Takdir tak pernah salah, terkadang kita saja yang tak bisa menerima. Semua yang di rencanakan Allah adalah yang terbaik dari rencana manusia.
**
Razka tak menyangka kepergian nya ke negara orang untuk mengawasi proyek ayahnya akan mempertemukan ia dengan seorang wanita yang lemah lembut bernama Fauziah Azahra Raymond
Satu kali saling menatap membuat pikiran Razka kalang kabut.
Demi menghindari zina pikiran, Razka pun berniat melamar Zia. Hatinya sudah mantap.
Hingga Razka pun menyampaikan niatnya pada sang Abi., Awalnya Gabriel sang ayah sangat senang karena anaknya mau membuka hati. Namun, setelah tau siapa ayah dari wanita yang ingin di lamar Razka dirinya hanya diam dan tak tau menjawab.
Bagaimana bisa anaknya ingin menikah dengan anak dari musuhnya yang telah membunuh keluarga istrinya di masa lalu.
Apa mungkin Gabriel akan mengizinkan Razka melamar anak musuhnya yang tak lain adalah putri dari Daniel.
Mengingat istrinya Aria masih belum bisa melupakan kejadian itu walau bibir mengatakan sudah ikhlas.
Bagaimana bisa mereka berbesan nantinya sedangkan masa lalu belum kunjung terlupakan?
Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Akankah Gabriel menyetujui. Jika iya, bagaimana dengan Daniel?
Penasaran dengan lika-liku percintaan Razka dan Zia yang di bumbui sedikit hal mistis.
Simak selengkapnya disini di novel author
Cerita ini hanyalah fiksi.
Note:
Tidak menerima tindakan plagiat apapun itu, jika di temukan kasus plagiat maka akan saya bawa ke rana serius.
Hargai manusia selayaknya manusia!
Jika tak suka, silahkan tinggalkan tanpa jejak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Rii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Melamar.
Malam harinya.
Selesai shalat Maghrib, tampak di villa, Aria dan Gabriel sibuk mengemas buah tangan serta menyiapkan hati. Mereka akan pergi setelah shalat isya nanti.
Razka juga sudah memberitahu Zia tentang malam ini ia akan melamar Zia. Tentunya wanita itu kegirangan dan langsung memberitahukan keluarganya untuk bersiap-siap.
Di mansion Raymond.
Semua pekerja mansion sudah sibuk sedari sore, semuanya sibuk menata mansion dan juga memasak makanan yang lezat.
Daniel tak menyangka bahwa keluarga Gabriel akan melamar putrinya. Ia tak tau harus seperti apa menyikapi keadaan ini. Entah ia akan sanggup nantinya bertemu dua orang itu.
Daniel sudah memberitahu Malik dan juga Aisyah siapa sebenarnya orang tua Razka, sama seperti reaksi Daniel yang pertama kali tau, begitu juga dengan reaksi Malik serta Aisyah. Mereka tak menyangka takdir akan menjadi seperti ini, sangat mengejutkan.
*****
Selesai Isya.
Di villa, tampak Gabriel dan Aria sudah berada di dalam mobil yang sama dengan Razka dan Vian. Mobil melaju menembus keramaian kota di malam hari menuju mansion Raymond.
Jantung Aria terus berdetak kencang karena tak tau harus berekspresi seperti apa nanti.
Beberapa menit kemudian.
Mobil pun tiba di pekarangan mansion besar itu. Sejumlah pelayan langsung menyambut kedatangan keluarga Gabriel begitu juga dengan anggota keluarga Raymond yang sudah berdiri di depan pintu.
Gabriel membuka pintu mobil lalu keluar dengan gagahnya, begitu juga dengan Razka dan Vian. Hanya Aria yang belum sanggup keluar.
Razka pun berinisiatif membuka pintu mobil untuk sang ibu.
"Silahkan, Umi." Melihat senyuman Razka membuat Aria tak tega untuk mengecewakan perasaan anaknya.
Ia pun keluar sembari tersenyum, anggap saja ia tak pernah berjumpa dengan Daniel dan keluarga nya. Anggap saja ini adalah pertama kalinya mereka berinteraksi.
"Selamat datang di mansion Raymond," ucap mereka serentak.
Keluarga Gabriel pun berjalan mendekati keluarga Raymond lalu memberi salam.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap keluarga Gabriel bersamaan.
"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh, selamat datang di mansion Raymond. Semoga anda semua merasa nyaman berada di sini," jawab mereka.
Keluarga Gabriel pun di persilahkan masuk ke dalam mansion, sebelum lamaran mereka makan malam terlebih dahulu.
Di meja makan, tampak ada ketegangan di sana. Daniel tak berani mengangkat kepalanya, tangannya bergetar dan berkeringat.
Setelah selesai makan malam. Barulah mereka duduk di ruang keluarga dengan jamuan teh dan juga makanan kecil.
