NovelToon NovelToon
KARMILA

KARMILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:52
Nilai: 5
Nama Author: MAMI ADRIELLA20

"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."

Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."

Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...


yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelompok.

Alda: Malam kak, kak ini Alda kelompok kewirausahaan gimana-gimana sudah ada ide?" Hah Lo enggak salah ngechat jam segini enggak sopan banget...eh Adri dia perduli masa perkuliahan Lo enggak usah jawab kalau misalnya terganggu. Biasakan jangan marah untuk sesuatu hal simpel begini.

me: Hai Alda makasih ya udah chat, soal kelompok masih kita dua doank nih? Atau udh ada yang konfirmasi ke kamu.

Bersiap untuk tidur berhubung juga Tante sudah istirahat duluan.

Alda:" Kalau untuk kak Daniel sudah konfirmasi kak, tinggal kak Reno belum ada komentar di grup ataupun chat pribadi.

Astagaa sepertinya satu laki-laki ini akan menjadi beban kelompok kami."Ya udah kalau untuk urusan kak Reno biar aku aja ya." Pesan ku terakhir sebelum tidur, langsung saja besok pagi draf pesan ku kirim untuk kelompok bernama Reno, kan sudah ku bilang kalau dari awal juga aku sudah cari kontak yang nama-nama anggota kelompok ku.

Keesokan hari Tante sudah selesai dengan urusan dapur, sosok ibu yang lama hilang terasa hidup kembali. Ia menyambut ku dengan senyuman manis, "Cuman masak ikan sambal sama sayur aja Tante." Niatnya aku enggak makan sih karena memang tidak terbiasa serapan pagi menggunakan nasi. Aku senyum dan berusaha mensyukuri namanya hidup dilayani seperti ini. "Kapan Tante operasi,maaf ya tan bukan nya aku niatan kemana-mana nih omongan nya." Entah Kenapa otak ku menanggapi kalau aku tanya keadaan dia seperti itu ada rasa ingin dia cepat pergi dari rumah.

"Dua Minggu lagi, nanti ada beberapa keluarga datang gimana Nang? Terganggu kau?"

"Terganggu? ( masang wajah bingung+ marah) Terganggu kenapa? Cuman kalau misal nya di harapkan untuk menghidangi atau menjamu aku enggak janji ya Tan."

"Enggak kalau itu,cuman kalau misalnya ada yang nginap disini kan tambahin beban mu Nang."

"Ah omongan macam apa tu Tan, asal tau diri ajalah Tan amannya itu." Kasar? Begitulah diriku. Sesuap demi sesuap habis ku santap "Iya Nang, nanti Tante bilang pun biar enggak diganggu privasi mu."

Enggak butuh banyak mulut Tante sudah paham kemana obrolan ini dibawa, aku hanya tersenyum. "Aku berangkat ya Tan." Piring ku biar aku yang bertanggung jawab untuk kebersihan nya.

Lagi-lagi kembali kedalam dunia penghasil rupiah, banyak hal yang harus di urus termasuk usaha sampingan ku, apa aku tawarkan ya pekerjaan sampingan itu pada adik yang dirumah jadi dia gak usah ikut pulang setelah Tante selesai dalam masa pengobatan nya.

"Email-nya sudah saya balas." Ku pikir atasan ku ternyata bukan, enggak ada siapa-siapa entah kenapa aku merasa ada yang datang di hadapanku. Ah mungkin itu efek cahaya.

Padahal pekerjaan bukan menjadi beban, urusan kuliah juga tidak cukup mengganggu pikiran tapi kenapa rasa capek mental buat aku demam begini, raba dengan kulit tangan cukup panas hawa badan ada apa ini. Fokus ku juga mulai berkurang apa gejala tipes ya soalnya tiba-tiba bangett.

Bahkan untuk mengendarai suatu perjuangan rasanya ini bukan sakit normal, rasa mual ingin muntah mendadak entah apa itu merah-merah keluar dari mulut, untungnya ada Tante yang paham betul apa yang terjadi dengan ku. "Pernah termakan mu dari orang mencurigakan Sofi?" Bahkan menjawab tidak saja aku enggak sanggup, badan lemas ku dibantu naik oleh adik itu.

