya mengedar sekilas mencari sosok Silvia di dalam kamar itu.

"Masuk!" Terdengar suara berat serak dan parau khas orang bangun tidur.

Menyadarkan Kania dari pikirannya.

"Saya membawa sarapan Anda,Tuan."

Pria itu menggeser tubuhnya membiarkan Kania masuk

Kania pun masuk kamar Aran membawa serta nampan hati- hati. Gadis muda yang sejak awal sudah ada di kamar Aran mengawasi gerak Kania dengan pongah.

Gadis itu pakaiannya cukup terbuka, memakai Rok kulit hitam yang panjangnya sebatas paha, di padu kaos rajutan yang memperlihatkan bagian perut dan pusarnya yang putih dan mulus .

Kamar Aran terlihat sangat berantakan seperti kapal pecah.

Beberapa botol Alkohol kosong berserakan di meja. tissue, gelas, cemilan belum lagi baunya sangat menyengat.

" Kau, pulang lah!" Aran menggerakan salah satu jari telunjuknya ke Arah tamunya, Gadis muda itu memberi kode mengusirnya

Gadis itu terlihat tidak terima dengan perintah Aran.

"Pu- pulang? Tuan bercanda?...tapi kita belum melakukan..."

Aran melihat wanita itu datar dan dingin, Mata elang nya tajam mengancam.

"Jangan memancingku untuk bertindak kasar padamu..."

Kania tidak mau ikut campur setelah meletakan sarapan, dia pun buru- buru pamit keluar dari kamar itu.

" Tunggu !" Aran menghentikan langkah Kania. Kania pun berhenti sambil mengigit bibir dengan kedua tangannya menaut gelisah.

"Oh. Tuhan..apalagi sih?" batin Kania.

Dia hanya ingin lekas pergi dari sana.

" Pergilah! kau membuat aku tidak nyaman. Pergi!!" bentaknya di tujukan pada teman wanitanya

Kelihatan sekali wanita itu enggan pergi.

Dia malah mendekati Aran dan meraba dadanya sensual.

Kania memalingkan muka pura- pura tak melihat saja.

"Tuan...Anda yakin tak ingin melakukannya denganku. Di jamin anda tidak akan menyesal sedikit pun" rayu wanita itu.

Aran tak bergeming.

"Pergilah! atau... kau mau, aku mematahkan salah satu tanganmu hingga kau kesulitan memakai jarimu untuk meraba tubuh laki laki seenaknya..!?!!" Sarkas Aran dengan nada datar tapi suaranya terdengar dingin menakutkan. dia juga mencengkram jari gadis itu menghentikan aksinya yang tadinya mengelus-mengelus dada kekar milik Aran tanpa ijin"

Bukan hanya gadis itu yang merasa ketakutan dengan Emosi Aran yang turun naik seperti roller coaster

Kania juga merasa takut.

Mendecakan lidahnya gadis yang dibawa Aran mengambil tas Selempang yang di di letakannya secara asal di atas sofa sejak semalam. lalu keluar dengan wajah cemberut.

"Dan kau! gadis pelayan" kata Aran setelah wanita itu pergi, melambai pada Kania.

Memanggilnya mendekat.

Pria itu duduk di sisi Ranjang menyilangkan kaki panjangnya dengan angkuh, dengan dua tangan di letakan dikedua sisi kiri kanan untuk menyangga tubuh.

Kania mendekati Aran sambil menunduk

"Siapkan air panas, aku ingin mandi"Titah Aran bangkit berdiri

" Baik,Tuan."

Kania pun melakukan

tugasnya dengan baik

"Jangan pergi kemana- mana sebelum aku selesai mandi. Aku masih butuh bantuanmu. Hari ini aku berniat ngantor" kata Aran sebelum masuk kamar mandi.

Terdengar suara percikan air dari dalamnya

Sambil menunggu Aran selesai mandi.

Kania membereskan kekacauan yang dibuat Aran di kamarnya.

Keluar dari kamar mandi, Aran mendapati kamarnya sudah bersih dan rapi.

Sedang kan gadis pelayan itu sedang menyusun bantal di ranjang.

Dalam hati, Aran memuji Kania yang cekatan.

"Siapkan pakaianku..."

