NovelToon NovelToon
Aku Antagonis?, Ok

Aku Antagonis?, Ok

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Teen School/College / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.

Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Saat jam pulang sekolah sudah tiba, Velo langsung membereskan semua buku bukunya, dan memasukkannya ke dalam tas.

''Gue duluan'' seru Exel sembari menyampirkan tas punggungnya di bahunya.

''Ok'' sahut Maxim, sedangkan Velo hanya mengacungkan jempolnya saja.

Maxim yang sudah selesai membereskan buku bukunya, dia langsung menoleh pada Velo, yang juga sudah siap untuk pulang.

''Vel, loe beneran mau nganterin si Helen ke mal?'' tanya Maxim.

''Iya, kalau gak di anterin, nanti gue bakal di ceramahi sama nyokap seharian'' sahut Velo.

''Terus, Hana pulang sama siapa?'' tanya Maxim.

''Sama loe dulu'' jawab Velo lalu menoleh pada Hana.

''Han, gak papa kan, kalau hari ini loe pulangnya sama Maxim?'' tanya Velo.

''Iya, ga papa'' sahut Hana sedikit keberatan.

Velo mengangguk lalu dia bangkit dari kursinya dan melangkah keluar dari kelasnya.

Di parkiran Velo duduk di jok kemudi mobilnya sembari mengotak atik ponselnya, dengan pintu mobilnya yang sengaja tidak di tutup, Velo menunggu Helena yang belum keluar dari kelasnya, karna kelas Velo dan Helena berbeda, jadi saat pulang pun terkadang juga tidak bersamaan.

''Vel''

Velo langsung mendongak. ''Loh Han, kok Loe belum pulang?'' tanya Velo sembari memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.

''Itu, gue boleh gak ikut ke mall?, kebetulan gue ada yang mau di beli mall'' tanya Hana.

''Gak boleh'' bukan Velo yang menjawab melainkan Helena, yang berdiri tak jauh dari mereka.

Helena menghampiri mereka dengan menatap Hana sinis, lalu berdiri di samping Velo dan mengalungkan tangannya di lengan Velo, dan Hana yang melihat itu sedikit sakit hati, karna Velo tidak menolak Helena yang merangkul lengannya.

''Gue lihat tadi loe sama Maxim, kenapa gak minta anterin dia aja ke mall?'' tanya Helena menatap Hana sinis.

''Kasian Maxim, nanti dia bolak balik'' jawab Hana.

''Ya sudah, kalau gitu loe naik taksi saja, gue gak mau kalau loe ikut kita berdua'' ketus Helena.

Hana langsung mengangguk dengan wajah sendu, yang biasanya selalu membuat Velo tidak tega pada Hana.

''Ya sudah kalau gitu, gue naik taksi saja'' lirihnya lalu berbalik dan pergi

Dan benar saja Velo langsung menahan bahu Hana.

''Jangan naik taksi, ayo bareng kita saja'' ujar Velo.

Sontak Helena langsung membulatkan matanya.

''Velo, gue gak mau, kalau dia ikut kita'' sentak Helena kesal.

Hana langsung menundukkan kepalanya. ''Vel, ga papa, gue naik taksi saja'' ujar Hana.

''Tuh, dia saja gak masalah kalu naik taksi'' ucap Helena.

Namun Velo tidak menggubris perkataan Helena, dia langsung membuka pintu mobil belakang, dan menyuruh Hana masuk ke dalam, sedangkan Hana mau tak mau langsung masuk ke dalam mobil, lalu Velo menutup pintunya.

Helena semakin kesal bahkan wajahnya langsung berubah muram.

''Cepat, masuk ke mobil'' perintah Velo pada Helena.

''Gue bilang, gue gak mau kalau dia ikut'' sentak Helena.

''Kalau loe gak mau Hana ikut, gue juga gak mau anterin loe ke mal'' sahut Velo ketus.

Wajah Helena semakin muram, lalu dia masuk ke jok samping kemudi, dan menutup pintu mobilnya dengan kasar, membuat Velo dan Hana kaget.

Brakk

 Velo sama sekali tidak memarahi tindakan Helena, karna dirinya sadar kalau keputusannya untuk mengajak Hana sudah membuat Helena kesal.

Selama perjalan menuju mall pusat kota Helena sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, expresi wajahnya juga masih muram, sedangkan Velo sendiri tidak ada niatan untuk mengajak bicara Helena.

''Helen, loe jangan marah sama Velo, dia gak salah, gue yang salah'' ucap Hana tiba tiba, yang semakin menyulut emosi Helena.

''Diem, loe!'' bentak Helena.

Hana sontak langsung menundukkan kepalanya.

''Maaf'' lirihnya.

Helena memilih diam dengan menatap ke luar jendela, karna tidak ingin emosinya semakin tersulut, yang bisa membuat kesehatannya menurun.

Sedangkan Velo dia melirik Helena yang duduk di jok sampingnya sejenak, lalu kembali fokus pada kemudinya.