Tante mulai menelpon mengharapkan bantuan dari pihak luar, keranjang sampah menjadi tempat barang bukti bahwa cairan merah mendadak hitam."Udah gak... Salah kalau misalnya itu," Sepertinya pengobatan kali ini menggunakan bantuan magis, terlalu cepat sampai kesadaran ku saling beradu satu sama lain. Teriakkan bukan karena sakit, tapi bingung kenapa dalam satu tubuh ada berbagai perlawanan yang saling menghantam logika serta perasaan.

Badan ringan tanda hari berganti tanpa ku pertanyaan kebenaran tadi malam kebiasaan pagi berjalan seperti biasa, Tante masih terlelap mungkin Lelah dengan kegiatan tadi malam. Hari ini khusus untuk absen saja setelah nya aku akan pulang untuk bekerja Wfh."Tante baru pulang juga?" Ku lihat Tante turun dari mobil, ia tersenyum "Sudah sembuh kau." Keadaan nya semakin lemah, hati kecil ku menangis di dalamnya. Baru ku sadari itu kalau Tante sudah tak sesegar pertama kali datang, aku takut kalau misalnya keluarga menyalahkan aku.

"Tante kok pucat? Banyak makan lah Tan." Apa sih sok perhatian kali kau, enggak usah begitulah lah DRI.

"Karena obat itu nya ini Nang." Tarikan senyum paksa membawa langkah kami bersama memasuki rumah, dalam hal begini aku tidak pernah munafik. Ya memperhatikan dan membantu orang itu tidak pantas jika digabungkan dengan kata kemunafikan maaf jika tujuan awal ku jahat terhadap dirimu. Ampunilah aku, aku yakin ini cara Tuhan mempertemukan kita supaya kesalah paham -an lurus dan menemukan benang merah.

"Nanti kalau kakak datang bawakan roti khas Siantar ya." Permintaan lama namun harus dipenuhi. Sederhana bagi mu namun sulit terjadi di hidup ku.

Seperti nya efek malas di ikuti begini jadinya, ya seminggu lebih menjadi pengangguran itu enggak enak banget. Enggak ada cerita unik di setiap hari nya, Tiba-tiba ke pikir tentang barang-barang ku dan bang Dean apakah jadi ku buang atau tetap di simpan.

Aku tidak ingin membuang nya, aku ingin itu menjadi kenangan terbaik didalam hidupku. Tanda bahwa pernah seorang berjuang untuk ku, berjuang untuk mendapatkan hati dan waktu ADRIELLA princes lolipop nya.

Ku ambil satu boks penyimpanan khusus untuk menyimpan itu di gudang belakang, mengingat setiap momentum di barang-barang pemberian Dean sangat menyayat hati, air mata masih menangisi kepergian mu De, kamu masih berharga ternyata, dibalik kenangan itu kejahatan ku tidak hanya menduakan juga tidak pernah menghargai mu, maafkan aku De aku tidak sepenuhnya menyalahkan keluarga mu disini aku juga meletakkan kesalahan ku terhadap hubungan kita.

Tante diam kala aku mengangkat satu boks penyimpanan ke arah gudang belakang rumah, disana tempat untuk setiap barang gak berguna ku simpan. Termasuk album-album dan beberapa bingkai yang menggambarkan kebahagiaan kami kala di pantai dan tempat-tempat romantis lainnya.

Memutuskan untuk tidak melenyapkan kenangan bersama kita wujud damai hatiku kan de? aku enggak salah kan masih menyimpan kau di dalam hati ku.

Tak pernah terpikirkan akan begini ujung nya, kemana aku harus melupakan segala yang telah terjadi, lelah itu benar-benar di titik terendahnya Tuhan. "Tan aku mau istirahat dulu ya." Seperti nya Tante ingin ada mau dibahas tapi sudah ku tutup dengan kata-kata istirahat ia tidak ingin mengganggu.

Anggukan nya di temani dengan wajah datar namun tergambar makna dalam diam nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!