NovelToon NovelToon
The CEO'S Second Chance

The CEO'S Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: simnuna

Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

“Mata yang cantik..”batin liam..liam manatap mata itu sedikit lama sebelum kembali mengalihkan pandangannya pada ponsel pintarnya.

Tak lama kemudian pesanan mereka sampai..aruna menghentikan kegiatan mengompress nya dan mulai mengisi perutnya.

______________________

Jam menunjukan pukul empat sore..bel pulang sekolah sudah berbunyi dua menit yang lalu..sedangkan aruna masih di kelas membereskan peralatan tulisnya di temani diana.

“Una, bahunya beneran gapapa?..”tanya diana cemas..dia sedari tadi melihat aruna yang memijit pelan bahunya.

“Gapapa di, cuma sedikit sakit..”jawab aruna sambil tersenyum kecil pada diana.

“Kenapa olla jahat banget ya..apa salah kita sampai kita harus di perlakukan seperti itu..”

“Apa karna ekonomi kita yang jauh di bawah mereka?..kita juga tidak memilih itu..”keluh diana..aruna hanya tersenyum mendengar keluhan sang sahabat.

“Jangan mengeluh..roda itu berputar..mana tau nanti kita jadi istri ceo..”ucap aruna tertawa kecil..diana mencebik kesal mendegar candaan sang sahabat.

“Huh..Ceo apa yang mau dengan orang seperti kita..”ketus diana.

“Ceo menyamar yang sedang mencari cinta sejati..”ucap aruna..gadis itu tertawa lebar saat melihat wajah diana yang semakin masam.

“Kebanyakan nonton drama..”ejek diana..aruna kembali tetawa..diana manatap aruna rumit..dia sebenarnya sangat penasaran tentang hubungan aruna dan liam..tapi dia tak mau terlalu ikut campur.

“Sudah, ayo keluar..parkiran pasti sudah sepi..”ajak aruna..diana hanya mengangguk kecil.

Dua gadis itu akhirnya kelar dari kelas..dan benar saja, parkiran sudah sepi..hanya ada beberapa mobil guru dan mobil murid yang ikut ekstrakulikuler yang masih terparkir disana.

“Tentang lomba minggu depan bagaimana?..”tanya diana.

“Belum ada persiapan..”jawab aruna.

“Di minimarket sedang rame pelanggan, jadi aku belum bisa ajukan libur..mungkin tiga hari menjelang lomba baru bisa mengambil cuti sekalian ambil gaji bulanan...”jelas aruna.

“Susah juga ya..”keluh diana.

“Bagaimana lagi..kita butuh uang untuk makan..”ucap aruna.

“Oiya..kalau paman mu memukul mu lagi langsung lapor polisi saja, orang gila seperti paman mu itu kalau di biarkan semakin menjadi..”kesal diana.

“Iya-iya..sudah pulang sana..”ucap aruna mengiyakan kecerewetan sang sahabat.

“Yakin gamau aku anter aja?..”tanya diana.

“Gapapa di..sana, tante pasti udah nunggu..”ucap aruna.

“Yaudah deh..nanti kalau ada apa-apa kabarin ya..”ucap diana..aruna hanya mengangguk pelan.

Diana akhirnya pergi menuju motor metic nya..kemudian pergi dari sana sambil melambai pada aruna..aruna membalas lambaian sang sahabat.

setelah kepergian diana, aruna berjalan menuju sepedanya..dia menaiki sepeda tua itu perlahan..bahu sebelah kirinya terasa sedikit nyeri karna hempasan dari olla tadi..tapi untung saja dia bisa bersepeda sebelah tangan..Aruna mulai mangayuh sepedanya keluar dari halaman sekolah..aruna membawa kereta itu pelan.

Tin..tin..

Tiba-tiba sebuah klakson mengejutkan aruna..aruna teperenjat kaget..hampir saja gadis itu jatuh, apalagi dia bersepeda dengan sebelah tanagan..untung saja tanganya yang sakit dapat menumpu badan dan mengendalikan stang kereta..tapi sayangnya tanganya yang semula hanya sedikit nyeri menjadi nyut-nyutan..aruna berhenti sambil meringis memegang bahunya..aruna menoleh ke samping..dan disana terlihat liam menatapnya dari balik kemudi.

Aruna kesal, ingin rasanya dia mengumpat..tapi dia tak tau caranya..apalagi melihat wajah datar tampa rasa bersalah pria di balik kemudi itu.

“Pulang?..”tanya liam singkat.

“Lagi kayang..”tentu saja perkataan itu hanya mampu aruna katakan di dalam hati saja.