"Senang bertemu dengan anda tuan, Raymond." Gabriel menyapa seolah-olah mereka baru saja bertemu. Sikap tenang Gabriel membuat Daniel semakin tak nyaman dan merasa sangat bersalah.
"Kami juga sangat senang bisa bertemu dengan keluarga anda, apalagi kalian membawa itikad baik kemari," balas Malik.
"Kedatangan kami kemari tak lain untuk meminang putri keluarga ini yaitu Fauziah Azahra Raymond untuk bersanding dengan putra kami Razka Arsyah Rahardian," ucap Gabriel langsung ke intinya.
"Bagaimana pendapat mu, Zia?" tanya Malik. Seharusnya Daniel lah yang bertanya, namun laki-laki itu memilih diam membisu membuat istri dan putrinya menjadi kebingungan.
Zia mengangguk lalu menatap sang ayah.
"Zia terserah dengan Abi saja," ucap Zia menatap sang ayah.
Semua mata tertuju pada Daniel membuat laki-laki itu mati kutu.
"Ada apa?" bisik Zahra merasa aneh melihat sikap diam suaminya.
Daniel mencoba tersenyum walau itu terlihat terpaksa.
"Saya setuju," ucap Daniel membuat Zia dan yang lainnya bernafas lega. Tak seperti biasanya keluarga Raymond memberikan ujian terlebih dahulu, kali ini mereka menerima secara terbuka karena Zia juga sudah setuju. Mereka yakin Razka adalah laki-laki yang baik.
"Tapi ada syaratnya," lanjut Daniel membuat semua mata kembali menatapnya.
"Apa itu?" tanya Gabriel.
"Saya ingin pernikahan putri saya di adakan di negara ini dan di mansion ini. Setelah itu, jika nanti Razka ingin pulang ke negara nya, dia bisa membawa Zia juga ikut bersamanya. Saya harap anda tidak keberatan tuan Rahardian," jawab Daniel berusaha untuk tenang.
"Jadi pesta nya hanya ada di sini saja? Di tempat kami tidak boleh, begitu kah?" tanya Gabriel memastikan.
"Saya tidak melarang anda melakukan pesta di rumah anda, saya hanya mengatakan bahwa pernikahan nya akan dilaksanakan di mansion kami dengan jumlah tamu terbatas," jelas Daniel.
Gabriel tau, Daniel pasti takut untuk bertemu dengan teman-teman Gabriel. Tapi, walaupun pesta di laksanakan di mansion Raymond, tetap saja teman-teman Gabriel akan datang. Syarat Daniel tak akan mengubah apapun.
"Kami sanggupi," jawab Gabriel mantap.
"Apalagi syaratnya?" tanya Gabriel.
Mulailah keluarga Raymond memberikan syarat, dari mahar, pesta, perjanjian pra nikah, dan lain-lain yang tentunya dapat dipenuhi oleh keluarga Gabriel.
"Kalau begitu, pernikahan akan dilaksanakan dua Minggu lagi. Lebih cepat lebih baik bukan?" saran Malik.
"Iya, kami setuju," jawab Gabriel.
"Kalau begitu kami pamit pulang, terimakasih atas jamuan nya dan juga sudah berbaik hati menerima lamaran kami," lanjut Gabriel.
"Sama-sama, tuan Rahardian."
"Kami permisi. Assalamualaikum."
"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh," jawab Malik dan yang lainnya.
Gabriel pun menjabat tangan Malik lalu beralih pada Daniel. Dapat Gabriel rasakan tangan Daniel yang dingin.
"Sampai jumpa dua Minggu lagi," bisik Gabriel tersenyum kecil.
"Iya," jawab Daniel.
"Kami pamit yah, sampai jumpa dua Minggu lagi. Kau cantik sekali, ini untuk mu, semoga kamu suka yah," ucap Aria memberikan buah tangan yang sudah ia siapkan.
"Terimakasih, nyonya." Zia menerima hadiah dari calon mertua dengan senang hati.
Aria pun berpapasan dengan Daniel lalu tersenyum pada laki-laki itu. Daniel semakin dibuat bersalah melihat senyuman sendu itu.
Andai waktu dapat terulang kembali, pastinya ia tak akan melakukan hal kejam itu hanya demi sebuah obsesi.
Tapi itu hanyalah andai-andai saja. Tak ada yang bisa memutar waktu dengan hanya mengandalkan kata andai.
Belajarlah untuk berpikir lebih jernih ketika kita sedang dalam kondisi emosi. Karena sesuatu yang dilakukan saat sedang emosi akan menimbulkan sebuah penyesalan.
_
_
_
_
_
_
_
...Cie yang di restui😂😂🤣...
...Bersiap-siaplah bang Razka, anda akan berhadapan dengan ibu Kunti yang suka tertawa tengah malam😂😂...
Maaf telat up, maklum author kalau pagi sibuk kali😁
Typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.
tbc
paraaaaah pokoknya...
top banget otor pokoknya,selain tegang dengan perkelahian kasar,ada perkelahian halus juga...