Suara bariton Aran menyadarkan Kania yang sedang fokus bekerja.

dia pun berbalik melihat Aran sebagai bentuk penghormatan.

Kania tercekat, terbelalak tanpa sadar.

Aran hanya memakai selembar handuk menutup bagian bawah tubuhnya. Wangi sabun mandi menguar memenuhi kamar.

Sementara bagian dada dan perut kotak- kotaknya terekspose begitu saja seolah sengaja memamerkan dan menjadikan sebagai tontonan gratis bagi Kania.

Wajah tampannya terlihat segar, dengan rambut sedikit lembab, sisa- sisa air menetes di leher, mengalir turun ke dada yang bidang kecoklatan milik Aran.

Semua itu tak luput dari penglihatan kania.

" Astagfirullah..." Kania beristigfar dalam hati.

merasa Malu pada apa yang sudah dilihatnya. Cepat- cepat Kania menunuduk menyembunyikan pandangan.

Aran yang menyadari sikap jengah kania sedikit geli.

Timbul rasa ingin mengerjai Kania.

" Aku sedang terburu- buru, jadi tolong suapi aku makan.." Kata Aran sambil menuju ruang walk in closhet.

Kania telonjak kaget, mematung di tempatnya.

" Menyuapi makan?

Tuan.??" Ulang Kania merasa ada yang salah dengan perintah Aran.

" Iya! tunggu apa lagi? aku sudah terlambat. Kenapa? kau keberatan, atau kau mau aku memecat mu hari ini juga!?"Ketus Aran

Sambil mengeluarkan selembar Kemeja warna putih dari lemari, dasi hitam polos, serta satu stel Jas dari lemari lainnya yang tingginya hingga ke langit- langit kamar.

Kania pun menuruti permintaan Aran.

Akhirnya kania menyuapi Aran sambil mengikuti langkah pria itu yang berpindah kesana kemari sambil makan.

Memakai pakaiannya sesuka hati tanpa merasa risih dan malu sedikitpun. bahkan dia memakai pakaian dalam di depan kania tanpa sungkan. Justru Kania yang risih sedikit takut.

Mungkin Aran sudah terbiasa dengan gaya hidup bebas ala Barat. Kania coba memaklumi.

Meski Kania malu sekali dengan perilaku pria itu.

Kania sudah gemetaran karena melihat banyak hal yang tak seharusnya dilihatnya.

Beberapa saat kemudian Aran sudah siap dengan Stelan jas lengkap melekat sempurna di tubuh atletisnya..Hanya tinggal memakai dasi

Pria itu berdiri didepan cermin,Jemarinya lincah bergerak mengikat simpul dasi. Kania setia berdiri di sisinya menyuapi pria itu sesendok demi sesendok.

Tetapi di detik berikutnya tanpa sengaja sendok yang di arahkan ke mulut Aran mengenai pipi pria itu. Karena Aran berbalik tanpa isyarat.

" Aww! Sial! Apa yang kau lakukan!!?" Aran menyeka pipinya kesal matanya memelototi Kania tajam.

Plak!

Aran sontak menampar pipi Kania, merebut piring di tangan Kania dan melemparnya ke dinding.

Isinya berhamburan mengotori lantai.

"Ma-maaf...." Kata Kania gugup, reflek melangkah mundur, mukanya pias ketakutan.

" Kau sengaja ya!!" Bentak Aran.

"Ti- tidak Tuan..saya tidak sengaja" menggeleng- geleng kepalanya.

Wajah Aran mendekati Kania dengan tatapan mengintimidasi

" Aku tidak percaya, kau pasti sengaja. kau merasa kesal karen aku minta di suapi.." Kata Aran menyeringai kejam mendekati Kania. menyamakan posisi wajah mereka dengan jelas Kania melihat mata Aran yang bersinar jahat.

"Rupanya kau sudah bosan bekerja dirumah ini. Kau tidak tahu, setiap inci dari bagian tubuhku ini sangat berharga. Bahkan jauh lebih berharga dari nyawa dan hidupmu yang hanya kacung di rumah ini. Kau paham!!!., pelayan kurang ajar, tidak becus!!."

Berdenyut hati Kania mendengar cemoohan Aran.