“Iya..”jawab aruna akhirnya..liam mengangguk singkat, kemudian pandangan pria itu beralih pada tangan aruna yang sedang mengusap bahu kirinya.

“Bahu lo kenapa?..”tanya liam.

“Gapapa..”jawab aruna.

“Tapi gue lihat ada apa-apa..”ucap liam..aruna menghela nafas pelan.

“Cerewet juga pria ini..”batin aruna.

“Bahu ku sedikit sakit, ditepis olla tadi..”jawab aruna akhirnya.

“Naik..”perintah liam.

“Hah?..”

“Naik..”ucap liam lagi.

“Aku bawa sepeda..”tolak aruna.

“Tinggal saja..”ucap liam enteng.

“Enak saja main tinggal..”batin aruna kesal.

“Nga usah..aku bisa pulang sendiri..”ucap aruna berusaha tersenyum manis.

“Siapa yang ngajak lo pulang..”ucap liam..kening aruna mengeryit pelan

”tidak jelas sekali pria ini..”batin aruna.

“Lalu?..”tanya aruna tak paham.

“Kita kerumah sakit..”ucap liam akhirnya.

“Untuk apa?..”tanya aruna.

“Banyak tanya..naik saja..”ucap liam sambil manatap tajam aruna..aruna yang kesal balik manatap tajam liam..liam sedikit terperangah mendapatkan balasan dari gadis yang juluki kutu buku itu.

“Salah kamu sendiri ngomong cimit-cimit..mana aku ngerti..kamu pikir aku cenayang yang mengerti bahasa kalbu mu itu..”kesal aruna..liam terdiam mendapatkan omelan dari aruna..sedangkan aruna terdiam seketika saat sadar akan perkataanya..gadis itu menunduk dalam.

“Naik..”ucap liam lagi..dan tanpa banyak tanya dan protes, aruna langsung naik dan duduk di samping kemudi dengan patuh.

Keterdiaman aruna membuat sudut bibir liam terangkat, merasa lucu..saat akan menjalankan mobilnya aruna berteriak kencang..membuat liam terperenjat kaget.

“Tunggu!!..”teriak aruna..liam menoleh dan menatap tajam gadis itu..aruna langsung menundukkan kepalanya dalam.

“Maaf..aku tidak sengaja..”ucap aruna pelan..liam menghela nafasnya kasar.

“Ada apa lagi?..”tanya liam.

“Sepedaku bagaimana?..”tanya aruna, gadis itu masih menunduk takut menatap liam.

“Buang saja..”ucap liam..spontan aruna mengangkat wajahnya manatap liam tak percaya.

“Tega sekali..”gumam gadis itu.

“Kalau begitu aku turun saja..”ucap aruna pelan..liam lagi-lagi menghela nafas..rupanya berhadapan dengan aruna cukup melelahkan..dia yang tidak biasa berhadapan dengan wanita ini hanya bisa menghela nafas pasrah.

“Biar mereka yang urus..”ucap liam sambil menunjuk kearah mobil empat temannya yang berada tak jauh di belakang mereka.

“Sejak kapan mereka disana?..”batin aruna bertanya-tanya.

“Baiklah..tapi janji sepedanya harus sampai di kos ku..”ucap aruna manatap liam.

“Iya-iya..”jawab liam akhirnya.

Mobil mewah milik liam akhirnya pergi dari sana menyisakan sepeda tua aruna dan empat sahabat pria itu.

.

.

.

“Terimakasih..”ucap aruna saat mereka sudah sampai di depan kosan gadis itu.

“Hmm..”liam mengangguk kecil.

“Ingat jangan terlalu banyak gerak..”peringat liam.

“Iya..”jawab aruna.

“Untuk uang mu aku akan mencicilnya..”sambung aruna.

“Udah gue bilang ga perlu..”balas liam.

“Tetap saja..”balas aruna..liam menghela nafas pelan..hari ini sudah banyak kali dia menghela nafas..baru kali ini dia menemukan gadis yang tak patuh dengan uang.

“Terserah lo..”ucap liam akhirnya.

Liam akhirnya mengendarai mobilnya menjauh dari kos aruna..sedangkan gadis itu hanya menatap kepergian liam dengan rumit.

“Tolong jangan terlalu baik..aku takut berharap dan kemudian kembali di kecewakan..”gumam aruna..gadis itu akhirnya masuk kedalam kos sepetaknya.

.

.

.

TO BE CONTINUE……….

1
Yensi Juniarti
kapan puncaknya tor gak sabar ..🫣🫣
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!