Setiba di mall lagi lagi Helena menutup pintu mobil milik Velo dengan keras, lalu dia melenggang pergi masuk ke dalam lift yang membawanya ke mall lantai dua, bahkan Helena meninggalkan Velo bersama Hana begitu saja.

''Vel, Helen pasti marah banget sama gue'' ucap Hana.

Velo menghela nafasnya. '' Lain kali kalau Helen lagi marah, loe gak usah ngajak dia bicara, yang ada loe di bentak kayak tadi'' ujarnya sembari melepaskan baju seragamnya, dan menyisakan kaos oblong lengan pendek warna hitam.

''Iya gue faham, tapi gue gak mau kalau Helen marah sama loe'' timpal Hana.

Velo teridam sejenak menatap Hana dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, lalu dia melenggang pergi untuk menyusul Helena yang entah sudah ada di mana.

''Ayo masuk, katanya ada yang mau kamu beli'' seru Velo.

''Ah, iya''

Hana bergegas menyusul Velo, dan berjalan di sampingnya.

Di dalam mall Velo kebingungan mecari keberadaan Helena, walapun Velo tidak menyukai Helena, bukan berarti dia tidak perduli dengan Helena, bagaimanapun juga kini Helena dan dirinya sudah bertunangan, jadi mau tak mau dirinya tetap menjalankan tanggung jawabnya untuk menjaga Helena.

''Han, loe cari sendiri apa yang mau loe beli, nanti biar gue yang bayar, gue mau cari Helen dulu'' ujar Velo, lalu Velo langsung melenggang pergi begitu saja, tanpa menunggu jawaban dari Hana.

Hana terdiam menatap kepergian Velo, padahal Velo tahu kalau dirinya memiliki kehawatiran yang berlebih kalau berada di tempat ramai, tapi kenapa Velo malah tega meninggalkannya sendirian di lantai dua mall yang sangat lebar dan juga lumayan ramai.

''Vel, loe sekhawatir itukah sama Helen, sampai loe tega ninggalin gue sendirian di sini'' gumam Hana, menatap punggung Velo yang perlahan menghilang di balik kerumunan orang yang berlalu lalang.

Setelah tiga puluh menit mencari keberadaan Helen, akhirnya Velo melihat keberadaan gadis cantik itu duduk sendirian di kedai es cream, lalu Velo bergegas menghampirinya.

''Kenapa nomor loe gak bisa di hubungi?'' tanya Velo.

''Ponsel gue kehabisan batrai'' sahut Helen, lalu melahap kembali es cream pesanannya yang sudah tinggal sedikit.

Velo seketika berdecak. ''Ck, menyusahkan sekali''

''Siapa yang kamu bilang menyusahkan?'' cetus Helen menatap Velo.

''Ya loe lah, udah ngajak gue ke mall, malah gue di tinggal gitu aja, gue dari tadi muter muter nyariin loe tahu'' omel Velo sembari berkacak pinggang.

Helen seketika terdiam, lalu sedetik kemudian dia tertawa membuat Velo semakain kesal.

''Gak usah ketawa, gak lucu'' ketus Velo dan Helen langsung menghentikan tawanya.

''Suruh siapa loe ngajak Hana, jadi gue tinggal aja, biar loe bisa berduaan sama Hana, gue baik kan'' ucap Helen tak kalah ketus.

Velo seketika langsung terdiam, menatap Helen yang kembali menikmati es cremanya.

1
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 senjata makan tuan🤣🤣🤭🤭
kaylla salsabella
walah kira" siapa yang kena sup
kaylla salsabella
ealah .. bukanya sadar malah makin menjadi deh
kaylla salsabella
om Antonio mungkin suka sama Helen
Adinda
Antonio sama Helen aja
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪
Sulati Cus
wah jgn jgn 🤔oom suka sm Helen berharap kembar 3 buat beli, Exel sm Antonio
Sribundanya Gifran: wah ternyata ad yg sepemikiran🤔🤔.
pertanyaaan buat author pernhkah antonio bersentuhan dgn helen?
total 1 replies
kaylla salsabella
si Exel suka sama rania🤭🤭🤭
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Tiara Bella
udh sadar km Maxim klu Hana itu nyebelin dan g suka sm kamu....
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 habis ini udah gak ada yang perduli sama kamu han🤣🤣
tinie
idiih gak nyadar masuk tim beasiswa
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
tinie
ini typo bukan sii
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,
Sribundanya Gifran
lanjut
Adinda
maxim sama rania aja, Axel sama velo biar rebutan Helen
Tiara Bella
meledak jg akhirnya velo....
tinie
mampus loo
kan malu sendiri udah nantangin masa dibatalin👊👊
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣
Adinda
Helen cocok sama Axel biarin aja velo menyesal
paijo londo
hel ayo jangan beri maaf ma velo biar kapok walaupun udah tau watak Hana yg pbb
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!