Sendok itu hanya menyentuh sedikit pipinya sakit pun tidak.

Tapi ucapan Aran sangat melukai Kania.

Kania mendongak menantang Aran.

"Dasar sombong!" Kania membalas ucapan Aran melalui tatapan matanya yang tajam menantang.

Mereka saling menatap penuh permusuhan sejenak. Bahkan Kania tak berniat menurunkan pandanganya saat Aran ingin kembali menampar Pipinya.

Aran mendorong Kania Hingga gadis itu tersungkur jatuh

Braakkk!!

Suara pintu yang beradu kencang karena di banting Aran.

Aran keluar dari kamarnya

"Bi Mala,!! Bibi..!! Brengsek! di mana wanita tua itu!!?"

Suara teriakan Aran memenuhi se antero rumah.

Semua orang merasa ketakutan.

Kania menyusul Aran di belakang.

Bi Mala dengan tergopoh gopoh datang

"Tuan Muda...?" dia berdiri didepan Aran sambil menunduk.

Karena penasaran pelayan lainnya juga ikut bergerombol.

"Aku mau, kau memecat pelayan ceroboh itu hari ini juga!"

Bu Mala Bingung

" Pelayan yang mana? Tuan."

" Pelayan yang yang memakai penutup kepala yang mengantar sarapan pagi ke kamarku. Mulai saat ini, Aku tidak mau melihat wajahnya lagi di rumah ini. kau paham!!?"

Jelas Aran masih dengan wajah kesal.

Bi Mala melirik Kania yang berdiri di ujung tangga dengan mata berkaca- kaca.

Aran mengetahui Jika Kania mendengar semuanya. Tapi dia tersenyum puas dalam hati, karena melihat wajah sedih Kania yang mematung di ujung tangga.

Aran memakai kacamata hitamnya, tanpa merasa bersalah dia pun berlalu dengan santai dari sana.

Pagi ini dia cukup puas karena sudah berhasil menyiksa seorang gadis lain hingga dia tak sendirian menderita didunia ini.

1
Nathan Mahsuri
lanjutt
Susanti
sudah ngak nulis LG ya thorr, sehat kak
Elly Supar
penasaran euy
Irene
mana nih up nya
Irene
ditunggu up nya
Glastor Roy
up
Uni Rasid
lanjut up thor
Imanuelsitorus Imanuelsitorus
lanjut dong kak
Ina Yuni Novika S
kapan up lagi Thor.... masih penasaran sama kisah Aran dan Kania.... semangat dan sehat ya thor
Ina Yuni Novika S
lanjut Thor.... menunggu saat Aran bucin dan ditinggal kabur sama Kania.... penasaraannn
Farida Wahyuni
lama ga up kaka?.udah februari tp belum ada bab yg baru..semoga kaka authornya sehat2 terus.
Farida Wahyuni
akhirnya ada jalan kania lepas dari tuan muda sombong. lepaskan aja kania, aran. apalagi kalau kamu tdk suka atau benci sama dia. cari sj silvia, kamu bisa nikahin aja dia setelah jadi janda.
Farida Wahyuni
kania jangan mudah jatuh cinta sama aran, biarkan aran yg duluan jatuh cinta, biar mampus dia udah hina2 kanian lalu jatuh cinta, hehheh bakal lucu nih jadinya kalau gini.
Rabiatul Addawiyah
Ayoo Lee ambil Kania dr Aran.. biar Aran ga sombong merasa paling ganteng, dan ngga semena-mena terhadap Kania.
Lanjut thor
Rabiatul Addawiyah
Aran gemblung... kasian istrinya hanya dijadikan pelayan..
Lanjut thor
💕KyNaRa❣️PUTRI💞
cih tidak ada nya menghargai istri .......meskipun tak punya harta tpi jngan di hina
Farida Wahyuni
yah cuma up 1 bab, aku penasaran dg aran dan kania, ga sabar liat mereka jatuh cinta😊
Sincan Rivai
lanjut
Rabiatul Addawiyah
wah up jg thor 👍👍 ditunggu trus kelanjutan novelmu ya thor...
Semangat thor
Farida Wahyuni
kok belum update ya kaka? aku udah nunggu2 bgt nih. semangat ya kaka author.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!